Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Segera!! Pendaftaran Akun LTMPT Bagi Siswa Mulai 10 Januari – 15 Februari

Published

on

UNG – Memasuki awal tahun 2022 para siswa mulai disibukkan dengan pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri, Itu ditandai dengan pendaftaran yang telah dimulai oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Salah satunya tahap pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Untuk bisa mendaftaran melalui SNMPTN atau dikenal dengan jalur prestasi, salah satu hal wajib dilakukan oleh siswa yakni memiliki akun LTMPT. Proses pendaftaran akun harus dilakukan secara online dengan mengakses laman https://portal.ltmpt.ac.id.

“Nantinya akun LTMPT tersebut akan digunakan ketika mendaftar SNMPTN secara online. Untuk pendaftaran akun LTMPT bagi siswa dimulai tanggal 10 Januari 2022 hingga 15 Februari 2022,” ungkap Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduart Wolok.

Meskipun waktu pendaftaran akun LTMPT dibuka cukup lama, namun Rektor yang juga menjabat Wakil Ketua II LTMPT meminta kepada para siswa untuk segera mungkin melakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Untuk pendaftaran SNMPTN akan dibuka tanggal 14-28 Februari 2021. Perlu diingat siswa yang bisa mendaftar pada SNMPTN hanya siswa kriteria eligible yang memiliki prestasi unggul maupun prestasi akademik,” Pungkasnya.

Advertorial

Riset Berbasis Kawasan! Wamen Diktisaintek Puji Fokus Penelitian UNG

Published

on

UNG – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Prof. Stella Christie, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (11/2). Dalam kunjungan perdananya di Kampus Kerakyatan tersebut, Prof. Stella menyempatkan diri bertemu jajaran pimpinan universitas serta para peneliti UNG dalam sebuah forum dialog ilmiah. Melalui kesempatan itu, ia mendengarkan paparan terkait beragam riset inovatif unggulan yang tengah dan telah dilakukan para peneliti UNG, terutama yang berbasis pengembangan kawasan Teluk Tomini.gorontalo.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Stella menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian penelitian yang sudah diraih UNG. Ia menilai paparan hasil riset UNG sangat menarik, terlebih banyak penelitian dan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengembangan kawasan Teluk Tomini sebagai wilayah strategis di Kawasan Timur Indonesia. Menurutnya, riset yang berangkat dari kebutuhan dan potensi kawasan merupakan gagasan yang sangat relevan dan memiliki nilai dampak yang besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Menurut Prof. Stella, sesuai amanah Presiden Prabowo Subianto, pembangunan bangsa ke depan harus ditopang oleh fondasi sains dan teknologi yang kokoh. Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan memperkuat keunggulan riset di setiap perguruan tinggi, termasuk UNG, sehingga mampu menjadi rujukan ilmiah sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.

“Ini menjadi alasan mengapa setiap kali berkunjung ke kampus, saya ingin mendengar langsung apa yang sudah dan sedang dikerjakan para peneliti, seperti yang saya saksikan di UNG,” ujarnya.

Prof. Stella menilai keunggulan UNG terletak pada fokus riset yang jelas, yakni pengembangan berbasis kawasan Teluk Tomini untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Fokus tersebut, menurutnya, sejalan dengan tagline ‘Diktisaintek Berdampak’ yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yang menekankan pentingnya riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menyambut hangat kunjungan Wamen Diktisaintek di UNG. Kehadiran Prof. Stella di tengah jajaran pimpinan dan peneliti UNG dinilainya sebagai booster penting bagi penguatan ekosistem riset di Gorontalo, khususnya di UNG yang selama ini menjadikan riset sebagai salah satu pilar utama pengembangan kampus.pascasarjana.

“Kehadiran Ibu Wamen di tengah-tengah para peneliti kami memberikan suntikan semangat baru. Ini akan mendorong kami untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas riset yang benar-benar memberikan nilai manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkas Prof. Amir.

Continue Reading

Advertorial

SDM Unggul Naik Kelas! Tiga Dosen UNG Resmi Sandang Gelar Doktor

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali memperkokoh barisan akademisinya. Kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidik di Kampus Kerakyatan kian mumpuni dengan resminya tiga dosen menyandang gelar Doktor (S3). Kehadiran para pakar baru ini menjadi angin segar bagi pengembangan riset, inovasi, dan penguatan mutu pembelajaran, khususnya di Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian.

Ketiga pendidik tersebut adalah Dr. Nuvazria Achir, SH., MH., dan Dr. Mutia Cherawaty Thalib, SH., M.Hum., yang merupakan dosen Fakultas Hukum, serta Dr. Purnama Ningsih Maspeke, S.TP., M.Sc., dosen Fakultas Pertanian. Pencapaian ini menandai semakin dalamnya kedalaman kepakaran yang dimiliki UNG dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi di Kawasan Timur Indonesia serta memperluas kontribusi keilmuan di tingkat nasional.

Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras ketiga doktor muda tersebut. Menurutnya, gelar doktor yang diraih bukan sekadar pencapaian prestisius secara personal, melainkan investasi strategis bagi institusi.

“Pencapaian ini akan memperkuat kapasitas Tridharma Perguruan Tinggi di UNG. Dengan tambahan doktor baru, kita memiliki kedalaman kepakaran yang lebih kuat untuk mendukung pengajaran yang berkualitas, memperkuat riset, serta melahirkan inovasi yang lebih tajam dan berdampak,” ungkap Prof. Eduart.

Rektor menegaskan bahwa bertambahnya jumlah doktor merupakan salah satu indikator penting kemajuan universitas. Dengan kualifikasi akademik dosen yang semakin tinggi, UNG kian optimistis dalam mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan, sekaligus menghasilkan riset yang solutif dan inovatif menjawab tantangan masyarakat.

“UNG senantiasa berkomitmen penuh untuk mendorong seluruh dosen agar terus meningkatkan kualifikasi akademik mereka. Keberhasilan tiga doktor muda ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi dosen lainnya untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik melalui pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Advertorial

Tak Hanya di Kelas! Mahasiswa PKPA UNG Terjun ke Daerah Bencana

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi melepas mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Angkatan II untuk melaksanakan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di berbagai wilayah, baik di dalam daerah maupun luar daerah, termasuk di lokasi terdampak bencana. Pelepasan mahasiswa tersebut dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di lingkungan kampus UNG.

Ketua Program Studi Profesi Apoteker UNG, Dr. Nur Rasdianah, S.Si., M.Si., Apt., menjelaskan bahwa PKPA merupakan mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa profesi apoteker. Pada angkatan kedua ini, jumlah peserta mencapai 40 orang mahasiswa yang terdiri dari alumni dan non-alumni, dengan 11 orang di antaranya berasal dari luar UNG.

“Untuk praktik kerja profesi apoteker kali ini kami akan mengirimkan dua kelompok, sebanyak 12 orang, ke lokasi terdampak bencana. Sisanya akan ditempatkan untuk PKPA di Kota Gorontalo, yakni di puskesmas dan apotek. Di Kota Gorontalo terdapat enam puskesmas dan tujuh apotek yang menjadi lahan praktik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan PKPA di daerah terdampak bencana merupakan bagian dari program kerja sama Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia secara nasional dengan Koordinator Wilayah I Sumatera. Dalam skema tersebut, UNG berada di bawah Koordinator Wilayah V, namun tetap ambil bagian dalam program penugasan ke daerah bencana.

“Ini adalah bentuk kontribusi nyata untuk membantu saudara-saudara kita yang masih terdampak bencana di Sumatera. Ada tiga pilihan lokasi, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Melihat kondisi di lapangan, Aceh menjadi wilayah yang paling terdampak, sehingga Korwil Wilayah I mengarahkan penempatan mahasiswa PKPA di Aceh Tamiang,” ungkapnya.

Menurut Dr. Nur Rasdianah, PKPA di daerah bencana memiliki keunggulan strategis karena sejalan dengan visi program studi, yakni penguatan farmasi kegawatdaruratan. Melalui pengalaman langsung di lapangan, lulusan apoteker UNG diharapkan memiliki kepekaan dan kemampuan tanggap di wilayah-wilayah yang tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga ketika terjadi bencana alam, bencana sosial, maupun bencana kemanusiaan lainnya.

Kegiatan PKPA di daerah bencana ini juga bekerja sama dengan komunitas Apoteker Tanggap Bencana. Program dirancang berlangsung selama satu bulan dengan skema dua jenis PKPA.

“Untuk reguler, PKPA di puskesmas berlangsung satu bulan penuh. Sementara di lokasi terdampak bencana, mahasiswa akan menjalani PKPA selama dua minggu. Setelah itu, mereka melanjutkan PKPA distribusi di gudang farmasi atau instalasi farmasi di Aceh Tamiang selama dua minggu. Jadi dalam satu bulan, ada dua jenis PKPA khusus untuk program terdampak bencana,” paparnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan doa dan harapan agar seluruh mahasiswa yang berangkat diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalani studi hingga tuntas dengan hasil terbaik.

“Hari ini kita akan melepas mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker untuk melaksanakan PKPA, baik di dalam daerah maupun di luar daerah. Seluruh rangkaian ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh dan komprehensif,” ujar Rektor.

Rektor juga memberikan apresiasi tinggi kepada Program Studi Profesi Apoteker UNG yang mengambil inisiatif menjadi bagian dari program nasional PKPA di daerah bencana, khususnya di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

“Sesuai laporan yang saya terima, UNG memilih daerah Aceh Tamiang. Ketika UNG memutuskan untuk mengambil bagian di Tamiang, saya menyambutnya dengan apresiasi. Ini adalah langkah yang sangat baik. Tidak ada keharusan bagi seluruh mahasiswa karena program ini bersifat sukarela, dan ternyata ada 12 mahasiswa yang berkenan ikut PKPA di Tamiang,” tegasnya.

Prof. Eduart juga berpesan agar mahasiswa yang ditempatkan di Aceh Tamiang mempersiapkan diri secara matang, baik secara fisik maupun mental, mengingat kondisi di lapangan yang masih belum sepenuhnya pulih pascabencana. Namun, ia memastikan bahwa fasilitas tempat tinggal tetap layak dan menuntut kemampuan adaptasi yang baik dari mahasiswa.

“Program PKPA di daerah bencana tentu memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan dengan PKPA di daerah non-bencana. Untuk itu, universitas akan memberikan dukungan, termasuk kemungkinan bantuan biaya tempat tinggal, sebagai bagian dari kontribusi UNG untuk saudara-saudara kita di sana,” tambahnya.

Di akhir sambutan, Rektor menegaskan pentingnya keberadaan mahasiswa profesi apoteker bagi daerah, terutama karena kawasan timur Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan, termasuk apoteker.

“Bersyukurlah Anda semua mendapatkan kesempatan ini, karena pendidikan profesi apoteker tidak mudah diselenggarakan di banyak tempat. Semoga melalui pendidikan profesi apoteker ini, termasuk melalui kiprah Anda sekalian, kita dapat mendorong peningkatan indeks layanan kesehatan di Gorontalo dan kawasan sekitarnya,” pungkasnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler