Connect with us

Kota Gorontalo

Kota Gorontalo Masuk 20 Daerah Tertinggi Vaksinasi Secara Nasional

Published

on

Foto Istimewa ll Pelaksanaan Vaksinasi massal

u

KOTA GORONTALO – Pemberian vaksinasi secara massal bertujuan meningkatkan kekebalan tubuh mengurangi efek berat corana virus deaseas (Covid -19). Pemerintah pusat mengeluarkan program vaksinasi massal dengan menargetkan 70 juta warga mesti tervaksin ditahun ini.

Untuk mengevaluasi capaian program tersebut, kementerian kesehatan RI melakukan penilaian secara berkala realisasi pelaksanaan vaksinasi di setiap daerah. Secara resmi Kemenkes mengumumkan data Kabupaten/Kota tertinggi capaian vaksinasi dosis pertama. Dari data tersebut mencantumkan 20 daerah yang memiliki capaian vaksinasi nilai tertinggi hingga saat ini, termasuk Kota Gorontalo didalamnya.

Kota Gorontalo menempati posisi ke 11 dengan realisasi vaksinasi dosis pertama 29 persen, peringkat pertama di tempati Kota Manado dengan capaian 63 persen dan terakhir ditempati Kota Medan capaian 24 persen.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo Muhammad Kasim mengatakan capaian itu diperoleh berkat dukungan semua pihak baik pemerintah kecamatan, puskesmas, kelurahan dan terutama TNI/Polri. dukungan itu berupa edukasi dan himbauan secara terus menerus menyadarkan masyarakat pentingnya membentengi diri dari ganasnya wabah covid-19.

“Alhamdulillah sejak dilakukan secara intensif pada bulan juni, jumlah dosis yang disuntikkan setiap hari telah mencapai seribu orang.” ujar Muhammad
Kasim (8/7/21).

Realisasi harian itu menjadi dasar dinas kesehatan mengirimkan laporan kepada Kemenkes melalui aplikasi untuk dilakukan rekapitulasi realisasi jumlah dosis yang telah disuntikkan.

“Hal itu juga sebagai langkah kami melakukan manajemen ketersediaan dosis. karena setelah penyuntikan pertama kita harus memastikan kesiapan stok untuk penyuntikkan dosis kedua setelah 28 hari” ucapnya.

Berkat laporan yang dilakukan secara berkala, Kemenkes terus menyuplai ketersediaan dosis vaksin di Kota Gorontalo. menurut perhitungan kasim hingga saat ini 42.999 warga Kota Gorontalo sudah tervaksin, dari 66.700 dosis yang disuntikkan.

Ia juga memastikan hingga sebulan kedepan stok dosis masih aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk tidak memperoleh vaksin. ” stok yang ada masih tersedia 29.937 vial botol cukup untuk 29 ribu orang” ujar Muhammad Kasim.

Muhammad Kasim mengungkapkan, meningkatnya animo masyarakat untuk divaksin disebabkan sistem pelayanan vaksinasi mobile. tidak hanya rutin tapi lokasinya mudah dijangkau masyakat. semua puskesmas membuka layanan vaksin, ditambah tempat fasilitas umum tertentu dan perkantoran seperti mapolres, makodim, makolanal yang totalnya 26 tempat layanan.

Walikota Gorontalo Marten Taha menargetkan pelaksanaan vaksinasi di kota gorontalo harus diselesaikan tahun ini juga. olehnya ia meminta dinas kesehatan dapat meningkatkan capaian harian menjadi 1.500 dosis yang harus disuntikkan.

“Saya minta dinas kesehatan dapat berkolaborasi dengan stakeholder dalam mempercepat realisasi vaksinasi,” kata Marten saat rapat Forkopimda Kota Gorontalo, di aula kantor Wali kota Gorontalo.

Advertorial

Transparansi Layanan, RSUD Otanaha Undang Publik dalam FKP

Published

on

Kota Gorontalo – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Otanaha Kota Gorontalo menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan dokumen Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Direktur RSUD Otanaha, dr. Grace Tumewu, menjelaskan bahwa forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen rumah sakit terhadap peningkatan mutu pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Di era pelayanan publik yang menuntut kecepatan, kepastian, dan kualitas, RSUD Otanaha tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan masukan, kritik, dan saran dari seluruh pemangku kepentingan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan,” ujar dr. Grace.

Ia menambahkan, kegiatan FKP menghadirkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, tenaga kesehatan, perwakilan manajemen, hingga insan media. Melalui forum ini, diharapkan tercipta ruang dialog dua arah yang terbuka, jujur, dan konstruktif.

“Hari ini kita membahas berbagai aspek pelayanan, mulai dari standar pelayanan, alur layanan, fasilitas kesehatan, hingga aspek kenyamanan dan keselamatan pasien. Semua masukan akan menjadi dasar perbaikan nyata di lapangan,” jelasnya.

Dari forum tersebut, pihak manajemen RSUD Otanaha menerima berbagai saran yang akan ditindaklanjuti sebagai langkah peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Kami akan mempelajari setiap masukan yang disampaikan dan menjadikannya panduan dalam memperkuat mutu pelayanan publik di lingkungan rumah sakit,” tambah dr. Grace yang akrab disapa dr. Ceci.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen RSUD Otanaha untuk terus berinovasi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan pelayanan yang humanis kepada masyarakat Kota Gorontalo dan sekitarnya.

“Kami berharap terbangun sinergi antara RSUD Otanaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar cita-cita bersama menjadikan RSUD Otanaha sebagai rumah sakit unggulan di daerah dapat terwujud,” tutup dr. Ceci.

Continue Reading

Advertorial

Apresiasi Tinggi dari Mendagri untuk Kinerja Cemerlang Pemkot Gorontalo

Published

on

Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Setelah sebelumnya meraih penghargaan Swasti Saba Padapa dan GERMAS SAPA, kali ini Pemkot Gorontalo menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian.

Penghargaan tersebut diberikan atas capaian kinerja Pemkot Gorontalo yang dinilai berhasil dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Adhan dan Wakil Wali Kota Indra Gobel, berbagai program terkait peningkatan gizi terus dijalankan dengan konsisten dan terukur.

Salah satu program unggulan ialah Therapeutic Feeding Center (TFC), layanan khusus yang menyediakan terapi gizi bagi anak-anak dengan masalah stunting. Program ini menjadi bentuk nyata intervensi pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat.

Selain itu, Pemkot Gorontalo juga gencar melaksanakan intervensi gizi spesifik untuk penyebab langsung stunting, serta intervensi gizi sensitif untuk menanggulangi faktor tidak langsung. Upaya lintas sektor ini dilakukan dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta para kader Posyandu di setiap kelurahan.

Wali Kota Adhan mengungkapkan optimismenya, bahwa angka stunting di Kota Gorontalo dapat terus ditekan, asalkan seluruh pihak bekerja secara terpadu dan berkesinambungan. Ia juga menegaskan pentingnya pemberian makanan bergizi tinggi protein kepada ibu hamil dan bayi sebagai bagian dari strategi pencegahan.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan. Yang lebih berbahaya adalah dampaknya terhadap kecerdasan, kesehatan mental, dan kerentanan terhadap penyakit kronis,” tegas Adhan.

Menurutnya, edukasi tentang gizi seimbang dan perilaku hidup sehat perlu terus digencarkan agar keluarga berisiko dapat memahami pentingnya perbaikan pola makan sejak dini. Pemkot berkomitmen menjadikan upaya penurunan stunting sebagai program prioritas untuk mewujudkan generasi Gorontalo yang sehat, cerdas, dan produktif.

Continue Reading

Advertorial

Wali Kota Tegas! Penyesuaian Ranperda APBD 2026 Harus Selesai Dalam Tiga Hari

Published

on

Kota Gorontalo – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Gorontalo Tahun 2026 resmi rampung dibahas dalam Rapat Paripurna Tingkat II DPRD Kota Gorontalo, Kamis (tanggal sesuai).

Dalam rapat tersebut, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menekankan pentingnya percepatan tindak lanjut pasca-persetujuan bersama antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia meminta seluruh perangkat daerah segera melakukan penyesuaian program berdasarkan catatan hasil pembahasan yang telah disepakati.

Wali Kota Adhan menegaskan, seluruh perubahan teknis serta penyesuaian administrasi harus diselesaikan paling lambat tiga hari kerja setelah penandatanganan berita acara kesepakatan. Setelah itu, dokumen final Ranperda APBD 2026 wajib segera diajukan ke Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mendapatkan evaluasi dan pengesahan.

“Jadwal ini tidak boleh molor. Kita harus pastikan seluruh program Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan tepat di awal tahun,” tegas Wali Kota Adhan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Gorontalo, TAPD, serta semua pihak yang telah bekerja keras dalam menyelesaikan pembahasan APBD 2026. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan, terutama di tengah keterbatasan ruang fiskal tahun depan.

“Semoga kolaborasi yang terjalin ini tetap terjaga agar seluruh agenda pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Gorontalo,” ujar Adhan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler