Ruang Literasi
OSIS Wadah Pembentuk Jiwa Pemimpin Nasionalis
Published
6 years agoon
Oleh : Normawati S. Adjunu
Sekarang kita hidup di zaman reformasi. Berbagai macam perubahan tata
kehidupan terjadi dan mengarah pada kemajuan dan modernisasi di berbagai bidang.
Hal ini sangat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, baik sikap, perilaku, maupun nilai-nilai moral yang ada di masyarakat. Khususnya generasi muda penerus bangsa. Generasi yang akan memberi warna dan wajah baru Indonesia dengan sikap kepemimpinannya.
Tentunya peran berbagai pihak dalam memberikan ksempatan kepada pemuda sangat diperlukan. Dukungan yang dimaksud adalah sarana yang relevan dan mendukung ketercapaian menjadi kader muda bangsa yang dibekali skill, pelatihan IQ, EQ, dan SQ untuk melanjutkan dan mewujudkan cita-cita bangsa dan negara sesuai dengan ideologi Pancasila.
Namun, patut kita sadari bersama, walaupun anak-anak mengenyam
pendidikan di sekolah, pola pikir mereka belum tentu sejalan dengan apa yang diajarkan di sekolah. Apalagi para siswa yang berada pada tingkatan SMP dan SMA.
Mereka cenderung ingin mencari jati diri sendiri, memiliki rasa ingin tahu
yang lebih besar, bahkan rentan mengarah pada hal-hal yang dilarang dalam norma agama, norma hukum dan adat istiadat yang ada di masyarakatnya, seperti merokok, tawuran, bully, bahkan sex bebas atau semua masalah-masalah dalam pergaulan yang menjadi tantangan berat bagi anak-anak bangsa.
Sehingga mereka yang masih dalam proses pendewasaan, cenderung mengalami sanksi sosial yang akan mempengaruhi psikologi siswa. Dampaknya pun akan berimbas pada negara kita sendiri.
Oleh karena itu, untuk mengalihkan mereka dari hal-hal yang negatif, peranan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sangat dibutuhkan dalam
melakukan pendekatan secara mendalam atau menjadi sosok tutor sebaya untuk mengarahkan dan merubah pola pikir yang lebih baik. Dan dengan adanya OSIS di sekolah, secara tidak langsung tugas para guru dalam mendidik siswa akan sedikit terbantukan.
OSIS merupakan organisasi yang ada di setiap sekolah, khususnya pada jenjang SMP dan SMA. Organisasi ini menjadi salah satu wadah bagi para siswa dalam menyalurkan segala aspirasi, potensi, minat dan bakat mereka. Semua dilakukan untuk membangun dan menciptakan generasi muda sebagai kader pemimpin Indonesia Emas.
Selain itu, fungsi OSIS juga sebagai perpanjangan tangan kepala sekolah untuk melakukan pendekatan secara mendalam dengan para siswa, dan untuk membangkitkan serta meningkatkan kesadaran berbangsa, bernegara dan cinta tanah air melalui kegiatan-kegiatan yang terprogram dengn baik sehingga melahirkan siswa-siswa yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Artinya, Organisasi Siswa Intra Sekolah sangat berperan penting dalam membangun siswa menjadi seorang pemimpin yang selalu mengutamakan kepentingan orang banyak dan memiliki jiwa nasionalisme.
Seperti yang kita ketahui bersama, jiwa nasionalisme merupakan rasa cinta tanah air yang terpatri dalam diri, sehingga memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang nantinya berujung pada upaya pembaruan Indonesia. Pembaruan melalui program-program kerja OSIS akan membentuk jiwa generasi muda yang lebih baru, kreatif, inovatif serta
mampu bersaing di kancah global. Lantas, program seperti apa yang dapat
menjadikan siswa memiliki jiwa kepemimpinan yang nasionalis? Berdasarkan Ketetapan MPR nomor IV/MPR/1978 dan Kep. Mendikbud nomor 0323/U/1978 tentang empat jalur pembinaan kesiswaan, yang terdiri dari:
1. Organisasi kesiswaan
2. Latihan dasar kepemimpinan
3. Kegiatan ekstrakurikuler
4. Kegiatan wawasan wiyatamandala
Melalui empat jalur pembinaan kesiswaaan ini, program kerja OSIS akan terwujud, apalagi ditambah dengan beberapa program yang memang khusus di buat oleh OSIS itu sendiri, dengan melihat segala aspek permasalahan yang memang ada di sekolah masing-masing. Program yang dimaksud, seperti :
1. Latihan Dasar Kepemimpinan
Latihan Dasar Kepemimpinan atau LDK merupakan program kerja paten. Melalui LDK semangat dan jiwa kepemimpinan para siswa akan dibangkitkan. Kegiatan ini dilakukan setelah terbentuk kepengurusan OSIS yang baru. Hal ini dilakukan, agar pengurus bisa mengenal lebih dalam apa fungsi dan tujuan OSIS sebenarnya, serta membentuk jiwa
kepemimpinan dalam diri setiap pengurus OSIS. Karena setiap orang
merupakan pemimpin, maka jiwa kepemimpinannya perlu digali dan
dikembangkan hingga menjadi sosok pemimpin yang baik, apalagi dalam
kepengurusan terdapat variasi mental dan pemikiran yang berbeda. Oleh
sebab itu, setiap siswa yang tergabung dalam OSIS haruslah mengikuti LDK.
Setelah mengikuti kegiatan ini, maka semangat untuk membangun dan jiwa kepemimpinan itu akan mulai diaplikasikan dalam kepengurusannya dan dengan sendirinya mereka akan mensugestikan diri menjadi seperti apa yang telah didapatkan dalam pelatihan, karena merasa tergugah dengan hal-hal yang baru dan menantang.
Nah, secara tidak langsung, melalui OSIS lah rasa kepemimpinan itu akan
diperlihatkan kepada siswa yang tidak tergabung dalam OSIS. Maka, OSIS
telah mengambil peran penting dalam hal memberikan keteladanan kepada semua siswa, untuk menjadi seperti yang telah dicontohkan oleh pengurus OSIS.
Lantas, apa saja sikap yang dapat diteladani dari seorang yang
berjiwa kepemimpinan? Sikap yang dapat diteladani, seperti menjadi
seorang motivator kepada siswa lainnya yang tidak memiliki rasa percaya
diri dalam melakukan suatu hal, disiplin, cepat dan tanggap dalam situasi
apapun, mampu mengayomi siswa lainnya, dan mengajak ke hal-hal yang
lebih positif. Dan semua sikap ini hanya dimiliki oleh pengurus OSIS.
Selain itu, sikap-sikap seperti ini akan terbawa ke lingkungannya, sehingga
berpengaruh pada masyarakat sekitarnya.
Maka, mulailah gelombang pembaruan, penangkal hal-hal negatif pada perkembangan zaman modernisasi. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan melalui OSIS lah akan terjadi perubahan kepada siswa lainnya. Bukan hanya kepada siswa di sekolahnya, tetapi juga di lingkungan tempat tinggalnya. Atas dasar itulah, OSIS memiliki peran penting dalam meningkatkan kehidupan berbangsa, bernegara dan cinta tanah air. Gerakan OSIS pun merupakan salah satu gerakan masyarakat menuju kehidupan yang madani.
2. Kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan diluar Kegiatan
Belajar Mengajar(KBM). Kegiatan ini bertujuan untuk mencari potensi,
minat dan bakat siswa melalui kegiatan-kegiatan di berbagai bidang.
Kegiatan ini merupakan wadah bagi para siswa dalam menyalurkan segala
espresi dirinya untuk mendapatkan peningkatan dalam setiap potensi, minat dan bakat dirinya. Tentu saja, Organisasi Siswa Intra Sekolah sangat
berperan dalam hal ini. Karena, OSIS menjadi salah satu pihak yang ikut
mendukung berjalannya kegiatan ekstrakurikuler ini. Ini membuktikan,
bahwa OSIS sangat berperan penting dalam setiap kegiatan yang
dilaksanakan di sekolah.
3. Pentas seni
Pentas seni merupakan kegiatan khusus yang diselenggarakan oleh
Organisasi Siswa Intra Sekolah(OSIS). Dalam hal, menindaklanjuti dari
kegiatan ekstrakurikuler. Pentas seni ini diselenggarakan untuk
menciptakan daya saing diantara para siswa dengan segala potensi, dan
bakat dalam diri setiap siswa. Disinilah ajang pembuktian diri ditampilkan.
Sehingga menjadikan setiap siswa lebih percaya diri dan meyakini kemampuan dalam dirinya.
Melalui kegiatan ini, segala apresiasi dan penghargaan akan diberikan kepada siswa yang memang layak. Tak cukup sampai disini, melalui kegiatan ini pula, maka semangat dan jiwa kepemimpinan akan bangkit dan terus meningkat. Sehingga mampu memberikan terobosan terbaru bagi angsa dan negara.
Peran Organisasi Siswa Intra Sekolah bukan hanya berkisar pada tiga kegiatan yang saya jelaskan di atas. Masih banyak kegiatan-kegiatan yang membangun dan mencerminkan peranan penting OSIS. Dari point-point penting yang telah dijabarkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa Organisasi Siswa Intra Sekolah(OSIS) sangat berperan penting dalam pembangunan bangsa dan negara. OSIS menjadi salah satu wadah yang memperbaiki nilai-nilai dan moral generasi muda penerus bangsa. Peranannya yang berkelanjutan, mampu menjadikan generasi muda penerus bangsa menjadi generasi emas.
Apalagi, contoh-contoh keteladanan yang telah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka lahirlah generasi muda penerus bangsa yang memiliki jiwa pemimpin yang nasionalis.
You may like
Ruang Literasi
Perempuan di Garda Depan: Makna Hari Kebebasan Pers bagi Wartawan Perempuan
Published
3 weeks agoon
04/05/2026
Penulis : Jurnalis Perempuan S.Amu
Hari Kebebasan Pers menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran jurnalis dalam menjaga demokrasi, transparansi, dan hak publik atas informasi. Namun di balik semangat itu, ada satu kelompok yang kerap menghadapi tantangan berlapis: wartawan perempuan.
Di tengah dinamika dunia jurnalistik yang terus berkembang, perempuan tidak lagi sekadar pelengkap di ruang redaksi. Mereka hadir sebagai reporter lapangan, editor, hingga pemimpin media. Meski demikian, perjalanan mereka tidak selalu mudah.
Selain menghadapi tekanan profesional seperti tuntutan kecepatan dan akurasi berita, wartawan perempuan juga kerap berhadapan dengan risiko kekerasan berbasis gender, diskriminasi, hingga stereotip yang masih melekat.
Hari Kebebasan Pers menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi harus inklusif dan menjamin keamanan bagi semua jurnalis, tanpa terkecuali perempuan.
Dalam menjalankan tugasnya, wartawan perempuan seringkali berada di garis depan meliput isu-isu sensitif seperti konflik sosial, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga praktik korupsi. Keberanian mereka tidak hanya memperkaya perspektif pemberitaan, tetapi juga membuka ruang empati yang lebih luas bagi masyarakat.
Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa perlindungan terhadap wartawan perempuan masih perlu diperkuat. Kasus pelecehan saat peliputan, intimidasi di ruang digital, hingga minimnya kebijakan redaksi yang sensitif gender menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Oleh karena itu, peringatan Hari Kebebasan Pers harus menjadi momentum untuk mendorong media, pemerintah, dan masyarakat sipil agar menciptakan ekosistem jurnalistik yang aman dan setara.
Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kapasitas dan kepemimpinan perempuan di dunia pers. Representasi perempuan dalam posisi strategis akan mendorong kebijakan yang lebih adil dan memperhatikan perspektif gender dalam pemberitaan.
Di era digital saat ini, suara wartawan perempuan semakin kuat dan luas jangkauannya. Melalui berbagai platform, mereka tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga memperjuangkan keadilan dan kesetaraan. Hari Kebebasan Pers bukan sekadar perayaan, melainkan panggilan untuk memastikan bahwa setiap jurnalis perempuan dapat bekerja dengan aman, bebas, dan bermartabat.
Karena pada akhirnya, kebebasan pers yang sejati adalah ketika semua suara termasuk suara perempuan dapat didengar tanpa rasa takut. Selamat Hari Kebebasan Pers.
News
Fakta Mengejutkan: Tanpa Pengawasan, 66 Persen Penggunaan Gadget Berdampak Buruk pada Anak
Published
4 weeks agoon
30/04/2026
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di abad ke-21 telah membawa transformasi besar pada alat komunikasi. Kondisi ini membuat penggunaan gadget (gawai) semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, tak terkecuali bagi anak-anak usia dini.
Menyikapi fenomena tersebut, sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa pengawasan ketat dari orang tua menjadi kunci utama agar penggunaan perangkat digital tidak berdampak buruk pada proses tumbuh kembang anak.
Fakta ini terungkap dalam sebuah riset yang dilakukan oleh peneliti Indian Sunita dan Eva Mayasari. Penelitian ini berfokus pada analisis pengawasan orang tua terhadap dampak penggunaan gadget pada anak usia dini di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK Taruna Islam, Kota Pekanbaru.
Dalam laporannya, para peneliti menjelaskan bahwa anak-anak kini telah bergeser menjadi konsumen aktif berbagai produk teknologi. Jika dahulu gawai lebih banyak dimanfaatkan oleh kalangan profesional, kini perangkat cerdas seperti smartphone, tablet, iPad, hingga laptop lekat dengan aktivitas harian balita.
Berdasarkan survei awal yang dilakukan di PAUD dan TK Taruna Islam Pekanbaru, tercatat sebanyak 74 siswa telah mengenal dan berinteraksi aktif dengan gawai. Angka tersebut terdiri dari 12 anak di tingkat PAUD dan 62 anak di tingkat TK.
“Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner, yang bertujuan untuk mengetahui secara pasti hubungan antara tingkat pengawasan orang tua dengan dampak penggunaan gawai terhadap perkembangan anak,” tulis laporan penelitian tersebut.
Dari hasil pengumpulan data, penggunaan gawai sebenarnya mampu memberikan dampak positif sebesar 62 persen jika dikelola dengan baik, sementara dampak negatifnya berada di angka 38 persen.
Namun, penelitian ini juga menemukan korelasi yang tajam terkait peran pengawasan. Hasilnya menunjukkan bahwa pengawasan orang tua yang baik (ketat) berbanding lurus dengan dampak positif sebesar 78,1 persen. Sebaliknya, pengawasan yang longgar atau kurang baik berujung pada dampak negatif sebesar 66,7 persen. Melalui uji statistik, ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengawasan orang tua dan dampak gawai pada anak, dengan nilai p-value 0,05.
Para peneliti menggarisbawahi, meski ada sisi positif, penggunaan gawai yang berlebihan tanpa kontrol akan memicu rentetan dampak buruk bagi anak. Risiko tersebut meliputi menurunnya kemampuan membaca dan menulis, gangguan bersosialisasi di dunia nyata, rentan terpapar konten negatif, gangguan pola tidur, risiko obesitas, hingga memicu ketidakstabilan emosional.
Sebagai kesimpulan, riset ini menegaskan bahwa orang tua memegang peran paling esensial. Pembatasan jam layar (screen time) sesuai kebutuhan usia anak mutlak dilakukan. Selain itu, orang tua diimbau untuk lebih aktif mengarahkan anak pada kegiatan yang bersifat edukatif fisik dan interaksi sosial yang sehat.
News
Didaftarkan Sejak Bayi, Siswa SMP ‘Syafina’ Lolos Jadi Jemaah Haji Termuda Tahun Ini
Published
1 month agoon
23/04/2026
Mata Syafina Marwa berbinar-binar di tengah hiruk pikuk Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (22/4/2026). Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, remaja asal Tangerang, Banten ini sudah mengenakan seragam kebanggaan calon jemaah haji Indonesia. Syafina tergabung dalam kloter pertama Embarkasi Banten, menjadikannya salah satu jemaah termuda di musim haji tahun ini.
Duduk di bangku kelas 2 SMP, Syafina tak menampik bahwa ada gejolak perasaan yang sulit dijabarkan saat langkah kakinya makin dekat dengan pesawat yang akan membawanya ke Tanah Suci.
“Deg-degan, seneng, campur aduk lah,” ucap Syafina dengan senyum simpul saat ditemui sebelum keberangkatan.
Kabar keberangkatannya menuju Makkah tak ayal menjadi perbincangan hangat di lingkungan sekolahnya di Bogor, Jawa Barat. Banyak dari kawan-kawannya yang menitipkan doa dan ikut berbahagia. “Seneng sih, pada kaget juga,” tutur Syafina mengingat reaksi teman-temannya.
Menghadapi ibadah fisik dan spiritual yang berat, Syafina menyadari bahwa persiapan materi tak akan cukup. Karena itu, ia membekali dirinya dengan ketahanan psikologis yang kuat. “Iya, (siapin) mental,” singkatnya.
Keberangkatan Syafina di usia belia ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan matang sang ayah, Tommy Hartoyo (46). Lelaki tersebut telah mendaftarkan putri bungsunya jauh sebelum Syafina mengerti apa itu ibadah haji.
“Dari kurang lebih nggak nyampe (usia) satu tahun ya. Karena dia kan kelahiran 2012. Begitu di awal 2013 kalau nggak salah (didaftarin),” ucap Tommy mengenang momen belasan tahun silam.
“Umur mau satu tahun,” tambahnya menegaskan.
Menurut penuturan Tommy, sistem regulasi pendaftaran haji di masa lalu masih memungkinkan anak bayi didaftarkan tanpa batasan usia minimal seperti saat ini.
“Iya, kalau dulu itu nggak ada kena peraturan yang kayak sekarang. Kalau sekarang kan harus nunggu anak di usia 12 tahun baru bisa daftar. Nah, yang dulu-dulu belum tuh. Jadi alhamdulillah bisa lolos,” ucap Tommy penuh syukur. Ia juga memaparkan bahwa waktu antrean saat ia mendaftarkan Syafina masih berada di kisaran belasan tahun. “Regulasi yang tahun 2013 itu nunggunya 13 tahun,” tambahnya.
Niat tulus Tommy mendaftarkan anaknya sejak bayi didasari oleh keinginan sederhana namun mendalam sebagai seorang ayah Muslim. “Ya sempet terpikir aja, biar menjalankan rukun Islam,” tutur Tommy. Ia juga bersyukur karena seluruh anggota inti keluarganya, termasuk istri, kakak perempuan Syafina, dan kerabat lainnya bisa berangkat bersama di tahun yang sama. “Ini mumpung ada orang tuanya,” tambahnya.
Sejarah Baru Embarkasi Banten
Momen keberangkatan Syafina dan keluarganya terasa semakin istimewa karena mencetak sejarah baru bagi Provinsi Banten. Berdasarkan data yang dihimpun dari Tempo dan Kompas, tahun ini merupakan pertama kalinya Embarkasi Banten yang berlokasi di Grand Elhaj Cipondoh difungsikan sebagai titik pemberangkatan, bukan sekadar titik kepulangan.
Gubernur Banten Andra Soni mencatat, akan ada lebih dari 9.000 jemaah asal Banten yang menunaikan ibadah haji tahun ini. Prosesi pelepasan kloter pertama ini sendiri dihadiri oleh deretan tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, yang turut menyapa langsung Syafina dan para jemaah lainnya sebelum menaiki pesawat menuju Madinah.
Sasar Rekognisi Global: FIP UNG Desain Pendidikan Teluk Tomini Menuju Internasionalisasi
Tanggapi Pernyataan Jasin Mohammad, Ketua OC Tegaskan Muprov Kadin Gorontalo Ditunda Murni Karena Arahan Pusat, Bukan Masalah Finansial
Cetak Sejarah Baru: FK UNG Resmi Buka Pendaftaran PPDS Spesialis Anestesiologi 2026
Sasar Ekonomi Sirkulasi: SDGs Center UNG Sokong Deklarasi Pilah Sampah Dumbo Raya
Gandeng Monash University: Internasionalisasi UNG Lahirkan Platform Kesehatan Digital
Masyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
Sentil Gubernur Gusnar! Wali Kota Adhan Kecewa Pemisahan Disparpora Mangkrak di Pemprov
Nyanyian Bos Tambang: Bayar Puluhan Juta Tapi Tak Diberi Akses, Daeng Muding Minta Uang Kembali
Total Hadiah Rp60 Juta: Turnamen Catur Pohuwato Cup 2026 Resmi Dimulai
Dari Tengah Sawah, Jurnalisme Bertumbuh: Menyambut Konferwil AMSI Gorontalo 2026
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Daerah2 weeks agoMasyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
-
Gorontalo2 months agoTak Tinggal Diam! Dugaan Pelecehan dan Pelanggaran Kerja Alfamidi Dilaporkan ke Disnaker
-
Gorontalo2 months agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
-
Gorontalo3 months agoNamanya Dicatut Media, Wakil Dewan Pengawas KUD Dharma Tani Angkat Bicara
-
Advertorial3 months agoDari Popayato Barat, Pemkab Pohuwato Awali Safari Ramadan 1447 H
-
Gorontalo3 months agoTujuan Mulia Tersandung Kritik, MBG Gorontalo Ramai Dikeluhkan di Medsos
-
Advertorial3 months agoLangkah Berani Pohuwato: MoU Daur Ulang Plastik dan Konservasi Bentang Alam Resmi Diteken
-
Advertorial3 months agoTumbuh di Tengah Tantangan, Pohuwato Catat Investasi Tertinggi di Gorontalo
