kabupaten pohuwato
Gara-Gara Ular Naik Isolator: Gardu Induk Paguat Meledak, Lima Kecamatan di Pohuwato Padam Total
Published
1 hour agoon
Marisa – Misteri penyebab padamnya aliran listrik secara mendadak yang sempat melumpuhkan sebagian wilayah Kabupaten Pohuwato pada Minggu (21/06/2026) malam akhirnya terkuak. Manajemen PLN Marisa mengonfirmasi bahwa insiden mati lampu massal tersebut dipicu oleh gangguan eksternal yang tak terduga dari faktor alam (satwa liar).
Sebelumnya, interupsi daya total yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah wilayah kecamatan—mulai dari Paguat, Marisa, Duhiadaa, Randangan, hingga Taluditi—sempat memicu kepanikan minor. Gelap gulita yang terjadi seketika di malam hari itu membuat masyarakat berspekulasi dan mempertanyakan keandalan sistem distribusi gardu induk.
Setelah melakukan penelusuran taktis dan penyisiran komprehensif, pihak PLN Marisa mengungkapkan bahwa pemadaman tersebut dipicu oleh seekor ular. Satwa tersebut dilaporkan merayap naik dan menyentuh bagian isolator listrik sensitif, hingga memicu hubungan arus pendek (korsleting) parah dan mengakibatkan dentuman ledakan di kawasan Gardu Induk (GI) Paguat.
Pasca-ledakan mekanis tersebut, personel teknis lapangan PLN langsung disiagakan di lokasi kejadian. Tim ahli terus melakukan lokalisasi komponen, pengamanan sistem kelistrikan, serta memastikan sterilisasi seluruh jaringan utama dari potensi gangguan lanjutan agar kondisi benar-benar pulih secara aman.
Berkat gerak cepat dan tanggap darurat dari para petugas di lapangan, pasokan daya listrik di sebagian besar wilayah terdampak kini berangsur normal kembali. Kendati demikian, hingga berita ini diterbitkan, proses pemulihan (recovery) bertahap masih terus dipacu pada beberapa klaster perumahan warga yang jaringannya sempat mengalami kendala teknis paling berat.
Sebelum adanya rilis kepastian ini, pihak otoritas PLN Marisa memang telah menginstruksikan tim bersiaga penuh dan menerjunkan personel pemburu gangguan langsung ke GI Paguat guna memeriksa seluruh rangkaian transmisi. Awak media masih terus bersiaga memantau kondisi lapangan serta menunggu keterangan resmi lanjutan terkait penyelesaian total proses normalisasi listrik di Bumi Panua.
You may like
-
Diguncang Dentuman Keras: Sebagian Wilayah Marisa Gelap Gulita Akibat Gangguan Listrik Mendadak
-
Dibuka Wapres Gibran Rakabuming: Bupati dan Wabup Pohuwato Kawal Pembukaan PENAS XVII
-
Boyong 340 Delegasi ke Limboto: Wabup Iwan S. Adam Lepas Resmi Kontingen PENAS XVII Pohuwato
-
Cetak 250 Sarjana Baru: Bupati Saipul Mbuinga Tantang Lulusan UNIPO Kuasai Pasar Kerja
-
Genggam Komitmen Pertanian Modern: Bupati Saipul Mbuinga Perpanjang MoU Dengan Polbangtan Malang
-
Gencarkan Sistem Coretax: Dikbud Pohuwato Sabet Penghargaan dari Kementerian Keuangan
Gorontalo
Diguncang Dentuman Keras: Sebagian Wilayah Marisa Gelap Gulita Akibat Gangguan Listrik Mendadak
Published
1 hour agoon
22/06/2026
Pohuwato – Suara dentuman keras yang disusul pemadaman listrik secara mendadak menggemparkan warga di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Minggu (21/06/2026) malam. Insiden tanpa pemberitahuan resmi dari otoritas penyedia daya ini langsung melumpuhkan aktivitas publik dan memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pemadaman total (blackout) terjadi secara simultan di sejumlah titik vital pusat ibu kota kabupaten. Kondisi gelap gulita yang terjadi seketika membuat kepanikan minor di kalangan warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah maupun pelaku usaha mikro.
Saat dikonfirmasi awak media, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Marisa Arida Hirawan membenarkan adanya gangguan struktural pada jaringan distribusi mereka. Ia menjelaskan bahwa indikasi awal interupsi daya ini dipicu oleh insiden ledakan teknis, meski titik koordinat pastinya masih diinvestigasi.
“Informasi sementara yang kami terima, memang ada indikasi ledakan pada sistem jaringan. Saat ini, personel teknis lapangan sudah diterjunkan dan sedang bergerak cepat menuju Gardu Induk (GI) untuk melakukan lokalisasi masalah serta pengecekan komprehensif,” terang Arida Hirawan via sambungan telepon.
Dampak dari gangguan sistemis tersebut, hampir sebagian besar wilayah pelayanan di Kecamatan Marisa dilaporkan lumpuh total dari pasokan listrik. Sektor jasa dan utilitas rumah tangga menjadi pihak yang paling terdampak atas insiden operasional pada malam hari ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Marisa belum merilis pernyataan resmi terkait penyebab utama pemicu ledakan maupun estimasi waktu normalisasi aliran listrik (recovery time). Awak media masih terus bersiaga di lokasi dan menghimpun data terbaru guna menyajikan perkembangan informasi lanjutan kepada publik.
Advertorial
Dibuka Wapres Gibran Rakabuming: Bupati dan Wabup Pohuwato Kawal Pembukaan PENAS XVII
Published
1 day agoon
21/06/2026
Pohuwato – Isu strategis kedaulatan pangan nasional menjadi episentrum pembahasan pada pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Agenda akbar tersebut dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Gedung Olahraga (GOR) David–Tonny, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/06/2026).
Hajatan skala nasional ini dihadiri langsung oleh pimpinan puncak Pemerintah Kabupaten Pohuwato, yakni Bupati Saipul A. Mbuinga bersama Wakil Bupati Iwan S. Adam. Kedatangan mereka didampingi oleh Ketua TP PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa serta Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Risnawati Adam Ali.
Acara pembukaan ini turut dikawal oleh Menteri Pertanian, jajaran pejabat pemerintah pusat, Anggota DPR RI Dapil Gorontalo Rachmad Gobel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, jajaran Forkopimda Provinsi Gorontalo, serta para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia.
Dalam orasi politik anggarannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan program prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar dalam arsitektur pemerintahan Presiden Republik Indonesia saat ini. Menurut Wapres, volatilitas kondisi global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, perang dagang, hingga eskalasi perang tarif antarnegara maju, menjadi alarm keras bagi Indonesia untuk segera memutus ketergantungan impor.
“Indonesia tidak boleh lagi menggantungkan nasib isi piring rakyatnya pada kebijakan negara lain. Struktur ketahanan pangan nasional harus dibangun mandiri dan kokoh dari fondasi kekuatan sektor pertanian serta perikanan dalam negeri,” tegas Wapres Gibran.
Merespons instruksi pusat tersebut, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyatakan kesiapan dan dukungan penuh jajaran daerah untuk menyukseskan peta jalan swasembada pangan tersebut. Baginya, PENAS XVII merupakan momentum krusial bagi para petani dan nelayan lokal untuk meng-upgrade wawasan, memperluas penetrasi pasar, serta mengadopsi instrumen teknologi agronomi modern.
“Pemkab Pohuwato menyambut optimis arah kebijakan Wapres. PENAS XVII ini menjadi wadah taktis untuk mengelevasi kapasitas intelektual petani dan nelayan kita, sekaligus menyelaraskan frekuensi daerah dengan program prioritas nasional,” cetus Saipul di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Saipul memaparkan bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan kemaritiman merupakan tulang punggung utama (backbone) PDRB Kabupaten Pohuwato. Oleh sebab itu, akselerasi produktivitas hilir akan terus dipacu melalui penguatan kelembagaan kelompok tani, modernisasi sarana prasarana (saprotan), serta investasi berkelanjutan pada aspek SDM.
“Pesan dari Wapres Gibran menjadi bahan bakar motivasi bagi kami di Bumi Panua. Pohuwato memiliki bentang potensi agraria dan maritim yang luar biasa besar. Kami berkomitmen mengelolanya secara optimal agar mampu menjadi lumbung penyokong pangan, baik untuk skala regional Gorontalo maupun kontribusi nasional,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Bupati Saipul menginstruksikan kepada seluruh kontingen utusan Kabupaten Pohuwato agar memanfaatkan durasi PENAS XVII ini sebagai ajang transfer teknologi. Lulusan delegasi diharapkan membawa pulang inovasi aplikatif yang mampu mendongkrak grafik kesejahteraan petani dan nelayan di daerah perbatasan tersebut.
Advertorial
Boyong 340 Delegasi ke Limboto: Wabup Iwan S. Adam Lepas Resmi Kontingen PENAS XVII Pohuwato
Published
2 days agoon
20/06/2026
Pohuwato – Sebanyak 340 duta pelopor pangan Kabupaten Pohuwato resmi diberangkatkan menuju ajang nasional. Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam secara simbolis melepas kontingen Bumi Panua yang akan berlaga pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Prosesi pelepasan ini berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Pertanian Pohuwato, Jumat (19/06/2026).
Hajatan akbar skala nasional tersebut dijadwalkan bergulir pada 20–24 Juni 2026 dan siap mempertemukan puluhan ribu praktisi, inovator, serta pelaku usaha agribisnis dari seluruh penjuru tanah air.
Dalam orasinya, Wabup Iwan S. Adam menginstruksikan seluruh delegasi untuk mengawal kesuksesan agenda tersebut, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mempromosikan komoditas dan potensi unggulan daerah. Menurutnya, PENAS XVII merupakan panggung krusial bagi para petani dan nelayan lokal untuk menyerap transfer teknologi, memperluas jejaring pasar (networking), serta mengadopsi inovasi mutakhir di bidang pertanian dan perikanan.
“PENAS bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan laboratorium hidup untuk saling bertukar pengalaman dan teknologi. Kami menuntut para peserta membawa pulang ilmu-ilmu baru yang aplikatif untuk dikembangkan di daerah,” tegas Iwan.
Di hadapan ratusan peserta, Wabup Iwan secara jujur mengakui adanya dinamika fiskal daerah. Kendati demikian, ia meminta kendala tersebut tidak mereduksi militansi dan spirit kontingen.
“Meskipun berada di tengah situasi keterbatasan anggaran daerah saat ini, saya berharap hal itu tidak memadamkan api semangat seluruh peserta untuk mengharumkan nama Pohuwato di level nasional. Pemerintah daerah tetap berkomitmen penuh mengawal kesejahteraan petani, nelayan, termasuk kesejahteraan masyarakat di wilayah lingkar tambang,” imbuhnya memotivasi.
Pada kesempatan itu, Iwan juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Saipul A. Mbuinga yang urung melepas kontingen secara langsung akibat benturan agenda kedinasan lain yang tidak kalah krusial di ibukota Provinsi Gorontalo.
Di sisi lain, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pohuwato Iwan Abay melaporkan, hingga hari pelepasan, kesiapan teknis kontingen Pohuwato telah menyentuh angka 70%.
“Kuota sebanyak 340 peserta yang dipatok berdasarkan SK Bupati semuanya berhasil terpenuhi. Seluruh aspek logistik kebutuhan delegasi, termasuk pemantapan pemondokan atau penginapan di lokasi pelaksanaan, terus kami matangkan secara intensif jelang pembukaan besok,” urai Iwan Abay.
Seremoni pelepasan ini turut dikawal langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Pohuwato Kamri Alwi, Kepala Dinas Perikanan Refli Basir, Penjabat Kepala Badan Kesbangpol Yuslan Samadi, Sekretaris Dinas Pertanian Meri Maku, serta ratusan peserta kontingen PENAS XVII asal Kabupaten Pohuwato.
Bawa Misi Desa Wisata Mandiri Energi: Mahasiswa KKN Kolaboratif UNG–UGM Resmi Mengabdi di Botutonuo
Berangkat Lengkap Pulang Utuh: Pemkot Gorontalo Sambut 264 Jemaah Haji Kloter 28
Jadi Contoh Pencacahan SE2026: Wawali Indra Gobel Terima Tim BPS di Rumah Jabatan
Hasil Polesan Adhan Dambea: Kawasan Kota Tua Gorontalo Kini Hidup dan Berdenyut di Malam Hari
Gara-Gara Ular Naik Isolator: Gardu Induk Paguat Meledak, Lima Kecamatan di Pohuwato Padam Total
Tak Tinggal Diam! DPC Gerindra Gorut Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Biau
Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
TUNTUTAN KONTROVERSIAL! Empat Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun BUI
Viral! Baling-baling Wings Air Diikat Kabel Ties Sebelum Terbang dari Bali, Begini Kata Lion Air Group
Sasar Rekognisi Global: FIP UNG Desain Pendidikan Teluk Tomini Menuju Internasionalisasi
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Daerah1 month agoMasyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
-
Gorontalo3 months agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
-
Gorontalo3 months agoMeresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
-
Daerah2 months agoSentil Gubernur Gusnar! Wali Kota Adhan Kecewa Pemisahan Disparpora Mangkrak di Pemprov
-
Gorontalo2 months agoNyanyian Bos Tambang: Bayar Puluhan Juta Tapi Tak Diberi Akses, Daeng Muding Minta Uang Kembali
-
Gorontalo3 months agoTuntut Transparansi: Massa Desak Inspektorat Tak “Main Mata” dalam Kasus Mafia Obat
-
Advertorial3 months agoSikat Pungli: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Oknum AH Terkait Pungutan UMKM
-
News3 months agoTidak Diperhatikan Pemda Selama Beberapa Tahun, dr. Rizal Alaydrus & Papip Celebes Akhirnnya Turun Tangan Renovasi Asrama Bogor