UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Warek I: Polemik Pembayaran UKT/SPP UNG sudah Diakomodir dalam Surat Edaran Rektor
Published
6 years agoon
Gorontalo- Menanggapi tuntutan mahasiswa mengenai pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sudah memberikan dispensasi pembayaran untuk semester ganjil tahun akademik 2020/2021. Pemberian dispensasi yang dikeluarkan melalui edaran rektor tersebut guna memberi kemudahan mahasisa di masa pandemi Covid-19.
“Kami sudah memberikan dispensasi dan pemberian dispensasi biaya UKT/SPP semester ganjil itu di kategorisasikan kedalam 4 kategori,” ujar Wakil Rektor I UNG, Dr. Harto Malik, Minggu (21/6).
Adapun 4 kategori biaya UKT tersebut di antaranya yang pertama penurunan atau pengurangan UKT/SPP karena dampak pandemi Covid-19 bagi semua kelompok/kategori UKT/SPP. Adapun yang masuk dikelompok ini bagi mahasiswa yang Orang tuanya atau penanggung jawab biaya kuliahnya meninggal akibat dampal dari Pandemi Covid-19 dan usaha orang tua atau penanggung jawab biaya kuliah mengalami penurunan atau bangkrut akibat covid-19.
Kemudian yang kedua pembebasan sementara karena dampak pandemi Covid-19 bagi kelompok 1 dan 2 UKT. Hal itu dikuatkan dengan alasan yang rasional terkait tingkat kemampuan ekonomi terganggu akibat covid-19 ini.
Dan yang ketiga, potongan biaya pendidikan UKT/SPP semester ganjil tahun akademik 2020/2021 bagi mahasiswa yang dalam proses penyusunan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi. Hal itu dikarenakan pada saat penyusunan tugas akhir terdapat kendala lapangan karena Covid-19.
“Kemudian, pembayaran angsuran karena terdampak pandemi Covid-19 untuk semua kelompol UKT/SPP. dikarenakan jika sampai batas waktu ditentukan pembayaran, belum juga dilunasi karena terdampak Pandemi Covid-19,” kata Harto.
Ia menjelaskan, penetapan penyesuaian UKT/SPP sebagaimana disampaikan itu, didasarkan pada permohonan mahasiswa, dilengkapi dengan dokumen pendukung dan diverifikasi oleh tim bagian akademik.
“Bahwa sebenarnya apa yang menjadi tuntutan dari mahasiswa UNG sudah diakomodir dalam Surat Edaran Rektor” ungkap Wakil Rektor 1 UNG Tersebut.
Ia pun menambahkan bahwa, pengkategorian pemberian dispensasi penbayaran UKT/SPP semester ganjil disesuaikan dengan kondisi bagi para mahasiswa yang terdampak Pandemi Covid-19. Bagi mahasiswa yang akhir studi mendapat potongan sesuai dengan proses penyelesaian tugas akhir. Misalnya, mahasiswa yang sudah menyelesaikan ujian Proposal mendapat potongan 30%, mahasiswa yang selesai mengolah data potongannya 40%, sementara mahasiswa yang sudah selesai bimbingan dan sedang menunggu jadwal ujian komprehensif hingga batas waktu tanggal 31 Juli mendapatkan potongan 100%.
You may like
-
Rumah Dekan Jadi Saksi! LD Al Fatih FIS UNG Hidupkan Ramadan dengan Tadarusan
-
Bukan Ormawa Biasa! FOK UNG Genjot Kapasitas Lewat Sosialisasi PPK Ormawa
-
Gaya Global, Tas Lokal! Skripsi Ungkap Tren Tas Kecil di Kalangan Mahasiswa Sosiologi
-
Kabar Baik dari Timur! UNG Kantongi Izin Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif
-
Esai Melintas Batas Negara! Tim FIP UNG Sabet Bronze Medal di International Student Summit
-
Tak Sekadar Simpan Dokumen! UNG Terlibat Susun Instrumen Kearsipan Dinamis
Advertorial
Rumah Dekan Jadi Saksi! LD Al Fatih FIS UNG Hidupkan Ramadan dengan Tadarusan
Published
1 week agoon
25/02/2026
UNG – Lembaga Dakwah (LD) Al Fatih Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan kegiatan Tadarusan Al-Qur’an pada Selasa (24/02/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda keagamaan rutin yang bertujuan memperkuat tradisi tilawah Al-Qur’an sekaligus mempererat silaturahmi antar lembaga dakwah di lingkungan kampus.
Tahun ini, tadarusan digelar di kediaman Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNG yang berlokasi di Desa Iloheluma, Kabupaten Bone Bolango. Puluhan mahasiswa dari berbagai lembaga dakwah fakultas di Universitas Negeri Gorontalo hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat dan antusias.
Ketua Umum LD Al Fatih, Ferdinan Paladio, menjelaskan bahwa tadarusan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan suci Ramadan oleh LD Al Fatih FIS UNG.
“Pelaksanaannya kami buat spesial di bulan Ramadan, dan dilakukan secara bergilir dari satu tempat ke tempat lain sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi antar lembaga dakwah mahasiswa di tingkat fakultas maupun universitas,” ujar Ferdinan usai menutup kegiatan tadarusan.
Pada pelaksanaan tahun ini, LD Al Fatih melibatkan sejumlah lembaga dakwah fakultas, antara lain Lembaga Dakwah As-Syar’i Fakultas Ekonomi, Lembaga Dakwah Al Furqan Fakultas Teknik, Lembaga Dakwah Al Farabi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Lembaga Dakwah SKI UNG. Sinergi lintas lembaga ini menjadikan tadarusan tidak hanya sebagai ajang ibadah, tetapi juga wadah memperkuat jaringan dakwah kampus.
Lebih lanjut, Ferdinan menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah antar mahasiswa lintas fakultas.
Melalui kegiatan tadarusan ini, LD Al Fatih FIS UNG berupaya menjaga konsistensi pembinaan keislaman di kalangan mahasiswa. Selain itu, tadarusan diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian dalam menjalankan aktivitas keagamaan di lingkungan kampus, sehingga masjid dan pusat kegiatan keislaman tetap hidup dan produktif sepanjang Ramadan.
Advertorial
Bukan Ormawa Biasa! FOK UNG Genjot Kapasitas Lewat Sosialisasi PPK Ormawa
Published
1 week agoon
24/02/2026
UNG – Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Aula FOK UNG. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Edy Dharma Putra Duhe, S.Pd., M.Pd., yang menegaskan pentingnya peran organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan karakter dan kapasitas mahasiswa.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, serta penguatan soft skills mahasiswa.
“PPK Ormawa merupakan peluang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas organisasi secara profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kami mendorong seluruh ormawa di lingkungan FOK UNG untuk aktif, inovatif, serta mampu menyusun program yang solutif dan berkelanjutan,” ujar Edy Dharma Putra Duhe.
Sosialisasi ini menghadirkan Haris Danial, S.Pd., M.A. sebagai pemateri utama. Ia memaparkan secara komprehensif mengenai mekanisme penyusunan proposal, strategi perencanaan program, hingga indikator keberhasilan dalam implementasi PPK Ormawa.
Dalam materinya, Haris Danial menekankan pentingnya perencanaan yang matang, pemetaan kebutuhan masyarakat, dan kolaborasi tim dalam merancang program unggulan.
“Kunci keberhasilan PPK Ormawa terletak pada ide yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, perencanaan yang sistematis, serta komitmen tim dalam menjalankan program. Organisasi mahasiswa harus mampu menunjukkan daya saing dan dampak yang terukur,” jelasnya.
Antusiasme peserta tampak dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan FOK UNG menggali informasi terkait peluang pendanaan, strategi penguatan kelembagaan, serta tips merancang program yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FOK UNG berharap organisasi kemahasiswaan dapat semakin profesional, adaptif, dan berdaya saing. Selain itu, ormawa diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung pengembangan mahasiswa dan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan lapangan.
Advertorial
Gaya Global, Tas Lokal! Skripsi Ungkap Tren Tas Kecil di Kalangan Mahasiswa Sosiologi
Published
1 week agoon
24/02/2026
UNG – Sebuah skripsi mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyoroti fenomena yang tampak sederhana, namun sarat makna: penggunaan tas kecil di kalangan mahasiswa. Di balik pilihan aksesori yang ringkas itu, tersimpan perubahan cara pandang mengenai apa yang dimaknai sebagai “kebutuhan akademik” di lingkungan kampus.
Penelitian berjudul “Tren Global dan Standar Estetika Penggunaan Tas Kecil dalam Redefinisi Kebutuhan Akademik di Kalangan Mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo” yang disusun oleh Melsandra Miradj ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi terhadap delapan mahasiswa aktif Jurusan Sosiologi, sehingga peneliti dapat menggali makna di balik pilihan gaya yang sekilas tampak kasual tersebut.ejournal.
Secara fungsional, tas lazim dipahami sebagai alat untuk membawa perlengkapan kuliah. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa tas kecil kini tidak lagi dimaknai semata-mata sebagai media penyimpanan buku dan alat tulis. Tas kecil telah mengalami transformasi makna menjadi simbol gaya hidup yang dipengaruhi tren global, standar estetika, dan budaya visual di kalangan mahasiswa.ejournal.
Mahasiswa memilih tas kecil karena dinilai lebih praktis, ringan, dan nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari di kampus. Di era digital, ketika banyak materi kuliah tersimpan dalam gawai, kebutuhan membawa buku tebal semakin berkurang sehingga tas berukuran kecil dianggap cukup untuk memuat barang esensial seperti buku tipis, alat tulis, dompet, dan telepon pintar.ejournal.
Namun, alasan praktis bukan satu-satunya pertimbangan. Penelitian ini menemukan bahwa tas kecil juga mencerminkan kesadaran estetika dan menjadi bagian dari identitas visual mahasiswa—cara mereka menampilkan diri di ruang kelas, lingkungan kampus, maupun di media sosial. Tas kecil dipilih karena dianggap modis, sederhana, dan sejalan dengan tren gaya busana kasual yang banyak beredar di platform digital.
Temuan penting lain dari penelitian ini adalah adanya redefinisi kebutuhan akademik. Kesiapan mengikuti perkuliahan tidak lagi diukur dari banyaknya perlengkapan fisik yang dibawa, melainkan dari kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik yang kian dipengaruhi simbol, citra, dan ekspresi diri. Dalam konteks ini, konsumsi mahasiswa tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga simbolik.
Pilihan menggunakan tas kecil dapat dibaca sebagai bentuk adaptasi terhadap budaya populer kampus yang menekankan kesederhanaan gaya dan tampilan visual yang dianggap “bersih”, modern, dan estetik. Mahasiswa tidak sekadar membawa barang, tetapi juga membawa pesan sosial tentang siapa diri mereka dan bagaimana ingin dilihat di lingkungan pergaulan akademik.
Kajian ini memperlihatkan bahwa tren fashion global dan budaya populer memainkan peran penting dalam membentuk pola konsumsi mahasiswa. Kampus tidak terlepas dari arus globalisasi dan budaya digital yang menghadirkan standar estetika baru, di antaranya melalui media sosial dan representasi visual keseharian.journal.
Melalui penelitian ini, perubahan kecil dalam keseharian—seperti memilih tas kecil—terbukti dapat merefleksikan dinamika sosial yang lebih luas. Skripsi ini memberikan kontribusi pada kajian sosiologi budaya, khususnya terkait konsumsi simbolik, pembentukan identitas, dan relasi antara gaya hidup dengan kehidupan akademik mahasiswa.etd.repository.
Pada akhirnya, tas kecil bukan sekadar pilihan praktis. Ia adalah cerminan bagaimana generasi muda memaknai kehidupan akademik di era global—sebuah perpaduan antara fungsi, gaya, dan identitas yang saling berkaitan.ejournal.
Penelitian ini dipublikasikan dan dapat diakses melalui laman e-skripsi Universitas Negeri Gorontalo.ung
Minta Keadilan: Pilu Selebgram Nabilah O’Brien, Korban Pencurian yang Jadi Tersangka Polisi
Tembus 2.000 Km, Drone Shahed Iran Hantam RAF Akrotiri di Siprus
HUT ke-54 Basarnas: DWP SAR Gorontalo Rayakan dengan Aksi Sosial
Waspadai Lonjakan Pemudik, Basarnas Gorontalo Gelar Siaga SAR Khusus
Tak Hanya Upacara, Basarnas Gorontalo Jadikan HUT ke-54 Momentum Perkuat Kesiapsiagaan
Tertib Administrasi! Pemkab Pohuwato Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan
Tak Sekadar Rayakan HUT, Gerindra Gorontalo Ulurkan Kasih untuk Anak Yatim dan Piatu
Pemuda Bergerak: Karang Taruna Patriot Bilungala Kukuhkan Silaturahmi
Suara Tradisi di Tengah Zaman: Koko’o Bilungala Tetap Berdentum Tanpa Sound System
Sudah Lengkap Berkasnya, Ahli Waris Pohuwato Masih Menanti Klaim Jaminan Kematian
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo2 months agoJIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025
-
Gorontalo3 months agoBerawal dari Arahan Wali Kota, Kelurahan Biawao Raih Juara Pemungutan PBB-P2
-
Advertorial2 months agoBukan Sekadar Imbauan! Wali Kota Gorontalo Tegas Larang Petasan di Malam Tahun Baru
-
Gorontalo2 months agoPotret Ironi Wisata Gorontalo, Akses ke Molowahu Rusak Parah
-
Gorontalo2 months agoAnggaran Menyusut, BLT Desa Duano Ikut Terpangkas
-
Advertorial2 weeks agoTertib Administrasi! Pemkab Pohuwato Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan
-
Gorontalo2 months agoJanji Potong Jari Berbuah Nyata? Ka Kuhu Ditetapkan Tersangka
-
kabupaten pohuwato2 months agoDiduga Korsleting, Kebakaran Hanguskan Bangunan Asrama Santri di Popayato Barat
