Ruang Literasi
OSIS Wadah Pembentuk Jiwa Pemimpin Nasionalis
Published
6 years agoon
Oleh : Normawati S. Adjunu
Sekarang kita hidup di zaman reformasi. Berbagai macam perubahan tata
kehidupan terjadi dan mengarah pada kemajuan dan modernisasi di berbagai bidang.
Hal ini sangat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, baik sikap, perilaku, maupun nilai-nilai moral yang ada di masyarakat. Khususnya generasi muda penerus bangsa. Generasi yang akan memberi warna dan wajah baru Indonesia dengan sikap kepemimpinannya.
Tentunya peran berbagai pihak dalam memberikan ksempatan kepada pemuda sangat diperlukan. Dukungan yang dimaksud adalah sarana yang relevan dan mendukung ketercapaian menjadi kader muda bangsa yang dibekali skill, pelatihan IQ, EQ, dan SQ untuk melanjutkan dan mewujudkan cita-cita bangsa dan negara sesuai dengan ideologi Pancasila.
Namun, patut kita sadari bersama, walaupun anak-anak mengenyam
pendidikan di sekolah, pola pikir mereka belum tentu sejalan dengan apa yang diajarkan di sekolah. Apalagi para siswa yang berada pada tingkatan SMP dan SMA.
Mereka cenderung ingin mencari jati diri sendiri, memiliki rasa ingin tahu
yang lebih besar, bahkan rentan mengarah pada hal-hal yang dilarang dalam norma agama, norma hukum dan adat istiadat yang ada di masyarakatnya, seperti merokok, tawuran, bully, bahkan sex bebas atau semua masalah-masalah dalam pergaulan yang menjadi tantangan berat bagi anak-anak bangsa.
Sehingga mereka yang masih dalam proses pendewasaan, cenderung mengalami sanksi sosial yang akan mempengaruhi psikologi siswa. Dampaknya pun akan berimbas pada negara kita sendiri.
Oleh karena itu, untuk mengalihkan mereka dari hal-hal yang negatif, peranan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sangat dibutuhkan dalam
melakukan pendekatan secara mendalam atau menjadi sosok tutor sebaya untuk mengarahkan dan merubah pola pikir yang lebih baik. Dan dengan adanya OSIS di sekolah, secara tidak langsung tugas para guru dalam mendidik siswa akan sedikit terbantukan.
OSIS merupakan organisasi yang ada di setiap sekolah, khususnya pada jenjang SMP dan SMA. Organisasi ini menjadi salah satu wadah bagi para siswa dalam menyalurkan segala aspirasi, potensi, minat dan bakat mereka. Semua dilakukan untuk membangun dan menciptakan generasi muda sebagai kader pemimpin Indonesia Emas.
Selain itu, fungsi OSIS juga sebagai perpanjangan tangan kepala sekolah untuk melakukan pendekatan secara mendalam dengan para siswa, dan untuk membangkitkan serta meningkatkan kesadaran berbangsa, bernegara dan cinta tanah air melalui kegiatan-kegiatan yang terprogram dengn baik sehingga melahirkan siswa-siswa yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Artinya, Organisasi Siswa Intra Sekolah sangat berperan penting dalam membangun siswa menjadi seorang pemimpin yang selalu mengutamakan kepentingan orang banyak dan memiliki jiwa nasionalisme.
Seperti yang kita ketahui bersama, jiwa nasionalisme merupakan rasa cinta tanah air yang terpatri dalam diri, sehingga memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang nantinya berujung pada upaya pembaruan Indonesia. Pembaruan melalui program-program kerja OSIS akan membentuk jiwa generasi muda yang lebih baru, kreatif, inovatif serta
mampu bersaing di kancah global. Lantas, program seperti apa yang dapat
menjadikan siswa memiliki jiwa kepemimpinan yang nasionalis? Berdasarkan Ketetapan MPR nomor IV/MPR/1978 dan Kep. Mendikbud nomor 0323/U/1978 tentang empat jalur pembinaan kesiswaan, yang terdiri dari:
1. Organisasi kesiswaan
2. Latihan dasar kepemimpinan
3. Kegiatan ekstrakurikuler
4. Kegiatan wawasan wiyatamandala
Melalui empat jalur pembinaan kesiswaaan ini, program kerja OSIS akan terwujud, apalagi ditambah dengan beberapa program yang memang khusus di buat oleh OSIS itu sendiri, dengan melihat segala aspek permasalahan yang memang ada di sekolah masing-masing. Program yang dimaksud, seperti :
1. Latihan Dasar Kepemimpinan
Latihan Dasar Kepemimpinan atau LDK merupakan program kerja paten. Melalui LDK semangat dan jiwa kepemimpinan para siswa akan dibangkitkan. Kegiatan ini dilakukan setelah terbentuk kepengurusan OSIS yang baru. Hal ini dilakukan, agar pengurus bisa mengenal lebih dalam apa fungsi dan tujuan OSIS sebenarnya, serta membentuk jiwa
kepemimpinan dalam diri setiap pengurus OSIS. Karena setiap orang
merupakan pemimpin, maka jiwa kepemimpinannya perlu digali dan
dikembangkan hingga menjadi sosok pemimpin yang baik, apalagi dalam
kepengurusan terdapat variasi mental dan pemikiran yang berbeda. Oleh
sebab itu, setiap siswa yang tergabung dalam OSIS haruslah mengikuti LDK.
Setelah mengikuti kegiatan ini, maka semangat untuk membangun dan jiwa kepemimpinan itu akan mulai diaplikasikan dalam kepengurusannya dan dengan sendirinya mereka akan mensugestikan diri menjadi seperti apa yang telah didapatkan dalam pelatihan, karena merasa tergugah dengan hal-hal yang baru dan menantang.
Nah, secara tidak langsung, melalui OSIS lah rasa kepemimpinan itu akan
diperlihatkan kepada siswa yang tidak tergabung dalam OSIS. Maka, OSIS
telah mengambil peran penting dalam hal memberikan keteladanan kepada semua siswa, untuk menjadi seperti yang telah dicontohkan oleh pengurus OSIS.
Lantas, apa saja sikap yang dapat diteladani dari seorang yang
berjiwa kepemimpinan? Sikap yang dapat diteladani, seperti menjadi
seorang motivator kepada siswa lainnya yang tidak memiliki rasa percaya
diri dalam melakukan suatu hal, disiplin, cepat dan tanggap dalam situasi
apapun, mampu mengayomi siswa lainnya, dan mengajak ke hal-hal yang
lebih positif. Dan semua sikap ini hanya dimiliki oleh pengurus OSIS.
Selain itu, sikap-sikap seperti ini akan terbawa ke lingkungannya, sehingga
berpengaruh pada masyarakat sekitarnya.
Maka, mulailah gelombang pembaruan, penangkal hal-hal negatif pada perkembangan zaman modernisasi. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan melalui OSIS lah akan terjadi perubahan kepada siswa lainnya. Bukan hanya kepada siswa di sekolahnya, tetapi juga di lingkungan tempat tinggalnya. Atas dasar itulah, OSIS memiliki peran penting dalam meningkatkan kehidupan berbangsa, bernegara dan cinta tanah air. Gerakan OSIS pun merupakan salah satu gerakan masyarakat menuju kehidupan yang madani.
2. Kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan diluar Kegiatan
Belajar Mengajar(KBM). Kegiatan ini bertujuan untuk mencari potensi,
minat dan bakat siswa melalui kegiatan-kegiatan di berbagai bidang.
Kegiatan ini merupakan wadah bagi para siswa dalam menyalurkan segala
espresi dirinya untuk mendapatkan peningkatan dalam setiap potensi, minat dan bakat dirinya. Tentu saja, Organisasi Siswa Intra Sekolah sangat
berperan dalam hal ini. Karena, OSIS menjadi salah satu pihak yang ikut
mendukung berjalannya kegiatan ekstrakurikuler ini. Ini membuktikan,
bahwa OSIS sangat berperan penting dalam setiap kegiatan yang
dilaksanakan di sekolah.
3. Pentas seni
Pentas seni merupakan kegiatan khusus yang diselenggarakan oleh
Organisasi Siswa Intra Sekolah(OSIS). Dalam hal, menindaklanjuti dari
kegiatan ekstrakurikuler. Pentas seni ini diselenggarakan untuk
menciptakan daya saing diantara para siswa dengan segala potensi, dan
bakat dalam diri setiap siswa. Disinilah ajang pembuktian diri ditampilkan.
Sehingga menjadikan setiap siswa lebih percaya diri dan meyakini kemampuan dalam dirinya.
Melalui kegiatan ini, segala apresiasi dan penghargaan akan diberikan kepada siswa yang memang layak. Tak cukup sampai disini, melalui kegiatan ini pula, maka semangat dan jiwa kepemimpinan akan bangkit dan terus meningkat. Sehingga mampu memberikan terobosan terbaru bagi angsa dan negara.
Peran Organisasi Siswa Intra Sekolah bukan hanya berkisar pada tiga kegiatan yang saya jelaskan di atas. Masih banyak kegiatan-kegiatan yang membangun dan mencerminkan peranan penting OSIS. Dari point-point penting yang telah dijabarkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa Organisasi Siswa Intra Sekolah(OSIS) sangat berperan penting dalam pembangunan bangsa dan negara. OSIS menjadi salah satu wadah yang memperbaiki nilai-nilai dan moral generasi muda penerus bangsa. Peranannya yang berkelanjutan, mampu menjadikan generasi muda penerus bangsa menjadi generasi emas.
Apalagi, contoh-contoh keteladanan yang telah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka lahirlah generasi muda penerus bangsa yang memiliki jiwa pemimpin yang nasionalis.
You may like
Ruang Literasi
Menjaga Jiwa Serambi Madinah: Bukti Nyata Perhatian Pemerintah Kota Gorontalo Terhadap Kebudayaan
Published
5 hours agoon
08/10/2026
Penulis : Dr. Zefrin, M.Pd
Pembangunan sebuah daerah kerap kali terjebak pada megahnya infrastruktur fisik semata, hingga mengabaikan aspek paling mendasar dari suatu peradaban yakni identitas kebudayaan. Di tengah gempuran modernisasi yang masif, Pemerintah Kota Gorontalo justru menunjukkan arah kebijakan yang kontras dan menyejukkan. Melalui sinergi pendidikan, penanaman nilai moral, serta penguatan ingatan sejarah, pemerintah kota membuktikan komitmennya untuk tumbuh maju tanpa pernah mencabut akar tradisi tanah kelahirannya.
Langkah strategis ini diawali dari ruang-ruang kelas lewat program inovatif bertajuk “Satu Sekolah Satu Budaya”. Dijalankan oleh Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, program ini mendorong seluruh satuan pendidikan mulai dari TK, SD, hingga SMP untuk mengimplementasikan tradisi dan seni lokal secara berkelanjutan (RRI.co.id, 2026). Setiap sekolah diajak mengadopsi serta menampilkan kebudayaan khas Gorontalo secara konsisten. Kebijakan ini mengubah fungsi sekolah bukan lagi sekadar tempat menimba ilmu akademis, melainkan ruang panggung hidup bagi lahirnya generasi muda yang cerdas sekaligus berakar kuat pada kearifan lokal.
Tidak berhenti pada sektor pendidikan formal, perhatian pemerintah kota juga merambah pada pembinaan moral dan spiritual remaja melalui tradisi Momeati. Pemerintah Kota Gorontalo secara aktif menggelar pembinaan dan pembeatan massal tradisi adat ini bagi para peserta didik dan remaja putri (YouTube Mimoza TV, 2025). Pelaksanaan ritus sakral yang memadukan nilai adat dan ajaran spiritual ini menjadi benteng pembentukan karakter menuju kedewasaan. Langkah kebijakan ini sejalan dengan temuan ilmiah Hinta dan Lamusu (2018), yang menegaskan bahwa prosesi adat Momeati mengandung makna simbolis dan nilai edukasi moral yang efektif membentuk karakter serta kesucian spiritual remaja putri Gorontalo di tengah dinamika zaman.
Puncak dari komitmen penataan identitas daerah ini diwujudkan melalui penguatan memori kolektif masyarakat. Pemerintah Kota Gorontalo mengoptimalkan alokasi dana apresiasi daerah untuk memperkuat pembangunan Museum 23 Januari guna mengabadikan sejarah perjuangan lokal (hargo.co.id, 2026). Museum yang didedikasikan untuk memperingati Hari Patriotik 23 Januari 1942 ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sarana edukasi publik yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Seperti yang ditekankan oleh Ismail (2020) dalam kajiannya, penguatan museum bersejarah lokal sangat efektif sebagai sarana edukasi dan pembentukan rasa nasionalisme generasi muda melalui artikulasi peristiwa sejarah daerah.
Keberhasilan Kota Gorontalo dalam merajut program pendidikan, pembinaan adat, dan pelestarian sejarah menjadi bukti sahih bahwa modernisasi tidak harus mengorbankan akar tradisi. Pemerintah Kota Gorontalo telah membuktikan keberaniannya untuk tidak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus globalisasi, melainkan bertindak sebagai benteng utama yang aktif menjaga jiwa daerahnya. Langkah ini menegaskan sebuah pesan kuat kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari tingginya gedung yang dibangun, tetapi juga dari seberapa kokoh masyarakatnya menggenggam nilai-nilai luhur para leluhur.
Komitmen utuh ini adalah investasi jangka panjang yang meletakkan kebudayaan sebagai kompas pembangunan masa depan. Dengan memastikan generasi muda Gorontalo tumbuh cerdas, berkarakter mulia, dan bangga akan identitasnya, pemerintah kota sedang menyiapkan fondasi peradaban yang berdaya saing tinggi sekaligus berkepribadian tangguh. Gorontalo pun melangkah mantap menyongsong era baru sebuah kota modern yang senantiasa hidup, bernapas, dan bertumbuh dalam kehangatan budaya serta tradisinya sendiri.
Visi besar ini makin mempertegas posisi Gorontalo yang berambisi melaju kencang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di kawasan timur, tanpa sedikit pun melepaskan baju adatnya. Transformasi perkotaan yang diusung bukan sekadar mengejar angka kemajuan teknokratis, melainkan menciptakan ruang hidup modern yang berjiwa. Di kota ini, teknologi, digitalisasi, dan infrastruktur modern akan berdiri berdampingan secara harmonis dengan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kota Gorontalo sedang membuktikan sebuah formulasi ideal kota masa depan maju dalam peradaban, namun tetap berakar kuat pada tradisi. Melalui kepemimpinan yang peduli dan kebijakan kebudayaan yang terarah, Gorontalo dipastikan tumbuh menjadi daerah yang tidak hanya berdaya saing tinggi di tingkat nasional, tetapi juga menjadi benteng kebudayaan yang disegani. Inilah legacy berharga yang sedang diukir Pemerintah Kota Gorontalo menjadikan tanah Serambi Madinah ini sebagai kota modern yang bangga akan jati diri dan kearifan lokalnya.
Daerah
Respon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
Published
1 week agoon
29/09/2026
GORONTALO UTARA — Usai merampungkan agenda Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) beberapa hari lalu, Laskar Gerindra Gorontalo Utara (Gorut) langsung diterjunkan ke lapangan untuk melayani masyarakat. Melalui instruksi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Gorontalo Utara, para kader menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang tengah dilanda kekeringan ekstrem di Kecamatan Kwandang.
Aksi sosial ini menyasar wilayah yang terdampak krisis pasokan air bersih, dimulai dari Desa Ombulodata dan Desa Pontolo Atas. Penyaluran bantuan air bersih ini dipastikan akan terus berlanjut secara bertahap ke desa-desa lain yang membutuhkan di seluruh wilayah Kecamatan Kwandang.
Koordinator Laskar Gerindra Gorontalo Utara, Febriyan Mohu, menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan bentuk pengabdian nyata para kader pasca-pelatihan.
“Laskar Gerindra tidak hanya dididik untuk memiliki kedisiplinan internal, tetapi juga diajarkan untuk peka dan hadir di tengah kesulitan rakyat. Begitu selesai mengikuti pendidikan dan pelatihan, kami langsung bergerak ke lapangan menyalurkan air bersih bagi warga yang mengalami krisis air. Langkah awal kami mulai dari Desa Ombulodata dan Desa Pontolo Atas, dan akan terus berlanjut ke desa-desa lain se-Kecamatan Kwandang yang membutuhkan,” tegas Febriyan Mohu.
Krisis air bersih yang melanda wilayah Gorontalo Utara tidak terlepas dari fenomena iklim El Niño Godzilla—sebuah fenomena pemanasan suhu permukaan laut tingkat kuat yang memicu musim kemarau ekstrem. Dampak fenomena ini menyebabkan penipisan cadangan air tanah, mengeringnya sumber-sumber air bersih warga, serta lumpuhnya pasokan air bersih di berbagai kawasan pemukiman.
Di tengah kondisi darurat pasokan air akibat fenomena cuaca ekstrem tersebut, Laskar Gerindra Gorut berkomitmen untuk terus siaga memfasilitasi kebutuhan mendasar masyarakat hingga pasokan air warga kembali normal.
Ruang Literasi
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Luncurkan “Manjonongki”, Aplikasi Karya Anak Daerah dari Riset Kampus
Published
3 months agoon
01/07/2026
GORONTALO, 1 Juli 2026 — Kabar membanggakan datang dari dunia digital daerah. Hari ini, sebuah aplikasi kasir dan manajemen kafe-restoran bernama Manjonongki resmi diluncurkan dan mulai dipasarkan ke publik. Yang membuatnya istimewa: aplikasi ini adalah karya asli anak daerah Gorontalo, digagas oleh seorang dosen, dan lahir dari sebuah proses penelitian akademis.
Di balik Manjonongki ada nama Fandli Supandi, M.Kom, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo yang sekaligus bertindak sebagai founder. Baginya, Manjonongki bukan sekadar produk teknologi, melainkan jawaban atas persoalan nyata yang selama ini ia amati di lapangan.
Berawal dari Keresahan yang Nyata, Bukan Sekadar Tren
Berbeda dari kebanyakan aplikasi yang dibuat mengejar tren, Manjonongki berangkat dari masalah lapangan yang konkret. Bagi banyak pemilik warung kopi, kafe, dan rumah makan di Gorontalo, ceritanya nyaris seragam: pesanan dicatat di kertas, uang kas kerap selisih, stok bahan habis tanpa disadari, dan laporan keuangan hanya “kira-kira”.
“Persoalan pelaku UMKM kuliner kita bukan soal kurang semangat, tapi soal alat bantu yang belum berpihak pada mereka,” ujar Fandli Supandi. “Riset ini kami dasari dari keresahan itu — bagaimana teknologi bisa hadir sederhana, terjangkau, dan benar-benar menjawab kebutuhan usaha di daerah.”
Bekerja Diam-diam di Balik Layar, Menyajikan Angka yang Sudah Matang
Kekuatan sesungguhnya Manjonongki justru tak selalu terlihat — ia bekerja diam-diam di balik layar. Setiap kali kasir mencatat pesanan, dapur menyiapkan menu, atau pelanggan membayar, sistem langsung mengolah semuanya menjadi data yang rapi. Pesanan mengalir real-time ke layar dapur dan bar lewat Kitchen Display System, stok bahan terpotong otomatis begitu penjualan terjadi, dan setiap transaksi tercatat tanpa perlu dicatat dua kali.
Yang membuat pemilik usaha bernapas lega adalah bagian analisisnya. Owner tak lagi perlu duduk berjam-jam dengan kalkulator dan buku tebal di penghujung hari. Manjonongki menghitungkan semuanya secara otomatis: omzet, laba bersih, pajak, hingga total pengeluaran tersaji lengkap dan langsung terbaca. Aplikasi bahkan mampu memilah penjualan per metode bayar, menampilkan menu terlaris, memantau modal dan selisih kas di setiap sesi kasir, sampai menghitung gaji dan potongan absensi karyawan hingga ke slip gaji digital — semuanya tanpa satu pun rumus yang harus diketik sendiri.
Dengan kata lain, pemilik cukup membuka satu aplikasi dari ponselnya, dan seluruh cerita bisnisnya — dari pesanan pertama pagi hari sampai laba akhir bulan — sudah tersaji dalam angka yang matang, detail, dan siap dijadikan dasar keputusan. Teknologi yang rumit dikerjakan mesin; pemilik usaha tinggal fokus pada hal yang benar-benar penting: melayani pelanggan dan membesarkan usahanya.
Ketika Kampus Turun ke Pasar
Sebagai dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fandli memadukan dua dunia yang kerap dianggap berjauhan: ketajaman analisis akademis dan kebutuhan praktis pelaku usaha. Manjonongki pun menjadi contoh nyata hilirisasi riset — penelitian yang tidak berhenti di jurnal atau lemari perpustakaan, tetapi menjelma menjadi produk yang dipakai masyarakat.
Semangat ini sejalan dengan arah perguruan tinggi masa kini: menjadikan kampus bukan menara gading, melainkan mitra nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah — khususnya sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Gorontalo.
Kebanggaan Anak Daerah yang Kini Menyapa Publik
Di saat banyak talenta digital memilih hijrah ke kota besar, kehadiran Manjonongki menjadi bukti bahwa inovasi kelas nasional bisa lahir dan berakar di Gorontalo. Dengan peluncuran resminya hari ini, aplikasi ini kini terbuka bagi publik luas — termasuk dapat diakses melalui aplikasi Android.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak Gorontalo mampu membangun produk teknologi yang tidak kalah dengan buatan luar,” tegas Fandli. “Dan yang terpenting, produk ini kembali untuk memberdayakan pelaku usaha di kampung halaman sendiri.”
Harapannya sederhana namun berdampak besar: semakin banyak kafe, warung kopi, dan restoran di Gorontalo — dan kelak di seluruh Indonesia — yang naik kelas berkat pengelolaan yang lebih rapi, cerdas, dan modern.
Dari sebuah keresahan kecil di meja kasir, tumbuh sebuah karya yang membawa nama daerah dan almamater. Manjonongki membuktikan satu hal: solusi terbaik kadang tidak datang dari jauh, melainkan lahir dari orang yang paling memahami masalahnya.
Tekan Angka Kriminalitas Malam! Polsek Kota Utara Sita Puluhan Liter Miras di Sipatana
Harumkan Nama Indonesia di Kancah Asia! Mahasiswa dan Alumni FOK UNG Sabet Medali Asian Games 2026
Menjaga Jiwa Serambi Madinah: Bukti Nyata Perhatian Pemerintah Kota Gorontalo Terhadap Kebudayaan
Sentil Isu Viral di Samsat, Legislator PKS Minta Kapolda Baru Usut Tuntas Kasus Pelayanan
Sejajar Perguruan Tinggi Terbaik Nasional! S1 Kesmas dan D3 Farmasi UNG Raih Akreditasi Unggul
Respon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
Muda, Disiplin, dan Militan! Gemblengan Kaderisasi khas Hambalang Hadir di Diklat Laskar Gerindra Gorontalo
Resmi Dilantik! Erna Giasi Siap Nakhodai GOW Kabupaten Pohuwato Periode 2026–2031
Bayar Tagihan Tapi Air Mati! Warga Pohuwato Keluhkan Pelayanan PDAM
Naungi 21 Organisasi Wanita, Erna Nento Giasi Pimpin GOW Pohuwato Lima Tahun Ke Depan
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo1 month agoTampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
-
Gorontalo3 months agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo2 months agoSalurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
-
Gorontalo1 month agoSalurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
-
kabupaten boalemo1 month agoPolemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
-
Gorontalo1 month agoBerani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
-
Daerah1 week agoRespon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
-
Gorontalo2 months agoKurang dari 1×24 Jam: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pembobol Konter HP
