Connect with us

Advertorial

Turun Langsung Pantau Ruang Ujian: Rektor UNG Prof Eduart Wolok Suntik Semangat 970 Peserta CBT

Published

on

UNG – Pelaksanaan Seleksi Mandiri Computer-Based Test (CBT) Reguler Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pembuktian kapasitas akademik bagi para calon mahasiswa, tetapi juga diwarnai dukungan moral langsung dari pimpinan tertinggi universitas. Di tengah riuhnya pelaksanaan ujian, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. turun langsung memantau jalannya seleksi sekaligus memompa semangat para peserta, Rabu (08/07/2026).

Sebanyak 970 calon mahasiswa tercatat berjuang sengit pada jalur ini untuk mengamankan kuota terbatas penerimaan mahasiswa baru UNG Tahun Akademik 2026/2027. Jalur CBT Reguler ini menjadi benteng pertahanan sekaligus kesempatan terakhir (last chance) bagi lulusan SMA sederajat untuk menembus kampus pergerakan tersebut.

Di sela-sela peninjauan sarana dan prasarana ujian, Prof. Eduart Wolok tidak hanya memastikan kelancaran teknis operasional sistem CBT, melainkan juga menyempatkan diri menyapa para peserta di luar ruang ujian. Suasana hangat dan inklusif pun tercipta saat orang nomor satu di UNG tersebut berinteraksi langsung dengan para calon mahasiswa yang sedang mengantre masuk lokasi tes.

Dalam pesannya, Prof. Eduart menyuntikkan dorongan optimisme agar seluruh peserta menghadapi lembar soal dengan tenang dan penuh rasa percaya diri. Menurutnya, kesiapan mental dan ketenangan pikiran memegang peranan seimbang dengan penguasaan materi akademik saat berada di depan layar komputer.

“Kalian bisa berdiri di titik ini karena telah menempuh proses perjuangan yang panjang. Saat mengerjakan soal nanti, tetap fokus, jangan panik, dan jangan pernah ragu atas kapasitas diri sendiri. Kerjakan setiap butir soal dengan cermat, percayai proses belajar yang sudah kalian jalani, dan senantiasa landasi dengan doa,” pesan Prof. Eduart Wolok di hadapan para peserta.

Ia menguraikan bahwa akumulasi skor CBT ini menjadi variabel tunggal penentu kelulusan pada jalur mandiri. Oleh karena itu, setiap peserta dituntut mengerahkan seluruh performa terbaiknya guna meraih nilai maksimal.

Prof. Eduart juga mengingatkan ketatnya rasio persaingan pada kontestasi kali ini. Dengan alokasi kuota yang terbatas di tengah tingginya animo pendaftar, setiap poin angka yang diraih peserta akan sangat menentukan posisi mereka dalam draf kelulusan akhir.

“Persaingan di jalur ini memang sangat ketat, namun seluruh peserta berangkat dari garis start yang sama dengan peluang setara. Kuncinya adalah tetap fokus, optimistis, dan berjuang hingga detik terakhir ujian,” tegasnya.

Aksi simpatik Rektor UNG ini mendapat respons hangat dari para calon mahasiswa. Kehadiran pimpinan universitas di ruang ujian dinilai efektif memangkas tensi ketegangan sekaligus mendongkrak rasa percaya diri peserta sebelum berhadapan dengan soal-soal seleksi.

Pendekatan edukatif yang diperlihatkan jajaran rektorat ini mempertegas komitmen UNG dalam menyelenggarakan seleksi penerimaan mahasiswa baru yang tidak hanya transparan dan akuntabel secara teknologi, melainkan juga berlandaskan pada budaya akademik yang humanis dan mengayomi.

Advertorial

Selaraskan Standar Kemenkeu RI: UNG Lanjutkan Pemutakhiran Kodefikasi Akun Belanja BLU

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkokoh komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi. Langkah proaktif ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Tindak Lanjut Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan kampus.

Agenda ini merupakan tahap krusial lanjutan dari sosialisasi sebelumnya untuk memastikan migrasi dan penyesuaian kodefikasi akun belanja dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dapat terimplementasi secara presisi di seluruh unit kerja UNG.

Ketua Tim Kerja Keuangan UNG Mukmin Dunggio, S.T., M.T. menjelaskan bahwa pemutakhiran ini melampaui sekadar tertib administrasi. Langkah ini berfungsi sebagai instrumen vital dalam memetakan kepatuhan regulasi serta memperkuat sistem pengendalian internal.

“Pemutakhiran kodefikasi segmen akun belanja adalah fondasi utama dalam menjamin akuntabilitas penyusunan anggaran. Dengan pengodean yang terekam secara sistematis, setiap alokasi belanja unit kerja dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan dipantau secara real-time,” ungkap Mukmin.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNG Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, S.T., M.Kom. menegaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UNG dalam menerapkan prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik (Good University Governance).

“Proses migrasi kode akun ini dijalankan sesuai arahan dan rekomendasi standar Kemenkeu RI. Tujuannya agar seluruh tahapan—mulai dari perencanaan, realisasi, hingga pelaporan keuangan akhir tahun—berjalan lebih terstruktur, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Dr. Hidayat.

Ia menambahkan, berdasar hasil evaluasi berkala dari Kementerian Keuangan, rapor tata kelola keuangan UNG telah mencatatkan predikat yang memuaskan. Oleh karena itu, percepatan pemutakhiran standar akuntansi ini diselenggarakan guna mempertahankan serta memacu kualitas efisiensi anggaran institusi.

“Dengan kodefikasi akun yang diperbarui, seluruh siklus administrasi keuangan akan berjalan lebih efektif dan efisien, sekaligus selaras dengan pedoman baku pengelolaan keuangan negara,” pungkasan Dr. Hidayat.

Continue Reading

Advertorial

Tembus Seleksi Ketat Nasional: Dua Periset Unggulan UNG Sabet Hibah Riset RIIM Gelombang XI

Published

on

UNG – Kualitas riset akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mendapat pengakuan di kancah nasional. Dua dosen terbaik UNG berhasil menembus seleksi ketat dan meraih pendanaan riset bergengsi melalui Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang XI.

Program pendanaan nasional tersebut dirancang untuk mendorong hilirisasi riset strategis guna menjawab tantangan pembangunan di bidang sosial, kebudayaan, hingga teknologi kesehatan.

Dua akademisi UNG yang sukses mengamankan hibah riset tersebut adalah Dr. Heryati, S.T., M.T. dan Dr. La Ode Aman, M.Si. Keduanya mengusung topik penelitian berdaya dampak tinggi yang memadukan preservasi kearifan lokal serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Dr. Heryati mengusung riset bertajuk “Model Konseptual Keberlanjutan Budaya Bermukim Masyarakat Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo sebagai Dasar Kebijakan Pelestarian Rumah Tradisional”. Riset ini dirancang untuk merumuskan formulasi ilmiah sebagai basis pendorongan kebijakan pemerintah dalam memelihara identitas arsitektur dan warisan budaya masyarakat Jaton di Gorontalo.

Sementara itu, Dr. La Ode Aman, M.Si. menembus skema pendanaan melalui kajian sains terapan bertajuk “Pengembangan Platform Nasional dalam Penemuan Obat: Integrasi Pendekatan Komputasi Molekular dan Kecerdasan Buatan”. Riset ini mengintegrasikan pemodelan komputasi molekuler dan algoritma AI guna mempercepat akselerasi penemuan kandidat obat baru, sekaligus mendukung kemandirian industri farmasi nasional.

Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. menyampaikan apresiasi atas kelolosan kedua periset tersebut di forum pendanaan kompetitif tingkat nasional.

“Capaian ini mengonfirmasi bahwa peneliti UNG memiliki daya saing tinggi dalam merancang penelitian terapan yang inovatif dan relevan dengan arah pembangunan nasional. Pendanaan RIIM ini harus mampu melahirkan luaran (output) substantif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” puji Prof. Eduart Wolok.

Prof. Eduart menambahkan, keberhasilan ini diharapkan memantik semangat para periset UNG lainnya untuk memperluas kolaborasi lintas disiplin, meningkatkan produktivitas publisitas ilmiah, serta aktif menjawab dinamika krisis sosial, teknologi, dan kesehatan masyarakat.

Melalui keberhasilan ini, UNG menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis riset (research-based university) yang konsisten menghasilkan inovasi berdampak bagi pembangunan daerah maupun kancah nasional.

Continue Reading

Advertorial

Unjuk Gigi di Singapura: Dosen FIP UNG Kenalkan ‘Bhinneka Magic Cube’ Berbasis AR di Konferensi PECERA 2026

Published

on

UNG – Inovasi media pembelajaran berbasis teknologi augmented reality (AR) karya dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG) sukses menembus forum ilmiah internasional. Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) FIP UNG, Dr. Pupung Puspa Ardini, M.Pd., tampil mempresentasikan risetnya dalam Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) Annual Conference 2026 yang digelar di Singapore University of Social Sciences (SUSS), Singapura, 10–12 Juli 2026.

Konferensi bergengsi tingkat dunia tersebut mengusung tema “Early Childhood Care and Education in a Complex World: Supporting Agency, Diversity and Inclusion”. Forum ini mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan anak usia dini dari berbagai negara untuk mendiseminasikan gagasan serta inovasi sistem pendidikan yang inklusif dan adaptif.

Dalam ajang internasional tersebut, Dr. Pupung memaparkan hasil riset berjudul “Bhinneka Magic Cube: The Introduction to Diversity Literacy Through Augmented Reality for Kindergarten”. Inovasi ini menggabungkan perangkat kubus edukatif dengan teknologi AR sebagai instrumen pengenal nilai-nilai keberagaman Nusantara bagi siswa taman kanak-kanak.

Riset kolaboratif ini disusun bersama tim dosen UNG, yakni Sri Rawanti, M.Pd., Arif Dwinanto, M.Pd., dan Hijrah Syahputra, M.Pd. Fokus utamanya adalah menghadirkan media pembelajaran interaktif yang relevan dengan karakteristik belajar anak usia dini.

Dr. Pupung menjelaskan bahwa Bhinneka Magic Cube dirancang agar anak dapat memindai kubus permainan menggunakan perangkat digital. Seketika, layar akan menampilkan konten audiovisual interaktif mengenai keberagaman suku, pakaian adat, bahasa, agama, hingga tradisi sosial di Indonesia.

“Anak-anak usia dini menyerap konsep abstrak melalui pengalaman yang konkret dan menyenangkan. Integrasi teknologi AR membantu mereka memahami kebinekaan secara visual dan interaktif tanpa kehilangan unsur bermain,” terang Dr. Pupung.

Secara metodologis, pengembangan media ini mengadopsi model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pendekatan terstruktur ini memastikan setiap tahap—mulai dari pemetaan kebutuhan hingga pengujian efektivitas—berjalan secara akuntabel.

Hasil evaluasi lapangan menunjukkan respons yang sangat positif. Bhinneka Magic Cube meraih skor kelayakan tinggi dalam rentang 83,40 hingga 87,40 persen pada seluruh indikator, meliputi estetika tampilan, kreativitas, kemudahan operasional, manfaat edukatif, hingga aspek keamanan fisik bahan bagi anak.

Dr. Pupung menegaskan bahwa penanaman literasi keberagaman sejak dini merupakan investasi karakter yang sangat vital untuk masa depan bangsa.

“Anak yang terbiasa bersinggungan dengan nilai keragaman sejak dini akan tumbuh menjadi pribadi yang toleran, empatik, dan inklusif. Teknologi digital dapat menjadi fasilitator yang sangat efektif selama dimanfaatkan secara tepat di bawah pendampingan guru serta orang tua,” tambahnya.

Capaian akademisi FIP UNG dalam konferensi PECERA 2026 ini membuktikan bahwa karya riset perguruan tinggi asal Gorontalo memiliki daya saing global. Inovasi ini tidak hanya menjawab tantangan kurikulum nasional, tetapi juga memberikan kontribusi pemikiran pada isu-isu strategis pendidikan anak usia dini di kancah internasional.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler