Connect with us

News

Bahaya Illegal Mining: Investigasi Terungkap WNA Asal Sri Lanka Tanpa Izin di Kawasan Pertambangan Emas Pohuwato

Published

on

GORONTALO – Sebuah insiden menarik perhatian masyarakat setempat ketika sekelompok Warga Negara Asing (WNA) dari SRI Lanka memasuki kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Dalam penyelidikan atas laporan dari masyarakat, awak media berhasil mengkonfirmasi bahwa tujuan kedatangan keempat WNA tersebut adalah untuk melakukan aktivitas penambangan emas, Kamis (22/02/2024).

Salah satu dari mereka, yang diidentifikasi sebagai RA, mengungkapkan hal tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris saat diwawancara oleh awak media.

RA menjelaskan bahwa mereka telah berada di wilayah Kabupaten Pohuwato selama kurang lebih 1 minggu dan menginap di sebuah penginapan setempat.

Sementara itu, Putri, seorang warga asal Medan yang menyertai keempat WNA tersebut, menyatakan bahwa dia adalah istri salah satu dari mereka dan alasan kedatangan mereka adalah untuk menjalin kerja sama dengan salah satu pelaku usaha tambang dan membeli hasil emas dari pelaku usaha tersebut.

“Kami hanya datang untuk memeriksa apakah ada emas di sini karena ini adalah masalah keuangan yang sensitif. Kami tidak akan tinggal lama, hanya menginap sebentar. Setelah selesai, kami akan pulang dan menghubungi pemilik lokasi jika ada hasil emas,” jelasnya.

Putri juga menuturkan bahwa mereka telah melakukan perjalanan ke beberapa lokasi di Indonesia yang memiliki kandungan emas tinggi, seperti Manado, Palu, dan Dongi-dongi.

“Kami sudah melakukan penjelajahan dan memiliki jaringan di beberapa tempat. Orang-orang di sini mengatakan banyak emas di sini, jadi kami mencari jaringan di wilayah ini. Kami telah membeli sekitar 127 gram emas di sini,” tambahnya.

Terkait dengan masalah visa dan izin imigrasi, Putri menyebutkan bahwa keempat WNA tersebut memiliki visa dan izin dari Kendari, meskipun mereka belum melaporkan kedatangan mereka kepada pihak berwenang di Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato.

Gorontalo

Pembunuhan Tragis di Desa Lemito, Pohuwato

Published

on

Foto Ilustrasi kantipurnetwork.com

POHUWATO – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Lemito, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu malam pukul 19:45 WITA. Kejadian ini melibatkan seorang remaja bernama Galang Polimengo (17) yang nekat menghabisi nyawa adiknya sendiri, Fadria Polimengo (16). Insiden tersebut terjadi tepatnya 500 meter dari MTS Negeri 1 Lemito.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan warga setempat, Mohamad Talawa (54), kepada Barakati.id, kejadian bermula ketika Galang bersama teman-temannya sedang nongkrong dan menenggak minuman keras di rumahnya. Setelah pukul 17:30 WITA, Galang mengantar teman-temannya pulang dan kembali ke rumah. Setibanya di rumah, Galang meminjam charger HP dari adiknya, Fadria, yang saat itu sedang tidur.

Penolakan dari Fadria yang merasa terganggu mengakibatkan adu mulut antara keduanya. Tersinggung dengan penolakan dan kata-kata adiknya, Galang langsung menyerang Fadria dengan brutal. Serangan dimulai dengan menggunakan toples yang dihempaskan ke wajah adiknya, dilanjutkan dengan menusukkan tombak ke pipi, dan puncaknya, menusukkan kunci motor ke bagian mata adiknya. Serangkaian aksi kekerasan ini membuat Fadria tersungkur bersimbah darah dan meregang nyawa di kamar tidurnya.

Pengakuan Pelaku dan Penyelidikan

Kapolsek Lemito, Iptu Budi Abd. Gani, membenarkan kejadian pembunuhan tersebut. Awalnya, Galang Polimengo belum mengakui perbuatannya. Namun, setelah polisi menemukan tombak dan kain bersimbah darah di gudang, Galang akhirnya mengaku pada pukul 03:30 WITA dini hari.

“Awalnya belum mengaku si pelaku, karena tubuhnya bersih dari darah, namun karena mendapati sejumlah barang bukti di Gudang, tombak, dan kain bersimbah darah akhirnya dia mengakui perbuatannya,” ujar Iptu Budi Abd. Gani.

Saat ini, Galang telah diamankan di Mapolres Pohuwato untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kondisi Keluarga Korban

Pantauan Barakati.id menunjukkan bahwa keluarga korban saat ini masih dalam keadaan terpukul dan belum bisa memberikan pernyataan apa pun terkait insiden yang menimpa keluarga mereka.

Insiden ini mengguncang masyarakat setempat dan menjadi pengingat akan pentingnya pengendalian emosi serta dampak buruk dari konsumsi minuman keras. Semoga proses hukum berjalan dengan adil dan memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Continue Reading

Gorontalo

Bhayangkari Pohuwato Serahkan Bantuan Sosial untuk Korban Bencana Alam di Bone Bolango

Published

on

GORONTALO – Ketua Bhayangkari dan Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Pohuwato, Ny. Melinda Winarno, bersama dengan pengurus Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Pohuwato, menyerahkan bantuan sosial kepada korban bencana alam di Desa Tulabolo, Kabupaten Bone Bolango. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Posko Darurat Bencana Alam Polres Bone Bolango pada Jumat.

Bantuan yang diserahkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok, seperti air mineral, makanan siap saji, bahan rempah-rempah, dan minuman kemasan. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kabag Ops Polres Bone Bolango, AKP Wanda Dhira Bernard, S.I.K, M.Si, CPHR.

Ny. Melinda Winarno menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Polres Pohuwato terhadap para korban bencana alam di Kabupaten Bone Bolango. Dia berharap bahwa bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terkena musibah.

“Semoga bantuan sosial ini dapat berguna dan bermanfaat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari yang saat ini sedang dirasakan warga yang terkena musibah bencana alam,” ujar Melinda Winarno.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat membantu para korban dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari dan memberikan sedikit keringanan di tengah kesulitan yang mereka hadapi akibat bencana alam yang melanda. Bhayangkari Cabang Pohuwato menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di saat-saat sulit seperti ini.

Continue Reading

Gorontalo

Misteri Kematian Ria: Pemudi 15 Tahun Ditemukan Bersimbah Darah di Rumahnya

Published

on

GORONTALO – Seorang pemudi bernama Ria, berusia sekitar 15 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di kamarnya di Dusun Mutiara, Desa Lemito, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, pada Sabtu pagi. Kejadian ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan keprihatinan mendalam.

Kronologi Kejadian

Menurut Kepala Desa Lemito, Kisman Uwete, peristiwa tragis ini terungkap saat ibu korban, yang bekerja sebagai staf sekretariat PPS, pulang ke rumah untuk beristirahat.

“Saat tiba di rumah, ibu korban langsung menyalakan lampu karena kondisi rumah masih gelap. Dia kemudian memeriksa kamar belakang dan menemukan putrinya terbaring di kasur dalam keadaan bersimbah darah,” ujar Kisman Uwete.

Reaksi dan Tindakan Selanjutnya

Ibu korban segera memberi tahu tetangga dan menghubungi pihak kepolisian. Hingga berita ini diterbitkan, motif dari peristiwa tragis ini masih belum diketahui, dan pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi.

Tindakan Polisi

Pihak kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kejadian ini. Masyarakat setempat turut berharap agar kasus ini segera terungkap dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Kami akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan kasus ini seiring dengan proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler