Connect with us

Advertorial

Kebersamaan di Bulan Suci: Pemkab Pohuwato Gelar Buka Puasa di Wanggarasi

Published

on

Pohuwato – Memasuki hari kedua pelaksanaan Safari Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato melanjutkan rangkaian kegiatan dengan buka puasa bersama masyarakat di Kecamatan Wanggarasi, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang digelar di dua wilayah, yakni Kecamatan Wanggarasi dan Kecamatan Lemito. Acara diawali dengan buka puasa bersama di halaman Rumah Dinas Camat Wanggarasi yang dihadiri jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Dalam momentum kebersamaan tersebut, Pemkab Pohuwato bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pohuwato menyerahkan paket Ramadan kepada kaum duafa sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci ini. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, didampingi Kapolres Pohuwato AKBP BusroniWakil Bupati Iwan S. AdamSekda Iskandar DatauKepala Kemenag Pohuwato Rais Abaidata, dan Ketua Baznas Mohamad Ruzali Hunowu.

Turut hadir Ketua MUI Pohuwato Ustaz Fahri DjafarKadhi Pohuwato Syaiful Sabu, unsur Pengadilan Negeri MarisaPinca BSG Cabang Marisa, serta para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, dan unsur TP PKK serta Dharma Wanita Pohuwato. Hadir pula Camat Wanggarasi Elan I. Mohi sebagai tuan rumah kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Saipul Mbuinga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Safari Ramadan hari kedua yang dapat mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita semua hadir dalam pelaksanaan Safari Ramadan untuk Kecamatan Wanggarasi dan Kecamatan Lemito. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Daerah, saya menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh umat muslim,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Saipul menuturkan bahwa Ramadan tahun ini bertepatan dengan dua momentum penting, yakni satu tahun perjalanan Pemerintahan SIAP (Saipul–Iwan Pohuwato) serta peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Pohuwato, yang akan dirayakan melalui Rapat Paripurna DPRD pada Rabu, 25 Februari 2026.

“Berbagai capaian dari satu tahun Pemerintahan SIAP akan kami sampaikan dalam Rapat Paripurna HUT Kabupaten Pohuwato besok,” terang Bupati.

Selain memperkuat hubungan spiritual, kegiatan Safari Ramadan juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam kesempatan itu, Bupati Saipul menyoroti kondisi infrastruktur jalan menuju empat desa di wilayah atas Kecamatan Wanggarasi, yakni Desa Bukit Harapan, Tuweya, Bohusam, dan Lembah Permai, yang kini mengalami kerusakan.

“Akses jalan ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Kami telah menghubungi Kadis PU Provinsi dan akan memperjuangkan perbaikannya. Kami juga meminta Kadis PUPR Pohuwato agar ikut mengawal prosesnya,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bupati Saipul juga memberikan apresiasi kepada Kapolres Pohuwato atas rencana pembangunan Polsubsektor di Kecamatan Wanggarasi. Ia berharap rencana tersebut dapat terwujud sehingga pelayanan dan keamanan masyarakat semakin optimal.

“Insyaallah, meski masih tahap usulan, kita doakan bersama agar pembangunan Polsubsektor Wanggarasi bisa segera terealisasi. Kapolres juga berkomitmen mengawal proses ini demi mendukung tugas kepolisian di wilayah ini,” jelasnya.

Kegiatan Safari Ramadan diakhiri dengan tausiah dan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Fahri Djafar, dilanjutkan doa bersama dan buka puasa bersama masyarakat serta jajaran Pemkab Pohuwato.

Advertorial

Riset Dosen UNG Tembus Jurnal Scopus Q1 Bahas Tantangan Penerjemah di Era AI

Published

on

(Ilustrasi: gemini.google.com)

UNG – Dua akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Novriyanto Napu dan Usman Pakaya, kembali mencetak prestasi gemilang di kancah akademik internasional. Keduanya mempublikasikan kajian riset ilmiah terbaru yang mengupas tuntas terkait tantangan model penilaian kompetensi penerjemahan (translation competence) di era disrupsi kecerdasan buatan (AI).

Artikel ilmiah yang bertajuk “From Foundational Frameworks to Future Frontiers: Critical Perspectives of Translation Competence Assessment Models and Emerging Challenges” tersebut sukses menembus jurnal internasional bereputasi tinggi, Current Issues in Language Planning, yang terindeks Scopus Q1 pada tahun 2026.

Riset inovatif ini menyoroti pergeseran paradigma bahwa kompetensi penerjemahan kini bukan sekadar perkara penguasaan linguistik atau bahasa semata. Lebih jauh, penerjemahan adalah sebuah gabungan kompleks yang melibatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional. Selama ini, instrumen penilaian kemampuan penerjemah cenderung berfokus pada hasil akhir terjemahan (berbasis produk). Namun, studi UNG ini membuktikan bahwa pendekatan usang tersebut tak lagi cukup untuk memotret kemampuan riil seorang penerjemah.

Melalui analisis komprehensif terhadap berbagai publikasi ilmiah dalam satu dekade terakhir, duo peneliti UNG ini menemukan adanya lompatan signifikan dalam metode penilaian. Dunia pendidikan dan industri penerjemahan kini dituntut untuk beralih menuju pendekatan yang holistik, yakni menggabungkan proses, refleksi, serta bukti kinerja secara nyata.

Metode penilaian mandiri seperti penyusunan portofolio serta komentar reflektif kini menjadi instrumen krusial. Tujuannya adalah untuk menilai secara mendalam bagaimana pola pikir, logika, dan proses pengambilan keputusan seorang penerjemah saat bekerja.

Fokus tajam penelitian ini juga mengarah pada besarnya pengaruh teknologi, khususnya kehadiran Neural Machine Translation (NMT) berbasis AI seperti Google Translate dan sejenisnya. Kehadiran teknologi ini dinilai membawa tantangan fundamental. Pasalnya, hasil terjemahan modern tidak lagi murni mencerminkan kemampuan individu. Oleh karena itu, sistem penilaian masa kini dituntut harus mampu membedakan dengan presisi antara buah pemikiran manusia dan kontribusi bantuan mesin cerdas.

Di sisi lain, kajian ini turut membedah persoalan pelik yang masih memicu perdebatan. Mulai dari bagaimana menyeimbangkan pola kerja kolaboratif dengan tanggung jawab individu, persoalan kesenjangan antara materi pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil industri, hingga implementasi metode penilaian yang terbukti belum merata di berbagai institusi pendidikan.

Sebagai solusi dan kontribusi ilmiah nyata, Napu dan Pakaya menawarkan sebuah kerangka konseptual baru. Kerangka ini dirancang secara khusus untuk membantu pengembangan sistem penilaian yang jauh lebih adaptif dan relevan dengan tantangan masa depan. Keduanya menekankan urgensi pendekatan yang tidak hanya mengkalkulasi hasil akhir, tetapi juga mengevaluasi proses, etika penggunaan teknologi, serta daya kritis mahasiswa.

Riset ini hadir pada momentum yang krusial, di mana pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya tuntutan industri global mengharuskan lulusan penerjemahan tidak hanya mahir secara linguistik, tetapi juga adaptif, kritis, dan profesional. Tembusnya artikel ini di jurnal Scopus Q1 sekaligus memperkokoh eksistensi serta kontribusi Universitas Negeri Gorontalo dalam memajukan diskursus ilmu linguistik terapan di panggung dunia.

Continue Reading

Advertorial

Buktikan Kualitas Akademik! Prodi Sistem Informasi UNG Sinkronkan Data Penilaian Akreditasi Terbaru

Published

on

UNG – Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kian mematangkan langkah strategisnya guna menghadapi proses reakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM) tahun 2026. Sebagai wujud keseriusan tersebut, jajaran prodi menggelar rapat evaluasi dan pemantapan dokumen akreditasi di Ruang Teknik Informatika, Kamis (16/04/2026).

Agenda utama dalam pertemuan krusial ini difokuskan pada pemaparan serta pembahasan mendalam terkait progres penyusunan dokumen Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED).

Rapat ini dihadiri langsung oleh seluruh dosen di lingkungan Jurusan Teknik Informatika, khususnya para akademisi yang masuk dalam tim pengembang dan penyusun dokumen akreditasi Prodi Sistem Informasi. Kegiatan ini dinilai sebagai tahapan esensial guna memastikan seluruh instrumen penilaian telah dipersiapkan secara komprehensif, terstruktur, dan selaras dengan standar baku yang ditetapkan oleh LAM INFOKOM.

Dalam sesi pemaparan, tim akreditasi merincikan perkembangan penyusunan dokumen LKPS dan LED. Hal yang dibahas meliputi capaian kinerja, indikator mutu, hingga evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di prodi tersebut.

Diskusi yang berlangsung interaktif itu menitikberatkan pada sejumlah poin penting. Di antaranya adalah penguatan validitas data pendukung, penjagaan konsistensi narasi dalam evaluasi diri, serta kepastian kesiapan dokumen bukti fisik yang akan menjadi kunci dalam penilaian akreditasi.

Selain berfungsi sebagai forum evaluasi internal tim, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi yang efektif bagi seluruh tenaga pendidik. Tujuannya tak lain untuk menyelaraskan persepsi dan mengoptimalkan kontribusi masing-masing dosen dalam menyukseskan proses reakreditasi. Keterlibatan aktif ini sekaligus menjadi cerminan komitmen kolektif Prodi Sistem Informasi UNG dalam menjaga marwah dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan.

Melalui forum pemantapan ini, Prodi Sistem Informasi UNG menegaskan kesiapannya untuk berhadapan dengan proses asesmen LAM INFOKOM. Dengan bekal rekam jejak kinerja yang terukur, tata kelola yang sistematis, serta capaian yang relevan, prodi ini optimistis menatap hasil maksimal.

Ke depannya, Prodi Sistem Informasi UNG akan terus mengebut proses penyempurnaan kelengkapan dokumen dan memperkuat indikator kinerja. Langkah proaktif ini merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi peningkatan mutu fakultas, sekaligus jaminan kesiapan optimal dalam menyambut penilaian akreditasi tahun ini.

Continue Reading

Advertorial

Resmi Bergeser: Ini Daftar Lengkap 4 Pejabat Eselon yang Dilantik Wali Kota Gorontalo

Published

on

Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, secara resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan empat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam struktur jabatan administrator. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di rumah dinas jabatan, Bantayo Lo Yiladia, pada Jumat (17/04/2026).

Langkah mutasi dan promosi ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo untuk melakukan penyegaran organisasi sekaligus memacu peningkatan kinerja birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.

Keputusan pelantikan tersebut tertuang secara sah dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Gorontalo Nomor 821.2/BKPSDM/II/790 tertanggal 16 April 2026. Berdasarkan beleid tersebut, berikut adalah empat nama pejabat administrator yang baru saja dilantik:

  1. Nur Arfahni Laya, sebelumnya menjabat sebagai Penelaah Teknis Kebijakan pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, kini dipromosikan sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Kota Gorontalo.

  2. Rulan Pobi, sebelumnya bertugas sebagai Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Muda pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Bagian Hukum Setda Kota Gorontalo.

  3. Ridwan Kaharu, yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Hukum Setda Kota Gorontalo, kini dirotasi menduduki kursi Sekretaris pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Gorontalo.

  4. Ilyas Rahim Poiyo, yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPMPTSP, kini bergeser posisi menjadi Sekretaris pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo.

Wali Kota Adhan memastikan bahwa pelantikan keempat pejabat ini tidak dilakukan secara instan. Penempatan posisi tersebut telah melewati proses asesmen dan pertimbangan matang dari Komite Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Mekanisme ini merupakan wujud nyata penerapan penempatan jabatan yang berbasis pada kompetensi, rekam jejak, serta kebutuhan riil organisasi.

Melalui pelantikan ini, Pemkot Gorontalo menaruh harapan besar agar para pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanahnya dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Mereka dituntut untuk segera beradaptasi dan menggenjot kualitas pelayanan publik di masing-masing perangkat daerah.

Lebih dari itu, para pejabat administrator ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan membangun sinergi lintas instansi. Hal ini dinilai krusial guna memastikan roda pemerintahan di Kota Gorontalo dapat berjalan lebih efektif, adaptif, serta responsif dalam merespons kebutuhan dan program pembangunan masyarakat.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler