Connect with us

News

Keberadaan Penambang Yang Hilang Hingga Saat Ini Belum Ditemukan

Published

on

Foto di ambil saat pencarian di sungai malango

GORONTALO – Memasuki hari ke lima pencarian korban hilang di tambang longgi Desa Tirto Asri Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato masih terus berlanjut, tim basarnas Gorontalo dan Aliansi Pecinta Alam Pohuwato belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban.

Rickyanda Dako selaku Korpos Marisa menyampaikan pihaknya bersama tim pencari lainnya telah melakukan pencarian selama lima hari sejak 22 Agustus kemarin, dan rencananya proses pencarian korban akan dihentikan pada 28 Agustus mendatang.

“Sejauh ini tim yang terdata itu dari beberapa unsur yakni dari basarnas,tagana dan aliansi pecinta alam pohuwato (ALIPAPO) sehingga kita bagi dua tim, ada yang susur pegunungan ada juga yang menelusuri sungai yang berjarak kurang lebih 17 kilometer dari titik posko induk,” Ujarnya saat di wawancara melalui whatsapp oleh wartawan barakati.id

Menurutnya selama ini belum ada tanda – tanda korban yang hilang akan tetapi dari tim pencari telah mendapatkan mantel hujan yang di duga kuat dikenakan korban saat kejadian banjir dan tanah longsor beberapa hari lalu.

“Untuk 2 hari kedepan kami akan fokus dalam pencarian korban menelusuri jalur sungai yang di duga tempat kejadian berdasarkan sumber informasi dari warga yang menyaksikan,” Tambahnya.

Selain itu I Made Junetra, Kepala Kantor Basarnas Gorontalo memberikan himbauan bagi para penambang untuk belum bisa melakukan aktivitas penambangan di wilayah tersebut.

“Dikarenakan sesuai informasi yang di umumkan BMKG masih dalam kondisi curah hujan yang lebat dan sangat ekstrim yang belum bisa di pastikan kapan berakhir,” Ungkapnya.

Gorontalo

Pembunuhan Tragis di Desa Lemito, Pohuwato

Published

on

Foto Ilustrasi kantipurnetwork.com

POHUWATO – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Lemito, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu malam pukul 19:45 WITA. Kejadian ini melibatkan seorang remaja bernama Galang Polimengo (17) yang nekat menghabisi nyawa adiknya sendiri, Fadria Polimengo (16). Insiden tersebut terjadi tepatnya 500 meter dari MTS Negeri 1 Lemito.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan warga setempat, Mohamad Talawa (54), kepada Barakati.id, kejadian bermula ketika Galang bersama teman-temannya sedang nongkrong dan menenggak minuman keras di rumahnya. Setelah pukul 17:30 WITA, Galang mengantar teman-temannya pulang dan kembali ke rumah. Setibanya di rumah, Galang meminjam charger HP dari adiknya, Fadria, yang saat itu sedang tidur.

Penolakan dari Fadria yang merasa terganggu mengakibatkan adu mulut antara keduanya. Tersinggung dengan penolakan dan kata-kata adiknya, Galang langsung menyerang Fadria dengan brutal. Serangan dimulai dengan menggunakan toples yang dihempaskan ke wajah adiknya, dilanjutkan dengan menusukkan tombak ke pipi, dan puncaknya, menusukkan kunci motor ke bagian mata adiknya. Serangkaian aksi kekerasan ini membuat Fadria tersungkur bersimbah darah dan meregang nyawa di kamar tidurnya.

Pengakuan Pelaku dan Penyelidikan

Kapolsek Lemito, Iptu Budi Abd. Gani, membenarkan kejadian pembunuhan tersebut. Awalnya, Galang Polimengo belum mengakui perbuatannya. Namun, setelah polisi menemukan tombak dan kain bersimbah darah di gudang, Galang akhirnya mengaku pada pukul 03:30 WITA dini hari.

“Awalnya belum mengaku si pelaku, karena tubuhnya bersih dari darah, namun karena mendapati sejumlah barang bukti di Gudang, tombak, dan kain bersimbah darah akhirnya dia mengakui perbuatannya,” ujar Iptu Budi Abd. Gani.

Saat ini, Galang telah diamankan di Mapolres Pohuwato untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kondisi Keluarga Korban

Pantauan Barakati.id menunjukkan bahwa keluarga korban saat ini masih dalam keadaan terpukul dan belum bisa memberikan pernyataan apa pun terkait insiden yang menimpa keluarga mereka.

Insiden ini mengguncang masyarakat setempat dan menjadi pengingat akan pentingnya pengendalian emosi serta dampak buruk dari konsumsi minuman keras. Semoga proses hukum berjalan dengan adil dan memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Continue Reading

Gorontalo

Bhayangkari Pohuwato Serahkan Bantuan Sosial untuk Korban Bencana Alam di Bone Bolango

Published

on

GORONTALO – Ketua Bhayangkari dan Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Pohuwato, Ny. Melinda Winarno, bersama dengan pengurus Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Pohuwato, menyerahkan bantuan sosial kepada korban bencana alam di Desa Tulabolo, Kabupaten Bone Bolango. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Posko Darurat Bencana Alam Polres Bone Bolango pada Jumat.

Bantuan yang diserahkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok, seperti air mineral, makanan siap saji, bahan rempah-rempah, dan minuman kemasan. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kabag Ops Polres Bone Bolango, AKP Wanda Dhira Bernard, S.I.K, M.Si, CPHR.

Ny. Melinda Winarno menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Polres Pohuwato terhadap para korban bencana alam di Kabupaten Bone Bolango. Dia berharap bahwa bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terkena musibah.

“Semoga bantuan sosial ini dapat berguna dan bermanfaat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari yang saat ini sedang dirasakan warga yang terkena musibah bencana alam,” ujar Melinda Winarno.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat membantu para korban dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari dan memberikan sedikit keringanan di tengah kesulitan yang mereka hadapi akibat bencana alam yang melanda. Bhayangkari Cabang Pohuwato menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di saat-saat sulit seperti ini.

Continue Reading

Gorontalo

Misteri Kematian Ria: Pemudi 15 Tahun Ditemukan Bersimbah Darah di Rumahnya

Published

on

GORONTALO – Seorang pemudi bernama Ria, berusia sekitar 15 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di kamarnya di Dusun Mutiara, Desa Lemito, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, pada Sabtu pagi. Kejadian ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan keprihatinan mendalam.

Kronologi Kejadian

Menurut Kepala Desa Lemito, Kisman Uwete, peristiwa tragis ini terungkap saat ibu korban, yang bekerja sebagai staf sekretariat PPS, pulang ke rumah untuk beristirahat.

“Saat tiba di rumah, ibu korban langsung menyalakan lampu karena kondisi rumah masih gelap. Dia kemudian memeriksa kamar belakang dan menemukan putrinya terbaring di kasur dalam keadaan bersimbah darah,” ujar Kisman Uwete.

Reaksi dan Tindakan Selanjutnya

Ibu korban segera memberi tahu tetangga dan menghubungi pihak kepolisian. Hingga berita ini diterbitkan, motif dari peristiwa tragis ini masih belum diketahui, dan pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi.

Tindakan Polisi

Pihak kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kejadian ini. Masyarakat setempat turut berharap agar kasus ini segera terungkap dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Kami akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan kasus ini seiring dengan proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler