Connect with us

News

Kemenkes: Seluruh Apotek Untuk Sementara Tidak Menjual Obat Bentuk Syrup

Published

on

Foto: Getty Images/fotostorm

NEWS – Meningkatnya kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal yang tajam pada anak, utamanya di bawah usia 5 tahun. Membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan melakukan penelusuran dan penelitian mencari faktor penyebab kasus ini meningkat.

Untuk mengantisipasi meningkatnya kasus ini, seluruh apotek dan diminta untuk sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan menghentikan jual beli obat bentuk sirup atau cair. Begitu pun dengan perawat rumah sakit maupun petugas kesehatan untuk menghentikan pemberian resep sejenisnya.

Melansir dari laman Web Kompas. Com. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan semua apotek agar tidak menjual obat bebas ataupun obat bebas terbatas dalam bentuk cair untuk sementara waktu.

Instruksi ini menyusul merebaknya kasus gangguan ginjal akut misterius atau gangguan ginjal akut progresif atipikal yang menyerang anak-anak, umumnya balita.

Instruksi itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

“Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk syrup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis instruksi tersebut, dikutip Kompas.com, Rabu (19/10/2022).

Instruksi yang ditandatangani oleh Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami itu juga meminta agar para nakes tidak meresepkan obat dalam bentuk cair untuk sementara waktu.

“Tenaga Kesehatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/syrup sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” sebutnya.

Sementara itu, apabila sudah ditemukan gangguan ginjal akut pada anak, fasyankes harus merujuk pasien tersebut ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis ginjal anak dan fasilitas hemodialisis (cuci darah) anak.

Rujukan perlu dilakukan bila fasyankes tidak memiliki fasilitas ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

“Penatalaksanaan pasien oleh rumah sakit mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Atipikal Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan,” tulis instruksi.

Di sisi lain, fasyankes bersama dinas kesehatan (dinkes) setempat perlu memberikan edukasi agar orangtua lebih waspada, utamanya jika memiliki anak dengan usia di bawah 6 tahun yang memiliki gejala gangguan ginjal.

Gejala yang perlu diwaspadai adalah penurunan volume atau frekuensi urine maupun tidak ada urine, dengan atau tanpa demam/gejala prodromal lain.

Jika ditemukan gejala tersebut, segera menuju ke klinik, rumah sakit, ataupun fasilitas kesehatan lain terdekat.

Tidak konsumsi obat bebas sementara waktu
Selain itu, untuk pencegahan, orangtua yang memiliki anak terutama usia balita untuk sementara tidak mengonsumsi obat-obatan yang didapatkan secara bebas tanpa anjuran dari tenaga kesehatan yang kompeten sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah.

“Perawatan anak sakit yang menderita demam di rumah lebih mengedepankan tata laksana non farmakologis seperti mencukupi kebutuhan cairan, kompres air hangat, dan menggunakan pakaian tipis,” jelas instruksi.

Sebagai informasi, berdasarkan data IDAI, terdapat 192 kasus gangguan ginjal akut misterius di 20 provinsi hingga Selasa (18/10/2022). Data ini berasal dari cabang IDAI yang dia terima dan merupakan kasus kumulatif sejak Januari 2022.

Perinciannya, 2 kasus pada Januari, 2 kasus di bulan Maret, 6 kasus pada bulan Mei, 3 kasus pada Juni, 9 kasus di bulan Juli, 37 kasus di bulan Agustus, dan 81 kasus di bulan September.

Menurut sebarannya, kasus gangguan ginjal akut (acute kidney injury/AKI) paling banyak tersebar di DKI Jakarta dengan total mencapai 50 kasus.

Diikuti Jawa Barat sebanyak 24 kasus, Jawa Timur 24 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, Aceh 18 kasus, dan Bali 17 kasus, sedangkan provinsi lainnya berkisar antara 1-2 kasus.

Penderita masih didominasi oleh bayi di bawah usia lima tahun (balita).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

LSM Laskar Macan Asia Pohuwato dan Tokoh Agama Serukan PSU yang Damai dan Kondusif

Published

on

POHUWATO – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Macan Asia Pohuwato, yang diwakili oleh Dumais Doda, mengajak masyarakat Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato, untuk mewujudkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang damai dan kondusif. Ajakan ini disampaikan pada Jumat, 12 Juli 2024, menjelang PSU yang akan diselenggarakan besok.

Dumais Doda menghimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka dengan baik dan benar. “Sebagai masyarakat Gorontalo, mari sama-sama kita gunakan hak pilih kita dengan baik dan benar. Jangan sampai golput,” ujar Dumais.

Ia berharap PSU Pemilihan Legislatif DPRD Provinsi Gorontalo, Dapil Gorontalo 6 (Pohuwato-Boalemo), dapat berjalan lancar tanpa hambatan. “Semoga PSU besok dapat berjalan lancar dan tidak ada hambatan,” tambahnya.

Pimpinan Darul Aswaja Pohuwato, Ustadz Wisnu, mewakili tokoh agama Islam, juga mengajak masyarakat dan stakeholder terkait untuk menciptakan PSU yang jujur dan adil, tanpa kecurangan yang dapat mencederai pesta demokrasi.

“Mari kita ciptakan PSU yang jujur dan adil tanpa kecurangan yang dapat mencederai pesta demokrasi kita,” tegas Ustadz Wisnu.

Beliau juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada seluruh instansi yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama prosesi PSU. “Mari kita berikan dukungan penuh terhadap TNI dan Polri dalam menjaga KAMTIBMAS agar pesta demokrasi di daerah kita berjalan aman,” pungkasnya.

Seruan dari LSM Laskar Macan Asia Pohuwato dan tokoh agama setempat menekankan pentingnya partisipasi aktif dan positif dari masyarakat dalam PSU. Dengan kerjasama yang baik antara masyarakat dan instansi terkait, diharapkan PSU dapat berlangsung dengan damai, jujur, dan adil, serta mencerminkan semangat demokrasi yang sebenarnya.

Continue Reading

Gorontalo

Polres Pohuwato Bagikan Paket Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Kecamatan Marisa

Published

on

POHUWATO – Cuaca ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir melanda Kabupaten Pohuwato, mengakibatkan beberapa pemukiman warga digenangi air. Merespons situasi ini, Polres Pohuwato mengambil langkah cepat dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa.

Kapolres Pohuwato, AKBP Winarno, SH., S.IK., bersama jajaran, didampingi oleh Kadis Perindagkop Ibrahim Kiraman, Kades Botubilotahu One Mbuinga, Kasat Narkoba Polres Pohuwato Iptu Renly Turangan, SH, Waka Polsek Marisa Ipda Adam Ahmad, SH, dan Bhabinkamtibmas Desa Botubilotahu Bripka Heryanto Laebo, menyerahkan bantuan sembako pada Kamis (11/07/2024) pukul 11.30 WITA.

Kapolres Pohuwato, melalui Kasie Humas Polres Gorontalo, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap curah hujan yang tinggi dan potensi banjir susulan.

“Bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri kepada warga terdampak banjir. Kami di Polres Pohuwato akan semaksimal mungkin memberikan bantuan, baik tenaga maupun materiil berupa sembako, sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir,” kata Kapolres Winarno.

Beliau juga menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban masyarakat yang menjadi korban banjir. “Kita berdoa agar bencana ini segera berlalu dan semoga masyarakat yang terkena musibah banjir tetap sehat dan kuat dalam menghadapi cobaan ini,” tambahnya.

Seorang warga yang terdampak banjir mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolres Pohuwato dan jajarannya yang telah berkunjung serta memberikan sembako kepada warga yang terdampak. “Terima kasih kepada Kapolres Pohuwato yang telah peduli dengan kondisi kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang menghadapi kesulitan akibat banjir,” ujar salah satu warga yang menerima bantuan.

Dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana alam, Polres Pohuwato terus berkomitmen untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat. Selain bantuan sembako, Polres Pohuwato juga siap memberikan bantuan tenaga untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan beban masyarakat yang terdampak banjir dapat berkurang dan mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Polres Pohuwato bersama seluruh jajaran akan terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada masyarakat.

Continue Reading

Gorontalo

Kebakaran di Perumahan Griya Sari’ah Permai: Kerugian Materil Diderita Pemilik Rumah

Published

on

POHUWATO – Sebuah rumah di Perumahan Griya Sari’ah Permai, Dusun Teladan 04, Desa Buntulia Selatan, Kecamatan Duhiadaa, terbakar pada Kamis pagi (11/07/2024) sekitar pukul 08.45 WITA. Rumah tersebut milik Porwo Widodo, seorang warga setempat.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan seorang tetangga, pada pukul 08.40 WITA, terlihat asap keluar dari rumah milik Porwo Widodo. Sang tetangga segera melaporkan kejadian ini kepada pemilik rumah yang sedang berada di tempat kerjanya. Porwo Widodo kemudian meminta temannya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemadam Kebakaran (Damkar).

Tindakan Pemadam Kebakaran

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Pemadam Kebakaran yang dipimpin oleh Provost Damkar, Abdurahman Anunu, dan Komandan Regu 2, Raflin Saleh, segera bergegas ke lokasi. Setibanya di lokasi pada pukul 08.52 WITA, api di rumah tersebut telah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Personel Damkar langsung melakukan pengecekan untuk memastikan api benar-benar padam.

Penyebab Kebakaran dan Kerugian

Dari hasil pengamatan di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) dan wawancara dengan pemilik rumah, kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting arus listrik. Akibat peristiwa ini, Porwo Widodo mengalami kerugian materil berupa 1 unit TV, 1 dispenser, dan sebuah rak TV.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengecekan rutin instalasi listrik di rumah untuk mencegah terjadinya korsleting yang dapat berujung pada kebakaran.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler