Connect with us

Advertorial

Kabar Baik dari Timur! UNG Kantongi Izin Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mencatatkan capaian monumental dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia. Fakultas Kedokteran (FK) UNG secara resmi telah mengantongi izin untuk menyelenggarakan Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Program Spesialis.

Kepastian ini tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Nomor 127/B/O/2026. Melalui SK tersebut, pemerintah menilai FK UNG telah memenuhi persyaratan minimum serta standar nasional pendidikan yang ketat untuk mencetak dokter spesialis di tanah air.

Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Wolok Karim, Sp.GK., menyambut terbitnya izin ini sebagai sebuah lompatan besar bagi UNG. Menurutnya, pembukaan program spesialis ini bukan sekadar penambahan program studi, melainkan bagian dari misi strategis untuk memperkuat layanan kesehatan nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Ini adalah angin segar bagi perluasan akses pendidikan tinggi kedokteran. Kehadiran prodi spesialis baru ini akan memperkuat peran FK UNG dalam mencetak tenaga medis spesialis yang kompeten, khususnya untuk memenuhi kebutuhan di kawasan timur Indonesia,” ujar Cecy.

Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., tak dapat menyembunyikan kegembiraannya atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat melalui Kemdiktisaintek. Baginya, izin ini merupakan bukti bahwa FK UNG telah sejajar dengan berbagai institusi pendidikan kedokteran besar lainnya dalam hal pemenuhan standar pendidikan medis di Indonesia.

“Hal ini sangat penting bagi UNG untuk memperkuat peran Fakultas Kedokteran. Fokus kita adalah mendidik dan menghasilkan sumber daya manusia dokter spesialis yang kompeten sehingga dapat ikut serta mendorong penguatan layanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat,” tegas Eduart.

Dengan dibukanya program spesialis ini, UNG memegang peran strategis dalam upaya mengatasi kelangkaan dokter spesialis anestesiologi yang masih dirasakan di berbagai daerah, terutama di wilayah Indonesia Timur. Program ini diharapkan menjadi magnet bagi para dokter umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis tanpa harus jauh meninggalkan kawasan timur Indonesia.

Advertorial

Cetak 250 Sarjana Baru: Bupati Saipul Mbuinga Tantang Lulusan UNIPO Kuasai Pasar Kerja

Published

on

Pohuwato – Sektor pendidikan tinggi di Bumi Panua kembali mencetak tonggak sejarah baru dalam penguatan kualitas sumber daya manusia. Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menghadiri langsung Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Pohuwato (UNIPO) dalam rangka Wisuda Program Sarjana (S1) Angkatan IV di Aula Gedung Ichsan Convention Center (ICC) Pohuwato, Kamis (18/06/2026).

Sidang senat terbuka yang sarat nuansa khidmat dan kebanggaan tersebut mengukuhkan secara resmi sebanyak 250 wisudawan dan wisudawati dari berbagai disiplin ilmu.

Prosesi pengukuhan ini turut disaksikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI Dr. H. Munawir Sazali, S.IP., M.Si., Pembina Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (YPIPT) Ichsan Gorontalo Drs. H. Abdul Gaffar Latjokke, M.Si., Ketua YPIPT Ichsan Gorontalo Dr. H. Mohammad Ichsan Gaffar, S.E., M.Ak., serta jajaran unsur Forkopimda Kabupaten Pohuwato.

Hadir pula sejumlah pimpinan perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Ichsan, di antaranya Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Dr. Hj. Juriko Abdul Samad, M.Si., Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara Fatma Ngabito, S.IP., M.Si., serta Rektor Universitas Pohuwato Gretty S. Saleh, S.IP., M.Si., bersama jajaran wakil rektor, dekan, civitas akademika UNIPO, pimpinan OPD, Ketua KPU, dan Ketua Bawaslu Pohuwato.

Dalam orasi pembangunannya, Bupati Saipul A. Mbuinga melayangkan ucapan selamat sekaligus apresiasi tertinggi kepada para lulusan yang telah berhasil menuntaskan masa studi akademik mereka.

“Hari ini kita menjadi saksi lahirnya 250 sarjana baru di daerah ini. Atas nama Pemerintah Kabupaten Pohuwato, kami mengucapkan selamat dan sukses. Keberhasilan yang diraih hari ini adalah buah manis dari konsistensi, kedisiplinan, serta sokongan doa tanpa batas dari orang tua dan dedikasi para dosen pembimbing,” ujar Saipul.

Bupati Saipul menegaskan, UNIPO mengemban peran instrumen strategis yang tidak terpisahkan dari cetak biru pembangunan daerah. Sebagai satu-satunya kampus lokal yang lahir dan berakar di Bumi Panua, UNIPO telah membuktikan diri sebagai pilar utama pencetak intelektual muda yang kompetitif.

Lebih lanjut, ia memaparkan keunggulan geopolitik Kabupaten Pohuwato yang berada di koridor trans-Sulawesi. Posisi ini menjadikan Pohuwato sebagai episentrum pergerakan barang, jasa, dan manusia yang sedang berkembang pesat di ujung barat Provinsi Gorontalo.

“Arah keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh lagi bertumpu pada eksploitasi kekayaan sumber daya alam semata. Kunci utamanya terletak pada kualitas manusia yang mengelolanya secara bijaksana, produktif, dan berkelanjutan,” urai Bupati.

Merujuk potensi tersebut, Saipul menantang para sarjana baru UNIPO untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan penggerak kemandirian ekonomi daerah (job creator). Terlebih, daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Tengah ini menyimpan potensi melimpah pada sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, pariwisata, hingga pertambangan.

“Sektor-sektor unggulan kita membutuhkan sentuhan sains, teknologi, kreativitas, dan integritas moral dari generasi muda terdidik. Jadilah agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat, menghidupkan sektor UMKM, serta menelurkan gagasan segar demi kemaslahatan daerah,” harapnya.

Menutup arahannya, Bupati Saipul mengajak civitas akademika UNIPO, dunia usaha, dan elemen masyarakat untuk mempererat sinergi guna mewujudkan visi besar Pohuwato yang maju, unggul, mandiri, dan sejahtera.

Continue Reading

Advertorial

Genggam Komitmen Pertanian Modern: Bupati Saipul Mbuinga Perpanjang MoU Dengan Polbangtan Malang

Published

on

Pohuwato – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato bergerak cepat mengamankan keberlanjutan investasi sumber daya manusia (SDM) di sektor soko guru perekonomian daerah. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penandatanganan perpanjangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bidang pendidikan vokasi dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.

Prosesi penandatanganan kerja sama strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga bersama Direktur Polbangtan Malang Setya Budhy Udrayana di Angelato Resto and Café, Kota Gorontalo, Kamis (18/06/2026).

Pembaruan kemitraan yang telah dirintis sejak tahun 2021 ini dilakukan menyusul berakhirnya masa berlaku kontrak kerja sama sebelumnya pada April 2026 lalu. Momentum persiapan dan konsolidasi menyambut Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan dimanfaatkan secara optimal oleh kedua belah pihak untuk mempererat sinergi sekaligus memperkokoh tali silaturahmi akademik.

Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyambut optimis kelanjutan kolaborasi ini. Ia menegaskan, intervensi pendidikan tinggi serta penguatan kapasitas regenerasi petani sangat krusial dalam mencetak SDM unggul yang adaptif terhadap disrupsi teknologi sektor agronomi di masa depan.

“Pemkab Pohuwato melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi Polbangtan Malang. Program beasiswa utusan daerah ini telah membuahkan manifes nyata. Putra-putri daerah Bumi Panua yang menempuh studi di sana berhasil menyerap kompetensi mutakhir yang presisi dengan kebutuhan pasar kerja, khususnya pada sektor pertanian makro dan tata kelola agribisnis,” urai Saipul.

Lebih jauh, Bupati Saipul membidik perluasan substansi kerja sama ke depan. Dirinya berharap Polbangtan Malang tidak hanya menjadi menara gading yang membuka akses perkuliahan bagi generasi muda, tetapi juga terjun langsung mengawal akselerasi produktivitas hilir.

“Kami ingin cakupan kemitraan ini meluas. Selain sektor beasiswa, kami menanti kontribusi Polbangtan dalam program peningkatan kapasitas kelompok tani, transfer teknologi tepat guna, serta rancang bangun pertanian modern (smart farming) demi memperkuat ketahanan pangan daerah,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pohuwato Rusmiati Pakaya, didampingi Sekretaris Disparpora Nirmala Nento, memaparkan potret keterlibatan pemuda lokal dalam program ini. Tercatat hingga medio 2026, sebanyak tujuh pemuda asal Pohuwato dikirim mengemban studi di kampus vokasi kedinasan tersebut.

“Dari total tujuh orang, dua alumnus di antaranya telah sukses menyelesaikan pendidikan sarjana terapan mereka dan saat ini langsung terserap bekerja di salah satu korporasi besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pohuwato. Ini menjadi bukti empiris bahwa investasi pendidikan ini berdampak konkret bagi penyerapan tenaga kerja daerah,” rinci Rusmiati.

Melalui perpanjangan kerja sama formal ini, Rusmiati berharap keran kuota bagi generasi muda Pohuwato untuk mengakses pendidikan tinggi pertanian berkualitas kian terbuka lebar. Lulusan diproyeksikan menjelma menjadi teknokrat-teknokrat muda yang mampu menopang kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan dari ujung barat Provinsi Gorontalo.

Continue Reading

Advertorial

Gencarkan Sistem Coretax: Dikbud Pohuwato Sabet Penghargaan dari Kementerian Keuangan

Published

on

Pohuwato – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pohuwato sukses menorehkan prestasi dalam hal kepatuhan fiskal daerah. Instansi yang mengurusi urusan pendidikan ini resmi dianugerahi piagam penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Marisa.

Dikbud Pohuwato dinobatkan sebagai Mitra Kolaborasi Instansi Pemerintah Terbaik dalam Edukasi dan Penyuluhan Perpajakan di wilayah Kabupaten Pohuwato Tahun 2026.

Apresiasi bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Marisa Faisal kepada Kepala Dinas Dikbud Pohuwato Arman Mohamad di ruang kerja Kadis, Kamis (18/06/2026).

Usai menerima penghargaan, Arman Mohamad menjelaskan bahwa rekognisi ini merupakan buah dari langkah taktis jajarannya dalam melakukan pendampingan masif serta asistensi pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Intervensi ini utamanya menyasar para guru dan tenaga kependidikan yang berada di bawah naungan Dikbud Pohuwato.

Menurut Arman, postur kuantitas ASN di Bumi Panua hampir separuhnya berstatus sebagai guru dan tenaga kependidikan, termasuk di dalamnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Angka makro tersebut menempatkan Dikbud sebagai instansi dengan jumlah wajib pajak orang pribadi terbesar di lingkup Pemkab Pohuwato.

“Sebelumnya, problem utama kami adalah banyaknya ASN yang menunggak pelaporan SPT Tahunan. Faktanya, ini bukan karena mereka tidak taat pajak atau tidak mau melapor, melainkan karena kendala keterbatasan waktu operasional mengajar. Selain itu, banyak yang belum familiar dengan arsitektur sistem administrasi terbaru yakni Coretax System,” ungkap Arman secara transparan.

Menyiasati sumbatan tersebut, Arman mengambil kebijakan proaktif dengan membentuk tim akselerasi internal. Tim ini bertugas meluncur langsung ke sekolah-sekolah di pelosok kecamatan untuk memberikan panduan pengisian instrumen perpajakan secara door-to-door.

“Kami jemput bola mendatangi sekolah-sekolah. Pola asistensi ini kami jamin sama sekali tidak mengoreksi atau mengganggu jam belajar-mengajar siswa, dan tim bekerja secara sukarela. Alhamdulillah, terobosan ini membuahkan hasil manifes dan direspons positif oleh otoritas pajak,” tuturnya.

Efikasi program pengawalan ini terbukti ampuh. Arman membeberkan, pada tahun sebelumnya tercatat ada sekitar 500 ASN di lingkungan Dikbud yang mengabaikan pelaporan SPT. Namun, pasca-program pendampingan bergulir, angka kelalaian tersebut sukses ditekan secara dramatis.

“Hanya dalam tempo dua pekan sejak awal Februari, grafik kepatuhan melonjak tajam karena hampir seluruh ASN sukses melapor. Tersisa sekitar 70 pegawai saja yang belum terproses karena kendala administratif yang valid, seperti sudah memasuki masa pensiun, meninggal dunia, atau sebagian kecil memang sudah melaporkan secara mandiri,” rinci Kadis Dikbud.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Marisa Faisal menegaskan bahwa pemberian sertifikat penghargaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengakuan objektif atas kontribusi konkret Dikbud Pohuwato dalam memperluas jangkauan literasi perpajakan.

“Dikbud Pohuwato telah melakukan lompatan besar dengan melakukan edukasi perpajakan secara mandiri dan terstruktur di lingkungan kerjanya. Langkah ini sangat meringankan tugas kami sekaligus menjadi motor penggerak dalam mendongkrak tingkat kepatuhan wajib pajak (tax compliance) daerah,” puji Faisal.

Faisal menambahkan, DJP selalu membuka pintu seluas-luasnya bagi wajib pajak yang mengalami degradasi teknis dalam pelaporan, baik berupa masalah lupa kata sandi (password), akun email yang tidak aktif, hingga sinkronisasi nomor telepon baru.

“Tidak ada lagi dalih bagi wajib pajak untuk mangkir melapor. Silakan langsung konsultasikan ke kantor kami atau temui petugas saat penetrasi penyuluhan di lapangan. Jika ada kesulitan beradaptasi dengan fitur-fitur baru di Coretax, tim kami siap memberikan asistensi penuh,” jaminnya.

Pihaknya mengakui belum mampu menyentuh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pohuwato secara simultan akibat keterbatasan kuantitas personel (SDM) di internal kementerian. Kendati demikian, KP2KP Marisa berkomitmen akan terus mengevaluasi basis data makro demi mengejar kepatuhan para abdi negara.

“Keterbatasan personel memang membuat beberapa OPD belum terkunjungi. Namun, cetak biru ke depan, kami akan terus melancarkan evaluasi berkala dan mendatangi instansi-instansi yang catatan pelaporan SPT ASN-nya masih di bawah target,” pungkas Faisal.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler