News
Seribuan Peserta Turut Sukseskan Seminar Mahasiswa Pascasarjana FKM UI
Published
4 years agoon
BARAKATI.ID – Sebanyak 1000 peserta dari berbagai institusi yang tersebar di Indonesia dengan berbagai latar belakang yang berbeda mengikuti seminar online Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia seri 13, Kamis, (16/6/2022) melalui aplikasi zoom dan live streaming pada kanal youtube FKM UI.
Kegiatan ini di prakarsai Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, yang mengikuti mata kuliah Kesehatan Lingkungan Bencana dan Tanggap Darurat.
Agar terlihat berbeda, Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia mengusung tema kegiatan “Climate Change: How We Survive, Adapt, and Mitigate,” dengan harapan peserta mampu meningkatkan wawasan masyarakat mengenai pentingnya melakukan mitigasi bencana yang timbul dari perubahan iklim.
Berikutnya, pada giat ini ada beberapa poin penting yang disampaikan untuk bisa jadi referensi pengembangan regulasi, kebijakan, dalam mitigasi bencana akibat climate change.
Berikutnya lagi seminar ini ditujukan untuk memberikan gambaran yang komprehensif bagi sektor industri agar dapat bertahan, beradaptasi, dan menerapkan program mitigasi bencana akibat climate change ini.
Pelaksanaan kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FKM UI, Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, M.S., D.Sc., melalui Dr. Milla Herdayanti, SKM, M.SI. selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administradsi Umum.
Pada seminar kali ini turut menghadirkan beberapa pemateri yang berkompeten pada bidangnya, diantaranya Perdinan, Ph.D., MNRE. selaku Akademisi Institut Pertanian Bogor, dengan judul materi, Aksi Perubahan Iklim, Sudah Siapkah?.

Pemateri pertama (Perdinan) saat menyinggung 10 ancaman global terhadap kesehatan dunia ke sejumlah peserta || Foto Istimewa
Dimana dirinya menuturkan, perubahan iklim dan polusi udara saat ini telah menduduki posisi pertama dalam ancaman global terhadap kesehatan pada tahun 2019 menurut organisasi Kesehatan Dunia.
“Aktivitas manusia saat ini menjadi critical point yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim secara global dimana seharusnya manusia harus melakukan aktivitas-aktivitas pemberdayaan ekonomi yang berimbang dengan memikirkan kelestarian alam,” Paparnya.
Selanjutnya, Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D. selaku Direktur Pusat Pengurangan Risiko Bencana, Universitas Indonesia dengan judul materi, Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Risiko dan Mitigasi Bencana di Indonesia.
Menurutnya, perubahan iklim saat ini memberikan dampak kepada lingkungan, manusia, kerugian harta benda, hingga gangguan kesehatan secara langsung dan tidak langsung dimana 80% bencana di Indonesia akibat dampak perubahan iklim didominasi oleh banjir (39%).
Bencana akibat perubahan iklim secara spesifik pada aspek kesehatan masyarakat menyebabkan banyak anak mengalami kekurangan gizi, lebih dari 150 juta orang berpotensi terkena malaria, 10 juta anak mengalami stunting, hingga menyebabkan membengkaknya biaya untuk berobat kesehatan.
Fatma menjelaskan saat ini seluruh stakehoders jangan hanya terfokus pada bencana yang disebabkan oleh alam, “tetapi juga bencana-bencana ulah aktivitas manusia seperti bencana industri yang tidak kalah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang luar biasa,” Ungkapnya.

Pemateri Any Adelina Saat Memaparkan Materi ke Sejumlah Peserta || Foto Istimewa
Kemudian narasumber ketiga, Any Adelina Hutauruk, SKM, MSc.PH. dengan judul materi, Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Masyarakat di Indonesia,.
Any mengatakan sektor kesehatan perlu melakukan kerja sama dengan semua pihak yang menghasilkan emisi dan menyebabkan perubahan iklim seperti dari sector energi, transportasi, pertanian dan sebagainya.
Ia membeberkan telah diadakan kerja sama penthahelix terkait dampak perubahan iklim dengan melibatkan stakeholders seperti pemerintah, akademisi, mantra pembangunan/pelaku usaha, masyarakat, dan media.
Terakhir, M. Olik Abdul Halik., Ak., M.Si. menyampaikan materi, Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bagi Masyarakat pada Kondisi Perubahan Iklim dan kerentanan Lingkungan,.
Menurutnya, saat ini terdapat 10 persen masyarakat Indonesia yang kualitas air minumnya belum layak karena masih menggunakan air tadah hujan karena tidak memiliki air sumur dan kualitas air tanahnya yang buruk.
Ia juga berharap agar masyarakat beralih kedalam sistem air perpipaan sehingga dapat mengkonsumsi air minum yang layak. “Oleh karenanya dibutuhkan penguatan peran pemerintah dan PDAM,” Ungkapnya.
Ia membeberkan saat ini PDAM juga sedang menghadapi masalah teknis operasional seperti masih banyaknya PDAM yang sakit (mengalami kerugian, kehilangan sumber daya air, dsb), tarif yang ditetapkan belum menutupi biaya operasional dan pencurian air.
You may like
News
Disebut Mirip Pemenang Piala Citra: Kelakar Presiden Prabowo Sapa Sherly Tjoanda di PENAS Gorontalo
Published
8 hours agoon
24/06/2026
News – Suasana kemeriahan mewarnai acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan XVII di Gorontalo. Momentum tersebut eskalatif ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyapa secara khusus Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam pidato sambutan resminya, Rabu (24/06/2026).
Insiden menarik itu bermula saat Kepala Negara melakukan prosesi sapaan formal kepada sejumlah kepala daerah yang memadati podium kehormatan. Namun, begitu nama Sherly Tjoanda diucapkan oleh Presiden, gemuruh sorak-sorai dan riuh tepuk tangan dari ribuan pasang mata penonton spontan memuncak, terasa jauh lebih kontras dan bising dibandingkan momentum penyebutan gubernur dari wilayah lain.
“Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda,” ucap Presiden Prabowo Subianto di hadapan lautan peserta dan tamu undangan nasional.
Gelombang respons publik yang begitu masif ini dipicu oleh tingginya atensi masyarakat Gorontalo yang sebelumnya telah mengendus informasi mengenai kedatangan srikandi pemimpin Maluku Utara tersebut. Resonansi tepuk tangan yang menggema panjang di area utama venue PENAS bertransformasi menjadi representasi sambutan hangat warga lokal terhadap figur kepala daerah yang tengah menjadi buah bibir nasional itu.
Melihat antusiasme massa yang begitu meluap, Presiden Prabowo Subianto langsung merespons situasi panggung dengan menyelipkan kelakar taktis khasnya.
“Seperti pemenang Piala Citra ya,” seloroh Presiden Prabowo yang seketika memantik tawa renyah dari seluruh hadirin, sekaligus mencairkan formalitas protokoler kenegaraan.
Agenda puncak PENAS XVII tahun ini bertindak sebagai episentrum konsolidasi akbar bagi jutaan petani, nelayan, pelaku industri agrobisnis, hingga para pemangku kebijakan lintas sektor dari Sabang sampai Merauke. Selain Sherly Tjoanda, hajatan strategis ini turut dihadiri barisan elit daerah seperti Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Sulawesi Utara, hingga Gubernur Maluku.
Kehadiran jajaran gubernur pendamping bersama Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari komitmen kolektif intervensi kebijakan guna memperkokoh sektor agraria dan maritim sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional menuju swasembada total.
Kendati demikian, ledakan antusiasme masyarakat terhadap eksistensi Sherly Tjoanda di Bumi Serambi Madinah sukses mencuri panggung utama (scene-stealer) dalam pelaksanaan PENAS XVII di Gorontalo. Fenomena sosiologis ini sekaligus merefleksikan tingginya magnetisme publik terhadap profil kepemimpinan Sherly di kancah nasional saat ini.
Gorontalo
Gaya Lugas Wakil Menteri Pertanian: Rahasia Sudaryono Bakar Adrenalin Pejuang Pangan Daerah
Published
14 hours agoon
24/06/2026
Gorontalo – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia Sudaryono menitipkan pesan khusus yang mendalam kepada seluruh petani di Provinsi Gorontalo. Para petani diminta untuk melipatgandakan eksitasi semangat dalam memajukan sektor agraris guna memperkuat fondasi program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Instruksi taktis tersebut dilemparkan Sudaryono di sela-sela menghadiri agenda silaturahmi makro bersama pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Tani Merdeka, Asosiasi Pedagang Pasar, serta jajaran kader Partai Gerindra di Gorontalo, Selasa (23/06/2026).
Menyuarakan arahan dengan gaya khasnya yang lugas, komunikatif, dan membumi, Wamentan mengajak para pejuang pangan di daerah untuk konsisten bekerja keras menggenjot kurva produktivitas lahan pertanian mereka.
“Untuk seluruh petani Gorontalo, gas pol, rem blong. Itu saja,” cetus Sudaryono yang langsung disambut riuh antusiasme para peserta yang hadir.
Bagi Sudaryono, persistensi dan determinasi kerja keras para petani di lapangan bertransformasi menjadi pilar penentu yang paling krusial dalam menjaga stabilitas ketersediaan pasokan pangan nasional, terutama di tengah volatilitas iklim dan berbagai tantangan global yang membayangi sektor agrobisnis saat ini.
Lebih lanjut, orang nomor dua di Kementerian Pertanian (Kementan) ini menyoroti pentingnya akselerasi produksi melalui intensifikasi serta optimalisasi lahan pertanian yang dikelola oleh masyarakat akar rumput.
“Formulanya sederhana, tanam lebih banyak, panen lebih banyak. Kuncinya hanya itu saja,” tegas Sudaryono di hadapan forum.
Pesan penyemangat dari perwakilan pemerintah pusat ini diyakini menjadi stimulus psikologis bagi para petani di Gorontalo untuk memaksimalkan seluruh potensi bentang alam daerah secara holistik. Provinsi Gorontalo sendiri secara historis memegang peranan strategis sebagai salah satu lumbung pangan andalan nasional, khususnya melalui komoditas jagung yang konsisten menjadi pilar penopang ekspor maupun kebutuhan domestik.
Melalui penguatan rajutan kolaborasi lintas sektor—yang mengintegrasikan peran regulator pemerintah, organisasi profesi petani, hingga keterlibatan para pelaku usaha pasar—ekosistem pertanian di Gorontalo diharapkan mampu mencetak swasembada baru yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani sekaligus ketahanan pangan Indonesia.
Gorontalo
Tolak Sekat Birokrasi Kaku: Strategi Sudaryono Cairkan Suasana Lewat Musik dan Kuliner Lokal
Published
21 hours agoon
24/06/2026
Gorontalo – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia Sudaryono menggelar agenda silaturahmi sosiopolitik bersama pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Tani Merdeka, Asosiasi Pedagang Pasar, serta jajaran kader Partai Gerindra Provinsi Gorontalo, Selasa (23/06/2026) malam.
Malam keakraban yang berlangsung dinamis tersebut didesain sebagai instrumen untuk mempererat sekaligus memperkuat simpul koordinasi antara pemerintah pusat dengan berbagai elemen strategis masyarakat bawah. Fokus utamanya menyasar para pelaku sektor hulu pertanian hingga hilir perdagangan di Bumi Serambi Madinah.
Dalam momentum informal tersebut, Sudaryono disuguhi hidangan rahang tuna bakar, salah satu mahakarya kuliner khas Gorontalo yang legendaris. Menu ini dikenal luas sebagai hidangan wajib bagi para pejabat negara dan tamu protokoler yang berkunjung ke daerah tersebut.
Di hadapan ratusan pasang mata yang memadati area pertemuan, Wamentan Sudaryono melayangkan rasa syukur mendalam atas kokohnya komitmen kebersamaan lintas sektoral yang ditunjukkan oleh masyarakat Gorontalo.
“Alhamdulillah, malam ini kami bisa bertatap muka dan bersilaturahmi langsung dengan kawan-kawan pejuang pangan dari HKTI, Tani Merdeka, Asosiasi Pedagang Pasar, serta keluarga besar Partai Gerindra Gorontalo,” ungkap Sudaryono hangat.
Bagi Sudaryono, ruang perjumpaan komunal seperti ini memiliki urgensi tinggi untuk melebur sekat birokrasi, merajut ukhuwah, sekaligus menjadi kanal sosiologis untuk membumikan kebahagiaan bersama. “Esensinya kita berkumpul, makan bersama, menikmati musik, dan berbagi energi kegembiraan dengan kawan-kawan di daerah,” imbuhnya.
Kendati dibalut atmosfer sukacita, Sudaryono tetap menyelipkan pesan humanis. Ia mengajak seluruh tokoh yang hadir untuk tidak melupakan empati sosial serta tetap menaruh kepedulian riil terhadap masyarakat kecil yang saat ini masih berjuang menghadapi impitan ekonomi.
“Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan rasa prihatin kita kepada saudara-saudara di luar sana yang sedang berjuang keras menghadapi kesulitan hidup, malam ini kita hadir untuk membagi secercah kegembiraan dan kebahagiaan bersama kawan-kawan di Gorontalo,” tutur Wamentan.
Kunjungan kerja Sudaryono di Provinsi Gorontalo ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kedinasan menjelang seremoni penutupan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan 2026. Agenda akbar tersebut dijadwalkan menghentak pada Rabu (24/06/2026) di Gelanggang Olahraga (GOR) David-Tonny, Kabupaten Gorontalo.
Puncak penutupan PENAS 2026 tersebut direncanakan bakal dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta para kepala daerah se-Indonesia.
Pantauan di lokasi, agenda malam silaturahmi ini turut dihadiri oleh sederet tokoh elite politik dan pejabat daerah Gorontalo. Tampak hadir di antaranya Sulyanto Pateda, Adhan Dambea, Indra Gobel, Nuraini Aini Sompie, Nelson Pomalingo, Syarif Mbuinga, hingga Limonu Hippy. Hadirnya para pemangku kepentingan ini mempertegas solidnya sinergitas pentaheliks untuk mengawal kedaulatan pangan dan akselerasi pembangunan infrastruktur pertanian di Provinsi Gorontalo.
Penuhi Stan Tani Merdeka Indonesia: Antrean Warga Berburu Produk Organik Nyaris Tak Pernah Sepi
Genjot Cetak Sawah 5.000 Hektare: Siasat Taktis Bupati Saipul Mbuinga Jawab Instruksi Presiden Prabowo
Sebut Sudaryono Berkomitmen Penuh: Langkah Berani Sulyanto Pateda Dobrak Pintu Kementan
Disebut Mirip Pemenang Piala Citra: Kelakar Presiden Prabowo Sapa Sherly Tjoanda di PENAS Gorontalo
Tindak Lanjuti Rekomendasi Dewas: UNG Kebut Pemutakhiran Akun Belanja BLU 2026
Tak Tinggal Diam! DPC Gerindra Gorut Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Biau
Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
Viral! Baling-baling Wings Air Diikat Kabel Ties Sebelum Terbang dari Bali, Begini Kata Lion Air Group
TUNTUTAN KONTROVERSIAL! Empat Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun BUI
Tembus Jurnal SINTA 2: Mahasiswa BK UNG Alwi Hasan Temukan Solusi Atasi Academic Burnout
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Daerah2 months agoMasyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
-
Gorontalo3 months agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
-
Gorontalo3 months agoMeresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
-
Daerah2 months agoSentil Gubernur Gusnar! Wali Kota Adhan Kecewa Pemisahan Disparpora Mangkrak di Pemprov
-
Gorontalo2 months agoNyanyian Bos Tambang: Bayar Puluhan Juta Tapi Tak Diberi Akses, Daeng Muding Minta Uang Kembali
-
Advertorial3 months agoSikat Pungli: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Oknum AH Terkait Pungutan UMKM
-
Gorontalo3 months agoTuntut Transparansi: Massa Desak Inspektorat Tak “Main Mata” dalam Kasus Mafia Obat
-
Advertorial3 months agoSentil Pemprov! Wali Kota Gorontalo Pertanyakan Beban Anggaran MTQ Tingkat Provinsi
