Connect with us

Kota Gorontalo

Wali Kota Gorontalo Tutup Turnamen JMSC 2021

Published

on

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, foto bersama dua tim pemenang dari AJP FC dan Warastra FC, usai menutup kegiatan JMSC 2021.

KOTA GORONTALO – Turnamen JMSC (Journalis Mini Soccer) tahun 2021 yang digelar pegiat media selama 10 hari memberikan banyak manfaat besar, baik bagi pelaku media cetak, online dan elektronik serta Pemerintah Daerah dan instansi hukum TNI/Polri.

Satu diantaranya adalah ikatan silaturahmi tanpa batas, yang terjalin diatas lapangan hijau Amal Mini Soccer yang teletak di Jantung Kota Gorontalo. Begitu kata Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, saat menutup JMSC, (30/6/2021).

“Kegiatan ini bukan hanya sebatas kompetisi untuk mencari siapa pemenang, atau siapa kalah dan menang. Tetapi lebih dari itu, dimana begitu banyak pahala yang mengalir diatas rumput hijau Amal Mini Soccer ini, dari silaturahmi tanpa batas yang kita jalin bersama ..,”

“Media, Pemerintah Daerah, TNI dan Polri serta masyarakat, adalah beberap unsur yang tidak bisa dipisahkan dan saling berkaitan ..,”

“Peran media begitu penting bagi kami. Selain dalam menyebarkan informasi tentang pelaksanaan program kegiatan daerah, tentu dalam hal informasi dunia yang diberikan oleh masing-masing media ..,”

“Media adalah pilar keempat Bangsa, dan harus kita jaga dan dukung,” jelas Wali Kota Gorontalo Dua Periode itu.

Mewakili Pemerintah Kota Gorontalo, Ia juga mengucapkan selamat kepada dua tim pemenang baik juara satu dan dua masing-masing dari AJP (Aliansi Jurnalis Pohowato), dan Warastra utusan Korem 133 NWB Gorontalo.

“Kami Pemerintah Kota Gorontalo merasa bangga dan berterima kasih kepada semua tim yang sudah meramaikan kompetisi ini, terlebih tim yang menjadi juara pada malam ini ..,”

“Saya ucapkan selamat kepada AJP, jauh-jauh dari Pohuwato dan pulang membawa keberhasilan. Begitu juga tim dari Korem 133 NWB Gorontalo, sebagai juara pertama ..,”

“Tentu hasil pada malam ini menjadi bukti, bahwa mitra kerja, sinergitas dan silaturahmi kita tidak akan pernah putus,” pungkasnya.

Advertorial

Tangkal Arus Globalisasi: Sekda Ismail Madjid Ajak Anak SD Gorontalo Rawat Tradisi Lisan

Published

on

Kota Gorontalo – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, secara resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Gorontalo Tahun 2026. Kompetisi literasi ini dipusatkan di Aula Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kota Gorontalo, Rabu (10/06/2026).

Agenda tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala DKP Kota Gorontalo Siti Dahlia Syarief, jajaran dewan juri, kepala sekolah se-Kota Gorontalo, guru pendamping, serta puluhan siswa peserta lomba yang memadati ruang kegiatan.

Dalam sambutannya, Sekda Ismail Madjid menggarisbawahi urgensi menjaga dan merawat eksistensi tradisi lisan. Menurutnya, warisan luhur tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang kini mulai tergerus oleh masifnya perkembangan zaman dan arus globalisasi digital.

“Pesan moral yang disalurkan melalui tradisi lisan atau bertutur ini merupakan salah satu aset budaya lokal yang sebagian mulai diabaikan generasi masa kini. Melalui stimulasi kompetisi seperti lomba bertutur ini, jika terus digalakkan secara konsisten, akan mampu membangkitkan kembali kecintaan anak-anak terhadap akar budaya daerah,” ujar Ismail.

Ismail menilai, cerita rakyat yang dikemas secara kreatif dan ditampilkan dengan penjiwaan yang baik tidak sekadar menjadi media perkenalan histori lokal. Lebih dari itu, tradisi lisan bertindak sebagai sarana strategis dalam membentuk karakter anak yang cerdas, tangguh, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui penjelajahan cerita-cerita daerah, anak-anak dapat menyerap langsung pelajaran tentang nilai moral, kearifan lokal, serta menumbuhkan rasa bangga yang kokoh terhadap identitas budaya yang mereka miliki,” tambahnya.

Usai memberikan arahannya, Sekda Ismail secara resmi membuka jalannya perlombaan yang ditandai dengan pembacaan basmalah bersama seluruh tamu undangan. Pada momentum tersebut, ia juga membakar semangat para peserta agar tampil percaya diri di atas panggung.

Ismail mengingatkan bahwa predikat juara bukanlah target mutlak, melainkan proses mengasah mental dan akumulasi pengalaman berharga di usia dini yang jauh lebih utama.

“Jangan pernah berkecil hati apabila belum berhasil membawa pulang piala. Kekalahan hanyalah kemenangan yang tertunda. Jadikan ini sebagai pemantik untuk terus belajar, berlatih, dan mengasah bakat agar kelak dapat merajut prestasi yang lebih tinggi,” pesannya memotivasi.

Lomba Bertutur Tingkat SD/MI ini menjadi bagian dari penetrasi taktis Pemerintah Kota Gorontalo melalui DKP dalam mendongkrak indeks minat baca, menaikkan kelas kemampuan literasi dasar, sekaligus membentengi tradisi lisan serta folklor cerita rakyat di kalangan generasi muda.

Continue Reading

Advertorial

Pangkas Jalur Birokrasi: Target Wali Kota Adhan Dambea Hadirkan Mal Pelayanan Publik di Pusat Kota

Published

on

Kota Gorontalo – Gedung Bele Li Mbui yang selama ini menjadi salah satu aset strategis di pusat Kota Gorontalo tengah bersiap bertransformasi menjadi Mal Pelayanan Publik (MPP). Komitmen percepatan infrastruktur tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat meninjau langsung progres revitalisasi gedung tersebut pada Selasa (09/06/2026).

Peninjauan lapangan ini dilakukan guna memastikan proyek renovasi arsitektur bangunan berjalan sesuai target linimasa. Targetnya, eks gedung serbaguna ini dapat segera difungsikan sebagai pusat pelayanan publik terpadu yang mengintegrasikan berbagai urusan administratif dalam satu kawasan linear.

Menurut Wali Kota Adhan, pemanfaatan bangunan eks Bele Li Mbui sebagai MPP merupakan langkah taktis Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo untuk menghadirkan reformasi birokrasi yang efektif, efisien, dan memangkas jarak bagi warga.

“Seluruh jenis pelayanan publik komprehensif akan kami pusatkan di sini. Jadi, ke depan masyarakat tidak perlu lagi berpindah-pindah kantor atau menghabiskan waktu di jalan untuk mengurus berbagai keperluan,” ujar Wali Kota Adhan Dambea.

Ia menjelaskan, gedung yang terletak di lokasi premium tersebut sebelumnya dikelola oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, namun kini hak pengelolaannya telah resmi diserahkan kepada Pemkot Gorontalo. Pasca-proses hibah dan penyerahan aset, pihak kota langsung bergerak cepat merancang cetak biru (blueprint) revitalisasi total.

Nantinya, loket-loket pelayanan yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak akan ditempatkan di MPP ini. Instansi yang terintegrasi meliputi pelayanan administrasi kependudukan (Disdukcapil), BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, dinas perhubungan, pelayanan keagamaan, hingga loket penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari pihak kepolisian.

Dengan konsep satu atap (one-stop service) ini, mobilisasi masyarakat akan jauh lebih ringkas dalam menyelesaikan urusan kedinasan.

“Jika seorang warga memiliki beberapa urusan birokrasi sekaligus, cukup melangkah ke gedung ini. Tidak perlu lagi berkeliling kota mendatangi banyak kantor dinas,” tambahnya.

Guna menyokong performa MPP, Pemkot Gorontalo juga tengah menyiapkan infrastruktur digital dan tanggap darurat di area sekitar. Fasilitas pendukung tersebut di antaranya unit call center aduan masyarakat, pos taktis pelayanan kepolisian, ruang kontrol Command Center, hingga armada ambulans gawat darurat yang disiagakan 24 jam.

Melalui mega proyek revitalisasi ini, Pemkot Gorontalo optimistis mampu melahirkan wajah baru pelayanan publik yang modern, inklusif, mudah dijangkau, serta memberikan kenyamanan premium bagi seluruh elemen masyarakat Kota Serambi Madinah.

Continue Reading

Advertorial

BUKAN ARTIS MEDSOS: Wali Kota Adhan Dambea Larang Keras ASN Live TikTok Saat Jam Kerja

Published

on

Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengeluarkan peringatan keras yang ditujukan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Ia melarang keras para abdi negara melakukan siaran langsung (live) di media sosial saat jam pelayanan publik sedang berlangsung. Sanksi disiplin berat dipastikan menanti bagi siapa saja yang kedapatan mengabaikan aturan kedisiplinan tersebut.

Pernyataan menohok ini dilontarkan oleh Wali Kota Gorontalo dua periode tersebut saat diwawancarai awak media pasca-agenda pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, pekan kemarin.

Menurut Adhan Dambea, fenomena oknum ASN yang justru lebih sibuk berselancar di dunia maya saat jam kantor sudah sangat mencederai marwah pelayanan publik dan melukai hati masyarakat.

“Saya ingatkan kepada seluruh ASN, Anda dibayar oleh uang rakyat untuk bekerja, bukan untuk jadi artis media sosial! Mulai hari ini, saya larang keras ada ASN yang live di TikTok, Instagram, atau platform apa pun saat jam kerja!” tegas Adhan Dambea dengan nada tinggi dan raut wajah serius di hadapan media.

Wali Kota yang dikenal publik tanpa kompromi ini memastikan bahwa pihak inspektorat dan Badan Kepegawaian tidak akan pandang bulu dalam menegakkan regulasi serta menjatuhkan sanksi bagi para pelanggar aturan ini.

“Kalau mau main medsos, tunggu pulang kantor. Jangan sampai rakyat telantar hanya karena Anda sibuk membaca komentar netizen. Jika kedapatan, saya tidak akan ragu menjatuhkan sanksi disiplin berat. Kalau tidak sanggup disiplin dan melayani, silakan mundur saja jadi ASN!” pungkas Adhan secara tajam dan eksplisit.

Langkah preventif sekaligus represif ini sengaja diambil dengan harapan dapat memberikan efek jera yang masif bagi seluruh pegawai, sekaligus memicu peningkatan kualitas serta integritas pelayanan publik di jajaran Pemerintah Kota Gorontalo ke depan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler