Connect with us

News

Warga Pertanyakan Penerimaan BLT Yang Hanya Berlaku Tiga Hari

Published

on

Foto Kantor Desa

NEWS – Salah satu warga Desa Gihang Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Isran Doda mengaku sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT), merasa dibuat bingung oleh pihak Desa, Ia mengatakan namanya masuk dalam daftar penerima sejak bulan Januari namun hanya menerima sekali dana tersebut pada bulan Juli.

“Saya kebetulan mencari nafkah di luar daerah di karenakan situasi pandemi saat ini, maka saya terhambat dengan akses bolak balik kampung tetapi istri saya berada di desa tersebut selama ini,..” Jelas Isran.

“Terus bagaimana kami masyarakat kecil yang sampai saat ini masih belum mendapatkan pekerjaan yang hanya berharap dari bantuan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari saya dan keluarga saya,” Kata Isran, (24/7/2021).

Tak hanya itu, Isran juga mempertanyakan apakah dari pihak Desa selama ini tidak memberikan toleransi kepada warganya yang terlambat mengambil bantuan langsung tunai, pasalnya ia merasa kaget karena waktu yang ditentukan untuk pengambilan hanya berjangka 3 hari saja.

“Sehingganya ini patut di pertanyakan apakah tidak ada toleransi yang di buat oleh desa atau memang sudah menjadi regulasi yang berlaku di desa gihang tersebut atau di tingkat kecamatan Bahakan sampai ke aturan daerah,” Ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Anita Tombokan menjelaskan untuk memasukan laporan pertanggungjawaban ke pihak terkait maka batas waktu yang diberikan oleh mereka bagi penerima BLT hanya berlaku tiga hari.

“Ya… Memeng ada beberapa dari penerima itu telat sampai 3 hari dari waktu di terima kan itu tidak menghadiri sehingga uang tersebut kami tarik dan kami kembalikan pada kas desa atau menjadi dana silva,” tegas Anita.

Senada dengan hal itu, anggota BPD Rafik Bujang mengatakan, hal ini sudah menjadi ketentuan yang berlaku berdasarkan aturan, sehingga penerima wajib hadir pada saat pendistribusian, apabila melewati batas yang telah ditentukan maka mereka tak bisa mengambilnya lagi.

“Apabila melewati batas selama 3 hari maka uang tersebut kami tidak akan berikan dan kami kembalikan kepada rekening desa yang nanti akan di masukan pada dana Silva anggaran desa atau APBDes,” Ujar Rafik.

Gorontalo

Pasar Malam Marisa Ditutup dengan Meriahnya Konser Spesial Bersama Artis Ibukota

Published

on

POHUWATO – Masyarakat Kabupaten Pohuwato dan para penggemar pasar malam menyambut momen penutupan pasar malam Marisa dengan antusias dan kegembiraan yang tiada tara. Dipanggil dengan sebutan lokal “hoya-hoya”, pasar malam ini telah menjadi pusat hiburan dan kegiatan sosial selama beberapa waktu, menarik pengunjung dari berbagai penjuru untuk menikmati keberagaman kuliner, barang unik, dan berbagai wahana hiburan.

Terletak di Desa Marisa Teratai, Kecamatan Marisa, pasar malam ini tidak hanya menjadi daya tarik lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Pohuwato setiap tahunnya. Dengan tema akhir “Ganteng-Ganteng Ceria (GGC)”, panitia penyelenggara merencanakan penutupan yang megah dan tak terlupakan.

Para pengunjung akan disuguhi konser spesial dari beberapa artis ibukota yang diundang khusus untuk meramaikan penutupan pasar malam ini. Di antaranya, Imel, Mira, Ica, Mutia, dan DJ Rahmat Tahalu. DJ Rahmat Tahalu, dengan reputasi energi panggungnya yang memukau dan campuran musik yang beragam, diharapkan dapat memberikan penampilan yang mengguncang panggung utama pasar malam Marisa.

Acara konser spesial ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, (13/04/2024), di panggung utama pasar malam Marisa. Pengunjung yang hadir sangat bersemangat dan menantikan penampilan para artis serta DJ yang akan menghibur mereka hingga larut malam.

Salah satu pengunjung, Iswan, menyatakan kegembiraannya atas keberadaan pasar malam tersebut. “Saya cukup senang dengan pasar malam ini. Dengan adanya wahana-wahana dan beragam kegiatan, kami bisa melepas penat dengan santai di tempat ini. Semoga ini bukanlah penutupan terakhirnya, dan kita semua berharap ada lagi pasar malam yang gemilang dan meriah seperti ini di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Continue Reading

Gorontalo

Kecaman Terhadap Tragedi Longsor PETI: LSM Desak Tindakan Hukum Terhadap Pelaku Usaha

Published

on

GORONTALO – Tragedi longsor yang terjadi di lokasi pertambangan tanpa izin (PETI) yang dimiliki oleh salah satu pelaku usaha dengan inisial M, atau lebih dikenal sebagai Midun, menimbulkan kecaman keras dari LSM Pohuwato Watch dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI).

Aktivis LSM Pohuwato Watch, Ruslan Pakaya, SH, menegaskan perlunya Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil tindakan dengan memanggil pemilik lokasi untuk diproses hukum atas perusakan lingkungan yang berakibat fatal terhadap nyawa manusia serta menghilangkan habitat hewan dan tumbuhan di sekitar lokasi tersebut.

“Kita tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, namun APH tentunya lebih memahami proses hukum dan sanksi yang berlaku bagi pelaku perusakan lingkungan tanpa izin,” tegas Ruslan dengan nada datar.

Ruslan juga menyoroti sikap para pelaku usaha yang tampak mengabaikan betapa mahalnya proses restorasi lingkungan yang telah dirusak dalam waktu singkat.

“Dana besar telah dialokasikan oleh negara untuk mengembalikan hutan yang telah gundul, namun segelintir orang dengan mudah merusaknya tanpa rasa takut akan konsekuensi hukum,” ungkapnya dengan kesal.

Ruslan berharap agar APH memberikan perhatian yang serius terhadap insiden yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia tersebut.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh aktivis LAI, Harson Ali, yang menekankan perlunya APH untuk mengambil langkah tegas dengan memanggil pemilik lokasi dan memproses hukum kegiatan ilegal tersebut.

“Agar ada efek jera, APH harus bertindak dan memproses hukum kegiatan ilegal yang dilakukan oleh pemilik lokasi,” tegas Harson.

Continue Reading

Gorontalo

Korban Longsor PETI Di Desa Popaya Dimakamkan, LSM dan LAI Desak Tindakan Hukum

Published

on

GORONTALO – Keluarga korban longsoran material PETI di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato akhirnya mengantarkan jenazah korban ke peristirahatan terakhir di Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

Korban yang telah diidentifikasi bernama Suprianto Mohamad, berusia 22 tahun, warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

Pada Jumat (12/04/24), proses pemakaman sementara dilaksanakan di rumah duka. Dijadwalkan pukul 10.30, proses pemakaman almarhum akan dilaksanakan dengan khidmat.

Meskipun dalam suasana yang sedih, keluarga korban melepas dengan tenang saudara mereka yang telah berjuang keras untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Hingga saat ini, belum ada informasi yang diperoleh dari pihak keluarga mengenai langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. Namun, sebelumnya LSM Pohuwato Watch dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) telah menekankan pentingnya agar pihak yang bertanggung jawab, termasuk pemilik lokasi dan pelaku usaha, dipanggil untuk mempertanggungjawabkan aktivitas ilegalnya di hadapan APH.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler