News
Pimpinan Media Barakati Ronald S. Bidjuni Kecam Aksi Penganiayaan Wartawan
Published
3 years agoon
GORONTALO – Intimidasi dan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum PT. Inti Global Laksana (IGL) terhadap wartawan media online barakati.id menuai kecaman dari berbagai kalangan. Tak terkecuali Ronald S. Bidjuni, S.Sn selaku pimpinan media barakati.id, dimana dirinya menggutuk keras perbuatan yang tak sepantasnya dilakukan oleh oknum PT. IGL.
Ronald sangat menyayangkan kekerasan terhadap jurnalis, terlebih itu terjadi pada wartawan barakati.id yang sedang bertugas melalukan peliputan aksi demo warga terhadap PT. Inti Global Laksana dalam memeperjuangkan hak-hak warga pribumi di wilyah Popayato.
“Saya dalam hal ini selaku pimpinan media PT. Barracadti Intermedia persada (barakati.id) akan menempuh jalur hukum untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan PT. IGL serta oknum karyawan pelaku kekerasan terhadap jurnalis kami dilapangan,..”
“Ini jelas-jelas sudah merupakan bentuk tindakan menghalang-halangi, serta pembungkaman yang menghambat kerja-kerja jurnalistik hingga mendangkalkan informasi terhadap suatu peristiwa,” Kata Ronald dengan tegas.
Atas peristiwa ini ia juga mendesak kepada aparat kepolisian untuk memproses, bersikap transparan, dan menindak tegas pelaku kekerasan atau penghalangan terhadap wartawan barakati dalam bertugas meliput aksi demo warga Popayato ke PT. IGL tanggal 15 februari 2023 kemarin.
“Saya berharap tidak akan ada lagi kejadian kekerasan terhadap para jurnalis di wilayah Gorontalo, khususnya di bumi Pohuwato,” Tandasnya.
You may like
-
Kecaman Keras Pemred: Barakati.id Kutuk Dugaan Intimidasi Wartawan di Tambang Pohuwato
-
DIBALIK LAYAR: Dugaan Miras Impor di SKY Biliard, Ketua PJS Ngaku Tasnya Diisi Amplop
-
Resmi Maret 2026! DPD PSI Gorontalo Siap Dikukuhkan
-
Di Momen Hari Pers Nasional, Iqbal Al Idrus Sebut Pers Adalah Jantung Informasi Masyarakat
-
‘Saya Bunuh Kalian Wartawan!’ – Ancaman Brutal Pelaku PETI Gegerkan Pohuwato
-
Panas! Bursa Ketua KONI Kabgor Seru, Jurnalis Ini Siap Adu Gengsi dengan Politisi
Gorontalo
Diduga Tembus Rp1,3 Miliar: Skandal Penggelapan Dana Mahasiswa Guncang Kampus Universitas Gorontalo
Published
12 hours agoon
30/06/2026
Limboto – Kabut dugaan penyelewengan dana melanda internal Universitas Gorontalo (UNIGO). Kasus dugaan penggelapan dana pembayaran biaya kuliah mahasiswa di Fakultas Perikanan, Kehutanan, dan Pertanian mencuat ke permukaan pascaberedarnya surat dinas pemanggilan terhadap sejumlah mahasiswa guna dimintai keterangan terkait kisruh tata kelola keuangan tersebut.
Berdasarkan dokumen surat resmi bernomor 302/M/UNIGO/VI/2026 tertanggal 19 Juni 2026, manajemen rektorat bergerak melakukan klarifikasi setelah menerima gelombang laporan dari barisan mahasiswa yang diduga kuat menjadi korban penipuan oknum internal.
Jauh sebelum surat rektorat tersebut terbit, Badan Pemeriksa Keuangan dan Aset Yayasan Pendidikan Dulowo Limo Lopohalaa Gorontalo sebenarnya telah mengendus aroma kejanggalan. Lewat surat bernomor 07/B/BPKA/YP-DLP/IV/2026 tertanggal 19 April 2026, lembaga pengawas yayasan ini telah meluncurkan investigasi mendalam terhadap seluruh rekam jejak pembayaran mahasiswa yang dilakukan secara manual atau tunai.
Berdasarkan hasil audit internal yayasan, ditemukan disparitas (perbedaan) manifes antara data kewajiban nominal tagihan mahasiswa yang tertera di sistem digital dengan dokumen fisik bukti kuitansi realisasi pembayaran yang dipegang mahasiswa. Sebagai langkah penapisan faktuil, sebanyak 17 mahasiswa dipanggil secara bertahap untuk dikonfrontasi datanya.
Dampak dari karut-marut administrasi keuangan ini dinilai sangat masif. Salah seorang mahasiswa yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan akademik, sebut saja YB, membeberkan bahwa pusaran kasus ini menyandera nasib sekitar 150 mahasiswa. Mereka kini berada di bawah bayang-bayang ancaman pencekalan (gagal) mengikuti prosesi wisuda akibat dana yang telah mereka setorkan tidak ter-input ke dalam sistem administrasi keuangan universitas.
“Ada sekitar 150 mahasiswa yang bernasib sama. Kami semua sudah melunasi pembayaran secara tunai, tetapi di sistem digital data kami tetap merah atau tidak terbaca. Imbasnya, kami terancam gagal wisuda tahun ini,” ungkap YB dengan nada cemas.
YB menguraikan, jika diakumulasikan berdasarkan setoran kas per kepala, total kerugian materiil yang dialami oleh para mahasiswa dalam skandal ini diperkirakan menembus angka fantastis, yakni mencapai Rp1,3 miliar.
Ironisnya, dampak sistemik dari macetnya pencatatan keuangan ini tidak hanya menyasar mahasiswa aktif yang tengah berjuang menuju kelulusan, melainkan juga telah menjerat para alumni yang sudah dinyatakan lulus.
“Bahkan ada senior kami yang sudah melewati prosesi wisuda dan hendak mengambil ijazah fisik ditolak oleh administrasi. Mereka tidak bisa menerima ijazah karena di sistem dianggap masih memiliki tunggakan utang, padahal nyata-nyata mereka memegang bukti bayar sah,” ketusnya.
Hhingga informasi ini dirilis ke ruang publik, otoritas tinggi Universitas Gorontalo (UNIGO) belum mengeluarkan pernyataan ataupun rilis resmi terkait perkembangan substansi perkara maupun hasil audit investigasi yang tengah berjalan di tingkat yayasan.
Pihak redaksi masih terus berupaya melakukan korespondensi dan meminta konfirmasi resmi secara berimbang kepada jajaran Rektorat Universitas Gorontalo, Dekanat Fakultas Perikanan, Kehutanan, dan Pertanian, serta Pengurus Yayasan Pendidikan Dulowo Limo Lopohalaa Gorontalo guna mendapatkan klarifikasi yang jernih.
Gorontalo
Murni Hasil Gotong Royong Kolektif: Taufan Ntobuo Puji Solidaritas Finansial Alumni Angkatan 2001
Published
2 days agoon
29/06/2026
Gorontalo – Ikatan Alumni (IKA) SMAN 1 Kota Gorontalo Angkatan 2001 sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk “Reuni Perak” di Rumah Adat Dulohupa, Kota Gorontalo, Sabtu (27/06/2026). Agenda komunal ini menjadi momentum sakral untuk merayakan 25 tahun rajutan kebersamaan dan persahabatan sejak para alumni menuntaskan masa seragam putih-abu-abu di sekolah legendaris tersebut.
Hajatan bernuansa kultural ini dihadiri oleh ratusan alumnus yang sengaja datang dari berbagai pelosok daerah di Indonesia. Kehadiran para alumni perantau (mudik) ini menjadi validasi empiris bahwa sekat geografis dan kesibukan karier tidak mampu mengikis ikatan emosional serta persaudaraan yang telah mengakar selama seperempat abad.
Dalam sambutan hangatnya, Ketua Angkatan 2001 Taufan Ntobuo melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh rekan sejawat yang telah meluangkan waktu untuk menyukseskan agenda bersejarah ini. Ia mengungkapkan rasa bangga lantaran seluruh rangkaian perhelatan mampu terealisasi secara mandiri berbasis semangat gotong royong kolektif alumni.
“Reuni Perak ini dapat mewujud murni dari manifestasi kebersamaan kita. Ada sahabat yang berkontribusi menyumbang dana, menyiapkan logistik makanan, hingga mengorbankan tenaga, waktu, dan pikiran. Namun, di atas itu semua, kontribusi paling bernilai adalah kehadiran fisik kalian di sini. Tanpa kehadiran teman-teman sekalian, momentum hari ini tidak akan memiliki makna magis apa pun,” ungkap Taufan emosional.
Di samping berfungsi sebagai penawar rindu (catharsis) dan ruang bernostalgia mengenang memori masa sekolah, Reuni Perak ini dikonstruksikan sebagai titik pijak awal (starting point) untuk memperkokoh kembali simpul silaturahmi sekaligus membangun jejaring kemitraan (networking) strategis antarsesama alumni di berbagai sektor profesional.
Atmosfer penuh kehangatan, gelak tawa, dan haru mendominasi setiap sesi acara. Berbagai dinamika cerita, pasang surut pengalaman hidup, hingga banyolan masa lalu semasa duduk di bangku SMA kembali mencuat ke permukaan, bertindak sebagai lem perekat kebersamaan yang sempat terpisah selama 25 tahun lamanya.
Melalui Reuni Perak ini, keluarga besar IKA SMAN 1 Kota Gorontalo Angkatan 2001 berharap jalinan kekeluargaan yang telah terkonfirmasi ini dapat terus dirawat secara berkelanjutan, semakin solid, serta bertransformasi menjadi fondasi kuat dalam meluncurkan berbagai aksi sosial kemasyarakatan di masa mendatang.
“Dua puluh lima tahun telah berlalu, namun persahabatan kita tetap menyatu tanpa sekat. Sampai berjumpa kembali di panggung reuni berikutnya,” pungkas Taufan.
Gorontalo
Guncang Subkultur Otomotif Lokal: Kolaborasi Epik 3Second dan Gorontalo All Scooterist di Rabu-Rabu Ngopi
Published
6 days agoon
25/06/2026
Gorontalo – Komitmen untuk merangkul subkultur lokal dan membangun ruang kolaborasi yang inklusif terus digerakkan oleh 3Second Gorontalo. Brand fashion terkemuka di tanah air ini menggandeng Gorontalo All Scooterist (GAS) dalam sebuah aktivasi kreatif bertajuk “Rabu-Rabu Ngopi” yang berlangsung intim, penuh keakraban, dan sarat semangat solidaritas di Kota Gorontalo.
Agenda komunal ini mempertemukan para pencinta skuter dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan klub, komunitas terstruktur, hingga para pembalap dan scooterist independen di Gorontalo. Di luar fungsi konvensionalnya sebagai ajang kongko, Rabu-Rabu Ngopi diarsiteki menjadi ruang silaturahmi makro untuk mempererat persaudaraan antar-penunggang besi kanan, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam memproduksi kegiatan otomotif yang berdampak sosial positif bagi masyarakat.
Sambil menikmati seduhan kopi, para peserta lintas generasi ini saling bertukar pengalaman, membedah gagasan, serta berdiskusi mengenai isu-isu krusial seputar dunia roda dua. Mulai dari edukasi keselamatan berkendara (safety riding), penguatan kelembagaan komunitas, hingga optimalisasi peran scooterist dalam menyokong promosi pariwisata daerah menjadi topik hangat yang mengemuka.
Perwakilan 3Second Indonesia Gorontalo, Muhamad Imron, memaparkan bahwa sinergi bersama komunitas merupakan bagian dari strategi penetrasi pasar sekaligus komitmen brand untuk hadir lebih dekat dengan denyut nadi generasi muda dan pelaku kreatif di Gorontalo.
“Rabu-Rabu Ngopi merupakan bagian integral dari program 3Second Space, sebuah ekosistem kreatif yang kami sediakan untuk mempertemukan komunitas, grup kolektif, musisi, hingga pelaku UMKM lokal di Gorontalo. Lewat atmosfer santai ini, kami ingin mewadahi mereka untuk saling berbagi narasi, memamerkan karya, memperluas jejaring bisnis (networking), dan mengonstruksi kolaborasi baru,” urai Muhamad Imron.
Imron menambahkan, ruang terbuka ini tidak memiliki batasan kaku. Siapa saja diperbolehkan menggunakannya untuk memperkenalkan identitas komunitas, mempromosikan produk lokal, menampilkan pertunjukan musik akustik, hingga memantik ide-ide segar yang inspiratif.
“Dengan merawat semangat kolektif ini, kami berharap dapat ikut serta mempercepat pertumbuhan ekosistem kreatif sekaligus menstimulasi perputaran ekonomi lokal di Gorontalo,” tambahnya.
Di sisi lain, perwakilan dari Gorontalo All Scooterist, Bela, melayangkan apresiasi tinggi atas kepedulian dan ruang yang diberikan oleh 3Second Gorontalo terhadap eksistensi pencinta Vespa dan skuter di daerah.
“Kami sangat berterima kasih kepada 3Second Gorontalo yang jeli melihat potensi kami. Kegiatan kolaboratif seperti ini tidak hanya memperkuat tali persaudaraan internal sesama scooterist, tetapi juga menjadi etalase bagi publik bahwa komunitas skuter mampu memberikan kontribusi nyata yang terukur bagi masyarakat,” tutur Bela.
Suasana hangat dan cair mendominasi sepanjang jalannya acara. Para peserta tampak menikmati sesi diskusi interaktif, sesi dokumentasi bersama, hingga menyusun draf agenda bersama (timeline) untuk kegiatan bakti sosial yang akan dieksekusi dalam waktu dekat.
Melalui jalinan kemitraan ini, 3Second Gorontalo dan Gorontalo All Scooterist optimistis dapat memicu lahirnya gerakan-gerakan inspiratif baru yang mampu memperkokoh solidaritas pemuda serta memperkaya variasi industri kreatif otomotif di Provinsi Gorontalo.
Diduga Tembus Rp1,3 Miliar: Skandal Penggelapan Dana Mahasiswa Guncang Kampus Universitas Gorontalo
Murni Hasil Gotong Royong Kolektif: Taufan Ntobuo Puji Solidaritas Finansial Alumni Angkatan 2001
Guncang Subkultur Otomotif Lokal: Kolaborasi Epik 3Second dan Gorontalo All Scooterist di Rabu-Rabu Ngopi
Gandeng Taufan Ntobuo Sebagai Sekretaris: Langkah Taktis Dr Cecy Karim Kebut Program Kerja IKA UNDIP
Penuhi Stan Tani Merdeka Indonesia: Antrean Warga Berburu Produk Organik Nyaris Tak Pernah Sepi
Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
TUNTUTAN KONTROVERSIAL! Empat Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun BUI
BGN Sedang Jajaki Beri MBG Untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi
Studi Dermatologis : Mandi Setiap Hari Bisa Merusak Kulit. Cukup Mandi 3 Hari Sekali Saja
Tembus Jurnal SINTA 2: Mahasiswa BK UNG Alwi Hasan Temukan Solusi Atasi Academic Burnout
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Daerah2 months agoMasyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
-
Gorontalo3 months agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
-
Gorontalo3 months agoMeresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
-
Daerah2 months agoSentil Gubernur Gusnar! Wali Kota Adhan Kecewa Pemisahan Disparpora Mangkrak di Pemprov
-
Gorontalo2 months agoNyanyian Bos Tambang: Bayar Puluhan Juta Tapi Tak Diberi Akses, Daeng Muding Minta Uang Kembali
-
Advertorial3 months agoTak Ada Ampun: Abaikan Peringatan, Lapak Semipermanen Sepanjang 89 Meter Ditertibkan
-
Advertorial2 months agoTotal Hadiah Rp60 Juta: Turnamen Catur Pohuwato Cup 2026 Resmi Dimulai
-
Gorontalo3 months agoMati Lampu Lagi, PLN Marisa Konfirmasi Pemadaman Listrik Akibat Pengurangan Beban
