Connect with us

Gorontalo

Empat Puluh Tujuh Ribu Pria di Gorontalo Terancam “Sulit” Kawin

Published

on

Foto Ilustrasi golife.id

Oleh : Funco Tanipu

Jika kita merujuk pada data Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Gorontalo 2019 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, kita bisa melihat banyaknya data menarik yang bersumber dari Survey Sosial Ekonomi per Maret 2019.

Dari data itu, salah satu yang bisa kita simak adalah persentase perkawinan dan perceraian di Gorontalo.

Dari data itu, bisa dilihat bahwa Kota Gorontalo adalah daerah dengan persentase tertinggi yang belum menikah (38,73 %), sedangkan yang telah menikah sejumlah 51,65 %. Kota Gorontalo “kalah” dari Pohuwato (64,21 %) jika dibandingkan persentase jumlah menikah. Jumlah orang belum menikah di Pohuwato adalah yang terendah di Gorontalo (29,58 %).

Sedangkan untuk persentase jumlah perceraian, Kota Gorontalo adalah daerah yang memiliki persentase tertinggi dalam perceraian (9.62 %), baik cerai hidup maupun cerai mati. Sedangkan Pohuwato adalah daerah terendah dalam angka perceraian (6.21 %).

Jika dibagi lagi secara spesifik antara laki-laki dan perempuan mengenai persentase perceraian, Gorontalo Utara adalah daerah dengan jumlah persentase perempuan yang cerai hidup (janda) tertinggi di Gorontalo (3.12 %). Sedangkan Kota Gorontalo adalah daerah yang memiliki jumlah duda tertinggi di Gorontalo (2.10 %).

Secara spesifik, jumlah jomblo di Gorontalo kita tidak ketahui secara pasti, sebab jumlah orang yang belum menikah, termasuk yang janda dan duda, belum kita bisa golongkan pada kategori jomblo. Sebab jomblo adalah predikat bagi yang belum punya pacar dan belum menikah. Jika dua predikat itu kita simak, maka jumlah belum menikah di Gorontalo sebesar 32,97 %.

Jika kita lihat data jumlah penduduk Gorontalo pada tahun 2018 sebesar 1.166.142 jiwa, maka ada sekitar 384.477 jiwa yang jomblo atau belum menikah di Gorontalo. Dari jumlah itu, persentase perempuan yang belum menikah sebesar 28,96 % dan pria 37 %.

Dari jumlah pria di Gorontalo sebesar 583.819 jiwa dan perempuan 582.323 jiwa, terlihat bahwa ada 216.013 laki-laki yang belum menikah dan ada sekitar 168.640 perempuan yang belum menikah.

Itu berarti bahwa tak perlu ada kegusaran dan kepanikan perempuan untuk tidak akan mendapatkan pasangan, sebab jumlah perempuan yang belum menikah lebih sedikit dibandingkan jumlah laki-laki yang belum menikah, sehingga peluang bagi perempuan untuk menikah lebih besar dibandingkan laki-laki.

Namun hal ini bisa menjadi kepanikan bagi laki-laki, sebab tingkat “persaingan” akan lebih seru karena jumlah perempuan yang belum menikah lebih sedikit dibandingkan jumlah laki-laki yang belum menikah. Jika jumlah laki-laki yang belum menikah dikurangi dengan jumlah perempuan yang belum menikah “dipasangkan”, maka ada sekitar 47.373 laki-laki di Gorontalo yang tak akan dapat pasangan perempuan di Gorontalo.

Karena itu, bagi laki-laki Gorontalo yang belum menikah, harus berupaya keras untuk tidak masuk di angka 47.373 itu. Karena jika masuk di angka itu, maka peluang untuk nikah di Gorontalo sangat kecil, sebab kemungkinan besar mesti berupaya keras untuk mendapatkan pasangan dari luar Gorontalo, atau bisa jadi mendapatkan pasangan perempuan yang datang sementara atau pindah ke Gorontalo, namun perluang ini sangat kecil. Apalagi jika melihat faktor biaya nikah yang mesti ditanggung pria di Gorontalo.

Bagi laki-laki yang belum menikah di Gorontalo, kencangkan ikat pinggang, segera berpikir keras, peras keringat, dan atur strategi. Kecuali jika anda ingin masuk di jumlah tersebut.

Hal yang berbeda bagi perempuan, karena perempuan di Gorontalo pasti tidak akan sulit untuk menikah sebab sudah pasti ada pasangan (walaupun belum tentu bisa diketahui siapa lelaki yang menjadi pasangannya). Tentu hal ini jika dipahami perempuan, maka otomatis mahar akan naik dengan sendirinya, karena rasio perempuan dan laki-laki yang tidak seimbang jumlahnya.

Tetapi, bukan berarti bahwa semua perempuan yang belum menikah di Gorontalo akan dapat pasangan (menikah), ini disebabkan jika standar untuk pasangan pria dinaikkan. Misalnya, potongan harus seperti artis Korea, punya kemampuan ekonomi seperti pengusaha, memiliki properti yang lengkap, mahar yang tinggi, tingkat pendidikan yang tinggi dan hal-hal yang hanya bisa kita temui dalam drakor. Tentu mesti dalam konteks yang sesuai dengan tuntunan agama, yakni mengedepankan akhlak, dan memiliki kemampuan untuk memenuhi nafkah lahir dan batin.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

Puluhan Botol Miras Diamankan Polsek Kota Barat

Published

on

Puluhan Botol Miras hasil Razia di bawa ke Markas Polsek Kota Barat ll Foto Istimewa

GORONTALO – Upaya aparat penegak hukum dalam memberantas aksi premanisme dan minuman keras gencar dilakukan, kali ini patroli rutin yang digelar kepolisian sektor kota barat berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras dengan berbagai macam merek.

Diantaranya, minuman jenis cap tikus, Bir Hitam quiness, Bir Bintang zerro dan Bir bintang putih yang berhasil di razia dari para penjual eceran di wilayah hukum polsek kota barat.

Operasi rutin yang digelar tiap malam kamis tersebut di pimpin kapolsek kota barat Ipda Sarton Mohamad, S.H., dengan menyisir tempat-tempat hiburan malam, penginapan, serta tempat-tempat penjualan miras.

“dan hasilnya mendapati sejumlah minuman yang di jual secara bebas yang berada di kecamatan kota barat tepatnya di Kel.Molosipat w”, Jelas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, barang bukti hasil operasi kemudian dibawa ke mako Polsek Kota Barat.

“Giat operasi akan tetap di laksanakan setiap hari untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya kejahatan di wilayah Kota Barat,” Ungkapnya.

Continue Reading

Gorontalo

Gubernur Rusli Habibie Luncurkan Aplikasi SimASN

Published

on

Gubernur Rusli Saat Meluncurkan Aplikasi SimASN di Aula Rujab Gubernur ll Foto Salman Kominfo

GORONTALO – Permudah akses informasi dan pelayanan kepegawaian Pemerintah Provinsi Gorontalo, Gubernur Rusli Habibie meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SimASN) generasi keempat versi 1.0 yang di kembangkan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi, (2/3/2021).

Rusli Habibie mengungkapkan, dengan peluncuran aplikasi ini diharapkan bisa mempermudah akses pegawai dalam menyelesaikan urusan terlebih menyangkut dengan masalah pelayanan.

“Memang urusan kepegawaian ini sangat ruwet. Apalagi kalau mengurus kenaikan pangkat, pensiun dan lain-lain. Alhamdulillah tadi sudah dilaporkan kepala BKD sekarang sudah pakai sistem. Sehingga tidak ada yang datang (mengurus) bahkan jauh jauh hari sudah ada warning ke masing-masing ASN lewat Handphone,” Jelas Rusli.

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Gorontalo Zukri Surotinojo menjelaskan, SimASN merupakan pengembangan dari Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg). Keunggulan dari aplikasi ini yakni terintegrasi dengan aplikasi SAPK milik BKN dan OPD lain yang berbasis data pegawai.

“Tujuannya terjadi pertukaran data antar aplikasi yang melewati pintu masing-masing secara khusus agar tidak terjadi kekacauan data dalam menyimpan dan mengolah data setiap harinya,” ujar Zukri.

Sesuai dengan namanya, SimASN digunakan untuk layanan kepegawaian seperti pengurusan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pensiun maupun layanan lainnya. Untuk saat ini SimASN baru bisa diakses di bkd.gorontaloprov.go.id sebelum aplikasinya siap untuk diunduh di playstore atau appstore di gawai masing-masing ASN.

Continue Reading

Gorontalo

Tim Zombie Polsek Kota Tengah Amankan Pencuri Handphone

Published

on

Foto Istimewa ll Tim Zombie Amankan Terduga Pelaku Pencurian Dengan Modus Jambret

GORONTALO – Kasus pencurian handphone yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah hukum Polsek Kota Tengah Polres Gorontalo Kota, berhasil diungkap tim zombie yang di Pimpin Kanit Reskrim Bripka Andi Firdan Diningrat, SH.

Pengungkapan pencurian tersebut, bermula dari laporan masyarakat yang mengalami penjambretan saat melintas di Jalan Bali, Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah.

Pelaku jambret MN alias Mat (36) yang merupakan warga desa Diluato, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo berhasil diamankan oleh team Zombie.

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mengalami penjambretan saat melintas di jalan Bali Kelurahan Pulubala Kecamatan Kota Tengah.

Kapolsek Kota Tengah Iptu Tadjudin Mantali Menjelaskan, setelah melakukan penyelidikan dan pengembangan, team reskrim mendapatkan informasi bahwa barang bukti berada di wilayah barat Gorontalo tepatnya di Kecamatan Lemito Kabupaten Pohuwato.

“selanjutnya team tindak Polsek Kota tengah yang di pimpin Kanit Reskrim berangkat ke Pohuwato dengan menempuh jarak tempuh 5 Jam lamanya. Akhirnya team langsung bekerja dan berhasil mengamankan terduga”, ungkap Kapolsek Kota Tengah.

Selanjutnya, dilakukan interogasi kepada terduga pelaku, dari hasil tersebut di dapat keterangan bahwa Mat mengakui dirinya yang melakukan pencurian. Akhirnya tim Zombie melakukan penyitaan terhadap barang bukti.

“Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 8.150.000,- ( Delapan juta seratus lima puluh ribu rupiah), dan saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Kota Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” Tutup Kapolsek.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler