News
Inilah 7 Cara Paling Ampuh Menghilangkan Kulit Wajah Kusam
Published
4 years agoon
Tips merawat wajah agar tidak kusam sudah banyak sekali bertebaran di Internet. Hal ini karena wajah kusam menjadi masalah yang lazim dialami oleh siapa pun. Kulit kusam seringkali membuat orang merasa kurang percaya diri. Penyebab muka kusam sangat beragam, tetapi ada beberapa faktor yang kerap menjadi pemicu, di antaranya adalah kulit wajah yang kering, kekurangan vitamin c, terpapar sinar UV tanpa adanya perlindungan, serta kurangnya eksfoliasi. Selain itu, ada faktor internal yang memicu kulit menjadi kusam, seperti pola makan tidak sehat, kurang minum air putih, dan kurang istirahat. Bahkan, sinar biru dari gawai yang sering kita gunakan juga bisa menyebabkan kulit wajah menjadi kusam, loh!
7 Cara Ubah Kulit Kusam Jadi Lebih Glowing
Untuk mengubah kulit wajah yang kusam menjadi glowing dan sehat, Anda harus melakukan perawatan secara konsisten. Sebelum melakukan perawatan wajah, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui apa jenis kulit wajah. Hal ini perlu agar perawatan wajah yang Anda lakukan tepat sasaran dan memberikan hasil yang optimal.
Berikut ini adalah beberapa cara merawat wajah agar glowing dan sehat yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah.
1. Istirahat yang Cukup
Tidak bisa dimungkiri, istirahat yang cukup memberikan dampak bagi tubuh, termasuk kesehatan kulit wajah Anda. Pastikan Anda tidur selama 7 hingga 8 jam per hari. Tahukah Anda, tidur yang cukup dapat membantu mengoptimalkan regenerasi kulit. Jika Anda hobi begadang dan kurang tidur, maka proses regenerasi sel kulit dan produksi kolagen akan terhambat. Hal ini menyebabkan kulit terlihat kusam. Oleh karena itu, berikan hak tubuh untuk beristirahat demi menjaga kesehatan tubuh dan kulit Anda.
2. Perhatikan Asupan Gizi
Ingin mendapatkan kulit wajah yang sehat dan glowing? Perhatikan asupan gizi yang Anda konsumsi. Anda bisa memulainya dengan banyak mengonsumsi sayur dan buah. Kedua bahan alami ini kaya akan kandungan vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh kulit. Selain itu, buah dan sayur juga memiliki kandungan vitamin C dan nutrisi penting lainnya yang dapat mencerahkan kulit hingga mencegah penuaan dini.
3. Rajin Membersihkan Muka dengan Sabun Wajah
Seharian beraktivitas di luar ruangan, bisa Anda bayangkan berapa banyak kotoran, kuman, dan debu yang menempel di wajah? Oleh karena itu, Anda harus rajin membersihkan wajah dengan menggunakan sabun yang diformulasikan khusus untuk kulit muka.
Gunakan sabun wajah sesuai dengan jenis kulit dan pastikan Anda mencuci wajah minimal dua kali sehari. Jika dirasa kurang, Anda juga dapat menggunakan cleanser dan toner untuk membantu mengangkat debu dan kotoran yang menempel di wajah.Hal lain yang juga tak kalah penting untuk Anda lakukan adalah memilih sabun muka yang memiliki tekstur ringan, tidak merusak skin barrier, aman dan nyaman untuk kulit, serta sudah teruji secara klinis.
4. Cukupi Kebutuhan Air Putih
Minum air putih minimal delapan gelas sehari atau setara dua liter ternyata tidak hanya bagus untuk tubuh, tetapi juga menjaga kelembaban kulit muka Anda. Kekurangan air bisa menyebabkan kulit wajah menjadi kusam dan kering. Jadi, penting untuk mencukupi kebutuhan air harian Anda. Mulai sekarang, jangan sampai terlewat untuk minum air putih, ya.
5. Gunakan Pelembab Sesuai Jenis Kulit
Selain mencuci wajah, menggunakan pelembab untuk kulit wajah pun harus dilakukan. Namun, Anda tidak bisa asal memilih pelembap, pilihlah yang sesuai dengan jenis kulit agar hasilnya bisa maksimal. Kenali terlebih dahulu tipe kulit Anda. Jika kulit Anda termasuk tipe berminyak, gunakan pelembab wajah yang non komedogenik dan waterbase agar mudah meresap dan tidak menimbulkan kesan lebih berminyak. Anda yang memiliki kulit sensitif, gunakan pelembab yang hipoalergenik agar tidak memicu reaksi alergi pada kulit. Sedangkan Anda yang memiliki tipe kulit kering, gunakan pelembab yang mengandung asam hialuronat, gliserin, dimetikon dan lanolin.
6. Lakukan Eksfoliasi Secara Rutin
Tahukah Anda, bahwa salah satu penyebab kulit kusam adalah tumpukan sel kulit mati di wajah. Sel kulit mati ini dapat diangkat dengan melakukan eksfoliasi. Tak perlu risau, karena Anda dapat melakukan eksfoliasi sendiri di rumah. Anda bisa melakukan eksfoliasi 2 hingga 3 kali seminggu. Eksfoliasi memiliki banyak manfaat, seperti untuk mengangkat sel kulit mati, mencegah pori-pori tersumbat, hingga mencerahkan kulit.
7. Pakai Sunscreen
Sunscreen adalah perawatan yang seringkali diabaikan dan dianggap remeh oleh sebagian orang. Padahal, penggunaan sunscreen adalah salah satu tips merawat wajah agar tidak kusam. Hal ini karena aktivitas sehari-hari Anda yang tentu tak lepas paparan sinar matahari. Menggunakan tabir surya harus selalu dilakukan meski sedang di dalam ruangan sekali pun, karena paparan sinar UV bisa menembus banyak celah. Jangan pernah abai menggunakan sunscreen sebelum beraktivitas di luar maupun di dalam ruangan. Ulangi kembali pemakaian sunscreen 3 jam sekali agar kulit selalu terlindung.
Salah satu sunscreen yang patut Anda coba adalah Sunscreen Somethinc yang memiliki banyak keunggulan. Formulanya yang ringan dan mampu melindungi kulit secara maksimal, tak lepas dari kandungan utamanya, yaitu Oryza Sativa (Rice) Brain Oil yang berasal dari hasil penggilingan kulit padi. Kandungan ini berperan sebagai antioksidan yang mampu melawan radikal bebas, sehingga mampu memberi perlindungan terhadap kulit serta menghambat proses pigmentasi. Anda bisa mendapatkan sunscreen Somethinc di Blibli.com, marketplace terbesar, terpercaya, dan terlengkap di Indonesia.
Anda tidak bisa berharap mencerahkan wajah kusam dalam semalam. Semua itu ada usaha keras dan konsisten yang harus Anda lakukan. Ikuti tips merawat wajah agar tidak kusam di atas agar kulit muka Anda senantiasa sehat dan glowing. Selamat mencoba.
You may like
Gorontalo
Janji yang Tak Ditepati, Klaim Jaminan Kematian Kisman Moha Tak Kunjung Cair
Published
5 days agoon
05/02/2026
Pohuwato – Harapan keluarga almarhum Kisman Moha, warga Desa Butungale, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, untuk memperoleh hak jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan akhirnya pupus. Selama berbulan-bulan menunggu, klaim yang diajukan oleh ahli waris tak kunjung dibayarkan, meninggalkan rasa kecewa dan ketidakpastian yang mendalam bagi pihak keluarga.
Ahli waris sekaligus anak almarhum, Herdi K. Tahir, mengaku telah mengajukan klaim jaminan kematian tersebut sejak 13 November 2025. Ia menegaskan, seluruh dokumen dan persyaratan yang diminta oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan telah dilengkapi sepenuhnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Semua berkas sudah lengkap. Pihak BPJS bilang hanya tinggal menunggu proses pencairan, tapi sampai hari ini belum ada dana yang cair,” tutur Herdi dengan nada kecewa.
Berbagai upaya telah dilakukan Herdi untuk mendapatkan kejelasan. Ia telah mendatangi langsung Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pohuwato, bahkan turut menyertakan Kepala Desa Butungale untuk turut membantu memediasi persoalan tersebut. Selain itu, komunikasi melalui sambungan telepon juga terus diupayakan. Namun, hasilnya tetap nihil.
“Saya sudah bolak-balik menanyakan kejelasan klaim ini, tapi tak ada hasil. Seolah semua pihak saling melempar tanggung jawab,” ujarnya lagi.
Situasi yang berlarut-larut ini menimbulkan dugaan masyarakat bahwa telah terjadi minimnya koordinasi dan tanggung jawab antarinstansi terkait, sementara ahli waris dibiarkan menunggu tanpa kejelasan kapan hak mereka benar-benar bisa diterima.
Menanggapi persoalan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Pohuwato melalui petugas pelayanan, Arif, memberikan penjelasan resmi. Ia menyatakan klaim jaminan kematian Kisman Moha tidak bisa diproses karena berdasarkan hasil verifikasi lapangan, almarhum diduga sudah tidak aktif bekerja saat didaftarkan sebagai peserta.
“Dari hasil pengecekan lapangan, diketahui bahwa almarhum sudah dalam kondisi sakit selama dua tahun terakhir dan menggunakan kursi roda saat didaftarkan melalui Dinas Sosial atau Pemerintah Kabupaten Pohuwato,” jelas Arif.
Menurut Arif, temuan tersebut dikonfirmasi langsung oleh pejabat desa, sejumlah tetangga, serta dibenarkan oleh salah satu anak almarhum ketika dilakukan verifikasi awal. Hasil pengecekan itu kemudian dilaporkan ke Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato pada November 2025, dan dinyatakan bahwa peserta memang sudah dalam kondisi sakit saat terdaftar.
“Berdasarkan ketentuan yang termuat dalam Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Daerah dan BPJS, apabila ditemukan peserta sudah tidak aktif bekerja atau sakit berkepanjangan saat pendaftaran, maka klaim jaminan tidak dapat dibayarkan,” terang Arif.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait hasil tersebut, dan keputusan bahwa klaim tidak bisa dilanjutkan sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Kami sudah mengonfirmasi hal ini kepada Dinas Sosial, dan kesimpulannya klaim tersebut memang tidak bisa diproses,” pungkasnya.
Kasus ini pun memunculkan pertanyaan serius tentang tanggung jawab negara dalam pelaksanaan jaminan sosial, terutama ketika keluarga peserta justru terjebak dalam proses administratif yang panjang tanpa kepastian, padahal hak perlindungan sosial seharusnya hadir saat masyarakat paling membutuhkannya.
Gorontalo
Sudah Lengkap Berkasnya, Ahli Waris Pohuwato Masih Menanti Klaim Jaminan Kematian
Published
6 days agoon
04/02/2026
Pohuwato – Herdi K. Tahir, warga Desa Butungale, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, mengeluhkan belum cairnya klaim jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan atas nama mendiang ayahnya, Kisman Moha. Keluhan ini mencuat lantaran proses pencairan yang telah diurus sejak November 2025 hingga kini belum juga terealisasi.
Herdi mengungkapkan, seluruh berkas persyaratan telah diserahkan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan Pohuwato sejak 13 November 2025. Menurutnya, ia telah memenuhi semua dokumen yang diminta sesuai ketentuan yang berlaku.
“Semua berkas sudah lengkap, bahkan petugas BPJS mengatakan hanya menunggu proses pencairan. Tapi sampai sekarang, uang jaminan itu tak kunjung cair,” ujar Herdi dengan nada kecewa.
Ia mengaku telah beberapa kali mempertanyakan kejelasan proses klaim tersebut kepada BPJS Ketenagakerjaan Pohuwato. Bahkan, Herdi sempat datang langsung ke kantor BPJS bersama Kepala Desa Butungale untuk memastikan perkembangan pencairan dana, namun belum memperoleh jawaban pasti.
Selain mendatangi langsung, Herdi juga telah berupaya melakukan komunikasi lewat telepon dengan pihak BPJS. Namun, hasilnya tetap nihil. Ia menduga terjadi ketidaksinkronan koordinasi internal atau saling lempar tanggung jawab antara pihak-pihak terkait tanpa adanya kejelasan akhir bagi ahli waris.
Menanggapi hal ini, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Pohuwato bagian pelayanan, Arif, memberikan klarifikasi resmi. Ia menjelaskan bahwa klaim jaminan kematian atas nama Kisman Moha belum bisa diproses karena terdapat indikasi bahwa peserta tidak lagi aktif bekerja saat pendaftaran dilakukan.
“Sejak awal proses pelaporan, kami sudah menyampaikan bahwa klaim akan diverifikasi terlebih dahulu. Dari hasil pengecekan lapangan, ternyata almarhum saat didaftarkan melalui Dinas Sosial atau Pemerintah Kabupaten Pohuwato sudah dalam kondisi sakit selama dua tahun terakhir dan menggunakan kursi roda,” jelas Arif kepada wartawan.
Ia menambahkan, hasil verifikasi tersebut diperoleh setelah petugas melakukan pengecekan langsung di lapangan, melakukan konfirmasi dengan tetangga, serta membenarkan temuan tersebut kepada salah satu anak almarhum pada tahap verifikasi awal. Temuan itu kemudian disampaikan kembali ke Dinas Sosial pada November 2025.
“Setelah diverifikasi, terkonfirmasi bahwa peserta sudah dalam kondisi sakit ketika terdaftar. Berdasarkan ketentuan kerja sama, maka klaim itu tidak bisa kami proses,” tegasnya.
Arif juga menerangkan bahwa kepesertaan atas nama Kisman Moha didaftarkan melalui program kerja sama pemerintah daerah berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Pohuwato dan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam PKS tersebut tercantum klausul yang menyatakan, apabila peserta terbukti tidak aktif bekerja atau mengalami sakit berkepanjangan saat pendaftaran, maka BPJS berhak menolak pembayaran klaim.
“Kami sudah mengonfirmasi persoalan ini ke Dinas Sosial, dan hasilnya memang sesuai dengan aturan. Jadi klaim tersebut tidak bisa kami lanjutkan,” pungkas Arif.
Daerah
Misteri Kebakaran Berulang, Rumah Pasutri Ini Habis Lagi Dilalap Api
Published
2 weeks agoon
29/01/2026
Pohuwato – Nasib malang menimpa pasangan suami istri asal Dusun Mekar Indah, Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato. Rumah satu-satunya milik Azis Suko (60) dan Hawaria Olii (46) kembali habis dilalap si jago merah pada Senin malam, (26/01/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Saat peristiwa terjadi, pasangan tersebut tidak berada di rumah karena tengah menghadiri hajatan keluarga di wilayah Kecamatan Marisa. Mereka baru mengetahui kabar kebakaran setelah diberitahu oleh kerabat yang berada di salah satu warung tak jauh dari lokasi kejadian.
Setibanya di tempat kejadian, rumah papan yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka telah rata dengan tanah. Tidak ada satu pun harta benda yang berhasil diselamatkan, kecuali pakaian di badan. Seluruh isi rumah, termasuk dua koli beras, hangus terbakar.
Ironisnya, musibah kebakaran ini bukan yang pertama kali dialami pasangan tersebut. Dalam delapan tahun terakhir, rumah mereka sudah tiga kali terbakar, yakni pada tahun 2022, 2024, dan kini terulang kembali di awal tahun 2026.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, bersama Camat Marisa Usman Bay, Kabag Prokopim Ikbal Mbuinga, serta Kepala Desa Palopo Agus Hulabangga, mengunjungi langsung lokasi kebakaran pada Rabu (28/01/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moril.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Saipul menyampaikan rasa prihatin dan keheranannya atas musibah yang berulang di tempat yang sama.
“Ini sudah yang ketiga kalinya, selang dua tahun sejak kejadian pertama pada 2022. Harus kita telusuri lebih jauh penyebabnya, karena aneh jika terus berulang sementara rumah ini tidak memiliki aliran listrik,” ujar Bupati Saipul.
Ia menegaskan bahwa meskipun kebakaran merupakan musibah, namun penyebabnya perlu diinvestigasi secara mendalam agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi sumber api, seperti obat nyamuk bakar yang diletakkan dekat bahan mudah terbakar, atau lampu minyak dan lampu botol yang dapat memicu kebakaran ketika terjatuh.
“Pastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, terutama ketika ada obat nyamuk atau lampu yang masih menyala,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyaksikan pemasangan tenda darurat (Huntara) yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana). Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Sosial, Risna R. Laisa, sebagai bentuk penanganan cepat bagi korban kebakaran.
Selain mendirikan Huntara, Pemerintah Daerah Pohuwato juga menyalurkan bantuan bencana non-alam berupa paket kebutuhan dasar, di antaranya makanan siap saji, biskuit anak, lauk-pauk siap saji, kasur lipat, selimut, family kit, terpal, sandang dewasa, serta perlengkapan tenda keluarga.
Sekretaris Dinas Sosial, Risna R. Laisa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Marisa dan Pemerintah Desa Palopo atas dukungan dan bantuan selama proses pendirian Huntara.
“Kami ingin memastikan korban dapat merasa nyaman sementara di Huntara sambil menunggu proses perbaikan rumahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Saipul juga telah berkoordinasi langsung dengan Ketua Baznas Pohuwato untuk menyalurkan bantuan tambahan bagi pasangan tersebut yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan ibu rumah tangga.
Kabar Baik untuk ASN! Bupati Saipul Umumkan Rencana Penurunan Bunga Kredit Bank SulutGo
Perkuat Tata Kelola Daerah, Wabup Pohuwato Hadiri Audiensi Bersama BPKP
Jelang Ramadan, Meyke Camaru Pastikan Ketersediaan LPG Aman di Gorontalo
Di Momen Hari Pers Nasional, Iqbal Al Idrus Sebut Pers Adalah Jantung Informasi Masyarakat
Data Tak Tepat, Warga Dirugikan, DPRD Provinsi Gorontalo Minta Evaluasi Sistem Desil
Anggaran Menyusut, BLT Desa Duano Ikut Terpangkas
Janji Potong Jari Berbuah Nyata? Ka Kuhu Ditetapkan Tersangka
Diduga Korsleting, Kebakaran Hanguskan Bangunan Asrama Santri di Popayato Barat
Klarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje
Rp43 Miliar Dipertahankan, Pembangunan Kantor Bupati Pohuwato Aman dari Efisiensi
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo3 months agoMenolak Lupa: Tragedi 2 Januari 2025, Ketika Keadilan untuk Julia Belum Datang
-
Gorontalo3 months agoBukan Rapat Biasa, Instruksi Gerindra Tegaskan Kader Harus Kompak dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat
-
Gorontalo2 months agoJIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025
-
Gorontalo2 months agoBerawal dari Arahan Wali Kota, Kelurahan Biawao Raih Juara Pemungutan PBB-P2
-
Gorontalo2 months agoAbai dan Bungkam: Refleksi Elit Gorut Atas Tragedi Julia
-
Advertorial3 months agoLangkah Strategis Nasional! Bupati Saipul Hadiri Rakor Revitalisasi Pendidikan
-
Advertorial1 month agoBukan Sekadar Imbauan! Wali Kota Gorontalo Tegas Larang Petasan di Malam Tahun Baru
-
Gorontalo3 months agoTerungkap! Kepala Desa Prima Diduga Selewengkan Dana Rakyat
