Connect with us

Advertorial

Lomba Koko’o Antar-Kelurahan Bakal Warnai Festival Pesona Tumbilotohe 2026

Published

on

Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo mematangkan kesiapan penyelenggaraan Festival Pesona Tumbilotohe Tahun 2026. Guna menyemarakkan agenda tahunan bernuansa religius tersebut, pemkot meluncurkan inovasi baru berupa perlombaan tradisi Koko’o (ketukan sahur tradisional) yang akan mempertemukan perwakilan antarkelurahan secara berjenjang.

Rencana strategis tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo Ismail Madjid, didampingi Asisten II Effendy Rauf, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Irwansyah Taha, serta Kepala Bapenda Zamronie Agus di ruang rapat formal, Selasa (10/02/2026).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, struktur kepanitiaan Festival Pesona Tumbilotohe kali ini didesain untuk melibatkan partisipasi publik secara masif. Rangkaian perayaan akan mengintegrasikan potensi masyarakat akar rumput, kelompok pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, hingga internal pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain mempertahankan inti sakralitas tradisi Tumbilotohe (malam pasang lampu minyak), festival tahun ini dipastikan lebih dinamis dengan hadirnya kompetisi Koko’o. Skema perlombaan akan dimulai dari babak eliminasi di tingkat kecamatan sebelum para pemenang bertarung memperebutkan trofi utama di level kota.

“Teknisnya, setiap kecamatan diwajibkan menjaring dan mengirimkan tiga grup terbaik untuk mengikuti seleksi ketat di tingkat kecamatan terlebih dahulu,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Gorontalo, Irwansyah Taha, saat memberikan keterangan pers usai rapat.

Irwansyah memaparkan, festival ini merupakan manifestasi konkret dari dokumen visi-misi Pemerintah Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea untuk memperkuat identitas daerah sebagai Kota Religius, khususnya dalam menyambut momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

“Selain menjadi stimulus sektor pariwisata daerah, festival ini mengemban misi sakral untuk melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan adat serta tradisi Tumbilotohe yang telah menjadi silsilah ciri khas tak berwujud milik masyarakat Gorontalo,” imbuhnya.

Guna memperkuat syiar keagamaan, dinas terkait juga melibatkan klaster pelajar SMP melalui kompetisi lagu-lagu religi islami. Tidak ketinggalan, atmosfer festival akan diwarnai aksi panggung para pimpinan OPD yang ditantang tampil dalam ajang fashion show busana muslim formal.

Mengingat padatnya volume perlombaan yang diadopsi, seluruh rangkaian side-event festival dijadwalkan mulai menghentak sejak 2 Maret 2026 atau bertepatan dengan pertengahan Ramadan. Sementara itu, seremoni pencanangan malam puncak Tumbilotohe (Malam 27-29 Ramadan) diproyeksikan jatuh pada tanggal 16 atau 17 Maret 2026.

“Seluruh formulasi kegiatan kreatif-religius yang kami persiapkan ini merupakan instruksi langsung dan atensi khusus dari Pak Wali Kota agar perayaan tahun ini berjalan lebih menyentuh masyarakat,” tutup Irwansyah Taha.

Advertorial

Cetak Sejarah Baru di FIP: Prodi Psikologi UNG Sukses Meluluskan Tiga Sarjana Perdana

Published

on

UNG – Program Studi (Prodi) Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menorehkan tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak didirikan, program studi tersebut sukses menggelar sidang skripsi dan yudisium perdana guna melahirkan lulusan bergelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) dari angkatan pertamanya.

Tiga mahasiswi yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian kewajiban akademik tepat waktu dalam kurun empat tahun tersebut adalah Siti Bidaria Paputungan, S.Psi., Ika Prawesti Andini, S.Psi., dan Maghfira Nazelin Butolo, S.Psi. Ketiganya mencatatkan nama sebagai pionir lulusan perdana dalam buku sejarah perkembangan prodi tersebut.

Koordinator Prodi Psikologi UNG Irvan Usman, S.Psi., M.Si. melayangkan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi serta konsistensi performa yang ditunjukkan anak didiknya. Menurut Irvan, indikator keberhasilan para kelulusan perdana ini tidak sekadar diukur dari aspek kecepatan waktu kelulusan, melainkan juga dari kualitas luaran riset serta kompetensi global yang melekat pada diri mereka.

“Ketiga mahasiswi ini memiliki modalitas potensi yang luar biasa. Mereka mampu merampungkan seluruh kurikulum dengan capaian indeks prestasi yang membanggakan. Bahkan, beberapa hari menjelang ujian skripsi, mereka masih sempat berkompetisi di panggung internasional di Malaysia dan berhasil membawa pulang penghargaan. Ini adalah validasi riil bahwa output mahasiswa Psikologi FIP UNG memiliki daya saing regional yang tinggi,” papar Irvan Usman, Rabu (24/06/2026).

Pihak fakultas menilai, kombinasi kematangan teoretis di ruang kelas dan keaktifan menjemput prestasi di luar negeri menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG mampu menyeimbangkan keterampilan keras (hard skills) dan keterampilan lunak (soft skills) yang krusial untuk bersaing di dunia profesional modern.

Di tempat terpisah, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Abdul Hafidz Olii, M.Si. mengapresiasi pencapaian historis ini. Ia menegaskan kelulusan tiga sarjana baru ini menjadi bukti sahih bahwa sistem tata kelola, kurikulum, serta iklim pembelajaran di Prodi Psikologi berjalan efektif dari hulu hingga ke hilir.

“Kehadiran lulusan angkatan pertama ini membuktikan ke publik bahwa institusi kami mampu mencetak SDM bidang psikologi yang siap diserap oleh pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang profesi secara presisi,” tutur Prof. Abdul Hafidz Olii.

Lebih lanjut, Wakil Rektor menguraikan bahwa momentum kelulusan ini bernilai taktis dalam mendukung cetak biru penguatan kelembagaan ke depan. Kehadiran alumni perdana ini memenuhi salah satu instrumen penilaian paling krusial dalam borang reakreditasi program studi. Dengan terpenuhinya indikator kuantitatif tersebut, Prodi Psikologi FIP UNG kini mengantongi fondasi kokoh untuk membidik predikat akreditasi yang lebih unggul.

Continue Reading

Advertorial

Raih S-1 dan S-2 dalam 5 Tahun: Terobosan Baru UNG Siapkan Program Fast Track Double Degree

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tengah mematangkan terobosan besar dalam lanskap pendidikan tinggi dengan menyiapkan program akselerasi Fast Track Double Degree. Program inovatif ini dirancang untuk memberikan peluang emas bagi mahasiswa dalam merengkuh dua gelar akademik sekaligus—Sarjana (S-1) dan Magister (S-2)—hanya dalam kurun waktu lima tahun studi.

Langkah strategis ini diambil jajaran rektorat sebagai respons terhadap dinamika pasar kerja global yang kian kompetitif dan menuntut efisiensi waktu serta kualifikasi SDM yang unggul. Melalui skema fast track ini, mahasiswa yang memenuhi kualifikasi akademik khusus dapat memotong masa studi normal yang biasanya memakan waktu hingga enam atau tujuh tahun untuk dua jenjang tersebut.

Rektor Universitas Negeri Gorontalo menegaskan bahwa program Fast Track Double Degree ini merupakan manifestasi dari komitmen UNG dalam mempercepat transformasi menuju kampus unggul dan berdaya saing internasional. Program ini tidak hanya menawarkan efisiensi durasi kuliah, tetapi juga efisiensi biaya serta integrasi kurikulum hulu-hilir yang lebih solid.

“Kami sedang menyusun regulasi akademik, pemetaan konversi mata kuliah, serta kesiapan program studi (prodi) yang akan menjadi pionir. Target kita, program ini dapat menjaring mahasiswa-mahasiswa potensial yang memiliki lompatan akademik di atas rata-rata,” ungkap pihak rektorat dalam pemaparannya, Rabu (24/06/2026).

Secara teknis, mekanisme program ini memungkinkan mahasiswa mengontrak mata kuliah jenjang Magister (S-2) sejak mereka menduduki semester akhir di tingkat Sarjana (S-1). Pola sinergi kurikulum ini diarsiteki secara rigid agar beban akademik tetap proporsional tanpa menurunkan kualitas serta capaian pembelajaran lulusan standar nasional pendidikan tinggi.

Selain mematangkan kurikulum internal, UNG juga menjajaki peluang kolaborasi double degree dengan sejumlah universitas mitra terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri. Kerja sama ini diproyeksikan mampu melahirkan lulusan kembar identitas akademik yang fasih dengan ekosistem riset modern dan jejaring profesional yang luas.

Manfaat ganda dari program ini dinilai akan menjadi daya tarik sosiologis yang kuat bagi calon mahasiswa baru serta civitas akademika. Lulusan fast track diproyeksikan memiliki posisi tawar (bargaining power) yang jauh lebih tinggi di sektor industri, birokrasi, maupun dunia akademis karena mengantongi gelar master di usia yang relatif lebih muda.

Pihak universitas menambahkan, penapisan (screening) ketat akan diberlakukan berbasis indeks prestasi kumulatif (IPK) dan ketahanan mental belajar mahasiswa sejak semester empat atau lima. UNG berharap, hadirnya program Fast Track Double Degree ini mampu memicu iklim kompetisi akademik yang sehat di kalangan mahasiswa sekaligus mendongkrak klusterisasi mutu kelulusan UNG di level nasional.

Continue Reading

Advertorial

Batas Akhir 31 Juli 2026: UNG Resmi Buka Pembayaran UKT Semester Ganjil Terbaru

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi membuka kran pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester ganjil tahun akademik 2026/2027 bagi seluruh mahasiswa. Penyelesaian kontribusi finansial ini menjadi salah satu pilar krusial dalam rangkaian registrasi ulang yang wajib dituntaskan mahasiswa guna mengamankan hak akses kegiatan akademik pada semester mendatang.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) UNG Darman, S.Kom., M.Ap. memaparkan, loket pembayaran UKT berbasis digital ini telah diaktifkan sejak Senin, 22 Juni 2026, dan dijadwalkan tutup secara otomatis pada Jumat, 31 Juli 2026. Seluruh mahasiswa diimbau untuk cermat memanfaatkan lini masa yang tersedia agar terhindar dari sanksi keterlambatan administrasi.

“Mekanisme pembayaran UKT semester ini dirancang fleksibel melalui berbagai kanal perbankan mitra yang telah terintegrasi dengan sistem UNG, baik lewat layanan teller maupun jaringan ATM. Namun, sebelum bertransaksi, mahasiswa diwajibkan mengakses sistem terlebih dahulu untuk mengunduh kode bayar atau besaran tagihan masing-masing,” urai Darman, Rabu (24/06/2026).

Demi ketertiban administrasi, BAKP UNG membagi kluster akses tagihan berdasarkan segmentasi angkatan dan program studi melalui dua platform digital yang berbeda:

  • Kluster SIAT (www.siat.ung.ac.id): Diperuntukkan bagi mahasiswa program Diploma (D-3), Sarjana Terapan (D-4), dan Sarjana (S-1) angkatan 2024 serta tahun-tahun sebelumnya. Akses ini juga berlaku bagi mahasiswa program profesi dan pascasarjana. Transaksi keuangan kluster ini dilayani melalui jaringan Bank BTN, BNI, dan BRI.

  • Kluster SIAKAD (www.siakad.ung.ac.id): Dikonsentrasikan khusus bagi mahasiswa angkatan 2025 untuk program D-3, D-4, dan S-1. Kelompok ini dapat merampungkan penyetoran dana melalui instrumen Bank BTN, BNI, serta Bank Mandiri.

Darman mengingatkan para mahasiswa untuk melakukan verifikasi data personal secara teliti sebelum menekan tombol konfirmasi transaksi. Setelah proses transfer dinyatakan berhasil, mahasiswa wajib mengamankan dan mengarsipkan resi atau bukti pembayaran sebagai dokumen otentik jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam proses validasi lanjutan.

“Pastikan kode bayar yang dimasukkan sudah valid sesuai identitas akademik Anda. Jangan lupa simpan bukti transaksinya sebagai dokumen sah yang mengikat,” tambah Kepala BAKP tersebut.

Melalui perluasan opsi kanal perbankan ini, jajaran rektorat berharap mahasiswa dapat menuntaskan kewajiban administratif mereka tanpa hambatan teknis. Modernisasi sistem ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UNG dalam mengaselerasi transformasi pelayanan akademik berbasis digital (e-governance).

Di tempat terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. menegaskan bahwa pemenuhan kewajiban UKT memiliki korelasi langsung terhadap status keaktifan mahasiswa. Penyetoran ini menjadi indikator legalitas utama bahwa mahasiswa bersangkutan terdaftar secara resmi di pangkalan data dan berhak mengontrak mata kuliah.

“Pembayaran UKT ini bukan sekadar pemenuhan rutinitas administratif, melainkan prasyarat mutlak yang mengunci hak mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan, ujian, serta memanfaatkan seluruh fasilitas akademik pada semester berjalan,” tegas Prof. Abdul Hafidz.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler