Advertorial
Borong Dua Penghargaan Sekaligus: Pemkab Pohuwato Sabet Opini WTP dan Terbaik I LHP BPK
Published
3 weeks agoon
Pohuwato – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato sukses memborong prestasi gemilang dalam bidang tata kelola keuangan negara. Selain berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Pemkab Pohuwato kembali dianugerahi penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Gorontalo sebagai Terbaik I dalam Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI.
Catatan impresif ini menandai keberhasilan beruntun (back-to-back) bagi daerah berjuluk Bumi Panua tersebut, setelah pada tahun sebelumnya mengamankan trofi serupa.
Pohuwato menasbihkan diri sebagai satu-satunya pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo yang meraih Penghargaan atas Pencapaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Terbaik tingkat kabupaten/kota pada Semester II Tahun 2025. Predikat jawara ini diraih berkat persentase capaian penyelesaian rekomendasi yang menyentuh angka 84,18 persen.
Penghargaan prestisius itu diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Gorontalo, Hery Purwanto, S.E., M.M., Ak., CA., CSFA., kepada Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, yang didampingi Wakil Bupati Iwan S. Adam serta Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento.
Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dalam agenda Penyerahan Dokumen LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Gorontalo, Senin (25/05/2026).
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Pohuwato yang konsisten menunjukkan komitmen dan etos kerja tinggi dalam menuntaskan setiap rekomendasi BPK.
“Ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disokong penuh oleh fungsi pengawasan DPRD. Sinergi ini krusial demi menciptakan akuntabilitas dan tata kelola keuangan daerah yang bersih,” ujar Saipul.
Kendati memanen prestasi, Saipul menegaskan pihaknya tidak akan larut dalam euforia. Ia memastikan seluruh catatan kecil dan temuan residual yang diberikan BPK akan dijadikan bahan evaluasi fundamental untuk menyempurnakan kualitas LKPD di masa depan.
“Kami berterima kasih atas segala masukan, koreksi, serta langkah perbaikan dari tim pemeriksa BPK selama proses audit. Kami menyadari masih ada ruang yang harus dibenahi, dan temuan yang tersisa akan segera ditindaklanjuti demi perbaikan sistem ke depan,” lugasnya.
Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Pohuwato, Irfan Saleh, memaparkan bahwa penghargaan Terbaik I ini memiliki indikator penilaian yang berbeda dengan opini WTP. Penghargaan tindak lanjut LHP lebih menitikberatkan pada aspek respons dan eksekusi riil pemda melalui Inspektorat dalam menyelesaikan rekomendasi pasca-audit.
Di bawah kepemimpinan bupati, wakil bupati, penjabat sekda, serta kerja keras Tim Tindak Lanjut Inspektorat Daerah Pohuwato, rapor kinerja daerah mengalami tren kenaikan yang signifikan.
“Grafik kepatuhan kita meningkat tajam. Jika pada tahun sebelumnya capaian tindak lanjut berada di angka 82,97 persen, pada tahun anggaran 2025 yang diserahkan di pertengahan 2026 ini melejit menjadi 84,18 persen. Ini adalah bukti komitmen konkret kami dalam mewujudkan transparansi pengelolaan keuangan negara,” pungkas Irfan.
You may like
-
Empat Bulan Digodok Ketat: Bupati Saipul Mbuinga Resmi Lantik 41 Pejabat Baru Pohuwato
-
Genjot Kemandirian Fiskal: Pemkab Pohuwato Kejar Target Pendapatan Asli Daerah di Paruh Tahun
-
Sambut 1 Muharram 1448 H: Ratusan Bentor Hias Meriahkan Pawai Hijratur Rasul di Pohuwato
-
Gelar Ritual Lomayango: Wabup Iwan S. Adam Letakkan Batu Pertama Kantor Bupati Pohuwato
-
Berbobot 846 Kilogram: Bupati Saipul Serahkan Sapi Limosin Bantuan Presiden ke Masjid Agung
-
Kental Nuansa Budaya: Bupati Saipul dan Wabup Iwan Adam Ikuti Prosesi Adat Sebelum Salat Id
Advertorial
Targetkan Cetak Ratusan Doktor: Rektor Eduart Wolok Pacu Dosen Muda UNG Segera Studi Lanjut
Published
14 hours agoon
18/06/2026
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memacu peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) akademiknya. Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret lewat penyelenggaraan Sosialisasi Penguatan Akses Studi Lanjut bagi Dosen Muda yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat UNG, Kamis (18/06/2026).
Agenda strategis yang diikuti oleh puluhan dosen muda dari berbagai fakultas ini dibuka langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si. Demi mematangkan kesiapan para dosen, UNG menghadirkan ekonom sekaligus akademisi terkemuka, Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani, M.S., sebagai narasumber utama untuk membedah strategi taktis menembus beasiswa doktoral (S3).
Dalam arahannya, Rektor UNG Prof. Eduart Wolok menegaskan bahwa akselerasi studi lanjut bagi tenaga pendidik bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan investasi jangka panjang universitas. Peningkatan kualifikasi doktor dinilai berbanding lurus dengan lonjakan mutu pendidikan, produktivitas riset, serta mempertajam taji kampus dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.
“Penguatan kapasitas dosen melalui pendidikan lanjutan adalah pilar utama dalam membangun UNG yang unggul dan berdaya saing global. Dosen dengan kompetensi akademik tinggi akan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak kualitas pembelajaran, kedalaman penelitian, dan hilirisasi pengabdian masyarakat,” ujar Eduart.
Melalui forum ini, para dosen muda distimulus untuk merancang peta jalan (roadmap) studi mereka secara matang. Langkah itu dimulai dari penentuan spesifikasi bidang keilmuan, penyiapan proposal riset yang linier dan relevan, hingga pembentukan jejaring akademik global demi menopang karier fungsional ke depan.
Senada dengan hal itu, Prof. Noer Azam Achsani dalam pemaparannya membagikan resep sukses menempuh studi lanjut di tengah kesibukan mengajar. Ia menggarisbawahi bahwa kesuksesan seorang akademisi tidak hanya ditunjang oleh melimpahnya peluang beasiswa, melainkan oleh faktor komitmen, konsistensi, dan ketahanan mental peneliti.
“Dosen harus memiliki visi keilmuan yang rigid dan fokus pada pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Mulailah membangun komunikasi yang intens dengan calon promotor, tingkatkan keterlibatan dalam forum ilmiah, dan perluas jejaring (networking) dengan institusi mitra,” papar Prof. Noer Azam.
Mantan Dekan Sekolah Bisnis IPB ini juga mengingatkan bahwa publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi merupakan indikator sahih pengakuan akademik, baik di level nasional maupun internasional. Oleh karena itu, ia mendorong dosen muda UNG untuk aktif menginisiasi kolaborasi riset lintas instansi dan menjalani setiap proses akademik dengan penuh kesabaran serta disiplin tinggi.
Advertorial
Empat Bulan Digodok Ketat: Bupati Saipul Mbuinga Resmi Lantik 41 Pejabat Baru Pohuwato
Published
14 hours agoon
18/06/2026
Pohuwato – Gerbong mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato kembali bergerak. Sebanyak 41 pejabat yang terdiri dari eselon Administrator, Pengawas, Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Pohuwato, hingga Pejabat Fungsional Pengawas resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Rabu (17/06/2026).
Prosesi sakral yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Gunung Pani, Kantor Bupati Pohuwato tersebut turut dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Achmad Djuuna, Asisten Pemerintahan dan Kesra Zulkifli Umar, Inspektur Daerah Irfan Saleh, Kepala BPKPD Teti Alamri, Kepala Dinas Kesehatan Fidi Mustafa, serta Plt. Kepala BKPSDM Sarlina Labaco.
Dalam arahannya, Bupati Saipul A. Mbuinga menegaskan bahwa pengisian dan pergeseran formasi jabatan ini bukan merupakan kebijakan instan. Proses penyaringan figur-figur tersebut telah melalui fase penggodokan yang sangat selektif dan memakan waktu hingga hitungan bulan.
“Kurang lebih selama empat bulan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggodok proses ini. Ini perjalanan yang cukup panjang dan sangat ketat, hingga akhirnya hari ini melahirkan pejabat-pejabat yang dinilai paling layak mengemban amanah baru. Tentunya, amanah ini wajib dijalankan secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” ujar Saipul.
Bupati menaruh harapan besar, khususnya kepada para Kepala UPTD Puskesmas yang baru dikukuhkan. Mereka diinstruksikan bergerak cepat melakukan akselerasi pelayanan medis di lapangan, terutama dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor kesehatan publik.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Bumi Panua ini menepis spekulasi negatif yang berkembang di lingkungan birokrasi terkait pergeseran posisi tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan mutasi ini murni didasarkan atas kebutuhan organisasi dan pertimbangan performa kerja, bukan sebagai bentuk hukuman atau sanksi disiplin bagi pejabat tertentu.
“Ada yang bertukar tempat tugas, namun itu bukan berarti kinerja mereka di tempat lama buruk. Justru karena mereka dinilai memiliki kompetensi dan rekam jejak yang baik, maka kami tempatkan pada posisi strategis lain yang sedang membutuhkan akselerasi pelayanan kepada masyarakat,” jelas Saipul.
Ia juga meminta kepada para ASN yang belum mendapatkan kesempatan promosi atau menduduki jabatan tertentu untuk tidak berkecil hati. Pemkab Pohuwato dipastikan akan terus memetakan potensi dan aspirasi setiap abdi negara secara objektif sesuai koridor regulasi yang berlaku.
“Tidak ada unsur penghukuman dalam mutasi dan rotasi kali ini. Indikator utama kami adalah profesionalitas. Mengapa prosesnya sampai memakan waktu empat bulan? Karena kami ingin melahirkan barisan birokrat yang benar-benar kredibel dan dapat dipercaya penuh dalam menjalankan roda pemerintahan,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Saipul mengingatkan para pejabat terlantik agar senantiasa membentengi diri dengan integritas. Status jabatan definitif yang kini disandang harus dijawab dengan loyalitas kerja yang konkret, mengingat masih banyak ASN lain yang juga mendambakan kepercayaan serupa.
Advertorial
Pimpin Apel Korpri Juni 2026: Langkah Tegas Pj Sekda Pohuwato Evaluasi Kinerja Paruh Tahun
Published
14 hours agoon
18/06/2026
Pohuwato – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato, Achmad Djuuna, mendesak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato untuk mengonversi momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai stimulus peningkatan mutu pelayanan publik. ASN dituntut melakukan lompatan kinerja dan meninggalkan pola kerja konvensional yang cenderung monoton.
Seruan transformatif tersebut ditegaskan Pj Sekda saat bertindak sebagai pembina Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tingkat Kabupaten Pohuwato yang digelar di halaman Kantor Bupati Pohuwato, Rabu (17/06/2026). Agenda rutin tersebut diikuti oleh para asisten, staf ahli bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan abdi negara di lingkungan Pemkab Pohuwato.
Dalam amanat tertulis Bupati Pohuwato yang dibacakannya, Achmad Djuuna menggarisbawahi bahwa pelaksanaan apel kali ini memiliki nilai filosofis dan strategis yang sangat istimewa. Selain menjadi instrumen penguatan disiplin, loyalitas, dan profesionalitas korps, momentum ini bertepatan dengan fajar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus menandai transisi paruh tahun anggaran 2026.
“Momentum ini memaksa kita semua untuk berhenti sejenak, melakukan evaluasi mendalam, dan merefleksikan kembali peta jalan pengabdian yang telah kita lalui. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah harus dimaknai sebagai refleksi peristiwa hijrah Rasulullah SAW. Sebuah gerakan peradaban besar yang bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan lompatan menuju kondisi yang lebih kuat, tangguh, dan bermartabat,” ujar Achmad Djuuna.
Achmad menegaskan, spirit hijrah tersebut wajib diadopsi secara konkret oleh seluruh anggota Korpri dalam mengeksekusi program kerja dan melayani masyarakat di Bumi Panua.
“Kita harus berhijrah dari pola kerja yang biasa-biasa saja menuju standar pelayanan yang luar biasa. Hijrah dari budaya menunda pekerjaan menjadi budaya kerja yang cepat, tepat, dan tuntas. Kita harus bermigrasi dari sekadar menjalankan rutinitas formalitas menuju ekosistem kerja yang kaya akan inovasi serta ketulusan pengabdian,” lugasnya.
Lebih lanjut, Pj Sekda mengingatkan jajarannya bahwa Pemkab Pohuwato kini telah resmi menginjak paruh kedua tahun anggaran 2026. Oleh karena itu, seluruh pimpinan perangkat daerah diinstruksikan segera membedah rapor capaian program kerja serta melakukan kalkulasi ketat terhadap target pembangunan yang belum terpenuhi.
“Ini adalah masa krusial untuk mengukur sejauh mana target pembangunan daerah terealisasi. Evaluasi total harus berjalan. Program yang berkinerja baik wajib dipertahankan dan ditingkatkan, sementara sektor yang masih rapor merah harus diintervensi dan diperbaiki seketika,” cetusnya.
Di samping itu, ia mewanti-wanti para ASN untuk terus membentengi diri dengan integritas, memperketat disiplin kerja, serta membangun kultur pelayanan yang humanis, inklusif, dan responsif terhadap keluhan masyarakat sipil.
“Jadilah ASN yang hadir sebagai pemberi solusi di tengah masyarakat, bukan justru menjadi bagian dari benang kusut persoalan. Tampillah sebagai pelayan publik yang menghadirkan kemudahan birokrasi, bukan malah menciptakan sekat kesulitan,” tegas Achmad Djuuna.
Menutup arahannya, atas nama Pemkab Pohuwato, Achmad melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Korpri yang sejauh ini konsisten menunjukkan dedikasi dan loyalitas tinggi dalam roda pemerintahan. Ia mengajak seluruh abdi negara menyongsong semester kedua tahun 2026 dengan komitmen kolektif demi mewujudkan Pohuwato yang maju, sejahtera, religius, dan berdaya saing global.
Targetkan Cetak Ratusan Doktor: Rektor Eduart Wolok Pacu Dosen Muda UNG Segera Studi Lanjut
Empat Bulan Digodok Ketat: Bupati Saipul Mbuinga Resmi Lantik 41 Pejabat Baru Pohuwato
Pimpin Apel Korpri Juni 2026: Langkah Tegas Pj Sekda Pohuwato Evaluasi Kinerja Paruh Tahun
Satu-satunya Utusan Kampus: Dosen FKTP UNG Dr. Arfiani Tembus Forum Akuakultur Dunia di Tiongkok
Genjot Kemandirian Fiskal: Pemkab Pohuwato Kejar Target Pendapatan Asli Daerah di Paruh Tahun
Tak Tinggal Diam! DPC Gerindra Gorut Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Biau
Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
Tanggapi Pernyataan Jasin Mohammad, Ketua OC Tegaskan Muprov Kadin Gorontalo Ditunda Murni Karena Arahan Pusat, Bukan Masalah Finansial
Viral! Baling-baling Wings Air Diikat Kabel Ties Sebelum Terbang dari Bali, Begini Kata Lion Air Group
TUNTUTAN KONTROVERSIAL! Empat Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun BUI
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Daerah1 month agoMasyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
-
Gorontalo2 months agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
-
Gorontalo2 months agoMeresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
-
Daerah2 months agoSentil Gubernur Gusnar! Wali Kota Adhan Kecewa Pemisahan Disparpora Mangkrak di Pemprov
-
Gorontalo2 months agoNyanyian Bos Tambang: Bayar Puluhan Juta Tapi Tak Diberi Akses, Daeng Muding Minta Uang Kembali
-
Gorontalo3 months agoTuntut Transparansi: Massa Desak Inspektorat Tak “Main Mata” dalam Kasus Mafia Obat
-
Advertorial3 months agoSikat Pungli: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Oknum AH Terkait Pungutan UMKM
-
Gorontalo3 months agoTegak Lurus Instruksi Prabowo: Beranikah Polda dan Korem Gorontalo Sikat “Orang Kuat” di Peti Gorontalo