Connect with us

Advertorial

Pimpinan DPRD Pohuwato Resmi Dilantik: Suharsi Igirisa Harapkan Kinerja yang Optimal

Published

on

Pohuwato – Rapat paripurna dalam rangka pengucapan sumpah/janji Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato masa jabatan 2024-2029 berlangsung di ruang sidang DPRD Pohuwato pada Senin, (30/09/2024). Acara ini dihadiri oleh Plt. Bupati Pohuwato, Suharsi Igirisa, serta Ketua Pengadilan Negeri Marisa, Achmad Yuliandi Erria Putra, S.H., M.H., yang melakukan pelantikan.

Pimpinan DPRD Pohuwato yang dilantik terdiri dari Beni Nento sebagai Ketua, Hamdi Alamri sebagai Wakil Ketua I, dan Delpan Yanjo sebagai Wakil Ketua II. Selain itu, turut hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimda Pohuwato, Sekda Iskandar Datau, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, camat, serta organisasi wanita.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Suharsi Igirisa menekankan bahwa pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD merupakan simbol kepercayaan dan tanggung jawab yang besar. Ia berharap pimpinan DPRD yang baru dapat menjadi jembatan antara pemerintah daerah dan masyarakat, serta mampu menyuarakan aspirasi rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Posisi yang terhormat sebagai pimpinan DPRD bukanlah sekadar jabatan, tetapi sebuah amanah untuk merealisasikan cita-cita bersama akan daerah yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” katanya.

Suharsi juga menegaskan pentingnya penguatan fungsi dasar DPRD dalam hal legislasi, pengawasan, dan anggaran. Ketiga fungsi tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dan saling mendukung. Ia mendorong anggota DPRD untuk melahirkan produk legislasi yang relevan dengan kepentingan jangka panjang Kabupaten Pohuwato.

Di akhir sambutannya, Suharsi mengucapkan selamat kepada pimpinan DPRD yang baru dan menyampaikan terima kasih kepada pimpinan DPRD sebelumnya, yaitu H. Nasir Giasi, Idris Kadji, dan Nirwan Due, yang telah mendukung agenda pemerintah Kabupaten Pohuwato selama ini. “Saya yakin, dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki, pimpinan yang baru akan mampu menjalankan tugas ini dengan baik,” pungkasnya.

Advertorial

Unjuk Gigi di Limboto Barat: Ratusan Inovasi Mahasiswa UNG Mengajar Batch 9 Resmi Dipamerkan

Published

on

UNG – Beragam produk inovasi pembelajaran hasil kreativitas mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi unjuk gigi di ruang publik. Seluruh karya tersebut dipamerkan dalam ajang Pameran Produk Program UNG Mengajar Batch 9 Wilayah Kabupaten Gorontalo yang diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP) UNG di SMP Negeri 3 Limboto Barat, Rabu (08/07/2026).

Ajang tahunan ini didesain sebagai ruang diseminasi makro atas berbagai luaran (output) Program UNG Mengajar yang telah diuji coba selama satu semester penuh di berbagai sekolah mitra. Tidak sekadar memajang hasil karya estetik, pameran ini bertindak sebagai bukti otentik kontribusi nyata dunia kampus dalam menyuntikkan inovasi demi mendongkrak mutu pembelajaran di Kabupaten Gorontalo.

Pada pelaksanaan UNG Mengajar Batch 9 kali ini, rektorat menerjunkan sedikitnya 217 mahasiswa lintas program studi untuk mengabdi di 19 sekolah mitra yang mencakup jenjang SD, SMP, SMA, hingga Madrasah Aliyah (MA). Sepanjang masa pengabdian, para mahasiswa berkolaborasi melekat dengan guru kelas dalam merancang draf metode serta media pembelajaran interaktif yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.

Sederet produk edukatif yang dipamerkan di antaranya modul ajar Kurikulum Merdeka, aplikasi media pembelajaran berbasis teknologi digital, alat peraga edukatif (APE) konvensional, perangkat asesmen interaktif, hingga draf program penguatan literasi dan pendidikan karakter.

Kepala LPMPP UNG Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd. menjelaskan bahwa pameran produk ini menjadi hilirisasi penting untuk mengukur efektivitas inovasi yang digodok mahasiswa selama di lapangan. Ajang ini sekaligus menjadi ruang berbagi inspirasi (knowledge sharing) antar-mahasiswa dan guru untuk mereplikasi praktik pembelajaran yang sukses.

“Melalui pameran ini, kami berharap ragam inovasi media dan perangkat pembelajaran yang dihasilkan mahasiswa tidak menguap begitu saja, melainkan dapat menjadi referensi hidup bagi sekolah lain untuk dikembangkan demi menaikkan indeks mutu pendidikan daerah,” urai Prof. Elya Nusantari.

Pantauan di lokasi, atmosfer pameran berlangsung semarak dengan berdirinya 19 stan sekolah mitra. Setiap stan memamerkan kolaborasi dinamis antara mahasiswa dengan siswa sekolah setempat, mulai dari media visual interaktif hingga dokumentasi audio-visual selama program berlangsung.

Apresiasi senada dilayangkan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG Dr. Harto Malik, M.Hum. Ia memuji solidnya sinergi vertikal yang terbangun antara UNG, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, dan jajaran sekolah mitra. Dr. Harto mendesak agar seluruh produk inovasi ini diadopsi secara permanen oleh sekolah.

“Inovasi ini jangan berhenti sebagai pajangan pameran semata. Pihak sekolah mitra wajib menggunakan dan menyempurnakannya secara berkelanjutan. Kolaborasi taktis perguruan tinggi dan sekolah seperti inilah yang menjadi kunci utama akselerasi mutu pendidikan di daerah,” tegas Dr. Harto Malik.

Gayung bersambut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo Dr. Abd. Waris, S.Pd., M.Pd. mengakui kehadiran mahasiswa UNG Mengajar sukses menyuntikkan energi baru bagi ekosistem sekolah, terutama dalam memicu kreativitas guru dan memotivasi siswa di kelas. Ia berharap kemitraan strategis dengan UNG dapat terus dirawat dan diperluas pada masa mendatang.

Continue Reading

Advertorial

Sasar 28 Desa di Kabupaten Gorontalo: Ratusan Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Resmi Dilepas

Published

on

UNG – Ratusan mahasiswa rumpun kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersiap diterjunkan ke garis terdepan pengabdian masyarakat. Selama 1,5 bulan ke depan, para mahasiswa lintas disiplin medis ini akan mengemban misi kemanusiaan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan, dengan fokus utama pada deteksi dini dan pendampingan kehamilan risiko tinggi. Langkah taktis ini diambil sebagai upaya nyata akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA) pada 28 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo.

Saat melepas secara resmi rombongan mahasiswa, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. menggarisbawahi bahwa KKN Profesi Kesehatan bukanlah ritual akademik tahunan yang bersifat formalitas semata. Lebih dari itu, agenda ini merupakan kawah candradimuka bagi pembentukan karakter profesional sekaligus medium orisinal bagi mahasiswa untuk melahirkan solusi aplikatif atas kompleksitas problem kesehatan di akar rumput.

Prof. Hafidz mendesak para mahasiswa agar memanfaatkan momentum lapangan ini untuk menguji sekaligus mengimplementasikan khazanah ilmu pengetahuan yang telah mereka serap di ruang-ruang kuliah demi kemaslahatan publik.

“Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Aplikasikan ilmu yang kalian miliki guna mengatrol kualitas kesehatan publik. KKN profesi kesehatan juga harus menjadi momentum krusial untuk mempererat rantai kolaborasi dengan tenaga kesehatan setempat, pemerintah desa, kader posyandu, hingga elemen masyarakat dalam mengeksekusi berbagai program kesehatan preventif,” tegas Prof. Hafidz di hadapan para peserta.

Guru besar UNG ini mengingatkan bahwa parameter keberhasilan KKN profesi kesehatan tidak boleh hanya diukur secara kuantitatif melalui laporan administrasi program kerja yang selesai. Indikator utama kesuksesan justru terletak pada kedewasaan mahasiswa dalam membangun komunikasi terapeutik, menyelami kebutuhan riil warga, serta menghadirkan formula solusi yang relevan terhadap sengkarut masalah kesehatan di lapangan.

“Melalui interaksi sosial dan klinis secara langsung dengan masyarakat, mahasiswa dituntut untuk belajar membaca peta kondisi riil pelayanan kesehatan daerah. Di saat yang sama, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengasah ketajaman berpikir kritis, jiwa kepemimpinan (leadership), serta budaya kerja sama lintas profesi (interprofessional collaboration),” terangnya panjang lebar.

Di akhir arahannya, Prof. Hafidz memotivasi barisan mahasiswa pengabdian agar tidak memposisikan diri sekadar sebagai pelaksana program yang pasif. Mahasiswa ditantang untuk bertransformasi menjadi mitra strategis masyarakat yang mampu menyuntikkan edukasi berkelanjutan, pendampingan melekat, serta melahirkan inovasi taktis dalam mendongkrak derajat kesehatan makro, khususnya pada kluster kesehatan ibu dan anak (KIA).

Bagi manajemen rektorat UNG, KKN Profesi Kesehatan memegang peranan vital dalam mencetak profil lulusan kesehatan yang tidak hanya unggul secara teoretis akademik, namun juga memiliki sensitivitas kepedulian sosial yang tinggi, empati mendalam, serta kompetensi profesional tangguh yang siap diserap oleh industri kesehatan modern.

Continue Reading

Advertorial

Riset Laboratorium Tembus Birokrasi: Aplikasi ‘LibQual Analyzer’ Karya PLP Teknik Industri UNG Resmi Diadopsi Pemprov

Published

on

UNG – Kolaborasi taktis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah kembali membuahkan hasil nyata. Berlokasi di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyerahkan sekaligus mendemonstrasikan pengoperasian perangkat lunak LibQual Analyzer System v1.0. Aplikasi berbasis teknologi tepat guna ini merupakan hasil hilirisasi riset Laboratorium Simulasi dan Komputasi, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik UNG, Selasa (07/07/2026).

Aplikasi inovatif tersebut dikembangkan oleh Nurfaisal Harun, S.T., M.T., Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Ahli Pertama, berkolaborasi dengan dosen Teknik Industri UNG Idham H. Lahay, S.T., M.Sc., IPM. Sistem ini juga telah mengantongi perlindungan hukum resmi berupa sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk kategori Pemrograman Komputer.

Pengembangan aplikasi ini berawal dari kebutuhan riil mahasiswa di laboratorium. Dalam metodologi penelitian berbasis kuesioner, mahasiswa kerap terkendala pada fase pilot test—yakni pengujian 30 sampel awal untuk mengukur validitas serta reliabilitas instrumen sebelum pengumpulan data utama.

“Secara metodologi, fase pengujian instrumen ini wajib dilalui demi menjamin alat ukur penelitian valid secara statistik. Namun, kalkulasi manual yang rumit sering memakan waktu lama dan memperpanjang durasi penyelesaian studi mahasiswa,” jelas Nurfaisal.

Merespons kendala tersebut, Nurfaisal merancang LibQual Analyzer guna memangkas kerumitan prosedur teknis. Lewat otomatisasi pengolahan data primer, mahasiswa kini dapat menuntaskan fase uji instrumen secara presisi, terukur, dan jauh lebih cepat.

Langkah ini sekaligus merespons amanat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional PLP, khususnya pada sub-unsur pengembangan profesi poin III.D mengenai penemuan teknologi tepat guna di bidang pengelolaan laboratorium. Sistem berbasis spreadsheet cerdas ini secara otomatis memisahkan dimensi kualitas layanan berdasarkan parameter statistik parametrik, sehingga berfungsi sebagai alat pendukung keputusan (decision support system) yang objektif.

Pasca-pencatatan HKI, tim pengembang melangkah lebih jauh untuk mendiseminasikan inovasi ini ke luar lingkungan kampus, sekaligus mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU-5) UNG terkait pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat dan instansi pemerintah. Momentum tersebut bertepatan dengan kebutuhan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo akan instrumen evaluasi dinamis guna mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) secara berkala—sebagaimana diwajibkan oleh regulasi pelayanan publik, Laporan Gubernur, Ombudsman RI, serta borang Akreditasi Perpustakaan.

Menjawab kebutuhan mitra daerah, Nurfaisal memperkaya sistem ini dengan fitur kalkulasi Customer Satisfaction Index (CSI). Integrasi metodologi ilmiah ini memberikan pijakan akademis yang akuntabel bagi dinas dalam mempertanggungjawabkan hasil evaluasi layanan kepada pemangku kepentingan.

Adopsi teknologi ini dilegalisasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) antara Fakultas Teknik UNG, Jurusan Teknik Industri, dan pihak dinas.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menyambut positif adopsi sistem ini. Ia menilai otomatisasi formula di dalam LibQual Analyzer v1.0 mampu mereduksi potensi human error dalam input data, sekaligus menyajikan rekapitulasi tingkat kepuasan masyarakat secara instan untuk kebutuhan standardisasi, pelaporan berkala, hingga akreditasi kelembagaan.

Keberhasilan serah terima ini mempertegas peran strategis laboratorium perguruan tinggi sebagai pusat penyedia solusi aplikatif bagi pembangunan daerah, sekaligus membuktikan efektivitas sinergi antara tenaga kependidikan, dosen, dan instansi pemerintah.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler