Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Senma Fatek Gelar Bukber Bersama Anak Yatim

Published

on

Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan Harapan Kita || Foto Istimewa

UNG – Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo menggelar anjangsana di panti asuhan Harapan Kita Desa Huntu Utara Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama.

Menurut ketua Senat terpilih, kegiatan sosial ini termasuk dalam program kerja organisasi dan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan tiap tahun. Dirinya juga mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi dan tali silaturahmi sesama pengurus ormawa dan para anak-anak panti.

“Kegiatan kami tidak hanya fokus terhadap kegiatan akademik, namun juga terlibat dalam kegiatan sosial di masyarakat,” Terangnya, (3/5/2021).

Di bulan yang penuh keberkahan ini bagi mereka yang melaksanakan dengan ikhlas akan merasa kehilangan momentum yang tidak akan didapati pada bulan yang lain. Sehingga dirinya mengajak ke sesama kaum muslimin memanfaatkan waktu yang sisa ini untuk dapat meraih keberkahan.

Selanjutnya, Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen teknik yang telah bersedia berbagi dengan anak-anak panti asuhan.

Advertorial

Siapkan Perawat Kompeten dan Humanis: 74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Resmi Ikuti Pembekalan PANUM

Published

on

UNG – Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan keperawatan. Langkah ini diwujudkan melalui pembukaan Penerimaan Kepaniteraan Umum (PANUM) bagi 74 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Angkatan XXV pada Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang menjadi gerbang utama pembuka sebelum mahasiswa memasuki ranah praktik klinik tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., AIFO.P., dengan didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Nasrun Pakaya, M.Kep.

PANUM dirancang untuk membentuk kesiapan akademik, pemahaman etika, serta matangnya profesionalisme mahasiswa sebelum diterjunkan ke wahana praktik klinik sepanjang 3 hingga 15 Agustus 2026. Usai merampungkan tahapan PANUM, para peserta dijadwalkan mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) selama sepekan sebagai modal dasar penanganan kegawatdaruratan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, menegaskan bahwa PANUM bukan sebatas orientasi formalitas, melainkan fase krusial pembentukan karakter calon perawat yang andal dan disiplin.

“Mahasiswa Profesi Ners wajib memiliki kesiapan akademik, mental, dan keterampilan kinestetik yang matang agar mampu memberikan pelayanan keperawatan yang bermutu,” tegas Hartono.

Ia menambahkan, profesi perawat menuntut kualifikasi kompetensi yang utuh. Tak hanya unggul pada penguasaan teori dan analisis klinis, tetapi juga wajib mengedepankan komunikasi terapeutik, rasa empati, serta integritas moral yang tinggi.

“Melalui PANUM dan pelatihan BTCLS, kami ingin memastikan mahasiswa siap menghadapi kompleksitas di lahan praktik. FOK UNG berkomitmen mencetak lulusan Ners yang kompeten, humanis, dan berdaya saing,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Ns. Ibrahim Suleman, S.Kep., M.Kep., memaparkan bahwa PANUM difungsikan sebagai fase transisi dari atmosfer akademik menuju iklim profesional.

Selama dua pekan pembekalan, para peserta dibekali regulasi akademik, tata tertib rumah sakit, mekanisme bimbingan, capaian kompetensi stase, hingga strategi pemecahan masalah teknis di lapangan.

“PANUM merupakan fondasi utama. Kami memastikan setiap mahasiswa memahami mekanisme pendidikan profesi, siap secara psikologis, dan mampu menjalankan tindakan keperawatan sesuai standar operasional baku,” pungkas Ibrahim.

Continue Reading

Advertorial

Gempur Penyakit Menular di Desa: Mahasiswa KKN-PK UNG Gelar Tracking TBC dan Cek Kesehatan Gratis

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung akselerasi program kesehatan nasional. Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Puskesmas Talaga Jaya, dan Pemerintah Desa Luwoo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) UNG menggelar aksi Tracking TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Desa Luwoo, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata penguatan layanan kesehatan primer berbasis masyarakat—berfokus pada edukasi, penemuan kasus (case finding), deteksi dini, serta pemutusan rantai penularan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia.

Pelaksanaan program ini didampingi secara langsung oleh tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK Desa Luwoo, yakni Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., dr. Siti Rakhmatia P. Th. Kum, M.Biomed., Ns. Nur Ayun R. Yusuf, S.Kep., M.Kep., dan Ns. Sartika, S.Kep., M.Kep. Pendampingan akademis ini memastikan seluruh alur intervensi medis dan edukasi berjalan sesuai standar prosedur operasional.

Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Luwoo, Taufik Mohamad Nur, menyampaikan bahwa selain mengawal teknis pelayanan medis, mahasiswa bertindak sebagai edukator kesehatan masyarakat.

Penyuluhan difokuskan pada pemahaman mekanisme penularan, pengenalan gejala awal, pentingnya pemeriksaan Dahak/TCM, kepatuhan minum obat hingga tuntas, serta pengikisan stigma negatif terhadap penyintas TBC di lingkungan warga.

“Literasi kesehatan warga adalah fondasi utama dalam memutus rantai penularan TBC. Kami berupaya menyampaikan edukasi yang persuasif dan mudah dipahami agar warga tidak ragu melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala batuk berkepanjangan,” terang Taufik.

Selain skrining TBC, mahasiswa turut mendampingi nakes Puskesmas Talaga Jaya dalam memberikan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), meliputi pengukuran tekanan darah, cek kadar gula darah, dan penapisan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) sebagai upaya promotif-preventif.

Perwakilan DPL KKN-PK, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengawal transformasi layanan kesehatan primer.

“Kehadiran mahasiswa mempercepat jangkauan skema active case finding TBC yang dicanangkan pemerintah. Sinergi multisektor antara perguruan tinggi, dinas kesehatan, puskesmas, dan pemerintah desa seperti inilah yang menjadi kunci sukses pembentukan masyarakat sadar sehat,” jelas Dr. Vivien.

Masyarakat Desa Luwoo menyambut antusias agenda terpadu ini. Ratusan warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus berkonsultasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) pencegahan tuberkulosis.

Continue Reading

Advertorial

Digitalisasi Layanan Kesehatan Desa: Mahasiswa KKN-PK UNG Luncurkan Platform SIGAP KIA di Datahu

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi konkret berbasis inovasi teknologi bagi masyarakat. Lewat program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK), mahasiswa UNG meluncurkan platform digital SIGAP KIA (Sistem Informasi Kesehatan Ibu dan Anak) berbasis website untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

Inovasi digital ini diperkenalkan secara resmi dalam Seminar Awal KKN-PK yang digelar di Aula Kantor Desa Datahu, Rabu (22/7/2026). Forum tersebut menjadi sarana penting bagi mahasiswa dalam memaparkan pemetaan data awal kesehatan masyarakat, sekaligus menyosialisasikan program kerja strategis selama masa pengabdian.

Agenda ini dihadiri oleh jajaran pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk sinergi dalam membangun layanan kesehatan terpadu berbasis data presisi.

Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Datahu menjelaskan, platform SIGAP KIA dirancang untuk mempermudah digitalisasi pendataan ibu hamil, melacak rekam medis kehamilan, serta menyelaraskan alur koordinasi antara bidan desa, kader kesehatan, dan aparatur pemerintah desa.

“Platform SIGAP KIA hadir untuk membantu pemantauan kesehatan ibu hamil secara sistematis. Sistem ini dipadukan dengan pengawasan langsung melalui program kunjungan rumah (home visit), sehingga indikasi kehamilan risiko tinggi (risti) dapat terdeteksi lebih cepat dan langsung mendapat intervensi medis,” paparnya.

Guna menjaga keberlanjutan program pasca-KKN, mahasiswa UNG juga memberikan pembekalan dan pelatihan teknis bagi para kader kesehatan desa dalam mengoperasikan sistem informasi tersebut.

Selain inovasi digital, tim KKN-PK UNG turut menggalakkan serangkaian kegiatan promotif dan preventif. Program tersebut mencakup aksi kerja bakti lingkungan, edukasi pemilahan sampah, sosialisasi bahaya HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS), pelaksanaan senam hipertensi, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), hingga sosialisasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk menekan angka hipertensi dan diabetes melitus.

Pemerintah Desa Datahu memberikan apresiasi penuh atas terobosan digital yang dihadirkan mahasiswa UNG. Inovasi SIGAP KIA dinilai sangat relevan dengan kebutuhan modernisasi layanan desa, khususnya dalam mempercepat penanganan kehamilan berisiko tinggi dan menekan angka kematian ibu serta anak secara berkelanjutan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler