Advertorial
Cegah Stunting dari Desa: Mahasiswa Ners UNG Edukasi Nutrisi Balita di Tenggela
Published
3 weeks agoon
UNG – Sebagai bentuk respons terhadap ancaman kerentanan gizi pada masa tumbuh kembang anak, mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) menggelar edukasi gizi di Desa Tenggela, Kabupaten Gorontalo.
Penyuluhan bertajuk “Meningkatkan Kesehatan Bayi dan Balita Melalui Pemenuhan Nutrisi yang Adekuat” ini diselenggarakan sebagai bagian dari intervensi promotif dan preventif pada Stase Keperawatan Komunitas. Fokus utamanya adalah membekali para orang tua mengenai pentingnya pola gizi seimbang untuk menekan risiko tengkes (stunting) sejak dari tingkat desa.
Dalam sesi edukasi yang berlangsung interaktif di Balai Desa Tenggela tersebut, para mahasiswa memaparkan materi nutrisi anak secara komprehensif. Pembahasan mencakup strategi pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi tinggi, pemenuhan asupan adekuat, hingga teknik pemberian makan yang disesuaikan dengan tahapan usia tumbuh kembang balita.
Selain itu, tim mahasiswa turut menyoroti dampak jangka panjang defisiensi nutrisi yang berpotensi menghambat pertumbuhan fisik (faltering growth) serta mengganggu perkembangan kognitif anak. Materi disampaikan secara teknis namun aplikatif agar mudah diterapkan dalam pola masak dan menu harian rumah tangga.
Antusiasme warga terlihat dari riuhnya ruang diskusi balai desa. Para ibu secara aktif berkonsultasi mengenai kendala praktis pengasuhan, seperti fenomena anak sulit makan (picky eater) hingga pemenuhan porsi gizi ideal di tingkat keluarga.
“Inisiatif ini tidak sekadar pemenuhan tuntutan akademik stase keperawatan, melainkan media interaksi sosial yang nyata. Kami belajar memetakan determinan kesehatan di lapangan, sementara warga memperoleh pemahaman praktis yang dapat langsung diterapkan demi kesehatan tumbuh kembang anak mereka,” ungkap salah satu mahasiswa pelaksana.
Bagi mahasiswa Profesi Ners FOK UNG, lapangan pengabdian di Desa Tenggela menjadi sarana menguji kemahiran komunikasi terapeutik serta kompetensi edukasi kesehatan masyarakat. Melalui langkah terintegrasi ini, kesadaran kolektif warga akan krusialnya pemenuhan gizi balita diharapkan semakin menguat.
Peningkatan gizi anak di taraf desa ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan terbebas dari stunting. Aksi nyata ini sekaligus menegaskan komitmen UNG dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional melalui pengabdian berbasis akar rumput.
You may like
-
Selaraskan Standar Kemenkeu RI: UNG Lanjutkan Pemutakhiran Kodefikasi Akun Belanja BLU
-
Tembus Seleksi Ketat Nasional: Dua Periset Unggulan UNG Sabet Hibah Riset RIIM Gelombang XI
-
Unjuk Gigi di Singapura: Dosen FIP UNG Kenalkan ‘Bhinneka Magic Cube’ Berbasis AR di Konferensi PECERA 2026
-
Atasi Tekanan Kerja Administrasi Kampus: UPA BK UNG Gelar Pelatihan Manajemen Stres Bagi Tendik
-
Penakluk Pembunuh Senyap: Peneliti UNG Sulap Rimpang Kunyit Jadi Minuman Effervescent
-
Raih Kualifikasi Tertinggi LAMEMBA dan LAMDIK: Dua Prodi FEB UNG Resmi Kantongi Akreditasi Unggul
Advertorial
Selaraskan Standar Kemenkeu RI: UNG Lanjutkan Pemutakhiran Kodefikasi Akun Belanja BLU
Published
4 days agoon
23/07/2026
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkokoh komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi. Langkah proaktif ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Tindak Lanjut Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan kampus.
Agenda ini merupakan tahap krusial lanjutan dari sosialisasi sebelumnya untuk memastikan migrasi dan penyesuaian kodefikasi akun belanja dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dapat terimplementasi secara presisi di seluruh unit kerja UNG.
Ketua Tim Kerja Keuangan UNG Mukmin Dunggio, S.T., M.T. menjelaskan bahwa pemutakhiran ini melampaui sekadar tertib administrasi. Langkah ini berfungsi sebagai instrumen vital dalam memetakan kepatuhan regulasi serta memperkuat sistem pengendalian internal.
“Pemutakhiran kodefikasi segmen akun belanja adalah fondasi utama dalam menjamin akuntabilitas penyusunan anggaran. Dengan pengodean yang terekam secara sistematis, setiap alokasi belanja unit kerja dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan dipantau secara real-time,” ungkap Mukmin.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNG Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, S.T., M.Kom. menegaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UNG dalam menerapkan prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik (Good University Governance).
“Proses migrasi kode akun ini dijalankan sesuai arahan dan rekomendasi standar Kemenkeu RI. Tujuannya agar seluruh tahapan—mulai dari perencanaan, realisasi, hingga pelaporan keuangan akhir tahun—berjalan lebih terstruktur, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Dr. Hidayat.
Ia menambahkan, berdasar hasil evaluasi berkala dari Kementerian Keuangan, rapor tata kelola keuangan UNG telah mencatatkan predikat yang memuaskan. Oleh karena itu, percepatan pemutakhiran standar akuntansi ini diselenggarakan guna mempertahankan serta memacu kualitas efisiensi anggaran institusi.
“Dengan kodefikasi akun yang diperbarui, seluruh siklus administrasi keuangan akan berjalan lebih efektif dan efisien, sekaligus selaras dengan pedoman baku pengelolaan keuangan negara,” pungkasan Dr. Hidayat.
Advertorial
Tembus Seleksi Ketat Nasional: Dua Periset Unggulan UNG Sabet Hibah Riset RIIM Gelombang XI
Published
4 days agoon
23/07/2026
UNG – Kualitas riset akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mendapat pengakuan di kancah nasional. Dua dosen terbaik UNG berhasil menembus seleksi ketat dan meraih pendanaan riset bergengsi melalui Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang XI.
Program pendanaan nasional tersebut dirancang untuk mendorong hilirisasi riset strategis guna menjawab tantangan pembangunan di bidang sosial, kebudayaan, hingga teknologi kesehatan.
Dua akademisi UNG yang sukses mengamankan hibah riset tersebut adalah Dr. Heryati, S.T., M.T. dan Dr. La Ode Aman, M.Si. Keduanya mengusung topik penelitian berdaya dampak tinggi yang memadukan preservasi kearifan lokal serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Dr. Heryati mengusung riset bertajuk “Model Konseptual Keberlanjutan Budaya Bermukim Masyarakat Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo sebagai Dasar Kebijakan Pelestarian Rumah Tradisional”. Riset ini dirancang untuk merumuskan formulasi ilmiah sebagai basis pendorongan kebijakan pemerintah dalam memelihara identitas arsitektur dan warisan budaya masyarakat Jaton di Gorontalo.
Sementara itu, Dr. La Ode Aman, M.Si. menembus skema pendanaan melalui kajian sains terapan bertajuk “Pengembangan Platform Nasional dalam Penemuan Obat: Integrasi Pendekatan Komputasi Molekular dan Kecerdasan Buatan”. Riset ini mengintegrasikan pemodelan komputasi molekuler dan algoritma AI guna mempercepat akselerasi penemuan kandidat obat baru, sekaligus mendukung kemandirian industri farmasi nasional.
Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. menyampaikan apresiasi atas kelolosan kedua periset tersebut di forum pendanaan kompetitif tingkat nasional.
“Capaian ini mengonfirmasi bahwa peneliti UNG memiliki daya saing tinggi dalam merancang penelitian terapan yang inovatif dan relevan dengan arah pembangunan nasional. Pendanaan RIIM ini harus mampu melahirkan luaran (output) substantif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” puji Prof. Eduart Wolok.
Prof. Eduart menambahkan, keberhasilan ini diharapkan memantik semangat para periset UNG lainnya untuk memperluas kolaborasi lintas disiplin, meningkatkan produktivitas publisitas ilmiah, serta aktif menjawab dinamika krisis sosial, teknologi, dan kesehatan masyarakat.
Melalui keberhasilan ini, UNG menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis riset (research-based university) yang konsisten menghasilkan inovasi berdampak bagi pembangunan daerah maupun kancah nasional.
Advertorial
Unjuk Gigi di Singapura: Dosen FIP UNG Kenalkan ‘Bhinneka Magic Cube’ Berbasis AR di Konferensi PECERA 2026
Published
5 days agoon
21/07/2026
UNG – Inovasi media pembelajaran berbasis teknologi augmented reality (AR) karya dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG) sukses menembus forum ilmiah internasional. Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) FIP UNG, Dr. Pupung Puspa Ardini, M.Pd., tampil mempresentasikan risetnya dalam Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) Annual Conference 2026 yang digelar di Singapore University of Social Sciences (SUSS), Singapura, 10–12 Juli 2026.
Konferensi bergengsi tingkat dunia tersebut mengusung tema “Early Childhood Care and Education in a Complex World: Supporting Agency, Diversity and Inclusion”. Forum ini mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan anak usia dini dari berbagai negara untuk mendiseminasikan gagasan serta inovasi sistem pendidikan yang inklusif dan adaptif.
Dalam ajang internasional tersebut, Dr. Pupung memaparkan hasil riset berjudul “Bhinneka Magic Cube: The Introduction to Diversity Literacy Through Augmented Reality for Kindergarten”. Inovasi ini menggabungkan perangkat kubus edukatif dengan teknologi AR sebagai instrumen pengenal nilai-nilai keberagaman Nusantara bagi siswa taman kanak-kanak.
Riset kolaboratif ini disusun bersama tim dosen UNG, yakni Sri Rawanti, M.Pd., Arif Dwinanto, M.Pd., dan Hijrah Syahputra, M.Pd. Fokus utamanya adalah menghadirkan media pembelajaran interaktif yang relevan dengan karakteristik belajar anak usia dini.
Dr. Pupung menjelaskan bahwa Bhinneka Magic Cube dirancang agar anak dapat memindai kubus permainan menggunakan perangkat digital. Seketika, layar akan menampilkan konten audiovisual interaktif mengenai keberagaman suku, pakaian adat, bahasa, agama, hingga tradisi sosial di Indonesia.
“Anak-anak usia dini menyerap konsep abstrak melalui pengalaman yang konkret dan menyenangkan. Integrasi teknologi AR membantu mereka memahami kebinekaan secara visual dan interaktif tanpa kehilangan unsur bermain,” terang Dr. Pupung.
Secara metodologis, pengembangan media ini mengadopsi model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pendekatan terstruktur ini memastikan setiap tahap—mulai dari pemetaan kebutuhan hingga pengujian efektivitas—berjalan secara akuntabel.
Hasil evaluasi lapangan menunjukkan respons yang sangat positif. Bhinneka Magic Cube meraih skor kelayakan tinggi dalam rentang 83,40 hingga 87,40 persen pada seluruh indikator, meliputi estetika tampilan, kreativitas, kemudahan operasional, manfaat edukatif, hingga aspek keamanan fisik bahan bagi anak.
Dr. Pupung menegaskan bahwa penanaman literasi keberagaman sejak dini merupakan investasi karakter yang sangat vital untuk masa depan bangsa.
“Anak yang terbiasa bersinggungan dengan nilai keragaman sejak dini akan tumbuh menjadi pribadi yang toleran, empatik, dan inklusif. Teknologi digital dapat menjadi fasilitator yang sangat efektif selama dimanfaatkan secara tepat di bawah pendampingan guru serta orang tua,” tambahnya.
Capaian akademisi FIP UNG dalam konferensi PECERA 2026 ini membuktikan bahwa karya riset perguruan tinggi asal Gorontalo memiliki daya saing global. Inovasi ini tidak hanya menjawab tantangan kurikulum nasional, tetapi juga memberikan kontribusi pemikiran pada isu-isu strategis pendidikan anak usia dini di kancah internasional.
Selaraskan Standar Kemenkeu RI: UNG Lanjutkan Pemutakhiran Kodefikasi Akun Belanja BLU
Tembus Seleksi Ketat Nasional: Dua Periset Unggulan UNG Sabet Hibah Riset RIIM Gelombang XI
Unjuk Gigi di Singapura: Dosen FIP UNG Kenalkan ‘Bhinneka Magic Cube’ Berbasis AR di Konferensi PECERA 2026
Atasi Tekanan Kerja Administrasi Kampus: UPA BK UNG Gelar Pelatihan Manajemen Stres Bagi Tendik
Penakluk Pembunuh Senyap: Peneliti UNG Sulap Rimpang Kunyit Jadi Minuman Effervescent
Fakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
Diduga Tembus Rp1,3 Miliar: Skandal Penggelapan Dana Mahasiswa Guncang Kampus Universitas Gorontalo
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Luncurkan “Manjonongki”, Aplikasi Karya Anak Daerah dari Riset Kampus
Sebut Tim Pemeriksa Masih Bekerja: Jawaban Diplomatis Rektor Universitas Gorontalo Soal Kisruh Keuangan
Sukses Cetak Rekor 13 Kali Beruntun: Pemkab Pohuwato Kembali Sabet Opini WTP dari BPK RI
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Daerah3 months agoMasyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
-
Daerah3 months agoSentil Gubernur Gusnar! Wali Kota Adhan Kecewa Pemisahan Disparpora Mangkrak di Pemprov
-
News3 months agoKronologi Kasus Toni Aji, Pembuat Website Desa Rp 5,7 Juta yang Jadi Terpidana Korupsi
-
Gorontalo3 months agoNyanyian Bos Tambang: Bayar Puluhan Juta Tapi Tak Diberi Akses, Daeng Muding Minta Uang Kembali
-
Advertorial3 months agoTotal Hadiah Rp60 Juta: Turnamen Catur Pohuwato Cup 2026 Resmi Dimulai
-
Gorontalo1 week agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo3 months agoDari Tengah Sawah, Jurnalisme Bertumbuh: Menyambut Konferwil AMSI Gorontalo 2026
-
Gorontalo3 months agoBukan Sekadar Hobi: Mods Mayday 2026 Jadi Simbol Kreativitas Anak Vespa Gorontalo