Connect with us

Gorontalo

Guncang Subkultur Otomotif Lokal: Kolaborasi Epik 3Second dan Gorontalo All Scooterist di Rabu-Rabu Ngopi

Published

on

Gorontalo – Komitmen untuk merangkul subkultur lokal dan membangun ruang kolaborasi yang inklusif terus digerakkan oleh 3Second Gorontalo. Brand fashion terkemuka di tanah air ini menggandeng Gorontalo All Scooterist (GAS) dalam sebuah aktivasi kreatif bertajuk “Rabu-Rabu Ngopi” yang berlangsung intim, penuh keakraban, dan sarat semangat solidaritas di Kota Gorontalo.

Agenda komunal ini mempertemukan para pencinta skuter dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan klub, komunitas terstruktur, hingga para pembalap dan scooterist independen di Gorontalo. Di luar fungsi konvensionalnya sebagai ajang kongko, Rabu-Rabu Ngopi diarsiteki menjadi ruang silaturahmi makro untuk mempererat persaudaraan antar-penunggang besi kanan, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam memproduksi kegiatan otomotif yang berdampak sosial positif bagi masyarakat.

Sambil menikmati seduhan kopi, para peserta lintas generasi ini saling bertukar pengalaman, membedah gagasan, serta berdiskusi mengenai isu-isu krusial seputar dunia roda dua. Mulai dari edukasi keselamatan berkendara (safety riding), penguatan kelembagaan komunitas, hingga optimalisasi peran scooterist dalam menyokong promosi pariwisata daerah menjadi topik hangat yang mengemuka.

Perwakilan 3Second Indonesia Gorontalo, Muhamad Imron, memaparkan bahwa sinergi bersama komunitas merupakan bagian dari strategi penetrasi pasar sekaligus komitmen brand untuk hadir lebih dekat dengan denyut nadi generasi muda dan pelaku kreatif di Gorontalo.

“Rabu-Rabu Ngopi merupakan bagian integral dari program 3Second Space, sebuah ekosistem kreatif yang kami sediakan untuk mempertemukan komunitas, grup kolektif, musisi, hingga pelaku UMKM lokal di Gorontalo. Lewat atmosfer santai ini, kami ingin mewadahi mereka untuk saling berbagi narasi, memamerkan karya, memperluas jejaring bisnis (networking), dan mengonstruksi kolaborasi baru,” urai Muhamad Imron.

Imron menambahkan, ruang terbuka ini tidak memiliki batasan kaku. Siapa saja diperbolehkan menggunakannya untuk memperkenalkan identitas komunitas, mempromosikan produk lokal, menampilkan pertunjukan musik akustik, hingga memantik ide-ide segar yang inspiratif.

“Dengan merawat semangat kolektif ini, kami berharap dapat ikut serta mempercepat pertumbuhan ekosistem kreatif sekaligus menstimulasi perputaran ekonomi lokal di Gorontalo,” tambahnya.

Di sisi lain, perwakilan dari Gorontalo All Scooterist, Bela, melayangkan apresiasi tinggi atas kepedulian dan ruang yang diberikan oleh 3Second Gorontalo terhadap eksistensi pencinta Vespa dan skuter di daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada 3Second Gorontalo yang jeli melihat potensi kami. Kegiatan kolaboratif seperti ini tidak hanya memperkuat tali persaudaraan internal sesama scooterist, tetapi juga menjadi etalase bagi publik bahwa komunitas skuter mampu memberikan kontribusi nyata yang terukur bagi masyarakat,” tutur Bela.

Suasana hangat dan cair mendominasi sepanjang jalannya acara. Para peserta tampak menikmati sesi diskusi interaktif, sesi dokumentasi bersama, hingga menyusun draf agenda bersama (timeline) untuk kegiatan bakti sosial yang akan dieksekusi dalam waktu dekat.

Melalui jalinan kemitraan ini, 3Second Gorontalo dan Gorontalo All Scooterist optimistis dapat memicu lahirnya gerakan-gerakan inspiratif baru yang mampu memperkokoh solidaritas pemuda serta memperkaya variasi industri kreatif otomotif di Provinsi Gorontalo.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

Diserbu Emak-emak! Stan Kopi Gratis PW ISNU Gorontalo Jadi Primadona di Arena Muktamar NU ke-35

Published

on

NEWS – Kehadiran Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Gorontalo di arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sukses mencuri perhatian. Suguhan kopi gratis dan aneka kue khas Gorontalo yang disiapkan di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, diserbu secara antusias oleh para peserta muktamar (muktamirin), khususnya kalangan ibu-ibu Muslimat NU.

Sebagai bentuk keramahan sekaligus upaya promosi daerah, PW ISNU Gorontalo secara khusus menghadirkan Kopi Pinogu. Kopi organik asli kebanggaan masyarakat Gorontalo ini disajikan secara cuma-cuma bersama deretan penganan lokal untuk dinikmati para muktamirin maupun rombongan liar (romli) yang memadati lokasi.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat rombongan ibu-ibu Muslimat NU berbondong-bondong memadati stan PW ISNU Gorontalo. Suasana pun terasa semakin meriah dan hangat, diwarnai obrolan akrab serta ajang silaturahmi antara kader-kader NU asal Gorontalo dengan warga nahdliyin dari berbagai penjuru Nusantara.

Ketua PW ISNU Gorontalo, Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud kontribusi nyata pihaknya dalam menyemarakkan forum permusyawaratan tertinggi di tubuh NU tersebut.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat PW ISNU Gorontalo dalam memeriahkan Muktamar ke-35 NU, sekaligus membawa nama Gorontalo melalui cita rasa kopi dan kuliner khas daerah,” ujar Eduart.

Pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini menambahkan, Kopi Pinogu memiliki karakter cita rasa yang sangat khas. Momentum Muktamar ini dinilai sebagai panggung strategis untuk memperkenalkan potensi kopi lokal Nusantara tersebut kepada masyarakat luas.

“PW ISNU Gorontalo berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memperkenalkan potensi dan kekayaan Gorontalo kepada para kader dan warga NU dari seluruh Indonesia,” ungkap Eduart.

Mengusung semangat “Kopi Gratis dan Kue Khas Gorontalo untuk Para Muktamirin dan Romli”, aksi berbagi ini menjadi bukti nyata guyub rukun ala Nahdliyin. Dari Gorontalo untuk Nahdlatul Ulama, PW ISNU membuktikan bahwa dakwah kultural dan persaudaraan bisa terjalin erat lewat secangkir kopi.

Continue Reading

Gorontalo

Berani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan

Published

on

BONBOL – Camat Bonepantai, Lili Pratiwi Abas, dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap massa aksi dari Aliansi Peduli Lingkungan Kecamatan Bonepantai yang menolak keras aktivitas pertambangan PT Celebes Bone Mineral di wilayahnya.

Sikap tersebut disampaikan langsung oleh Lili saat menemui para demonstran. Ia berjanji akan berdiri di barisan terdepan bersama masyarakat untuk menyuarakan penolakan terhadap operasional perusahaan tambang tersebut.

Secara heroik, Lili bahkan menegaskan kesiapannya untuk mempertaruhkan jabatan apabila ke depannya terdapat intervensi dari pihak mana pun, termasuk dari Bupati Bone Bolango.

“Saya akan berada di barisan masyarakat. Kalau ada intervensi dari Bupati, saya siap mempertaruhkan jabatan saya untuk berdiri bersama masyarakat Bonepantai,” tegas Lili di hadapan puluhan massa aksi.

Selain menolak aktivitas tambang, warga juga mendesak pencopotan Sekretaris Camat (Sekcam) Bonepantai. Sekcam tersebut diduga kuat turut memfasilitasi kegiatan PT Celebes Bone Mineral di wilayah Bonepantai, meskipun telah mendapat penolakan keras dari warga setempat.

Merespons hal tersebut, Lili berjanji akan menampung dan membawa rekomendasi tuntutan pencopotan Sekcam itu langsung kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango.

Sebagai bentuk komitmen dan dukungan nyata, Camat Bonepantai bersama perwakilan massa aksi kemudian melakukan penandatanganan kesepakatan lewat sebuah petisi. Petisi tersebut memuat dua poin krusial: tuntutan pencopotan Sekcam Bonepantai dan penolakan mutlak terhadap aktivitas PT Celebes Bone Mineral.

Ke depannya, Aliansi Peduli Lingkungan Kecamatan Bonepantai berharap ketegasan sang Camat dapat menjadi langkah awal bagi pemerintah daerah untuk menindaklanjuti seluruh tuntutan masyarakat secara cepat, terbuka, dan objektif.

Continue Reading

Gorontalo

Geruduk Kantor Camat! Aliansi Warga Bonepantai Desak Pencopotan ASN Terseret Kasus Tambang

Published

on

BONE BOLANGO — Aliansi Peduli Lingkungan Kecamatan Bonepantai kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, pada Kamis (27/8/2026). Aksi demonstrasi ini menyoroti aktivitas pertambangan di wilayah tersebut sekaligus mendesak pemerintah menindak tegas oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga memfasilitasi operasional tambang.

Unjuk rasa tersebut berlangsung bertepatan dengan agenda resmi tingkat kecamatan yang dihadiri langsung oleh Camat Bonepantai beserta jajaran aparatur desa se-Kecamatan Bonepantai. Momentum ini dimanfaatkan oleh massa aksi untuk menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Camat, pemerintah daerah, dan seluruh aparat desa yang hadir.

Adapun tiga tuntutan krusial yang disuarakan massa meliputi:

  1. Penghentian Dukungan: Mendesak penghentian aktivitas maupun dukungan para kepala desa terhadap segala bentuk kegiatan operasional PT Celebes Bone Mineral.

  2. Pemeriksaan ASN: Meminta pemerintah daerah dan instansi berwenang untuk turun tangan memeriksa dan menindak tegas oknum ASN (Sekretaris Camat/Sekcam) yang disinyalir memfasilitasi, terlibat langsung, atau menyalahgunakan wewenangnya dalam polemik tambang tersebut.

  3. Pencopotan Jabatan: Mendesak Camat Bonepantai agar merekomendasikan kepada Bupati Bone Bolango untuk mencopot oknum ASN bersangkutan dari jabatannya, serta memindahtugaskannya ke luar Kecamatan Bonepantai demi meredam gejolak sosial dan menjaga stabilitas pelayanan pemerintahan.

Tuntutan terkait mutasi oknum ASN tersebut menjadi sorotan utama dalam aksi ini. Massa menilai pemindahan tugas mutlak diperlukan demi meredam potensi konflik horisontal. Mereka juga menegaskan, status ASN tersebut sebagai putra daerah asli Bonepantai tidak boleh dijadikan tameng untuk mengabaikan aspirasi masyarakat, terlebih jika nantinya terbukti ada pelanggaran hukum atau penyalahgunaan wewenang.

Dalam orasinya, massa meminta proses pemeriksaan dilakukan secara objektif, transparan, dan tanpa pandang bulu agar tidak memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Kami meminta Bupati Bone Bolango mengambil sikap tegas. Jika memang terbukti melanggar aturan atau menyalahgunakan kewenangan, kami meminta yang bersangkutan segera dicopot dari jabatannya dan dipindahkan ke daerah lain. Persoalan ini bukan soal dia orang Bonepantai atau bukan, melainkan tentang menjaga kepercayaan masyarakat dan stabilitas pemerintahan,” tegas salah seorang orator dengan lantang.

Selain menyoroti pusaran konflik kepentingan pejabat kecamatan, massa aksi juga melayangkan kritik keras terhadap sejumlah pihak yang sebelumnya berada di barisan terdepan menolak aktivitas pertambangan, namun kini dinilai telah balik badan alias berubah sikap.

Perubahan haluan dari sejumlah tokoh tersebut dinilai telah memicu kekecewaan mendalam dan memancing kemarahan masyarakat Bonepantai yang masih konsisten menjaga lingkungan dari ancaman eksploitasi tambang.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler