Connect with us

kabupaten pohuwato

Bupati Saipul Pantau Langsung Pembuatan Jalan yang menggunakan Dana PEN

Published

on

Foto HUMAS

POHUWATO – Pekerjaan jalan yang menggunakan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) di Kabupaten Pohuwato dipantau langsung Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga bersama Kepala Baperlitbang, Sekretaris PUPR, Kabid Bina Marga, dan Kabag Pembangunan.

Peninjauan itu diawali dari Desa Balayo Kecamatan Patilanggio, dimana jalan dengan panjang 2 kilometer tersebut menghubungkan dengan Desa Padengo, Kecamatan Duhiadaa.

“Jalan yang berada di depan kantor Desa Balayo memang sudah ada hanya saja tidak sampai ke Duhiadaa, sehingga dengan adanya dana PEN dan mewujudkan impian dari masyarakat maka tahun 2021 ini jalan tersebut sudah dilakukan penimbunan sampai di ujung jalan bagian utara Desa Padengo,” Kata Saipul.

Selanjutnya peninjauan dilakukan sampai di Dusun Mekar Jaya, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Pekerjaan jalan sepanjang 3,6 kilo meter dimulai dari ujung Dusun Hutino, Desa Taluduyunu, sampai melewati Dusun Haumba, Desa Taluduyunu Utara dan tembus Dusun Mekar Jaya, Desa Hulawa Kecamatan Buntulia,

Bupati Saipul Mbuinga mengaku terkejut atas antusias masyarakat dalam menyambut pekerjaan jalan yang puluhan tahun belum tersentuh.

“Ini yang menjadi harapan masyarakat terutama yang berdomisili di Taluduyunu satu (Mekar Jaya saat ini), tadi juga anak-anak pada ceria semua. Alhamdulillah sekarang kita bisa lihat bersama, semoga masyarakat dapat memanfaatkan jalan ini dengan baik,”

“Harapannya tentu dengan sisa pekerjaaan yang masih ada, jadi pelibatan masyarakat dalam rangka pengawasan untuk pekerjaan jalan ini,” Sambung Saipul.

Sementara Kabid Bina Marga, Ir. Risdiyanto Mokodompit menambahkan, untuk jalan dari Desa Balayo sampai Desa Padengo dengan panjang 2 kilo meter menelan anggaran Rp.5,7 Milyar.

Untuk Dusun Mekar Jaya sampai ujung Dusun Hutino panjang jalan sekitar 3,6 kilometer. Dari ujung bongo jalan lurus tembus lahan pertanian sekitar 600 meter, sehingga total keseluruhan pekerjaan PEN jalan yang ada di Marisa sampai mekar jaya 4,2 kilometer.

“Bila ditotalkan semua pekerjaan PEN jalan dari Kecamatan Paguat sampai Kecamatan Popayato Barat kurang lebih 65 kilometer,” Katanya.

Advertorial

ISI KEKOSONGAN JABATAN: Sekda Definitif Cuti Haji, Achmad Jusuf Djuuna Terima SK Pj Sekda Pohuwato

Published

on

Pohuwato – Untuk menjamin roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan prima, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pohuwato kepada Achmad Jusuf Djuuna, Senin (08/06/2026).

Penyerahan SK bernomor T/4.1053/BKPSDM/133-VI tersebut berlangsung di ruang kerja Bupati Pohuwato. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pohuwato, Sutrisno Puluhulawa, bersama jajaran terkait.

Sebelumnya, Achmad Jusuf Djuuna telah dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Pohuwato. Seiring berakhirnya masa tugas sebagai Plh, pemerintah daerah bergerak cepat menetapkannya sebagai Penjabat Sekda guna memberikan legalitas kewenangan yang lebih kuat dalam memimpin birokrasi.

Mekanisme penunjukan ini telah mengantongi restu dari Pemerintah Provinsi lewat Surat Persetujuan Gubernur Gorontalo Nomor 800.1.3/BKPSDM/1063/V/2026 tertanggal 22 Mei 2026. Merujuk pada aturan tersebut, masa penugasan Pj Sekda dihitung mulai 3 Juni 2026 hingga Sekda definitif selesai menjalani cuti, dengan jangka waktu paling lama tiga bulan.

Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menjelaskan bahwa langkah taktis ini wajib dilakukan untuk menjaga stabilitas administrasi dan tata kelola pemerintahan. Pasalnya, Sekda definitif saat ini sedang mengambil hak cuti tahunan untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.

“Penetapan Penjabat Sekretaris Daerah ini dilakukan agar pelaksanaan tugas pemerintahan, koordinasi antarperangkat daerah, serta pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik dan optimal. Karena itu, diperlukan pejabat yang memiliki kewenangan penuh untuk mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) selama Sekda definitif menjalankan ibadah haji,” urai Bupati Saipul.

Bupati Saipul juga menitipkan pesan agar Achmad Jusuf Djuuna mampu menjalankan mandat ini dengan integritas tinggi, profesionalitas, serta memperkuat koordinasi lintas sektoral.

“Saya berharap Penjabat Sekretaris Daerah dapat melaksanakan tugas, wewenang, kewajiban, dan tanggung jawabnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bangun komunikasi yang solid dengan seluruh OPD agar program pembangunan tidak mandek dan pelayanan publik tetap maksimal,” harapnya.

Di akhir penyampaiannya, orang nomor satu di Bumi Panua ini mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pohuwato untuk tidak mengendurkan kedisiplinan, menjaga loyalitas, dan merapatkan barisan dalam menyukseskan program daerah.

“Momentum ini hendaknya menjadi penguat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga kebersamaan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mari kita bekerja dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Kabupaten Pohuwato,” kunci Bupati Saipul.

Continue Reading

Advertorial

AKSELERASI UCJ: Bupati Saipul Mbuinga Gandeng PT IGL dan PT BTL Proteksi 215 Pekerja Rentan

Published

on

Pohuwato – Upaya akselerasi pencapaian target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kabupaten Pohuwato terus diperkuat. Langkah strategis ini diwujudkan melalui perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi ratusan pekerja rentan yang ditopang penuh oleh alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) sektor swasta.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada dua perwakilan penerima manfaat, yakni Suriyati Monoarfa dan Nikson Daud. Prosesi penyerahan ini berlangsung di ruang kerja Bupati Pohuwato, Senin (08/06/2026).

Agenda ini turut disaksikan oleh Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pohuwato Amrin Umar, Kepala Bappeda Rustam Melleng, Kepala Dinas PMD Kadir Amran, Kabid Hubungan Industrial Salma Husa, serta Tim Ahli Bupati Edo Sijaya. Sementara dari pihak korporasi dan penyelenggara hadir Asisten CDO Ekomidarto A. Mudi, serta Redho Mahendra yang mewakili Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pohuwato.

Dalam laporan teknisnya, tercatat sebanyak 215 tenaga kerja rentan di wilayah barat Pohuwato kini resmi mengantongi jaminan sosial. Jumlah tersebut terdiri dari 114 peserta yang dibiayai oleh CSR PT Inti Global Laksana (IGL) dan 101 peserta ditanggung oleh PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL). Program proteksi ini menyasar masyarakat di 15 desa yang tersebar di wilayah Popayato Serumpun, dengan kuota proporsional sebanyak 25 orang per desa.

Para penerima manfaat merupakan pekerja sektor informal yang memiliki risiko kerja tinggi, seperti petani, nelayan, pedagang kecil, hingga buruh harian lepas yang selama ini belum tersentuh jaminan sosial. Melalui program kolaboratif ini, mereka kini mendapatkan hak perlindungan atas risiko Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan apresiasi mendalam kepada manajemen PT IGL dan PT BTL atas kepekaan sosial mereka dalam mengintervensi kebutuhan dasar masyarakat lingkar tambang dan perkebunan.

“Pemerintah Kabupaten Pohuwato menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak perusahaan yang telah memberikan perhatian nyata kepada masyarakat sekitar melalui program CSR ini. Kami juga berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang terus membangun komunikasi dan sinergi, sehingga program perlindungan bagi pekerja rentan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Bupati Saipul.

Bupati Saipul menegaskan, jaminan sosial bagi pekerja informal merupakan bantalan ekonomi penting yang sejalan dengan strategi daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Bumi Panua.

“Kami akan terus mendorong sinergi lintas sektor agar cakupan kepesertaan ini semakin luas. Perlindungan ini krusial karena memberikan rasa aman dan kepastian perlindungan bagi para pekerja serta ahli warisnya saat menghadapi risiko sosial ekonomi,” tambahnya.

Senada dengan hal itu, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pohuwato Marisa, Redho Mahendra, menilai skema gotong royong antara pemda dan dunia usaha ini merupakan role model yang ideal dalam menyiasati keterbatasan akses pekerja informal terhadap jaminan sosial nasional.

Di sisi lain, Asisten CDO PT IGL dan PT BTL, Ekomidarto A. Mudi, menegaskan bahwa keterlibatan aktif korporasi dalam program ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan bagian dari investasi sosial demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Melalui manfaat JKK dan JKM yang melekat, perusahaan berharap para pekerja di Popayato Serumpun dapat beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui kecemasan finansial keluarga.

Continue Reading

Advertorial

KABAR GEMBIRA: Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Pohuwato Dipastikan Berkontrak Tahun Ini

Published

on

Pohuwato – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam memperjuangkan intervensi pembangunan kawasan pesisir dan penguatan ekonomi masyarakat perikanan terus membuahkan hasil positif. Langkah nyata ini dipertegas melalui pertemuan strategis antara Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, dengan Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Drs. Halid K. Jusuf, Selasa (02/06/2026).

Pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan dan tindak lanjut program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang diinisiasi pemerintah pusat untuk menggenjot modernisasi kawasan perikanan sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam audiensi tersebut, terungkap kabar baik bahwa dari sembilan lokasi KNMP yang diusulkan oleh Pemkab Pohuwato, sebanyak tiga lokasi dipastikan memasuki tahap kontrak pekerjaan pada tahun anggaran 2026. Ketiga wilayah prioritas tersebut meliputi Desa Bumbulan di Kecamatan Paguat, Desa Torosiaje Jaya di Kecamatan Popayato, serta satu lokasi strategis di Kecamatan Wanggarasi.

“Alhamdulillah, dari hasil pertemuan ini kami mendapatkan informasi yang sangat menggembirakan. Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Pohuwato akan segera berkontrak pada tahun ini. Ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat nelayan yang telah lama menantikan realisasi program tersebut,” ujar Bupati Saipul Mbuinga pascapertemuan.

Bupati menegaskan bahwa jajaran pemerintah daerah berkomitmen mengawal ketat seluruh tahapan administrasi dan teknis agar eksekusi di lapangan berjalan lancar serta tepat waktu. Ia optimistis, akselerasi proyek ini akan memicu pertumbuhan ekonomi baru di sektor maritim daerah.

“Harapan kami tentu agar proyek fisik segera dimulai tanpa kendala berarti. Jika semua proses berjalan simultan, pembangunan KNMP ini akan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan nelayan tradisional kita,” tambahnya.

Meski tiga lokasi telah disetujui, Bupati Saipul tetap melayangkan harapan agar enam usulan lokasi KNMP lainnya dapat diakomodasi oleh kementerian terkait pada gelombang berikutnya. Menurutnya, seluruh usulan tersebut berbasis pada kebutuhan riil di lapangan.

Atas capaian ini, Bupati Saipul menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada KKP RI, khususnya Ditjen PSDKP, atas perhatian intensif yang diberikan kepada daerah berjuluk Bumi Panua tersebut. Ia juga menginstruksikan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk tidak pasif dan terus menjalin komunikasi jemput bola ke kementerian pusat.

“Saya meminta OPD terkait untuk terus membangun komunikasi vertikal yang intensif dengan pihak kementerian. Kita harus proaktif menjemput bola demi memperjuangkan alokasi program dan anggaran pusat untuk percepatan pembangunan daerah,” tegasnya.

Merespons hal tersebut, Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP KKP RI, Drs. Halid K. Jusuf, menyatakan kesiapan institusinya untuk memberikan pendampingan penuh dan supervisi ketat dalam pelaksanaan program KNMP di Kabupaten Pohuwato. Pendampingan ini dinilai krusial guna memastikan proyek berjalan sesuai regulasi dan bebas dari penyimpangan hukum.

“Kami akan melakukan pendampingan melekat terhadap pelaksanaan pekerjaan fisik ini. Tujuannya agar seluruh proses berjalan akuntabel, tepat sasaran, dan menghasilkan kualitas infrastruktur yang kokoh. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci sukses dari program maritim ini,” pungkas Halid Jusuf.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler