Connect with us

Daerah

Kabar Duka, Penyanyi Rama Aipama Tutup Usia

Published

on

GORONTALO-Kabar duka menyelimuti dunia hiburan di tanah air. Penyanyi melayu reggae Sayyid Mohammad bin Syagab Al-‘Idrus atau yang akrab disapa Rama Aiphama, meninggal dunia, Rabu (12/3/2020).

Informasi meninggalnya penyanyi asal Gorontalo tersebut dibenarkan oleh adik almarhum Rama Aiphama, Abbas Ali Idrus. Dikonfirmasi via whatsapp, Abbas mengaku kakaknya meninggal pada pukul 04.30 Wita, di kediaman di kawasan Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur.

“Tadi subuh meninggalnya, sekitar pukul 04.30. Yang kami tahu, almarhum memang punya asam lambung,” kata Abbas.

Abbas mengaku, dirinya mengetahui kabar meninggalnya Rama Aipama dari keluarga yang ada di Jakarta.

“Tadi ada keluarga yang kasi kabar,” kata Abbas.

Untuk diketahui, Rama Aipama meninggal di usia 63 tahun. Semasa hidup, Rama juga dikenal dengan gaya berpakaiannya yang khas, yatu pakaian yang menjuntai-juntai berwarna warni mecolok dengan topi khas di kepalanya, a la penyanyi reggae.

Rama Aipama lahir di Gorontalo, 17 September 1956. Selama berkarir di dunia musik sejak tahun 1980an, Rama telah banyak menelurkan karya album musiknya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Suharsi Buka Kegiatan Sinkronisasi Dan Harmonisasi Dokumen Perencanaan

Published

on

POHUWATO – Pelaksanaan kegiatan sinkronisasi dan harmonisasi dokumen perencanaan antar badan anggaran dan tim anggaran pemerintah daerah Kabupaten Pohuwato tahun 2021 yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 mendatang dengan resmi di buka Wakil Bupati Suharsi Igirisa.

Giat yang berlangsung di Swiss bell hotel maleosan Manado tersebut, (4/8/2021) turut di hadiri Direktur Jendral Bina Bangda Kementerian Negeri, Direktur Pembangunan Daerah Kementerian PPN/ BAPPENAS, Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato dan seluruh Peserta.

Suharsi Igirisa mengungkapkan, perencanaan pembangunan daerah merupakan pekerjaan yang sangat penting, karena dengan metode tersebut arah daerah kedepannya sudah bisa diketahui dan pastinya dengan tetap memperhatikan potensi dan sumber daya yang dimiliki.

Karena itu perencanaan yang baik merupakan inti dari pengelolaan pemerintah daerah

“Dalam membahas APBD perlu menekankan pada sinkronisasi antara dokumen APBD dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah,..”

“Perencanaan dan penganggaran merupakan proses yang penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Proses yang terintegrasi,” Ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut maka pemerintah kabupaten pohuwato melalui Baperlitbang memandang perlu untuk menyelenggarakan kegiatan sinkronisasi dan harmonisasi dokumen yang bermaksud mewujudkan konsisten penyusunan substansi antara dokumen perencanaan dengan penganggaran daerah serta mewujudkan harmonisasi dokumen perencanaan antar banggar dan TAPD.

“Untuk itu pada kesempatan ini pemerintah daerah berharap kepada bapak/ibu dapat memahami yang di sampaikan oleh nara sumber, sehingga nantinya dapat membantu pembentukan satu kesamaan persepsi dan poa pikir untuk menentukan strategi yang paling efektif untuk mewujudkan pohuwato maju dan sejahtera,” Terangnya.

Continue Reading

Advertorial

Wali Kota Lakukan Pengawasan Prokes di Pasar Tradisional Andalas

Published

on

Walikota Gorontalo Marten Taha mendampingi wakil gubernur Idris Rahim, meninjau penerapan protkes dipasar Rabu andalas. || Foto Istimewa

KOTA GORONTALO – Usai melakukan peninjauan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid 19 di beberapa pasar tradisional di wilayah Kota Gorontalo beberapa hari kemarin, kali ini Wali kota Marten Taha mendampingi Wakil Gubernur Idris Rahim meninjau situasi pasar andalas, (4/8/2021).

Menurut wali kota Gorontalo, yang harus mendapatkan perhatian serius berupa pengendalian terpadu dan pengetatan yang lebih masif untuk penerapan protokol kesehatan salah satunya pasar tradisional. Dikatakannya hal ini berbeda dengan pasar modern seperti Mall yang diatur seketat mungkin prokesnya bahkan ada pembatasan waktu untuk aktivitasnya.

“Kalau pasar tradisional begini ini, orang-orang pasti berkerumun, lapak-lapak berdekatan tempatnya juga berdesakan maka oleh karena itu kita kerahkan seluruh kekuatan baik dari unsur TNI-Polri dinas terkait untuk melakukan pengawasan,..”

“Nah dengan kegiatan seperti ini, bukan hanya sekedar sosialisasi tapi edukasi kepada masyarakat yang kita lakukan pada pasar mingguan, diharapkan pula ini bisa menjadi satu kebiasaan bagi masyarakat,” Jelas Marten Taha.

Jika prokes ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka tak akan lagi ada pengawasan yang ketat. Namun saja masih ada masyarakat yang abai dengan hal ini.

“Sebab yang susah ini menggunakan masker baik para penjual maupun pembeli dan pengunjung mereka membeberkan alasan susah bernafas, bahkan ada masker yang di lingkar di leher,” Ungkap Wali kota dua periode tersebut.

Ia pula menambahkan, selama dua minggu terakhir aktivitas malam masyarakat Kota Gorontalo sudah mulai berkurang. Sejak diberlakukannya PPKM level 3 pemerintah dsn tim satgas tak henti-hentinya menyosialisasikan dsn mengedukasi tentang bahaya virus ini.

“Oleh karena itu, kita lakukan pembinaan sosialisasi edukasi dan penindakan ditempat tempat umum salah satunya pasar seperti ini, dan sudah menunjukkan peningkatan ketaatan signifikan warga dalam menerapkan prokes,” Jelas Marten Taha.

Continue Reading

Advertorial

Warga Minta Ketegasan Pemda Kabgor Terkait Eks Lahan HGU

Published

on

Masyarakat Eks Penggarap HGU Saat Mendatangi Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo || Foto Barakati.id

DPRD KABGOR – Sejumlah masyarakat mantan penggarap lahan Hak Guna Usaha (HGU) Motoduwo dan Matolotaluhu Kecamatan Dungaliyo kembali mendatangi gedung dewan Kabupaten Gorontalo terkait tindak lanjut rapat dengar pendapat yang di langsungkan beberapa waktu lalu.

Masyarakat meminta komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo dapat mengeluarkan rekomendasi eksekusi lahan yang sampai saat ini masih menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat.

Masri Hunggaita, masyarakat Kecamatan Dungaliyo menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kedatangan mereka tak lain untuk mempertanyakan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan oleh komisi I, bersama sejumlah instansi dan masyarakat eks penggarap HGU beberapa waktu lalu.

“Kami masih ingat penyampaian komisi I kemarin memberikan waktu pemerintah daerah untuk melakukan upaya sterilisasi lahan eks HGU selama dua minggu, sementara hal ini sudah melewati dua bulan namun belum ada realisasi,” Ungkap Masri.

Sambung Masri, apa bila pemerintah tidak segera melakukan tindak lanjut eksekusi lahan, maka penguasaan lahan hanya sepihak dan bisa memicu polemik yang berkepanjangan.

“Saat ini mereka yang menguasai lahan baru melewati masa panen, untuk itu lahan eks HGU harus dieksekusi. Kami minta ada upaya tegas dari pemerintah sesuai janji,” Tegas Masri.

Sementara anggota komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo, Irman Mooduto mengatakan pihaknya telah menerima aspirasi masyarakat tersebut dan akan menggelar rapat di internal komisi.

“Aspirasi sudah resmi kami terima, selanjutnya akan disampaikan kepada ketua komisi. Apakah akan dilakukan rapat dengar pendapat lanjutan, maka masih menunggu hasil rapat internal,” Jelasnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler