Connect with us

kabupaten pohuwato

Masuk Lokasi Wisata di Pohuwato, Warga Diminta Perlihatkan Kartu Vaksin

Published

on

Kepala Seksi Linmas Satpol PP Kabupaten Pohuwato Bayu Eka Septian Kaluku || Foto Barakati.id (Isran)

POHUWATO – Mengantisipasi para pengunjung yang belum melakukan vaksinasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato memberlakukan pengetatan penjagaan di pintu-pintu masuk Wisata.

Salah satunya yang terjadi di obyek wisata pantai Libuo, dimana pengunjung yang ingin menikmati tempat wisata tersebut harus menunjukkan kartu vaksin sebagai satu syarat untuk masuk.

Kepala Seksi Linmas Satpol PP Kabupaten Pohuwato Bayu Eka Septian Kaluku mengungkapkan, pos pengamanan obyek wisata pantai Libuo dijaga ketat oleh unsur TNI, Polri, dan Satpol PP.

“Jika ada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi, kami arahkan untuk ke tempat vaksinasi. Alhamdulillah di tempat ini juga ada vaksinasi massal yang dilaksanakan oleh pihak PMI,” ujar Bayu saat diwawancarai awak media, Minggu (2/1/2022).

Dirinya juga menambahkan, jika ada masyarakat yang tidak kooperatif, maka akan diputar balikan oleh petugas yang bertanggung jawab.

“Apabila ada masyarakat yang tidak mau dilakukan vaksinasi, maka akan kita pulangkan ke rumah mereka masing-masing. Namun alhamdulillah pengunjung yang masuk ke tempat wisata ini semuanya rata-rata memperlihatkan kartu vaksinnya,” Katanya.

Advertorial

Siap Jadi Sentra Perikanan Nasional: Bupati Saipul Mbuinga Perjuangkan Program Pusat untuk Pohuwato

Published

on

Pohuwato – Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia Tahun 2026. Forum tingkat tinggi tersebut digelar di Ballroom KKP, Gedung Mina Bahari III Lantai 1, Jakarta, Kamis (02/07/2026).

Rakornas yang berlangsung maraton pada 2–3 Juli 2026 ini mengusung tema besar “Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Mendukung Swasembada Pangan”. Agenda nasional tersebut menjadi panggung strategis dalam menyelaraskan kompas kebijakan pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat eksekusi proyek strategis di sektor bahari.

Kehadiran Bupati Saipul A. Mbuinga menjadi bukti otentik komitmen Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam memperkuat konektivitas birokrasi dengan pusat. Langkah ini diambil demi mengoptimalkan potensi melimpah sektor maritim sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendongkrak taraf hidup masyarakat pesisir dan nelayan tradisional di Bumi Panua.

Dalam forum nasional tersebut, KKP memaparkan cetak biru program prioritas Tahun Anggaran 2026. Beberapa program makro yang disoroti antara lain pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak di wilayah Pantai Utara Jawa, akselerasi kawasan budidaya udang terintegrasi (integrated shrimp farming), pengembangan budidaya tematik, percepatan swasembada garam, hingga modernisasi armada kapal perikanan tangkap nasional.

Sederet program kerja tersebut disokong penuh oleh suntikan alokasi anggaran pemerintah pusat. Langkah stimulan ini merupakan bagian dari manuver negara dalam mempercepat transformasi sektor kelautan agar mampu memberikan kontribusi masif terhadap ketahanan pangan nasional, khususnya mewujudkan swasembada protein hewani.

Bagi Kabupaten Pohuwato, perhelatan akbar ini menjadi momentum krusial untuk melobi dan memperjuangkan program strategis pusat agar mengalir ke daerah. Berbekal bentang laut yang luas, garis pantai yang panjang, serta kekayaan hayati yang melimpah, Pohuwato dinilai memiliki daya tawar tinggi untuk bertransformasi menjadi salah satu sentra perikanan utama di kawasan Indonesia Timur.

Bupati Saipul A. Mbuinga menegaskan bahwa Rakornas KKP bertindak sebagai wadah krusial dalam menyamakan persepsi dan arah kebijakan pembangunan maritim dari hulu ke hilir.

“Melalui koordinasi intensif di Rakornas ini, kami berharap jalinan sinergi vertikal antara pusat dan daerah semakin solid, sehingga program strategis nasional bisa mendarat dan memberikan impak nyata di daerah. Pohuwato memiliki modalitas potensi kelautan yang sangat besar. Kami menyatakan kesiapan penuh menyukseskan swasembada pangan nasional, khususnya swasembada protein, lewat tata kelola perikanan yang berkelanjutan,” urai Saipul A. Mbuinga.

Bupati menambahkan, hasil rumusan dari Rakornas KKP ini akan dijadikan acuan rigid dalam menyusun rancangan program kerja dan penganggaran APBD Tahun 2027. Tujuannya agar akselerasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Pohuwato berjalan lebih efektif, presisi, tepat sasaran, serta berdaya dampak pada penguatan ekonomi daerah.

Continue Reading

Advertorial

Diikuti 125 Pasangan Ganda: Turnamen Badminton Pohuwato Cup 2026 Resmi Digelar

Published

on

Pohuwato – Kompetisi bulu tangkis paling bergengsi di Bumi Panua resmi bergulir. Turnamen Badminton Pohuwato Cup 2026 dibuka secara resmi di Lapangan Panua/Marisa Badminton Hall, Kamis (02/07/2026). Kejuaraan olahraga tingkat kabupaten ini dijadwalkan berlangsung ketat selama empat hari ke depan.

Prosesi pembukaan berlangsung semarak dan dihadiri langsung oleh jajaran pemangku kepentingan daerah. Di antaranya Wakil Bupati Pohuwato Hj. Iwan Saprudin Adam, S.H., anggota DPRD Provinsi Gorontalo Joni Dalanggo, Wakapolres Pohuwato Kompol Henny Mudji Rahayu, S.H., M.H., Ketua Harian Pengkab PBSI Pohuwato Kadir Amran, Ketua Komado Vhia Mbuinga, serta Achmad Apandi selaku Legal Manager Area PT Loka Indah Lestari.

Kejuaraan berskala daerah ini berhasil terlaksana berkat kolaborasi strategis dengan barisan sponsor utama, yakni PT Loka Indah Lestari, CV Palu Mandiri Sejahtera, dan Bank Sulutgo Cabang Marisa. Sinergi ini mengawal kesiapan jajaran ofisial, pelatih, wasit, hingga ratusan atlet yang siap berlaga di atas lapangan.

Ketua Panitia Pelaksana Fardin Mardain menjelaskan bahwa turnamen ini didesain sebagai wadah silaturahmi makro untuk mempererat persaudaraan, sekaligus menjadi ruang inkubasi dalam mengasah bakat olahraga bulu tangkis di tengah masyarakat Pohuwato.

“Turnamen ini bukan sekadar ajang berburu medali atau kompetisi biasa, melainkan instrumen penting untuk memperkukuh tali persaudaraan antar-klub, menguji sportivitas, serta menjaring bibit atlet badminton potensial yang diproyeksikan mampu mengharumkan nama daerah di masa depan,” urai Fardin dalam laporannya.

Fardin membeberkan, Turnamen Pohuwato Cup 2026 kali ini memecahkan rekor partisipasi dengan diikuti oleh 24 klub resmi se-Kabupaten Pohuwato. Total ada 125 pasangan (ganda) peserta yang siap adu strategi guna memperebutkan podium juara utama sepanjang empat hari masa pertandingan.

Atas nama jajaran panitia, Fardin melayangkan apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, korporasi sponsor, serta semua elemen yang telah menyumbangkan kontribusi nyata demi kesuksesan upacara pembukaan.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Pohuwato Hj. Iwan Saprudin Adam, S.H., didaulat memukul kok pertama sebagai tanda dibukanya Turnamen Badminton Pohuwato Cup 2026 secara resmi. Dalam pidato sambutannya, Wabup berharap seluruh rangkaian pertandingan berjalan dengan tensi yang sehat, tertib, serta menjunjung tinggi nilai-nilai fair play.

Lewat seremoni pembukaan tersebut, genderang perang Turnamen Badminton Pohuwato Cup 2026 resmi ditabuh. Publik olahraga Pohuwato kini menaruh harapan besar agar ajang tahunan ini mampu melahirkan pebulu tangkis berbakat yang siap melompat ke level kompetisi nasional maupun internasional.

Continue Reading

Advertorial

Sukses Cetak Rekor 13 Kali Beruntun: Pemkab Pohuwato Kembali Sabet Opini WTP dari BPK RI

Published

on

Pohuwato – Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam menyampaikan secara resmi Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Nota pengantar tersebut dipaparkan dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pohuwato yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Parlemen, Selasa (30/06/2026).

Mengawali pidatonya, Wakil Bupati Iwan S. Adam melayangkan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga yang berhalangan hadir secara fisik. Pada waktu yang bersamaan, Bupati tengah menunaikan tugas luar daerah guna memenuhi undangan agenda Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Atas urgensi tersebut, Bupati menugaskan sang wakil untuk menakhodai penyampaian dokumen anggaran daerah ini.

Iwan menegaskan bahwa instrumen penyusunan laporan pertanggungjawaban fiskal ini merupakan komitmen mutlak rektorat birokrasi daerah dalam mengejawantahkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), akuntabel, transparan, serta adaptif terhadap inovasi digital.

“Proses penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk melahirkan sistem birokrasi yang senantiasa mengedepankan prinsip akuntabilitas publik, sekaligus mampu menyuntikkan berbagai inovasi taktis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujar Iwan S. Adam di hadapan legislatur.

Ia menguraikan bahwa dokumen Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Pohuwato telah disusun secara rigid mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Postur laporan tersebut mencakup tujuh instrumen wajib, yakni Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Arus Kas (LAK), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), serta Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

“Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 yang kami serahkan hari ini telah disesuaikan secara presisi dengan hasil audit klinis Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Dengan demikian, laporan ini dipastikan telah memenuhi aspek normatif, asas kepatutan, serta kewajaran akuntansi negara,” jelasnya.

Lebih lanjut, berpatokan pada produk audit LHP BPK RI tersebut, Wabup Pohuwato membedah gambaran makro realisasi sirkulasi dana daerah yang meliputi tiga poros utama: pos pendapatan daerah, pos belanja daerah, serta pos pembiayaan daerah. Ia menggarisbawahi bahwa jajaran eksekutif telah mencermati penuh seluruh poin rekomendasi BPK RI, baik atas LKPD 2025 maupun sisa rekomendasi dari tahun-tahun anggaran sebelumnya.

“Seluruh rekomendasi BPK RI bertransformasi menjadi kewajiban hukum pemerintah daerah untuk segera diintervensi melalui kebijakan yang tepat. Kami mengharapkan dukungan penuh dari mitra legislatif (DPRD) agar fungsi pengawasan berjalan linier demi kemaslahatan masyarakat,” harapnya.

Di tengah pembacaan nota pengantar, Iwan turut menyisipkan kabar prestisius mengenai raihan rapor hijau tata kelola keuangan Pohuwato. Berkat konsistensi pembenahan sistem akuntansi di setiap organisasi perangkat daerah (OPD), Pemkab Pohuwato kembali sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

“Alhamdulillah, melalui kerja keras kolektif seluruh jajaran OPD dalam membenahi tata kelola kas dan aset daerah, LKPD Pohuwato Tahun Anggaran 2025 kembali diganjar Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini merupakan pencapaian WTP untuk yang ke-13 kalinya secara berturut-turut,” terang Iwan disambut apresiasi anggota dewan.

Menutup penyampaiannya, Wakil Bupati menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), seluruh pimpinan perangkat daerah, serta jajaran pimpinan dan anggota dewan yang bersedia mengawal dokumen ini hingga nanti ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang sah.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler