Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Siswa Wajib Daftar Akun SNPMB Untuk Lanjut Ke PTN

Published

on

Foto Ilustrasi educenter.id

UNG – Bagi siswa yang ingin melanjutkan studi pada perguruan tinggi negeri, diwajibkan memiliki akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). hal ini sebagai langkah awal bagi calon pendaftar untuk mengikuti tahapan berikutnya. Saat ini tim seleksi telah membuka pendaftaran mahasiswa lewat jalur prestasi Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Proses pendaftaran akun tersebut dapat dilakukan secara online dengan mengakses laman https://portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/.

“Nantinya akun SNPMB untuk siswa tersebut akan digunakan ketika mendaftar SNBP secara online. Untuk pendaftaran akun SNBP bagi siswa telah dimulai sejak tanggal 9 Januari 2022 hingga 15 Februari 2023,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Harto Malik, M.Hum, saat memberikan arahan pada sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kepada Kepala Sekolah dan Operator SMA/SMK/MA se Provinsi Gorontalo,.

Akun SNPMB sebagai hal penting untuk mendaftar jalur SNBP 2023, maka calon mahasiswa diminta untuk dapat segera melakukan pendaftaran akun sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Nantinya calon mahasiswa yang termasuk dalam kriteria eligible dengan prestasi akademik, serta memenuhi persyaratan ditentukan perguruan tinggi yang dapat mendaftar jalur SNBP pada tanggal 14 hingga 28 februari 2023,” jelasnya.

Advertorial

Raih Kualifikasi Tertinggi LAMEMBA dan LAMDIK: Dua Prodi FEB UNG Resmi Kantongi Akreditasi Unggul

Published

on

UNG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan pencapaian strategis dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Dua program studi (prodi) di lingkungan FEB UNG resmi menyabet predikat Akreditasi Unggul—jenjang kualifikasi tertinggi dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM)—dengan masa berlaku lima tahun.

Capaian pertama diraih oleh Prodi S1 Manajemen yang mengantongi predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 178/DE/A.5/LAMEMBA-U/VII/2026. Predikat ini berlaku efektif mulai 10 Juli 2026 hingga 10 Juli 2031.

Keberhasilan tersebut disusul oleh Prodi S1 Pendidikan Ekonomi yang juga meraih predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) melalui Surat Keputusan Nomor 1391/SK/LAMDIK/Ak/S/VII/2026, dengan masa berlaku 17 Juli 2026 hingga 16 Juli 2031.

Dekan FEB UNG Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si. menegaskan bahwa raihan ganda ini merupakan hasil nyata dari konsistensi seluruh civitas akademika dalam merawat budaya mutu (quality culture) yang berkelanjutan.

“Predikat Akreditasi Unggul pada Prodi S1 Manajemen dan S1 Pendidikan Ekonomi merupakan manifestasi dari kerja keras, komitmen, dan kolaborasi kolektif. Keberhasilan ini membuktikan kekuatan tata kelola pendidikan kami dalam memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendongkrak daya saing lulusan di dunia kerja,” ujar Dr. Raflin.

Ia menambahkan, pengakuan dari LAMEMBA dan LAMDIK ini menjadi bahan bakar motivasi bagi FEB UNG untuk terus berinovasi, memperluas jejaring kemitraan strategis, serta mengadaptasi kurikulum berbasis perkembangan teknologi dan kebutuhan industri modern.

Di sisi lain, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNG Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si. menjelaskan bahwa status Unggul ini dicapai melalui proses asesmen dan evaluasi lapangan yang ketat serta komprehensif.

“Pencapaian ini mengonfirmasi bahwa ekosistem akademik di FEB UNG telah beroperasi secara konsisten sesuai dengan standar nasional maupun internasional yang ditetapkan lembaga akreditasi,” terang Dr. Irawati.

Menurutnya, pencapaian dua prodi ini akan dijadikan tolok ukur (benchmark) bagi prodi lain di lingkungan FEB untuk mengeksalasi mutu kelembagaan.

“Ke depan, kami berfokus memperkuat sistem penjaminan mutu internal, merevisi kurikulum secara berkala, memacu penelitian dan pengabdian kolaboratif mahasiswa-dosen—termasuk riset berskala internasional—serta memodernisasi layanan akademik demi memperkokoh reputasi UNG sebagai kampus unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.

Continue Reading

Advertorial

Pemotong Rantai Keterlambatan Medis: Peneliti FK UNG Luncurkan Aplikasi Digital ‘Hallo Stroke’

Published

on

UNG – Akses terhadap informasi dan layanan medis darurat kini berada dalam genggaman masyarakat. Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam melahirkan inovasi tepat guna kembali dibuktikan lewat peluncuran platform digital “Hallo Stroke”, sebuah aplikasi terpadu yang dirancang khusus untuk memangkas keterlambatan penanganan pasien stroke.

Inovasi yang diinisiasi oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran (FK) UNG ini hadir sebagai media edukasi interaktif sekaligus jembatan layanan kesehatan. Fokus utamanya adalah membekali publik dengan kemampuan deteksi dini gejala stroke serta memberikan panduan penanganan medis yang cepat dan presisi.

Peneliti FK UNG Isman Yusuf memaparkan bahwa pengembangan Hallo Stroke didasari oleh tingginya angka mortalitas dan kecacatan akibat stroke yang kerap dipicu oleh minimnya literasi masyarakat terkait gejala awal (warning signs).

“Tingkat fatalitas stroke sangat bergantung pada golden period atau periode emas penanganan medis. Banyak kasus terlambat ditangani hanya karena keluarga pasien tidak mengenali gejala awal. Aplikasi Hallo Stroke kami hadirkan untuk memotong rantai keterlambatan tersebut,” ujar Isman.

Melalui platform berbasis situs web yang dapat diakses via laman hallostroke.org, masyarakat dapat memanfaatkan beragam fitur navigasi kesehatan. Layanan ini mencakup konsultasi medis bersama dokter, pemetaan langkah pertolongan pertama, panduan pencegahan melalui modifikasi gaya hidup, hingga direktori farmasi dan layanan rehabilitasi fisioterapi.

Sistem ini juga menyediakan kanal informasi ketersediaan ruang rawat inap di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan. Seluruh materi edukasi dikemas secara visual melalui artikel populer dan video animasi interaktif agar mudah dicerna oleh masyarakat awam.

“Aplikasi ini dirancang user-friendly. Pengguna cukup membukanya melalui peramban internet tanpa prosedur rumit, sehingga informasi dan bantuan medis dapat diakses secara instan saat kondisi darurat,” jelasnya.

Proses riset dan pengembangan Hallo Stroke menempuh perjalanan panjang selama dua tahun. Pengembangan ini mengusung pola kolaborasi internasional dan nasional yang melibatkan Monash University, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Guna memastikan keterjangkauan dan inklusivitas sistem, tim peneliti turut menggandeng organisasi kemasyarakatan serta komunitas disabilitas, seperti Yayasan Stroke Indonesia dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).

Hadirnya Hallo Stroke mempertegas peran akademisi perguruan tinggi dalam merespons krisis kesehatan masyarakat melalui pendekatan teknologi terapan. Inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak tingkat kesadaran publik, menekan fatalitas serangan stroke, serta meminimalkan risiko kecacatan jangka panjang pada pasien.

Continue Reading

Advertorial

Tembus Seleksi Ketat Kemenbud RI: Mahasiswa Sendratasik UNG Lolos Program Belajar Bersama Maestro 2026

Published

on

UNG – Prestasi membanggakan di kancah nasional kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Muhammad Najmi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) UNG, berhasil melenggang sebagai peserta Program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2026.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini merupakan ajang prestisius yang dirancang untuk melahirkan generasi muda pelestari seni dan budaya Nusantara. Keberhasilan ini menempatkan Najmi di antara jajaran talenta muda terpilih dari seluruh Indonesia yang berhak menimba ilmu secara intensif langsung dari para maestro seni ternama. Program tersebut dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 15 Juli hingga 15 Agustus 2026 di Jakarta.

Belajar Bersama Maestro disiapkan sebagai jembatan transfer of knowledge, transmisi keterampilan teknis, peresapan filosofi, hingga penanaman nilai-nilai kebudayaan dari para seniman senior kepada generasi penerus. Selama masa karantina seni tersebut, para peserta tidak hanya digembleng melalui praktik berkesenian, melainkan juga dibekali pemahaman mendalam mengenai proses kreatif yang menjadi karakter otentik sang maestro.

Lolosnya Najmi merupakan buah dari mekanisme penyaringan yang ketat dan kompetitif. Selain mengevaluasi kapasitas artistik, tim penilai mengukur komitmen jangka panjang peserta dalam menjaga, mengembangkan, serta mewariskan warisan budaya bangsa kepada generasi mendatang.

Bagi Najmi, kesempatan ini menjadi laboratorium pengalaman yang melampaui pembelajaran teoretis di ruang kuliah. Interaksi langsung dengan para penggerak seni nasional diyakini bakal memperluas cakrawala estetik, mengasah teknik pertunjukan, serta memperkaya pendekatan kreatifnya dalam melestarikan seni tradisional Indonesia.

Dekan FSB UNG Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D. menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian anak didiknya. Menurutnya, prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa FSB UNG memiliki kompetensi akademik, kreativitas, dan daya saing tinggi pada ajang nasional di bidang kebudayaan.

“Program Belajar Bersama Maestro merupakan ruang bergengsi bagi mahasiswa untuk menyerap filosofi berkesenian langsung dari para pakarnya. Pengalaman ini tidak sekadar mengasah keterampilan teknis, tetapi juga mentransformasi karakter mereka sebagai benteng pelestari kebudayaan bangsa,” ujar Prof. Nonny Basalama.

Ia mengharapkan sepulang dari Jakarta, Najmi dapat mengimbaskan jangkauan ilmu dan pengalaman yang didapat kepada rekan-rekan mahasiswanya, sehingga mampu memicu iklim akademik yang produktif serta melahirkan prestasi seni baru di lingkungan kampus.

Apresiasi senada disampaikan Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan konsistensi UNG dalam mencetak lulusan berdaya saing yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga adaptif, inovatif, serta berakar kuat pada kearifan budaya Nusantara.

“Pengalaman yang diperoleh Muhammad Najmi diharapkan dapat ditransformasikan kembali ke lingkungan kampus. Hal ini penting untuk memperkuat tradisi akademik berprestasi, sekaligus memantik lahirnya karya-karya seni baru dari civitas akademika UNG,” pungkas Prof. Amir Arham.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler