Advertorial
Atasi Darurat Sampah Perkotaan, Kecamatan Dumbo Raya Gandeng SDGs Center UNG dan GIZ Jerman
Published
4 months agoon
UNG – Komitmen kuat dalam mendukung program unggulan Wali Kota Gorontalo terkait kebersihan lingkungan ditunjukkan oleh Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya. Langkah nyata ini dibuktikan dengan respons cepat pihak kecamatan dalam mengeksekusi rancangan pengelolaan persampahan berbasis kemitraan multi-pihak (multi-stakeholder partnership).
Program strategis ini merupakan inisiasi bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, Sustainable Development Goals (SDGs) Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan lembaga kerja sama pemerintah Jerman (GIZ).
Kecamatan Dumbo Raya secara resmi ditunjuk sebagai lokus pilot project percontohan pengelolaan persampahan yang dirumuskan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Gorontalo, Sekretariat SDGs Provinsi, SDGs Center UNG, serta Advisor GIZ Gorontalo.
Sebagai langkah awal, terdapat tiga kelurahan yang menjadi fokus utama, yakni Kelurahan Leato Selatan, Leato Utara, dan Talumolo. Penetapan wilayah ini merupakan bagian dari strategi untuk membangun model tata kelola sampah yang terintegrasi, partisipatif, berdampak berkelanjutan, dan rencananya akan diperluas ke seluruh kelurahan di wilayah tersebut.
Camat Dumbo Raya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif kolaboratif ini. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan program ini tidak hanya berhenti pada dokumen perencanaan.
“Pengelolaan sampah tidak bisa ditunda. Kita perlu bergerak cepat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada saat ini. Jangan menunggu semua tersedia baru kita bergerak. Kami akan melibatkan semua pihak dan memastikan bahwa setiap rencana benar-benar dieksekusi di lapangan,” ungkap Camat dalam pertemuan koordinasi lintas sektor pada Minggu (26/4/2026).
Pendekatan kemitraan multi-pihak ini menjadi kunci utama yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas masyarakat, serta mitra pembangunan internasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleks terkait penanganan sampah perkotaan, mulai dari mengubah paradigma dan perilaku masyarakat, hingga memperkuat sistem pengelolaan agar jauh lebih efektif.
Momentum perubahan ini semakin menguat dengan diterjunkannya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari UNG. Kehadiran para mahasiswa menjadi elemen esensial dalam memberikan edukasi dan pendampingan intensif kepada masyarakat. Melalui program KKN Tematik ini, sosialisasi pemilahan sampah dan praktik pengelolaannya dari skala rumah tangga dapat langsung menyentuh akar rumput.
Implementasi nyata dari kolaborasi ini telah mulai terlihat pada Sabtu (25/4/2026) di Kelurahan Leato Selatan. Sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, mahasiswa KKN, NGO Biota, dan unsur PKK Kecamatan Dumbo Raya membuahkan aksi langsung di tengah masyarakat. Warga diberikan edukasi praktis mengenai cara mengolah sampah organik menjadi kompos menggunakan teknik biopori dan tong komposter.
Upaya bersama ini diyakini menjadi titik tolak yang krusial. Ke depannya, kerja-kerja kolaboratif yang lebih berkesinambungan sangat dinantikan guna memastikan terjadinya pengurangan volume timbunan sampah secara signifikan di wilayah ini.
Dengan komitmen kuat dan langkah cepat yang telah diambil, Kecamatan Dumbo Raya kini menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan tingkat lokal mampu memainkan peran strategis dalam mengeksekusi program prioritas daerah secara terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat.
You may like
-
Sasar Ekonomi Sirkulasi: SDGs Center UNG Sokong Deklarasi Pilah Sampah Dumbo Raya
-
Bawa Misi Mulia! 292 Mahasiswa UNG Diterjunkan Bangun Kemandirian Desa di Gorontalo
-
Optimalkan Pengelolaan Dana Desa, UNG Gelar Pelatihan Penyusunan RAB untuk Aparat Desa
-
Proker Mahasiswa KKN Desa Tutulo Tuai Pujian Dari Kadis Pangan Boalemo
Advertorial
Reaksi Menohok Adhan Dambea Kunjungi Korban Penikaman: “Kalau Tidak Mampu Mengurus, Kembalikan ke Orang Tua!”
Published
5 hours agoon
27/08/2026
Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menjenguk SM, wanita yang menjadi korban penikaman brutal oleh suaminya sendiri di sebuah rumah indekos di Jalan Kasuari, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Kedatangan Adhan pada Kamis (26/8/2026) tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi kesehatan korban sekaligus menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas peristiwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di wilayahnya.
Adhan yang baru saja tiba dari Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), seusai menghadiri agenda dinas pemerintahan, mengecam keras aksi penganiayaan tersebut dan menilainya sebagai tindakan yang sangat tidak manusiawi.
Peristiwa berdarah itu sendiri terjadi pada Sabtu (22/8/2026). Korban SM dihujani serangan senjata tajam oleh suaminya, FM (26), hingga menderita belasan luka parah di sekujur tubuhnya.
“Saya tidak ingin masuk ke ranah internal keluarga. Hanya saja, jika ada masalah, carilah jalan keluar, bukan main tusuk seperti ini,” tegas Adhan saat diwawancarai awak media usai menjenguk korban, Kamis (26/8/2026).
Ia menekankan bahwa konflik dalam rumah tangga seharusnya diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik, bukan dengan aksi kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa pasangan. Jika perpecahan sudah tidak dapat dihindari, ia mengimbau agar persoalan diselesaikan secara beradab.
“Kalau memang sudah tidak mampu mengurus lagi, kembalikan secara baik-baik ke orang tuanya. Ini kejadian yang sangat luar biasa, korban sampai mengalami 17 tusukan,” ujar Adhan dengan nada prihatin.
Adhan berharap tragedi serupa tidak kembali terulang di Kota Gorontalo. Ia secara khusus mengingatkan masyarakat, terutama kaum pria, agar tidak mengedepankan emosi saat menghadapi masalah keluarga.
“Saya sangat berharap tidak ada lagi kejadian semacam ini di Kota Gorontalo,” tandasnya.
Advertorial
Bukan Akhir Pengabdian Abdi Negara: Langkah Taktis Pemkot Gorontalo Siapkan Pensiunan Wirausaha
Published
22 hours agoon
27/08/2026
Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar sosialisasi dan pembekalan prapensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Gorontalo yang diselenggarakan di Banthayo Lo Yiladia, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel. Agenda ini dirancang untuk menyiapkan para abdi negara yang akan memasuki masa purna bakti agar memiliki kesiapan mental, pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak, hingga strategi membangun kemandirian ekonomi melalui peluang usaha produktif.
Dalam sambutannya, Wawali Indra Gobel menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank BTN, PT Taspen (Persero), serta seluruh pihak mitra yang telah berinisiatif memfasilitasi kegiatan pembekalan tersebut. Ia menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah titik akhir dari pengabdian seorang ASN kepada daerah dan masyarakat.
“Perjalanan karier dan pengabdian kita tidak akan pernah berakhir. Pengabdian itu luas dan bisa dilakukan di mana saja, tidak harus selamanya berstatus sebagai ASN. Pengalaman serta kapasitas yang terhimpun selama bertahun-tahun justru menjadi modal berharga untuk berkarya di ranah baru,” ujar Indra.
Lebih lanjut, Indra mendorong para calon purnabakti untuk merencanakan ketahanan finansial sejak dini. Ia menyarankan agar ASN memanfaatkan aset dan potensi diri untuk merintis usaha produktif dari skala mikro, seperti bidang peternakan, agribisnis, maupun sektor jasa produktif lainnya.
Ia berpesan agar dana pensiun (hak purnabakti) yang diterima kelak dikelola secara cermat dan tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif belaka, melainkan dialokasikan sebagai modal usaha yang memberikan nilai tambah bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Selain itu, Indra berharap kemitraan strategis antara Pemerintah Kota Gorontalo dengan Bank BTN dapat terus diperkuat, terutama dalam menghadirkan layanan perbankan yang profesional, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan finansial para pensiunan.
“Jangan pernah merasa diri tidak berguna setelah purna tugas. Pengabdiannya saja yang beralih sektor, namun semangatnya tetap sama, yaitu membawa maslahat bagi masyarakat Kota Gorontalo,” imbaunya.
Mengakhiri arahannya, Wawali Indra memberikan penghargaan tertinggi atas dedikasi, loyalitas, serta kontribusi nyata seluruh calon pensiunan ASN yang telah mengabdikan diri bertahun-tahun sebagai abdi negara dan masyarakat di lingkungan Pemkot Gorontalo.
Advertorial
Buka Semester Ganjil 2026: Siasat FSB UNG Dorong Insan Sastra dan Budaya Bangun Growth Mindset
Published
2 days agoon
25/08/2026
UNG – Mengawali semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kuliah umum bertajuk “Growth Mindset untuk Insan Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya” di Ruangan Loolade Lantai 1 Kampus FSB UNG, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran dekanat, guru besar, pimpinan jurusan, tim penjaminan mutu, dosen, hingga mahasiswa ini menghadirkan Guru Besar FSB sekaligus Tenaga Ahli Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNG, Prof. Karmila Machmud, S.Pd., M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama.
Saat membuka acara secara resmi, Dekan FSB UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menekankan pentingnya membangun pola pikir yang adaptif dan terbuka terhadap perubahan di lingkungan akademik. Menurutnya, keberhasilan insan akademik tidak hanya ditentukan oleh bakat alami sejak awal, melainkan oleh kemauan kuat untuk terus belajar dan bertumbuh.
“Kita harus menanamkan keyakinan bahwa kapasitas diri dapat terus ditingkatkan. Jangan biarkan keterbatasan hari ini menjadi penghalang bagi pencapaian di masa depan. Tantangan, kendala, bahkan kegagalan harus dijadikan batu pijakan untuk menjadi lebih baik,” tegas Prof. Nonny.
Ia menambahkan, insan bahasa, sastra, seni, dan budaya dituntut memiliki daya cipta serta fleksibilitas tinggi agar tetap relevan di tengah laju perkembangan zaman yang serba cepat.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan I Bidang Akademik FSB UNG, Dr. Salam, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa growth mindset bukan sekadar motivasi personal, melainkan sebuah kerangka epistemologis yang mampu mengubah cara pandang sivitas akademika dalam memaknai proses, potensi, dan kegagalan.
“Bagi insan di bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, growth mindset memiliki relevansi yang sangat krusial karena disiplin ilmu ini menuntut kreativitas, ketekunan, refleksi kritis, serta keberanian untuk bereksperimen. Integrasi pola pikir ini ke dalam pengajaran, riset, dan administrasi akan memperkuat ekosistem pembelajaran yang resilien dan inovatif,” jelas Dr. Salam.
Lewat agenda ini, FSB UNG menegaskan komitmennya untuk mentransformasi budaya akademik agar tidak sekadar berorientasi pada hasil akhir atau capaian angka semata, melainkan juga menghargai setiap dinamika proses pembelajaran. Dengan pola pikir bertumbuh, frasa “belum mampu” tidak lagi dimaknai sebagai “tidak mampu”, melainkan ruang terbuka untuk mencoba kembali lewat strategi baru hingga mencapai keberhasilan.
Reaksi Menohok Adhan Dambea Kunjungi Korban Penikaman: “Kalau Tidak Mampu Mengurus, Kembalikan ke Orang Tua!”
Langsung ke Pintu Rumah! RSB Bagikan Seragam dan Sepatu Gratis untuk Siswa SD Gorontalo
Bongkar Motif Penikaman Tragis: Polresta Gorontalo Kota Bekuk Suami Penikam Istri di Kamar Kos
Tolak Bertobat Usai Dipenjara 4 Kali: Pria Asal Suwawa Kembali Masuk Sel Usai Gasak Ponsel Nenek 63 Tahun
Lintasi Pegunungan telaga Hingga Telaga Biru: Yayasan Niswadi Ilmu Gemilang Salurkan 100 Bantuan SD di Kabupaten Gorontalo
Salurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
Salurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
Kurang dari 1×24 Jam: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pembobol Konter HP
Lintasi Pegunungan telaga Hingga Telaga Biru: Yayasan Niswadi Ilmu Gemilang Salurkan 100 Bantuan SD di Kabupaten Gorontalo
Abaikan Penolakan Warga Sejak 2024: PT Celebes Bone Mineral Paksakan Konsultasi Publik Amdal di Bonepantai
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo1 month agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo2 months agoDiduga Tembus Rp1,3 Miliar: Skandal Penggelapan Dana Mahasiswa Guncang Kampus Universitas Gorontalo
-
Ruang Literasi2 months agoDosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Luncurkan “Manjonongki”, Aplikasi Karya Anak Daerah dari Riset Kampus
-
News3 months agoMenggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
-
Gorontalo3 months agoTak Tinggal Diam! DPC Gerindra Gorut Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Biau
-
Kriminalitas3 months agoTUNTUTAN KONTROVERSIAL! Empat Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun BUI
-
News3 months agoViral! Baling-baling Wings Air Diikat Kabel Ties Sebelum Terbang dari Bali, Begini Kata Lion Air Group
-
Advertorial3 months agoTembus Top 30 Global: Tiga Mahasiswi FEB UNG Siap Rebut Juara di Vietnam
