Connect with us

News

Algoritma Berkah

Published

on

Funco Tanipu, Akademisi Universitas Negeri Gorontalo | Foto arlankpakaya/barakati.id

Apa yang disebut berkah? Dalam bahasa Gorontalo disebut “barakati”. Bahkan ada nama kampung di Gorontalo yang bernama Barakati, lokasinya di dekat makam Bapu Ju Panggola (Raja Ilato).

Berkah adalah nikmat tak terhingga. Dia adalah pemberian tak terkira. Saking tak terhingga, tak ada rumus dan tak ada algoritma buatan manusia yang mampu menghitung, mengkalkulasi dan memprediksi.

Secanggih apapun big data analytics yang dibuat manusia, hingga artificial intelegence yang disusun manusia, tak akan mampu mengolah dan memprediksi kapan turunnya berkah, dan pada siapa keberkahan itu turun, hingga dari siapa keberkahan itu mengalir.

Tak ada sensor dalam semua rumus IoT apapun yang bisa meraba, menerka, dan yang sensitif dengan proses keberkahan.

Manusia dan buatan manusia takluk dan harus tunduk pada algoritmaNya. Algoritma berkah adalah ketetapan yang telah ditetapkan sebelum ada teknologi dan bahkan sebelum ada manusia.

AlgoritmaNya sangat presisi, tidak ada celah dan margin atas error yang dihasilkan. Tepat. Mengena pada sasaran. Melintasi abad. Melingkupi seluruh jagat.

Algoritma berkah bukan tak memilah dan memilih, ia memilah dan memilih pada yang dia tuju, sesuai dengan apa yang telah ditetapkan di masa yang jauh dan lampau.

Ia hanya turun pada mereka yang “bergelas kosong”, hanya turun pada pejalan-pejalan yang meratapi kehinaan diri, pada yang pasrah, pada pendosa yang belajar bertobat.

Algoritma berkah disusun dan diurai bukan mengena pada mereka yang “gelasnya penuh”, pada pejalan yang berbusung dada, pada mereka yang congkak dengan ilmu, pada mereka yang dahaga kekuasaannya selalu haus, pada mereka yang sorot matanya tajam di hadapan uang.

Algoritma berkah mengalir melalui jalinan rantai yang tak pernah putus hingga akhir zaman. Mengalir pada silsilah emas nan mulia.

Algoritma itu tak pernah salah, tak akan keliru, dia melampaui kecanggihan semua model dan mekanisme. Tak terkoreksi dengan setitik kesalahan, karena disusun oleh yang Maha Benar.

Bersetuju dengan algoritma ini adalah pilihan, sebab tak semua juga setuju dengan algoritma ini. Walaupun pada ujung jalan, selalu ada penyesalan, akibat tak bersetuju.

Algoritma ini tidak dipaksakan, tapi dipahamkan pada perjalanan kehidupan. Pada ujung jalan itu, semua akan mengakui, mengikuti.

Sumber Tulisan : funco.id

Penulis : Funco Tanipu

Dosen Sosiologi di Universitas Negeri Gorontalo

Gorontalo

Pulihkan Ekosistem, Organisasi Deheto Hulonthalo Tanam 500 Bibit Mangrove

Published

on

Sebagai organisasi yang peduli dan bergerak di bidang lingkungan, Organisasi Deheto Hulonthalo menanan bibit mangrove di pesisir Desa Keramat Kabupaten Boalemo sebanyak 500 || Foto Istimewa

GORONTALO – Sebagai organisasi yang peduli dan bergerak di bidang lingkungan, Organisasi Deheto Hulonthalo menanan bibit mangrove di pesisir Desa Keramat Kabupaten Boalemo sebanyak 500 bibit, kegiatan ini bekerja sama dengan Pemerintah Desa Keramat, Pusat Studi Kemaritiman UNG, dan Econusa.

Menurut Pelopor Organisasi Deheto Hulonthalo, Sandry Djunaidi, kegiatan ini merupakan kerja sama dengan pemerintah Desa Keramat untuk pemulihan kembali kondisi mangrove yang telah beralih fungsi menjadi tambak.

Sandry mengatakan, Organisasi Deheto Hulonthalo telah berkomitmen untuk mengembalikan kondisi hutan mangrove yang telah kritis maupun telah beralih fungsi seperti sedia kala.

“Hari ini kami menanam 500 bibit mangrove yang terdiri dari 5 jenis mangrove (avicennia alba, ceriops tagal, brugueira clindrica, rhizopora mucronata, dan sonneratia alba),..”

“Dan kami juga sementara menjalankan pembibitan mangrove yang nantinya akan kami tanam, karena kegiatan ini akan berlangsung terus selama 3 bulan ke depan,” Ungkap Sandry.

Dirinya juga mengatakan pada tahun sebelumnya pihaknya telah melakukan hal serupa di Desa Keramat, yaitu transplantasi terumbu karang.

“Di tahun sebelumnya juga kami telah melaksanakan kegiatan Transplantasi terumbu karang di Desa Keramat, ini komitmen kami untuk menjaga ekosistem yang ada di pesisir,” Tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Keramat Karim Asmu mengatakan kegiatan ini sangat diapresiasi dan sangat membantu pihaknya untuk memulihkan kondisi mangrove yang sudah mulai rusak.

Senanda dengan hal itu Ketua Pusat Studi Kemaritiman UNG sekaligus mewakili dari Econusa Dr. Femy M. Sahami mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan dari Deheto Hulonthalo, diakuinya ini merupakan kegiatan awal mereka untuk penanaman mangrove.

“Sebelumnya kami selalu bekerja sama dengan Deheto Hulonthalo terkait pemantauan sampah dan transplantasi terumbu karang,” Ujarnya.

Continue Reading

Gorontalo

Nama Elnino Berkali-kali Disebut Thariq Modanggu Pada Silatda KAHMI

Published

on

Silaturahmi Daerah || Foto Vendy Bobihoe

GORONTALO – Sejumlah tokoh menghadiri silaturahmi daerah (Silatda) yang diselenggarakan keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Pohuwato, di Marina Beach Resort, (15/10/2021).

Salah satunya Anggota Komisi X DPR RI Elnino M. Husein Mohi. Dihadapan para peserta Elnino dipercayakan oleh penyelenggara untuk mengulas kembali napak tilas perjalanan pembentukan Provinsi Gorontalo.

Kecakapan Elnino menyusun kata menjadi kalimat berhasil memainkan emosional para peserta yang hadir, seolah mereka terlibat dalam peristiwa bersejarah bagi rakyat provinsi Gorontalo.

“Saya mengucapkan terima kasih ke panitia Silatda KAHMI yang telah memberikan kepercayaan untuk menjadi pemateri utama dalam kegiatan malam ini, dan juga Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga,” Ungkapnya.

Ia juga menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan ini, ada yang membuat dirinya terkesan dan bertanya-tanya, pasalnya Wakil Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu yang juga menjadi narasumber, menyebut namanya berulang kali dihadapan para peserta.

“Saya melihat banyak ilmu baru yang bisa kita petik dalam materinya Thoriq modanggu tadi tetapi ada satu hal yang saya tangkap yakni selama ia memberikan materi ada sebanyak 7 kali ia menyebutkan nama saya,” Kata Elnino.

Continue Reading

Gorontalo

Galeri Riden Baruadi Melalui Tupalo Gelar Pameran Seni Rupa

Published

on

GORONTALO – Bertajuk Walama #2 (seri kedua) Galeri Riden Baruadi melalui Tupalo (komunitas perupa Gorontalo) menggelar pameran seni rupa dengan melibatkan 35 seniman, 15 diantaranya adalah seniman dari Yogyakarta dan Bali.

Pameran ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung dari tanggal 18 sampai 28 Oktober 2021. Sebagaimana yang tercantum pada tajuknya, pameran kali ini sudah yang kedua.

Pameran ini diselenggarakan dengan format yang sama, yakni menghadirkan karya-karya seniman jejaring Tupalo, yang berada di kantung-kantung seni Indonesia, seperti Yogyakarta dan Bali.

Menurut para penggagas pameran, geliat kesenian khususnya di bidang seni rupa di Gorontalo sudah mengundang perhatian dunia seni Indonesia sejak beberapa tahun lalu, terbukti dari beberapa pameran kolaboratif yang berulang kali telah dilakukan oleh Tupalo bersama komunitas-komunitas seni yang ada di kantung-kantung kesenian Indonesia.

Pameran ini diharapkan dapat menciptakan kondisi saling mengisi antar-seniman di Indonesia, terutama antara daerah-daerah yang baru memulai menggeliatkan aktivitas berkeseniannya dengan daerah-daerah yang telah mapan dalam berkesenian.

“Spirit yang kami ambil di situ (Walama) adalah membangun jejaring agar bisa saling mengisi. Kita (seniman Gorontalo) diharapkan dapat duduk bersama dan saling dukung dengan seniman-seniman dari luar Gorontalo,” kata Awal, salah satu penggagas pameran.

Sementara menurut Wayan Seriyoga Parta, kurator pameran, “Walama #2” menjadi semacam pembuktian bahwa Gorontalo mampu mengambil kesempatan dalam mengembangkan geliat berkesenian di luar
kantung-kantung seni yang telah ada sebelumnya di Indonesia.

“Pameran ini menurut saya adalah sebuah solidaritas baru [antar-seniman di Indonesia] di masa pandemi yang harus disyukuri. Bahwa karya dari seniman-seniman yang mempunyai capaian-capaian di tingkat nasional hadir di momen ini, di tempat ini,” ujarnya.

Ketika menyebutkan seniman dengan capaian tingkat nasional dia mengambil contoh salah satunya yakni Nyoman Erawan, seniman ternama asal Bali, karya-karyanya banyak mendapat ulasan dan penghargaan karena dianggap mampu mendialogkan antara simbol-simbol tradisional budaya Bali dengan dunia modern.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler