Connect with us

Hiburan

Tiba di Gorontalo, Sandiaga Jadi Pembicara di Creators Nation UNG

Published

on

Tiba di Gorontalo, Sandiaga Salahudin Uno disambut Bupati Nelson Pomalingo, Anggota DPR RI Elnino M. Husein Mohi, dan salah satu Tokoh muda KABGOR Tomy Ishak Rabu (18/12/19)

Gorontalo – Sandiaga Salahudin Uno atau biasa disapa Mas Sandi pagi ini tiba di Gorontalo. Kedatangan mantan calon wakil presiden itu disambut Anggota DPR RI Elnino M. Husein Mohi dan Bupati Gorontalo Prof. Nelson pomalingo.

Sandi tiba di Gorontalo Pukul 06.00 Wita Dengan menumpang pesawat Batik Air dari Bandara Soekarno Hatta.

Kedatangan salah satu pengusaha sukses di Indonesia berdarah Gorontalo ini untuk menjadi narasumber pada Seminar Nasional Creators Nation yang dilaksanakan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Seminar yang mengusung tema “Pemberdayaan Anak Muda Kreatif sebagai Investasi untuk Masa Depan Indonesia” akan berlangsung di Gedung Auditorium UNG.

Hadir pula tokoh penting lainnya, diantaranya Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, Founder dan CEO Saronde Group Yunan Harahap, dan Agus Lahinta Founder Rumah Karawo.

Gorontalo

Fakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional

Published

on

GORONTALO – Perkembangan teknologi digital kini mengubah wajah pengelolaan event di Gorontalo. Proses registrasi peserta, penjualan tiket, hingga check-in yang dulunya serba manual, kini beralih ke sistem digital yang jauh lebih praktis dan efisien.

Menariknya, digitalisasi event ini bukan sekadar soal adopsi teknologi. Kehadiran platform digital buatan anak daerah justru menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital lokal.

Salah satu inovasi nyata datang dari Moratix.com, platform registrasi dan penjualan tiket digital pertama yang lahir di Gorontalo. Karya putra daerah ini terbukti sukses memfasilitasi berbagai kegiatan, mulai dari agenda pemerintahan, komunitas, hingga acara berskala besar garapan event organizer profesional.

Founder sekaligus CEO Moratix.com, Renold Lahay, mengungkapkan bahwa platform ini mulai dikembangkan sejak awal 2025. Tujuannya jelas: menjadi solusi terpadu bagi penyelenggara dalam mengelola pendaftaran peserta secara menyeluruh.

“Moratix dirancang khusus untuk membantu penyelenggara mengurus semua tahap registrasi secara digital. Mulai dari pendaftaran online, sistem pembayaran otomatis, hingga proses check-in atau redeem tiket—semuanya terpusat dalam satu platform,” jelas Renold.

Lebih dari sekadar aplikasi pemesanan tiket, Moratix dibekali berbagai fitur pendukung. Penyelenggara dapat memantau dashboard analitik secara real-time, melihat grafik penjualan tiket, mengelola data peserta, hingga mendapatkan laporan keuangan yang transparan untuk kelancaran acara.

Renold berharap, karya lokal dari Gorontalo ini bisa menjadi pilihan utama bagi instansi maupun penyelenggara acara di daerah.

“Kami ingin penyelenggara di Gorontalo memaksimalkan solusi digital dari daerahnya sendiri. Keuntungannya banyak; selain koordinasi lebih mudah karena pengembang berada di kota yang sama, pendampingan teknis bisa lebih cepat dan fiturnya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara,” tambahnya.

Menurutnya, penggunaan layanan lokal adalah langkah krusial dalam membangun ekonomi digital Gorontalo. Semakin sering digunakan, semakin besar pula ruang kolaborasi yang tercipta antara kreator teknologi, penyelenggara event, pelaku UMKM, dan pemerintah untuk melahirkan inovasi baru.

Hingga kini, rekam jejak Moratix tak perlu diragukan. Platform ini sukses mengawal berbagai event besar di Gorontalo, sebut saja GO TM Run, Nani Wartabone Heritage Run 2025, Bohusami Young Run 2025, Boalemo Run Fest 2025, Gorontalo Half Marathon 2025, Bercahaya Night Run 2025, Healthy Run 2026, hingga Rame Rame Fest yang dimeriahkan oleh Hivi! dan J-Rocks.

Dalam waktu dekat, Moratix juga dipastikan akan mendukung agenda bergengsi lainnya, termasuk Lifestyle Run Fest 2026, Bone Bolango Fun Run, Gorontalo Fun Bike, ajang Collabonation yang menghadirkan Tulus, GGC Festival bersama DJ Panda, dan Gorontalo Run.

Dengan sistem terintegrasi yang mencakup registrasi, pembayaran otomatis, hingga validasi tiket menggunakan QR Code, Moratix diharapkan tak hanya membuat standar penyelenggaraan event di Gorontalo makin profesional, tetapi juga menjadi pilar kuat bagi kemajuan ekosistem ekonomi digital di daerah.

Continue Reading

Hiburan

Sedang Berjuang Dari Sakit Stroke, Pesulap Pak Tarno Malah Bilang Ingin Nikah Lagi

Published

on

Pak Tarno

JAKARTA – Di tengah kondisi finansial yang sedang goyah dan kesehatan yang belum pulih seratus persen akibat serangan stroke, pesulap kawakan Sutarno, atau yang lebih populer disapa Pak Tarno, membawa kabar yang cukup mencengangkan. Pria yang identik dengan mantra “prok prok prok” ini santer dikabarkan berniat untuk kembali membina rumah tangga dengan wanita lain.

Menariknya, rencana pernikahan ini justru dibongkar secara gamblang oleh istrinya sendiri, Lisa Karlina. Dalam sebuah momen perbincangan, Pak Tarno sebenarnya sempat merespons dengan menggelengkan kepala, memberikan isyarat agar sang istri menahan diri untuk tidak membicarakan hal tersebut ke publik. Namun, isyarat itu tak mampu menghentikan Lisa.

Alih-alih menunjukkan kecemburuan atau melarang, Lisa justru memberikan lampu hijau atas niat suaminya. “Enggak apa-apa saya izinin,” tuturnya dengan santai.

Lebih jauh, Lisa membeberkan bahwa sosok wanita yang memikat hati Pak Tarno tersebut berasal dari kalangan usia yang terpaut jauh dan pertama kali ditemui di kawasan Kota Tua, Jakarta. “Ada, masih muda juga,” ungkap Lisa membenarkan sosok calon madunya.

Pengakuan blak-blakan ini tak pelak membuat pedangdut Dewi Perssik, yang turut mendengar langsung, terperanjat hebat. Ia merespons dengan nada tak percaya. “Masih muda perempuannya mau? Allahu Akbar,” ucap Dewi spontan. Menghadapi kehebohan dan rentetan komentar Dewi, Pak Tarno meresponsnya santai dengan tawa ringan, sama sekali tak berniat membantah ucapan istrinya.

Ketika disinggung mengenai kelonggaran hatinya mengizinkan sang suami menikah lagi, Lisa mengutarakan alasan yang bersifat emosional. “Habis saya kasihan sama dia, biar dia seneng terus,” ujar Lisa tulus.

Sebagai informasi, rekam jejak asmara Pak Tarno memang terbilang berliku. Ia sebelumnya mengaku pernah mempersunting 10 orang wanita. Sayangnya, ujian penyakit yang datang bertubi-tubi membuat tujuh istrinya memilih pergi, menyisakan tiga pendamping yang masih setia merawatnya hingga kini.

Niat Pak Tarno untuk menambah pendamping hidup ini menjadi sorotan tajam jika disandingkan dengan realitas kehidupannya saat ini yang cukup memprihatinkan. Mengutip laporan dari CNN Indonesia, pesulap gaek itu kini menyambung hidup dengan berjualan mainan anak-anak, alat tulis, dan pernak-pernik di atas kursi roda. Ia kerap terlihat berkeliling menjajakan dagangannya di sekitar kawasan Warakas, Jakarta Utara.

Perekonomian Pak Tarno semakin porak-poranda usai dirinya menjadi korban kejahatan kerah putih. Berdasarkan data yang dirilis iNews, di tengah masa pemulihannya, Pak Tarno harus menelan kerugian fantastis berupa hilangnya uang tunai sebesar Rp100 juta beserta unit mobil yang diduga kuat digelapkan oleh orang terdekatnya.

Meski dihantam badai ekonomi, tertipu ratusan juta, dan fisik yang tak lagi prima, semangat Pak Tarno pantang surut. Selain tekun berjualan, ia masih kerap berkunjung ke Kota Tua di akhir pekan untuk menampilkan trik sulap, sebuah dedikasi murni demi menghibur masyarakat dan mengusir nestapa.

Continue Reading

Hiburan

Umur Pernikahan Hanya Dua Bulan, Pelawak Boiyen Curhat Merasa Dikelabui Profesi Sang Suami

Published

on

Prahara rumah tangga komedian sekaligus presenter kondang, Boiyen, belakangan ini akhirnya terkuak ke hadapan publik. Tampil secara eksklusif sebagai bintang tamu di kanal YouTube Taulany TV, sang komedian membongkar rentetan perlakuan mengejutkan dari mantan suaminya yang berujung pada gugatan cerai di usia pernikahan yang baru seumur jagung.

Kisah perpisahan yang tragis ini rupanya bermula dari janji manis dan kepercayaan buta terhadap latar belakang pasangan. Publik dan rekan sejawat sebelumnya mengetahui bahwa pria yang meminang Boiyen diklaim memiliki profesi mentereng sebagai akademisi dan pebisnis. Hal ini bahkan sempat disinggung kembali oleh sahabatnya, Andre Taulany, yang merasa janggal dengan kelanjutan rumah tangga mereka.

“Iya Pak Haji ini calon saya nih pengusaha dosen apa segala,” cecar Andre mengulangi ucapan bangga Boiyen di masa lalu.

Dengan tawa getir bernada penyesalan, Boiyen akhirnya mengakui bahwa dirinya terlalu polos. Ia membeberkan bahwa ia tak pernah sungguh-sungguh mengecek silang kebenaran profesi pria tersebut, dan murni termakan oleh bukti visual digital yang diperlihatkan kepadanya.

“ditunjukin slip gajinya itunya bikin dibuka kali enggak bukan itunya di handphone oh iya di handphone,” akunya terus terang.

Kepolosannya itu berlanjut tatkala ditanya lebih dalam mengenai lokasi pasti tempat mantan suaminya mengabdi sebagai tenaga pendidik. “saya kan kagak paham digital ya kan saya oh ya udah oh berarti terus kan katanya dosen dosen,” tambah Boiyen pasrah. Merespons hal itu, Andre hanya bisa menyeletuk heran, “ngajar ngajar warga kali enggak tah ngajar mana.”

Selain karena polemik status pekerjaan yang tidak transparan, kehancuran ikatan suci ini memuncak akibat sikap mantan suami yang dianggap tidak bertanggung jawab saat masalah datang mendera. Boiyen membeberkan kronologi saat dirinya ditinggal pergi tanpa ada kepastian. Awalnya sang pria berpamitan untuk pulang kampung, dan semuanya tampak normal selama beberapa hari.

“jadi tanggal pokoknya udah seminggu heeh udah pulang kan ke daerahnya dia kan ke rumahnya dia pulang ke luar kota terus seminggu komunikasi 5 hari terus 2 harinya enggak ada komunikasi si tiba-tiba ada video itu muncul,” urai Boiyen merinci detik-detik ia dicampakkan begitu saja.

Betapa hancurnya batin sang pelawak saat menyadari suaminya tak kunjung pulang, namun justru tiba-tiba muncul di layar publik membuat pernyataan sepihak.

“tiba-tiba muncul-muncul video video bikin klarifikasi video bikin klarifikasi membawa nama nama Boyen,” ungkapnya dengan raut kecewa.

Langkah sepihak sang suami yang berbicara di hadapan media jelas menorehkan luka yang mendalam bagi Boiyen. Ia merasa disepelekan sebagai seorang istri yang sah. Apalagi, pernyataan yang dilontarkan pria tersebut seolah menutupi keadaan sebenarnya dari publik.

“dan dia bilang baik-baik saja padahal saya tidak tahu dia di mana kabar dia gimana terus dia juga enggak tahu kabar aku gimana,” tegasnya menelanjangi kejanggalan dalam video klarifikasi tersebut.

Insiden malang yang menimpa Boiyen ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat. Mengacu pada data yang kerap diulas oleh berbagai media nasional arus utama terpercaya, kasus manipulasi identitas, rekam jejak finansial, hingga pemalsuan profesi—atau yang kerap diistilahkan sebagai catfishing di ranah asmara—memang menduduki tren yang cukup mengkhawatirkan sebagai salah satu pemicu melonjaknya angka perceraian cepat (micro-marriage) di Indonesia. Kisah ini membuktikan bahwa validasi dan transparansi latar belakang wajib dilakukan dengan saksama sebelum melangkah ke gerbang pernikahan

Continue Reading

Facebook

Terpopuler