Connect with us

News

Tak Dapat Kejelasan, Petani Plasma Demo di Depan Kantor Bupati

Published

on

Masyarakat petani yang tergabung dalam Aliansi masyarakat petani plasma Popayato melakukan aksi unjuk rasa || Foto Barakati.id (Isran)

GORONTALO – Masyarakat petani yang tergabung dalam Aliansi masyarakat petani plasma Popayato melakukan aksi unjuk rasa terkait koperasi Bumi Sawit Popayato (BSP), di depan kantor bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pohuwato.

Dalam tuntutannya, masa meminta pemerintah daerah untuk mengambil tindakan tegas. Karena menurut mereka, hingga saat ini keberadaan koperasi tersebut tak diketahui oleh para masyarakat petani plasma.

Zidan selaku Koordinator lapangan, dalam orasinya menjelaskan, pihak Perindagkop segera menerbitkan surat rekomendasi rapat anggota tahunan (RAT) kepada pihak koperasi BSP. Hal ini bukan tanpa alasan, sejak SK bupati diterbitkan hingga saat ini RAT belum juga dilakukan.

“Kami meminta kepada Bupati Pohuwato untuk melanjutkan kepada Disperindagkop terkait koprasi siluman yang sudah lama beroperasi namun tidak di ketahui oleh masyarakat setempat,” Ungkap Zidan.

“Sebab menurut UU nomor 26 tahun 2007 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan dan sesuai keputusan (SK) Bupati Pohuwato no.518 tahun 2016 tentang petani plasma sehingga ini jelas menerangkan bahwa koperasi adalah mitra perusahaan dan petani,” Terangnya.

Sementara itu pemerintah daerah, yang di wakili oleh Plt. kepala dinas Perindagkop menyampaikan, dalam waktu dekat ini akan membuat rapat bersama koperasi tersebut dan nantinya akan mengundang para petani plasma.

“Saya selaku Plt. Kepala Dinas yang baru untuk memohonkan kepada seluruh masa aksi agar bisa memberikan kami waktu ke dapan akan membuatkan rapat bersama di lokasi agar bisa menyelesaikan apa yang menjadi aspirasi kalian,” Jelasnya.

Sementara itu Idris Kadji, yang menerima masa aksi di gedung paripurna bersama jajaran DPRD, mengatakan hal ini baiknya di bahas jika ada keterwakilan dari pengurus koperasi sehingga permasalahan bisa terselesaikan.

“Ini bagus kita bahas kalau ada anggota koperasi tersebut dan setelah saya pelajari dari surat perusahaan tersebut, solusinya para anggota koperasi harus melakukan RAT dalam setahun kalau tidak berjalan dengan baik maka perlu dilakukan musyawarah luar biasa bagi pengurus koperasi sehingga ini bisa berjalan sebagaimana mestinya,” Tutur Idris.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

Pasar Malam Marisa Ditutup dengan Meriahnya Konser Spesial Bersama Artis Ibukota

Published

on

POHUWATO – Masyarakat Kabupaten Pohuwato dan para penggemar pasar malam menyambut momen penutupan pasar malam Marisa dengan antusias dan kegembiraan yang tiada tara. Dipanggil dengan sebutan lokal “hoya-hoya”, pasar malam ini telah menjadi pusat hiburan dan kegiatan sosial selama beberapa waktu, menarik pengunjung dari berbagai penjuru untuk menikmati keberagaman kuliner, barang unik, dan berbagai wahana hiburan.

Terletak di Desa Marisa Teratai, Kecamatan Marisa, pasar malam ini tidak hanya menjadi daya tarik lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Pohuwato setiap tahunnya. Dengan tema akhir “Ganteng-Ganteng Ceria (GGC)”, panitia penyelenggara merencanakan penutupan yang megah dan tak terlupakan.

Para pengunjung akan disuguhi konser spesial dari beberapa artis ibukota yang diundang khusus untuk meramaikan penutupan pasar malam ini. Di antaranya, Imel, Mira, Ica, Mutia, dan DJ Rahmat Tahalu. DJ Rahmat Tahalu, dengan reputasi energi panggungnya yang memukau dan campuran musik yang beragam, diharapkan dapat memberikan penampilan yang mengguncang panggung utama pasar malam Marisa.

Acara konser spesial ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, (13/04/2024), di panggung utama pasar malam Marisa. Pengunjung yang hadir sangat bersemangat dan menantikan penampilan para artis serta DJ yang akan menghibur mereka hingga larut malam.

Salah satu pengunjung, Iswan, menyatakan kegembiraannya atas keberadaan pasar malam tersebut. “Saya cukup senang dengan pasar malam ini. Dengan adanya wahana-wahana dan beragam kegiatan, kami bisa melepas penat dengan santai di tempat ini. Semoga ini bukanlah penutupan terakhirnya, dan kita semua berharap ada lagi pasar malam yang gemilang dan meriah seperti ini di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Continue Reading

Gorontalo

Kecaman Terhadap Tragedi Longsor PETI: LSM Desak Tindakan Hukum Terhadap Pelaku Usaha

Published

on

GORONTALO – Tragedi longsor yang terjadi di lokasi pertambangan tanpa izin (PETI) yang dimiliki oleh salah satu pelaku usaha dengan inisial M, atau lebih dikenal sebagai Midun, menimbulkan kecaman keras dari LSM Pohuwato Watch dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI).

Aktivis LSM Pohuwato Watch, Ruslan Pakaya, SH, menegaskan perlunya Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil tindakan dengan memanggil pemilik lokasi untuk diproses hukum atas perusakan lingkungan yang berakibat fatal terhadap nyawa manusia serta menghilangkan habitat hewan dan tumbuhan di sekitar lokasi tersebut.

“Kita tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, namun APH tentunya lebih memahami proses hukum dan sanksi yang berlaku bagi pelaku perusakan lingkungan tanpa izin,” tegas Ruslan dengan nada datar.

Ruslan juga menyoroti sikap para pelaku usaha yang tampak mengabaikan betapa mahalnya proses restorasi lingkungan yang telah dirusak dalam waktu singkat.

“Dana besar telah dialokasikan oleh negara untuk mengembalikan hutan yang telah gundul, namun segelintir orang dengan mudah merusaknya tanpa rasa takut akan konsekuensi hukum,” ungkapnya dengan kesal.

Ruslan berharap agar APH memberikan perhatian yang serius terhadap insiden yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia tersebut.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh aktivis LAI, Harson Ali, yang menekankan perlunya APH untuk mengambil langkah tegas dengan memanggil pemilik lokasi dan memproses hukum kegiatan ilegal tersebut.

“Agar ada efek jera, APH harus bertindak dan memproses hukum kegiatan ilegal yang dilakukan oleh pemilik lokasi,” tegas Harson.

Continue Reading

Gorontalo

Korban Longsor PETI Di Desa Popaya Dimakamkan, LSM dan LAI Desak Tindakan Hukum

Published

on

GORONTALO – Keluarga korban longsoran material PETI di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato akhirnya mengantarkan jenazah korban ke peristirahatan terakhir di Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

Korban yang telah diidentifikasi bernama Suprianto Mohamad, berusia 22 tahun, warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

Pada Jumat (12/04/24), proses pemakaman sementara dilaksanakan di rumah duka. Dijadwalkan pukul 10.30, proses pemakaman almarhum akan dilaksanakan dengan khidmat.

Meskipun dalam suasana yang sedih, keluarga korban melepas dengan tenang saudara mereka yang telah berjuang keras untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Hingga saat ini, belum ada informasi yang diperoleh dari pihak keluarga mengenai langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. Namun, sebelumnya LSM Pohuwato Watch dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) telah menekankan pentingnya agar pihak yang bertanggung jawab, termasuk pemilik lokasi dan pelaku usaha, dipanggil untuk mempertanggungjawabkan aktivitas ilegalnya di hadapan APH.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler