Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

FMIPA dan IMB Universiti Malaysia Terengganu Tandatangani Lol

Published

on

Foto HUMAS UNG

UNG – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam tengah gencar menjalin kerja sama dalam memperkuat implementasi tridharma perguruan tinggi. Kali ini FMIPA menggandeng Institute of Marine and Biotechnology (IMB) Universiti Malaysia Terengganu sebagai mitra, yang ditandai dengan penandatanganan Letter of intent (Lol).

Dekan FMIPA Prof. Dr. Astin Lukum, M.Si, mengungkapkan dalam Lol ini kedua institusi sepakat mengembangkan kerjasama dalam berbagai bidang, diantarannya meliputi kegiatan penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat serta pertukaran mahasiswa.

“Dengan adanya kerjasama diharapkan dapat semakin memperkuat eksistensi kedua institusi khususnya dalam melaksanakan kegiatan tridharma perguruan tinggi,” ungkap Astin.

Menurut Astin, Lol merupakan langkah awal kolaborasi antara kedua institusi yang diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi kesepakatan MoU sehingga aspek kerjasama akan lebih luas lagi.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Teknologi Informasi, Kerjasama dan Perencanaan Prof. Dr. Phil. Ikhfan Haris, M.Sc, mengapresiasi langkah FMIPA yang gencar melakukan kerjasama tidak hanya di dalam negeri namun juga dgn institusi luar negeri.

Ikhfan berharap kerja sama ini tidak hanya berakhir pada kegiatan seremonial semata, namun harus dapat diimplementasikan secara nyata sesuai dengan apa yang disepakati dalam Lol.

Advertorial

Usung Misi Generasi Emas: 1.518 Mahasiswa KKN UNG Diterjunkan ke 102 Desa di Gorontalo

Published

on

UNG – Sebanyak 1.518 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi diterjunkan ke tengah masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Mengusung tema “KKN Tematik Generasi Emas: Pencegahan Narkoba, Stunting, dan Penguatan Pangan Keluarga”, agenda ini dirancang guna menghadirkan kontribusi nyata akademisi dalam mengurai berbagai persoalan strategis di tingkat lokal.

Sebelum resmi dilepas ke lokasi pengabdian, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani sesi pembekalan (coaching) intensif. Pembekalan ini disiapkan sebagai pijakan awal bagi mahasiswa dalam memetakan program kerja, sekaligus menyelaraskan diri dengan dinamika sosial budaya di desa tujuan.

Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., memaparkan bahwa pelaksanaan KKN Tematik kali ini didampingi oleh 220 Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Ribuan mahasiswa tersebut akan tersebar secara proporsional di 102 desa yang mencakup tiga wilayah administrasi, yakni Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Bone Bolango.

Ia menegaskan, keterlibatan aktif mahasiswa dalam tiga isu sentral—intervensi stunting, edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta penguatan ketahanan pangan skala rumah tangga—menjadi ruang aplikasi ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.

“Mahasiswa dituntut menyusun program kerja berbasis kebutuhan riil masyarakat di setiap desa. Peran DPL sangat krusial untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan terarah, terukur, dan memberi dampak langsung,” ujar Rosbin.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., berpesan agar para peserta tidak memandang KKN sekadar sebagai rutinitas kewajiban akademik, melainkan sebagai laboratorium sosial untuk mengasah kepekaan dan menghadirkan solusi konkret.

Prof. Eduart menginstruksikan mahasiswa untuk melakukan analisis potensi dan kebutuhan lokal secara mendalam sebelum mengeksekusi program kerja.

“Jadikan masa KKN ini sebagai ruang pengabdian terbaik. Pahami tema besar yang diusung, lalu sinkronkan dengan potensi serta kearifan lokal di masing-masing desa,” tegas Eduart.

Menurutnya, indikator keberhasilan KKN tidak berhenti pada selesainya laporan program kerja di atas kertas, tetapi sejauh mana nilai kemanfaatan program tersebut dapat terus berkelanjutan pasca-pengabdian.

“Jangan menyikapi KKN sebagai beban formalitas. Jalani dengan gembira, penuh dedikasi, dan rasa tanggung jawab. KKN adalah momentum berharga untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat sekaligus meninggalkan jejak kebaikan,” imbau Rektor.

Selama 45 hari masa pengabdian, sinergi antara mahasiswa, DPL, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan setempat diharapkan mampu mendorong terwujudnya masyarakat Gorontalo yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh demi menyongsong agenda Generasi Emas Indonesia.

Continue Reading

Advertorial

Penguatan Satgas PPKPT UNG: Warek Akademik Tegaskan Komitmen Bangun Kampus Bebas Kekerasan

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mempertegas komitmennya dalam menghadirkan ekosistem akademik yang aman dan kondusif. Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) merupakan tindak lanjut nyata amanat Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.

Prof. Hafidz mengungkapkan, dengan populasi sivitas akademika yang menampung puluhan ribu mahasiswa serta tenaga kependidikan, UNG mengemban tanggung jawab institusional yang besar untuk menjamin rasa aman dalam setiap aktivitas pembelajaran.

“Keberadaan Satgas PPKPT bukan sebatas pemenuhan regulasi di atas kertas, melainkan wujud tanggung jawab moral universitas. Kampus harus menjadi rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta penghormatan terhadap martabat setiap individu,” tegas Hafidz.

Ia turut memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Satgas PPKPT UNG yang dinilai konsisten bekerja secara profesional, objektif, dan memegang teguh prinsip kerahasiaan dalam merespons setiap aduan. Menurutnya, integritas tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap sistem perlindungan di lingkungan UNG.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, UNG menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Investigasi bagi seluruh personel Satgas PPKPT. Prof. Hafidz optimistis pembekalan ini akan membentuk kinerja tim yang lebih adaptif, responsif, dan presisi saat menjalankan fungsi mitigasi maupun penanganan perkara.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UNG untuk mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung terciptanya budaya akademik yang sehat dan bermartabat,” pungkasnya.

Continue Reading

Advertorial

Gandeng Dirreskrimsus Polda Gorontalo: Satgas PPKPT UNG Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Investigasi

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan steril dari berbagai bentuk kekerasan. Komitmen nyata tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Investigasi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UNG di UTC Ballroom Damhil UNG, Rabu (5/8/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo yang Aman, Nyaman, Inklusif, dan Bebas dari Kekerasan”, agenda ini menjadi langkah taktis universitas dalam mengasah ketajaman teknis Satgas PPKPT, mulai dari tahapan pencegahan, penanganan klinis, hingga teknik investigasi kasus di area kampus.

Guna memantapkan kompetensi teknis peserta, UNG menghadirkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Kombes Pol. Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., sebagai narasumber utama untuk memberikan pembekalan mendalam mengenai aspek investigasi hukum dan tata cara penanganan perkara secara profesional.

Ketua Satgas PPKPT UNG, Dr. Laksmyn Kadir, M.Kes., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus guna merespons dinamika penanganan kasus di lingkungan pendidikan tinggi agar selalu sejalan dengan regulasi terkini.

“Penguatan kapasitas ini merupakan kebutuhan krusial agar seluruh personel Satgas PPKPT mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif, berkeadilan, serta konsisten mengedepankan asas perlindungan utama terhadap korban,” tegas Laksmyn.

Ia menambahkan, UNG telah melengkapi operasional Satgas PPKPT dengan berbagai instrumen tata kelola yang matang. Salah satunya melalui penyusunan buku pedoman baku dan Standard Operating Procedure (SOP) Penanganan Kekerasan yang menjadi rujukan dalam setiap tahapan penyelesaian masalah.

“Penyediaan SOP dan instrumen yang jelas ini tidak hanya memperkuat tata kelola kampus yang sehat (good university governance), tetapi juga menjadi bagian penting dalam pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas,” pungkasnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler