Connect with us

kabupaten pohuwato

Tanggap dan Terjangkau: Masyarakat Pohuwato Menikmati Manfaat BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Published

on

POHUWATO – Program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di Pohuwato memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Bupati Saipul A. Mbuinga menjelaskan bahwa program jaminan kesehatan nasional dari BPJS Kesehatan telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), yang memungkinkan masyarakat Pohuwato untuk berobat ke rumah sakit dan puskesmas dengan hanya memperlihatkan kartu tanda penduduk (KTP), tanpa perlu membayar secara langsung. Ini meringankan beban finansial masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan bagi tenaga kerja Pohuwato ketika terjadi musibah atau risiko kerja. Bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan kepada para pekerja yang mengalami kecelakaan atau musibah lainnya. Pemerintah daerah telah mengambil bagian dalam program ini dengan mengalokasikan anggaran untuk kepentingan para tenaga kerja.

Pemerintah Pohuwato, melalui Kepala Bapppeda, Irfan Saleh, menganggarkan dana yang signifikan untuk program kesehatan dan ketenagakerjaan ini. Pada tahun 2023, sekitar Rp. 8 Miliar dianggarkan untuk layanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat, sedangkan untuk tahun 2024, sekitar Rp. 13 Miliar dialokasikan untuk jaminan kesehatan seluruh rakyat Pohuwato. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa mayoritas masyarakat memiliki jaminan kesehatan.

Untuk BPJS Ketenagakerjaan, pemda menganggarkan sekitar Rp. 3 Miliar, yang akan memberikan perlindungan bagi tenaga kerja saat mengalami risiko atau musibah di tempat kerja. Ini adalah langkah strategis untuk mengurangi ketidakmampuan masyarakat miskin ketika kepala rumah tangga mereka terkena musibah.

Kepala Bapppeda, Irfan Saleh, menegaskan pentingnya peran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan visi Pohuwato yang sehat dan sejahtera. Keduanya dianggap sebagai garda terdepan dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Pohuwato dalam bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Gorontalo

Pasar Malam Marisa Ditutup dengan Meriahnya Konser Spesial Bersama Artis Ibukota

Published

on

POHUWATO – Masyarakat Kabupaten Pohuwato dan para penggemar pasar malam menyambut momen penutupan pasar malam Marisa dengan antusias dan kegembiraan yang tiada tara. Dipanggil dengan sebutan lokal “hoya-hoya”, pasar malam ini telah menjadi pusat hiburan dan kegiatan sosial selama beberapa waktu, menarik pengunjung dari berbagai penjuru untuk menikmati keberagaman kuliner, barang unik, dan berbagai wahana hiburan.

Terletak di Desa Marisa Teratai, Kecamatan Marisa, pasar malam ini tidak hanya menjadi daya tarik lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Pohuwato setiap tahunnya. Dengan tema akhir “Ganteng-Ganteng Ceria (GGC)”, panitia penyelenggara merencanakan penutupan yang megah dan tak terlupakan.

Para pengunjung akan disuguhi konser spesial dari beberapa artis ibukota yang diundang khusus untuk meramaikan penutupan pasar malam ini. Di antaranya, Imel, Mira, Ica, Mutia, dan DJ Rahmat Tahalu. DJ Rahmat Tahalu, dengan reputasi energi panggungnya yang memukau dan campuran musik yang beragam, diharapkan dapat memberikan penampilan yang mengguncang panggung utama pasar malam Marisa.

Acara konser spesial ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, (13/04/2024), di panggung utama pasar malam Marisa. Pengunjung yang hadir sangat bersemangat dan menantikan penampilan para artis serta DJ yang akan menghibur mereka hingga larut malam.

Salah satu pengunjung, Iswan, menyatakan kegembiraannya atas keberadaan pasar malam tersebut. “Saya cukup senang dengan pasar malam ini. Dengan adanya wahana-wahana dan beragam kegiatan, kami bisa melepas penat dengan santai di tempat ini. Semoga ini bukanlah penutupan terakhirnya, dan kita semua berharap ada lagi pasar malam yang gemilang dan meriah seperti ini di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Continue Reading

Gorontalo

Kecaman Terhadap Tragedi Longsor PETI: LSM Desak Tindakan Hukum Terhadap Pelaku Usaha

Published

on

GORONTALO – Tragedi longsor yang terjadi di lokasi pertambangan tanpa izin (PETI) yang dimiliki oleh salah satu pelaku usaha dengan inisial M, atau lebih dikenal sebagai Midun, menimbulkan kecaman keras dari LSM Pohuwato Watch dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI).

Aktivis LSM Pohuwato Watch, Ruslan Pakaya, SH, menegaskan perlunya Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil tindakan dengan memanggil pemilik lokasi untuk diproses hukum atas perusakan lingkungan yang berakibat fatal terhadap nyawa manusia serta menghilangkan habitat hewan dan tumbuhan di sekitar lokasi tersebut.

“Kita tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, namun APH tentunya lebih memahami proses hukum dan sanksi yang berlaku bagi pelaku perusakan lingkungan tanpa izin,” tegas Ruslan dengan nada datar.

Ruslan juga menyoroti sikap para pelaku usaha yang tampak mengabaikan betapa mahalnya proses restorasi lingkungan yang telah dirusak dalam waktu singkat.

“Dana besar telah dialokasikan oleh negara untuk mengembalikan hutan yang telah gundul, namun segelintir orang dengan mudah merusaknya tanpa rasa takut akan konsekuensi hukum,” ungkapnya dengan kesal.

Ruslan berharap agar APH memberikan perhatian yang serius terhadap insiden yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia tersebut.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh aktivis LAI, Harson Ali, yang menekankan perlunya APH untuk mengambil langkah tegas dengan memanggil pemilik lokasi dan memproses hukum kegiatan ilegal tersebut.

“Agar ada efek jera, APH harus bertindak dan memproses hukum kegiatan ilegal yang dilakukan oleh pemilik lokasi,” tegas Harson.

Continue Reading

Gorontalo

Korban Longsor PETI Di Desa Popaya Dimakamkan, LSM dan LAI Desak Tindakan Hukum

Published

on

GORONTALO – Keluarga korban longsoran material PETI di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato akhirnya mengantarkan jenazah korban ke peristirahatan terakhir di Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

Korban yang telah diidentifikasi bernama Suprianto Mohamad, berusia 22 tahun, warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

Pada Jumat (12/04/24), proses pemakaman sementara dilaksanakan di rumah duka. Dijadwalkan pukul 10.30, proses pemakaman almarhum akan dilaksanakan dengan khidmat.

Meskipun dalam suasana yang sedih, keluarga korban melepas dengan tenang saudara mereka yang telah berjuang keras untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Hingga saat ini, belum ada informasi yang diperoleh dari pihak keluarga mengenai langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. Namun, sebelumnya LSM Pohuwato Watch dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) telah menekankan pentingnya agar pihak yang bertanggung jawab, termasuk pemilik lokasi dan pelaku usaha, dipanggil untuk mempertanggungjawabkan aktivitas ilegalnya di hadapan APH.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler