News
Tak Dapat Kejelasan, Petani Plasma Demo di Depan Kantor Bupati
Published
4 years agoon
GORONTALO – Masyarakat petani yang tergabung dalam Aliansi masyarakat petani plasma Popayato melakukan aksi unjuk rasa terkait koperasi Bumi Sawit Popayato (BSP), di depan kantor bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pohuwato.
Dalam tuntutannya, masa meminta pemerintah daerah untuk mengambil tindakan tegas. Karena menurut mereka, hingga saat ini keberadaan koperasi tersebut tak diketahui oleh para masyarakat petani plasma.
Zidan selaku Koordinator lapangan, dalam orasinya menjelaskan, pihak Perindagkop segera menerbitkan surat rekomendasi rapat anggota tahunan (RAT) kepada pihak koperasi BSP. Hal ini bukan tanpa alasan, sejak SK bupati diterbitkan hingga saat ini RAT belum juga dilakukan.
“Kami meminta kepada Bupati Pohuwato untuk melanjutkan kepada Disperindagkop terkait koprasi siluman yang sudah lama beroperasi namun tidak di ketahui oleh masyarakat setempat,” Ungkap Zidan.
“Sebab menurut UU nomor 26 tahun 2007 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan dan sesuai keputusan (SK) Bupati Pohuwato no.518 tahun 2016 tentang petani plasma sehingga ini jelas menerangkan bahwa koperasi adalah mitra perusahaan dan petani,” Terangnya.
Sementara itu pemerintah daerah, yang di wakili oleh Plt. kepala dinas Perindagkop menyampaikan, dalam waktu dekat ini akan membuat rapat bersama koperasi tersebut dan nantinya akan mengundang para petani plasma.
“Saya selaku Plt. Kepala Dinas yang baru untuk memohonkan kepada seluruh masa aksi agar bisa memberikan kami waktu ke dapan akan membuatkan rapat bersama di lokasi agar bisa menyelesaikan apa yang menjadi aspirasi kalian,” Jelasnya.
Sementara itu Idris Kadji, yang menerima masa aksi di gedung paripurna bersama jajaran DPRD, mengatakan hal ini baiknya di bahas jika ada keterwakilan dari pengurus koperasi sehingga permasalahan bisa terselesaikan.
“Ini bagus kita bahas kalau ada anggota koperasi tersebut dan setelah saya pelajari dari surat perusahaan tersebut, solusinya para anggota koperasi harus melakukan RAT dalam setahun kalau tidak berjalan dengan baik maka perlu dilakukan musyawarah luar biasa bagi pengurus koperasi sehingga ini bisa berjalan sebagaimana mestinya,” Tutur Idris.
You may like
-
Janji Belum Terealisasi: Penambang Tradisional Pohuwato Kecewa Dialog Bupati Masih Nihil
-
POHUWATO MEMANAS: Hari Kedua Demo, Penambang Nekat Jemur Pakaian Dalam di Kantor Bupati
-
Kabar Gembira! Gedung Kantor Bupati Pohuwato Segera Dibangun
-
Iskandar Datau, Tinjau Kantor-kantor Yang Akan Ditempati Oleh ASN Setda
Gorontalo
Gaya Lugas Wakil Menteri Pertanian: Rahasia Sudaryono Bakar Adrenalin Pejuang Pangan Daerah
Published
4 hours agoon
24/06/2026
Gorontalo – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia Sudaryono menitipkan pesan khusus yang mendalam kepada seluruh petani di Provinsi Gorontalo. Para petani diminta untuk melipatgandakan eksitasi semangat dalam memajukan sektor agraris guna memperkuat fondasi program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Instruksi taktis tersebut dilemparkan Sudaryono di sela-sela menghadiri agenda silaturahmi makro bersama pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Tani Merdeka, Asosiasi Pedagang Pasar, serta jajaran kader Partai Gerindra di Gorontalo, Selasa (23/06/2026).
Menyuarakan arahan dengan gaya khasnya yang lugas, komunikatif, dan membumi, Wamentan mengajak para pejuang pangan di daerah untuk konsisten bekerja keras menggenjot kurva produktivitas lahan pertanian mereka.
“Untuk seluruh petani Gorontalo, gas pol, rem blong. Itu saja,” cetus Sudaryono yang langsung disambut riuh antusiasme para peserta yang hadir.
Bagi Sudaryono, persistensi dan determinasi kerja keras para petani di lapangan bertransformasi menjadi pilar penentu yang paling krusial dalam menjaga stabilitas ketersediaan pasokan pangan nasional, terutama di tengah volatilitas iklim dan berbagai tantangan global yang membayangi sektor agrobisnis saat ini.
Lebih lanjut, orang nomor dua di Kementerian Pertanian (Kementan) ini menyoroti pentingnya akselerasi produksi melalui intensifikasi serta optimalisasi lahan pertanian yang dikelola oleh masyarakat akar rumput.
“Formulanya sederhana, tanam lebih banyak, panen lebih banyak. Kuncinya hanya itu saja,” tegas Sudaryono di hadapan forum.
Pesan penyemangat dari perwakilan pemerintah pusat ini diyakini menjadi stimulus psikologis bagi para petani di Gorontalo untuk memaksimalkan seluruh potensi bentang alam daerah secara holistik. Provinsi Gorontalo sendiri secara historis memegang peranan strategis sebagai salah satu lumbung pangan andalan nasional, khususnya melalui komoditas jagung yang konsisten menjadi pilar penopang ekspor maupun kebutuhan domestik.
Melalui penguatan rajutan kolaborasi lintas sektor—yang mengintegrasikan peran regulator pemerintah, organisasi profesi petani, hingga keterlibatan para pelaku usaha pasar—ekosistem pertanian di Gorontalo diharapkan mampu mencetak swasembada baru yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani sekaligus ketahanan pangan Indonesia.
Gorontalo
Tolak Sekat Birokrasi Kaku: Strategi Sudaryono Cairkan Suasana Lewat Musik dan Kuliner Lokal
Published
11 hours agoon
24/06/2026
Gorontalo – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia Sudaryono menggelar agenda silaturahmi sosiopolitik bersama pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Tani Merdeka, Asosiasi Pedagang Pasar, serta jajaran kader Partai Gerindra Provinsi Gorontalo, Selasa (23/06/2026) malam.
Malam keakraban yang berlangsung dinamis tersebut didesain sebagai instrumen untuk mempererat sekaligus memperkuat simpul koordinasi antara pemerintah pusat dengan berbagai elemen strategis masyarakat bawah. Fokus utamanya menyasar para pelaku sektor hulu pertanian hingga hilir perdagangan di Bumi Serambi Madinah.
Dalam momentum informal tersebut, Sudaryono disuguhi hidangan rahang tuna bakar, salah satu mahakarya kuliner khas Gorontalo yang legendaris. Menu ini dikenal luas sebagai hidangan wajib bagi para pejabat negara dan tamu protokoler yang berkunjung ke daerah tersebut.
Di hadapan ratusan pasang mata yang memadati area pertemuan, Wamentan Sudaryono melayangkan rasa syukur mendalam atas kokohnya komitmen kebersamaan lintas sektoral yang ditunjukkan oleh masyarakat Gorontalo.
“Alhamdulillah, malam ini kami bisa bertatap muka dan bersilaturahmi langsung dengan kawan-kawan pejuang pangan dari HKTI, Tani Merdeka, Asosiasi Pedagang Pasar, serta keluarga besar Partai Gerindra Gorontalo,” ungkap Sudaryono hangat.
Bagi Sudaryono, ruang perjumpaan komunal seperti ini memiliki urgensi tinggi untuk melebur sekat birokrasi, merajut ukhuwah, sekaligus menjadi kanal sosiologis untuk membumikan kebahagiaan bersama. “Esensinya kita berkumpul, makan bersama, menikmati musik, dan berbagi energi kegembiraan dengan kawan-kawan di daerah,” imbuhnya.
Kendati dibalut atmosfer sukacita, Sudaryono tetap menyelipkan pesan humanis. Ia mengajak seluruh tokoh yang hadir untuk tidak melupakan empati sosial serta tetap menaruh kepedulian riil terhadap masyarakat kecil yang saat ini masih berjuang menghadapi impitan ekonomi.
“Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan rasa prihatin kita kepada saudara-saudara di luar sana yang sedang berjuang keras menghadapi kesulitan hidup, malam ini kita hadir untuk membagi secercah kegembiraan dan kebahagiaan bersama kawan-kawan di Gorontalo,” tutur Wamentan.
Kunjungan kerja Sudaryono di Provinsi Gorontalo ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kedinasan menjelang seremoni penutupan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan 2026. Agenda akbar tersebut dijadwalkan menghentak pada Rabu (24/06/2026) di Gelanggang Olahraga (GOR) David-Tonny, Kabupaten Gorontalo.
Puncak penutupan PENAS 2026 tersebut direncanakan bakal dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta para kepala daerah se-Indonesia.
Pantauan di lokasi, agenda malam silaturahmi ini turut dihadiri oleh sederet tokoh elite politik dan pejabat daerah Gorontalo. Tampak hadir di antaranya Sulyanto Pateda, Adhan Dambea, Indra Gobel, Nuraini Aini Sompie, Nelson Pomalingo, Syarif Mbuinga, hingga Limonu Hippy. Hadirnya para pemangku kepentingan ini mempertegas solidnya sinergitas pentaheliks untuk mengawal kedaulatan pangan dan akselerasi pembangunan infrastruktur pertanian di Provinsi Gorontalo.
Gorontalo
Bergeser dari Evaluasi Rapor: Orang Tua Keluhkan Dana Pembangunan Saat Rapat di SMA 3 Gorontalalo
Published
16 hours agoon
23/06/2026
Gorontalo – Agenda tahunan evaluasi akademik siswa di SMA Negeri 3 Gorontalo berujung polemik. Rapat koordinasi orang tua murid yang dirangkaikan dengan penyerahan rapor semester genap pada Senin (22/06/2026) memicu gelombang protes dari sejumlah wali murid akibat mencuatnya instruksi penarikan sumbangan dana pembangunan infrastruktur sekolah.
Rapat yang sedianya diorientasikan untuk membedah rapor hasil belajar siswa serta skema persiapan tahun ajaran ganjil tersebut, dinilai bergeser substansi menjadi forum penggalangan dana sepihak untuk membiayai fasilitas fisik sekolah.
Salah satu orang tua siswa, WM (bukan nama sebenarnya), melayangkan keberatan mendalam atas manuver komite dan pihak sekolah. Ia membeberkan bahwa orang tua murid dituntut ikut menyetor kontribusi pembiayaan sejumlah megaproyek fisik internal, meliputi pembangunan gedung aula, perbaikan pagar keliling, perluasan area parkir, hingga renovasi kantin sekolah.
Dalam pemaparan forum, WM mengungkapkan bahwa total estimasi pagu anggaran untuk pemenuhan fasilitas tersebut menyentuh angka fantastis, yakni Rp3 miliar. Dari proyeksi kebutuhan itu, pihak otoritas sekolah membidik 50 persen anggaran atau senilai Rp1,5 miliar bersumber dari dompet para orang tua siswa.
“Jika dikalkulasikan dengan basis jumlah murid yang mencapai kisaran 1.300 orang, maka beban yang harus ditanggung setiap orang tua siswa bisa menembus angka di atas Rp1 juta. Meski pihak sekolah berdalih nominal tersebut dapat diangsur, mayoritas orang tua di dalam forum tetap merasa terbebani secara psikologis dan finansial,” keluh WM kepada awak media.
WM juga membongkar adanya indikasi penolakan asas sukarela dalam rapat tersebut. Terdapat beberapa wali murid yang berniat menyumbang sesuai kemampuan finansial mereka sebesar Rp50 ribu, namun nominal tersebut ditolak secara halus oleh manajemen sekolah karena dinilai terlampau jauh dari target kuota anggaran yang dicanangkan.
Sentimen penolakan serupa bertiup dari barisan orang tua murid lainnya. Mereka menyayangkan momentum penyerahan rapor yang sakral bagi perkembangan anak justru disisipi oleh urusan penarikan dana taktis pembangunan.
“Kami datang untuk mengonfirmasi capaian belajar anak, bukan untuk disodori tagihan infrastruktur. Pembahasan anggaran komite ini sangat tidak etis ditempatkan pada momentum penyerahan rapor,” cetus salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Berdasarkan data yang dihimpun, rapat pleno tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 3 Gorontalo bersama jajaran pengurus Komite Sekolah. Pihak wali murid mendesak Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo untuk segera turun tangan meninjau legalitas penarikan dana tersebut agar tidak menabrak regulasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang melarang segala bentuk pungutan liar.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada konfirmasi resmi maupun siaran pers lanjutan dari Kepala SMAN 3 Gorontalo maupun pihak Komite Sekolah terkait kejelasan status dana tersebut, apakah murni bersifat sumbangan sukarela atau berupa pungutan wajib yang mengikat.
Cetak Sejarah Baru di FIP: Prodi Psikologi UNG Sukses Meluluskan Tiga Sarjana Perdana
Raih S-1 dan S-2 dalam 5 Tahun: Terobosan Baru UNG Siapkan Program Fast Track Double Degree
Gaya Lugas Wakil Menteri Pertanian: Rahasia Sudaryono Bakar Adrenalin Pejuang Pangan Daerah
Tolak Sekat Birokrasi Kaku: Strategi Sudaryono Cairkan Suasana Lewat Musik dan Kuliner Lokal
Batas Akhir 31 Juli 2026: UNG Resmi Buka Pembayaran UKT Semester Ganjil Terbaru
Tak Tinggal Diam! DPC Gerindra Gorut Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Biau
Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
TUNTUTAN KONTROVERSIAL! Empat Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun BUI
Viral! Baling-baling Wings Air Diikat Kabel Ties Sebelum Terbang dari Bali, Begini Kata Lion Air Group
Studi Dermatologis : Mandi Setiap Hari Bisa Merusak Kulit. Cukup Mandi 3 Hari Sekali Saja
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Daerah2 months agoMasyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
-
Gorontalo3 months agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
-
Gorontalo3 months agoMeresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
-
Daerah2 months agoSentil Gubernur Gusnar! Wali Kota Adhan Kecewa Pemisahan Disparpora Mangkrak di Pemprov
-
Gorontalo2 months agoNyanyian Bos Tambang: Bayar Puluhan Juta Tapi Tak Diberi Akses, Daeng Muding Minta Uang Kembali
-
Advertorial3 months agoSikat Pungli: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Oknum AH Terkait Pungutan UMKM
-
Gorontalo3 months agoTuntut Transparansi: Massa Desak Inspektorat Tak “Main Mata” dalam Kasus Mafia Obat
-
Advertorial3 months agoSentil Pemprov! Wali Kota Gorontalo Pertanyakan Beban Anggaran MTQ Tingkat Provinsi
