Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

12 Tim Terbaik Berkompetisi Dalam NUDC Tingkat UNG

Published

on

Universitas Negeri Gorontalo melalui bidang kemahasiswaan menggelar National University Debating Championship (NUDC) tingkat Universitas || Foto istimewa

UNG – Universitas Negeri Gorontalo melalui bidang kemahasiswaan menggelar National University Debating Championship (NUDC) tingkat Universitas. Hal ini dilakukan sebagai upaya mewadahi mahasiswa untuk unjuk kemampuan dalam debat ilmiah menggunakan bahasa Inggris.

NUDC tahun 2022 kata panitia, Titien Fatmawaty Mohammad, S.Pd, M.App Ling, akan mempertemukan 12 tim perwakilan dari seluruh fakultas di UNG, untuk saling unjuk kemampuan berdebat dengan menggunakan bahasa inggris.

“Selain kemampuan bahasa inggris, poin penilaian meliputi pemikiran kritis mahasiswa dalam menyikapi sebuah isu serta metode yang digunakan saat berdebat,” ungkap Titien.

Menurut Titien dalam NUDC tingkat Universitas akan memilih tim terbaik yang akan masuk pada sesi final, untuk kemudian dipilih siapa yang menjadi tim terbaik serta best speaker satu, dua dan tiga.

“Mahasiswa terbaik pada kompetisi ini nantinya akan menjadi wakil UNG, untuk berkompetisi pada NUDC tingkat wilayah. Jika berhasil menjadi yang terbaik di tingkat wilayah selanjutnya mereka berkompetisi pada NUDC tingkat Nasional,” tandasnya

Advertorial

Sisihkan Puluhan Ribu Pendaftar: Rektor UNG Resmi Kukuhi 5.166 Mahasiswa Baru Tahun 2025/2026

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi mengukuhkan 5.166 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026. Ribuan generasi muda terpilih yang tersebar di 11 fakultas tersebut sah menjadi bagian dari civitas akademika “Kampus Kerakyatan” UNG setelah mengikut ritual prosesi dalam Rapat Senat Terbuka.

Prosesi pengukuhan yang khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dengan didampingi Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Femy Sahami, M.Si., serta jajaran pimpinan universitas lainnya.

Dalam pidato almamaternya, Prof. Eduart Wolok menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa ribuan peserta yang dikukuhkan merupakan talenta terbaik yang berhasil lolos setelah menyisihkan puluhan ribu pendaftar dari berbagai jalur seleksi nasional maupun mandiri.

“Nikmati dan jalani dinamika kehidupan akademik di kampus dengan penuh suka cita. Tujuan utama menempuh pendidikan di sini adalah memperkuat kompetensi serta kualitas diri agar kelak dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Rektor UNG.

Lebih lanjut, Prof. Eduart menegaskan bahwa menyandang status sebagai mahasiswa UNG bukan sebatas rutinitas kuliah harian. Status tersebut membawa amanah besar untuk terus mengasah potensi kepemimpinan, menanamkan kedisiplinan, serta menjaga ketekunan selama proses pembelajaran.

“Kesempatan emas mengecap pendidikan tinggi di UNG harus dimaksimalkan lewat kesungguhan belajar dan keaktifan berkarya. Ini penting demi mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di kancah global,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Rektor mendorong mahasiswa baru untuk segera beradaptasi dengan atmosfer kampus serta sistem akademik perguruan tinggi. Adaptasi yang cepat dinilai menjadi kunci utama agar mahasiswa mampu merampungkan studi tepat waktu dengan raihan prestasi yang membanggakan.

Continue Reading

Advertorial

Ubah Cara Pandang KKN: Rektor UNG Eduart Wolok Minta Mahasiswa Tak Sekadar Mengejar Laporan

Published

on

UNG – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., memberikan pembekalan langsung kepada ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Dalam arahannya, Rektor menekankan agar mahasiswa mengubah pola pikir dan tidak menjadikan KKN sebatas rutinitas formalitas akademik.

Rektor menegaskan, masa pengabdian selama 45 hari di tengah masyarakat harus dimaknai sebagai laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar, menimba pengalaman riil, sekaligus menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan warga.

“Jadikan masa 45 hari ini sebagai momentum untuk belajar langsung dari dinamika kehidupan masyarakat, menimba pengalaman, sekaligus memberikan solusi atas problematika yang dihadapi warga,” tegas Eduart.

Menurutnya, interaksi intensif di lokasi KKN menyajikan pembelajaran berharga yang tidak pernah didapatkan di dalam ruang kuliah. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut mampu memetakan persoalan secara objektif agar program kerja yang dirancang benar-benar relevan dengan potensi dan kebutuhan lokal.

Dalam mengeksekusi program, Rektor mengingatkan mahasiswa untuk berpegang teguh pada prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi, memahami batasan kewenangan, serta mengedepankan koordinasi intensif bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL).

“Jangan berjalan sendiri. Jika menemui kendala di lapangan, segera berkoordinasi dengan DPL maupun Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Program kerja yang dijalankan harus berbasis data kondisi nyata warga, bukan sekadar mengejar pemenuhan target laporan,” ujarnya.

Secara khusus, Prof. Eduart menggarisbawahi bahwa setiap peserta KKN merupakan Duta Almamater yang membawa nama besar UNG. Perilaku dan tutur kata mahasiswa di desa akan menjadi cermin penilaian masyarakat terhadap institusi.

“Jaga nama baik almamater. Etika, kesopanan, dan kemampuan menghargai kearifan lokal adalah pilar utama dalam pengabdian. Ingat, di lokasi KKN, Saudara sekalian adalah representasi UNG,” tambahnya.

Mengakhiri arahannya, Rektor berpesan agar mahasiswa menjalani masa pengabdian dengan rasa gembira, dedikasi tinggi, dan penuh tanggung jawab. Melalui program ini, UNG menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta karakter kepemimpinan yang tangguh.

Continue Reading

Advertorial

Sabet Silver Medal di Thailand: Mahasiswa Akuntansi FEB UNG Harumkan Nama Kampus di Ajang Internasional

Published

on

UNG – Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan oleh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Moh. Akbar Ibrahim, mahasiswa Jurusan Akuntansi FEB UNG, berhasil menyabet Silver Medal (Juara II) pada ajang 3rd International Student Competition (3rd ISC) 2026 yang digelar di Chiang Mai University, Thailand, pada 8–9 Agustus 2026.

Tampil sebagai Team Leader, Akbar memimpin tim lintas perguruan tinggi yang beranggotakan Nafaldin Subula (Universitas Ichsan Gorontalo) dan Nur Ilmi Khair (Universitas Halu Oleo). Karya ilmiah inovatif mereka yang berjudul “TRUST System: Empowering Youth to Build Inclusive and Sustainable Financial Governance” sukses memikat dewan juri internasional.

Kompetisi berskala global yang diselenggarakan oleh International Student Community bekerja sama dengan Faculty of Agro-Industry Chiang Mai University ini diikuti oleh peserta dari enam negara. Rangkaian acara meliputi eksibisi, penjurian ketat, presentasi babak final delapan besar, seminar internasional, hingga awarding ceremony.

Gagasan yang diusung tim Akbar menghadirkan TRUST System (Transparent, Reliable, and Unified System for Tracking), yakni instrumen pelaporan keuangan berbasis Microsoft Excel. Aplikasi ini dirancang fleksibel guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan pada organisasi kemahasiswaan serta entitas nirlaba skala kecil agar selaras dengan standar akuntansi ISAK 335.

Dekan FEB UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Moh. Akbar Ibrahim. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FEB UNG memiliki daya saing global dan sanggup melahirkan gagasan solutif berstandar internasional.

“Keterlibatan aktif mahasiswa dalam ajang internasional merupakan bagian mendasar dari strategi FEB UNG untuk memperkuat kapasitas akademik serta daya saing lulusan di tingkat global,” ujar Raflin.

Apresiasi senada disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNG, Dr. Melan Angriani Asnawi, S.Pd., M.Si. Ia menilai capaian ini sebagai buah manis dari iklim pembinaan kemahasiswaan yang berorientasi pada pengembangan potensi dan keberanian berkompetisi di tingkat dunia.

“Kami berharap raihan Silver Medal ini menjadi pemantik motivasi bagi seluruh mahasiswa FEB UNG untuk terus mengasah kreativitas, inovasi, dan prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Melan.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran dosen pembimbing Jurusan Akuntansi FEB UNG, Hendra Pratama Danial, S.E., M.Ak., yang secara konsisten memberikan pengawasan metodologi dan pendampingan substansi ilmiah sepanjang proses kompetisi.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler