UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Pandangan Akademisi UNG Tentang Perbedaan Idul Fitri 1 Syawal 1444 H
Published
3 years agoon
UNG – Meskipun memiliki hari yang berbeda dalam menentukan 1 Syawal, baik Muhammadiyah maupun Pemerintah, hal ini bukan menjadi alasan untuk tidak merawat tali persaudaraan. Sebagai Akademisi Universitas Negeri Gorontalo, DR Ir. Arifin Matoka, MT menilai perbedaan yang terjadi di tahun ini tidak boleh diperhadap- hadapkan, karena masing-masing memiliki metodologi tersendiri dalam menentukan 1 Syawal.
Ia mengatakan bahwa Muhammadiyah menggunakan Metode Hisab bul Hilal (Menghitung kedudukan bulan), sementara pemerintah melakukannya dengan metode Rukyatul Hilal (Melihat wujudnya bulan) sehingga secara ilmiah sebuah kesimpulan akan sulit sama jika dia tidak menempuh metode sama dalam rangka memvalidasi sebuah kesimpulan.
Untuk persoalan penentuan Hilal baik Muhamadiyah maupun Pemerintah.
“Masing-masing memiliki tim pakar di bidang astronomi. Sehingga antara dua perbedaan ini tidak boleh kita perhadap-hadapkan karena metodologinya berbeda,” demikian penjelasan Arifin sebagai dosen Teknik UNG yang mengampu mata kuliah Metodologi Riset.
Metodologi Hisab memakai perangkat :
1. Kajian pustaka Hisab seperti Macam macam hisab seperti,
a. Hisab urfi ( perhitungan tradisional dimulai dari penetapan 1 Hijiah 1 Muharram bertepatan 16 juli 622 M.
b. Hisab Haqiqi proses penentuan bulan pada saat matahari terbenam Kedudukan Matahari dan Bulan yang ditentukan dengan koordinat eklpitika diproyeksikan ke equator dengan koordinat equator.
Dengan demikian diketahuilah mukuts hilal (jarak sudut lintasan Matahari dan Bulan pada saat terbenamnya Matahari). Ada beberapa metode Lagi hisab Hakiki ini seperti Hisab hakiki taqribi, Hisab hakiki tahqiqi, Hisab Hakiki kontemporer.
2. Menggunakan perhitungan trigonometri
3. Menggunakan Tabel
Logaritma dan daftar geometri
3. menggunakan aplikasi perhitungan Komputer dan visualisasi, animasi serta bisa dibuat simulasi.
Metodologi Rukyat.
1.Menentukan lokasi
2. Memastikan Kondisi
3. Memastikan Situasi
4. Pengamatannya Dapat divalidasi yaitu paham ilmu astronomi dan disumpah
5. Menggunakan alat teropong yg presisi.
Arifin menambahkan, dalil yang dipegang oleh metodologi Rukyat yakni dari ulama 4 Mazhab yakni dengan MELIHAT’.
Sebagaimana dalam Firman Allah dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 185… Yaitu
ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ
“Artinya barang siapa MELIHAT bulan maka berpuasalah.
Sementara Al Hadits, driwayatkan dari Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Berpuasalah kalian dengan MELIHAT hilal (Bulan) dan berbukalah (mengakhiri puasa) dengan MELIHAT hilal (Bulan) Bila ia tidak tampak olehmu, maka sempurnakan hitungan Sya’ban menjadi 30 hari,” (HR Bukhari dan Muslim),..” jelas Arifin.
“Jadi dalam Alquran maupun hadits yg sahih dari dalil ini hanya ada kata MELIHAT, tidak ada kata HISAB,” katanya.
Menurutnya, untuk Indonesia sejalan dengan petunjuk ulama. Daerahnya yang luas dan berbeda-beda maka ada sidang isbath. Untuk mengambil dalil dari seluruh saksi yang memantau hilal diatas sumpah dengan Metode Rukyatul Hilal seperti itu.
Berdasarkan kesepakatan maka dibuatlah keputusan dan begitulah petunjuk dan syaratnya para ulama mengambil hukum penetapan berpuasa atau berhari raya berdasarkan Al-Qur’an, assunah dan ijtihad nya para imam Mazhab dalam membimbing umatnya.
Sudah menjadi diskusi yang panjang dan sudah dibuktikan menurut keterangan para pakar astronomi dibawah 2 derajat itu hilal belum terlihat dengan menggunakan teropong secanggih apapun . Bahkan 2 derajat masih sangat rentan bila di halangi awan untuk terlihat. Maka kesepakatan oleh siapa pun para pakar ormas bahwa hilal bisa terlihat nanti pada 3 derajat.
KENAPA DI ARAB SAUDI IDUL FITRI NYA HARI JUM’AT? (CNN.Com)
BEGINI PENJELASANNYA, misalnya di Gorontalo pada saat waktu matahari terbenam, bulan tidak terlihat tetapi dalam hitungan teori ada diatas ufuk 1.4 derajat seperti dalam laporan saksi H. Rizan Adam S.Pd M.Hi diatas sumpah saksi Depag tsb menyatakan TIDAK MELIHAT walaupun sudah menggunakan teropong tercanggih saat ini (ingat Anggi Depag itu besar).
Selanjutnya di Arab Saudi 8 jam kemudian sudah malam tetapi perjalanan bulan ketika dilihat di Saudi sudah bukan 1,4 derajat melainkan mencapai 3 derajat artinya jelas terlihat sehingga dipastikan mereka telah bisa ber idul Fitri.
Makanya Ibnu Katsir menafsirkan ayat 185 Al-Baqarah tadi dengan melihat itu di daerahmu sendiri bukan mendengar kabar melihat di daerah orang lain. Sehingga kalau dalilnya kita mengikuti Arab Saudi mestinya kita solat idul Fitri bukan jam 6 pagi tapi harus jam 12 atau jam 1 Siang.
Makanya dulu ada ilmu orang tua dulu ada yg di sebut dulahu mopobuka yakni jam 12 batal puasa tetapi hari raya tetap besoknya.
Makanya besok magrib ditempat yg sama di markas Polairud Leato itu munculnya bulan bukan lagi 3 derajat tapi sudah tinggi bahkan bisa 5 derajat.
Sehingga tidak usah menyesal karena sebenarnya 1 Syawal itu terjadi di waktu tengah hari tetapi karena ada tuntunan Rasulullah dalam hadis diatas digenapkan 1 hari jadi wajar logika nya derajat ketinggian bulan besok nya sudah bertambah.
Jadi bisa saja Allah hanya membuktikan bahwa hitungan mu dengan teorimu serta kecanggihan teknologi mu, kamu tidak bisa berbuat apa apa kecuali kamu harus tunduk pada Ayat Ku dan pada sunah Nabi Ku.
Begitu lah isi diskusi grup Fakultas Teknik UNG yang di pandu oleh DR. Ir. Salahudin Olii MT. Sehingga dalam diskusi itu DR. Ir. Sardi Salim Mpd selaku Dekan Fakultas Teknik turut menambahkan Rukyah dan Hisab (perhitungan) memiliki dasar kajian yg benar.
Penegasannya eeperti disebutkan dalam beberapa isyarat ayat QS. ar-Rahman ayat 5:
“Matahari dan Bulan (beredar) menurut perhitungan.”; dan QS. Yunus ayat 5: “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan Bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan Bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).”
Jadi tidak perlu dipertentangkan karena itulah kebesaran Islam, tidak hanya mengajarkan landasan agama tapi kehidupan semesta alam.., saya pribadi mengikuti ketetapan Pemerintah karena dasar penetapannya selain dari hadits Nabi juga didukung para ahli dan organisasi berkompeten.
Jadi kesimpulannya kenapa dalam kasus ini perhitungan nya semestinya metodologi Hisab bisa dibuktikan dengan kita bisa melihat bulan karena logika nya kedudukan bulan sudah ada diatas ufuk dan menurut hitungan bulan itu sudah ada itu juga didukung oleh gerhana matahari artinya bulan baru fasenya sudah dimulai. Tetapi pada kenyataannya wujud Hilal belum nampak ?
Ini fenomena yang akan terus terjadi sampai kiamat.
Namun dalam beberapa kondisi kedua metode ini bisa bertemu jika kondisi wujudul Hilal ada pada derajat ketinggian yang memenuhi syarat seperti awal Ramadan tahun ini.
Arifin menutup sebenarnya Apa sih rahasia yang disembunyikan Allah dalam fenomena ini.
“Jadi bisa saja Allah hanya ingin menyatakan dan membuktikan bahwa hitungan dengan teorimu serta kecanggihan teknologi mu kamu tidak bisa berbuat apa-apa kecuali kamu harus tunduk pada Ayat Ku dan pada sunah Nabi Ku,” tandasnya.
You may like
-
Sambut Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Bahas Draf MoU Pengembangan SDM
-
Olahan Laut Berdaya Saing! KKN UNG Dorong UMKM Pesisir Huangobotu Naik Kelas
-
Menuju PTN-BH! UNG Timba Ilmu Tata Kelola Perguruan Tinggi dari Unhas
-
Jaga Standar Pendidikan Doktor! Prodi S3 Administrasi Publik UNG Sukses Gelar AMI 2026
-
Cetak Generasi Unggul! UNG Gelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-63
-
Menuju Desa Digital! KKN Tematik II UNG dan GenBI Gorontalo Dorong UMKM Pakai QRIS
Advertorial
Sambut Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Bahas Draf MoU Pengembangan SDM
Published
1 week agoon
22/09/2026
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus berupaya memperluas jejaring kemitraan strategis dengan lembaga pemerintah guna memperkuat peran dan kontribusi perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan resmi delegasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) ke Gedung Rektorat UNG pada Senin (21/9/2026).
Pertemuan tatap muka tersebut menjadi langkah awal yang krusial untuk mematangkan rencana kemitraan resmi antara kedua belah pihak. Diskusi berfokus pada pembahasan substansi draf Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sekaligus mematangkan berbagai aspek teknis persiapan agenda penandatanganan dokumen kerja sama.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., menjelaskan bahwa koordinasi langsung ini sangat penting untuk menyelaraskan poin-poin kesepahaman sebelum dokumen diputuskan final.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari proses untuk mematangkan draf MoU, sekaligus mempersiapkan teknis penandatanganan kerja sama antara UNG dengan KemenP2MI,” ujar Harto, Senin (21/9/2026).
Menurut Harto, penyelarasan substansi draf menjadi prioritas utama agar hubungan kerja sama yang dibangun memiliki arah, batas kewenangan, serta ruang lingkup yang jelas. Dengan demikian, program-program kolaborasi dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak optimal bagi kedua belah pihak.
Proses pembahasan draf tersebut dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan kebutuhan, target strategis, serta kepentingan masing-masing instansi.
“Kehadiran delegasi KemenP2MI dan BP2MI di UNG juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarlembaga, sekaligus membuka ruang penguatan kolaborasi yang lebih luas di masa depan,” imbuhnya.
Bagi pihak UNG, menjalin kemitraan dengan kementerian maupun lembaga pemerintah pusat merupakan bagian integral dari strategi institusi dalam memperluas jangkauan Tri Dharma Perguruan Tinggi—khususnya pada bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan kokoh bagi terbangunnya sinergi yang konkret dan berkelanjutan antara UNG dan KemenP2MI dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional.
Advertorial
Olahan Laut Berdaya Saing! KKN UNG Dorong UMKM Pesisir Huangobotu Naik Kelas
Published
1 week agoon
22/09/2026
UNG – Melimpahnya potensi hasil perikanan di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, tidak hanya berhenti sebagai pemenuh kebutuhan pangan keluarga semata. Apabila diolah, dikemas, dan dipasarkan secara optimal, komoditas hasil laut ini menyimpan peluang besar untuk berkembang menjadi produk usaha bernilai ekonomi tinggi.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar sosialisasi pengembangan UMKM pesisir di Kantor Desa Huangobotu. Agenda ini mengusung tema “Penguatan Pangan Keluarga Melalui Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Perikanan Berbasis Branding, Kemasan, dan Kemitraan Pemasaran.”
Kegiatan edukatif ini mendapat antusiasme tinggi dari jajaran pemerintah desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta warga setempat. Sosialisasi ini menghadirkan dua akademisi UNG sebagai narasumber utama, yakni Wila Rumina Nento, S.Pi., M.Si., dan Sri Fitriani Monoarfa, S.Pi., M.Si.
Dalam pemaparannya, Wila Rumina Nento membawakan materi bertajuk “Penguatan Pangan Keluarga melalui Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Perikanan Berbasis Branding dan Kemasan.” Ia menekankan keterkaitan erat antara pemanfaatan ikan bagi ketahanan pangan keluarga dengan peluang pengembangan bisnis olahan skala rumah tangga.
Para peserta dibekali wawasan komprehensif mengenai unsur pembentuk daya saing produk, mulai dari penentuan merek (branding), pemilihan desain dan jenis kemasan yang higienis serta sesuai karakteristik produk, hingga penyusunan label. Aspek legalitas dan jaminan mutu pun menjadi poin krusial yang ditekankan agar produk tidak sekadar estetik, melainkan juga mengantongi kepercayaan konsumen.
Sementara itu, narasumber kedua, Sri Fitriani Monoarfa, mengupas tuntas strategi pemasaran produk olahan perikanan. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan riil pelaku usaha, seperti analisis segmentasi pasar, pemetaan Harga Pokok Produksi (HPP) secara cermat, penentuan saluran distribusi, hingga perancangan kemitraan dan strategi promosi yang efektif.
Pencatatan keuangan dan pembukuan penjualan juga tak luput dari perhatian agar perkembangan usaha dapat terukur secara sistematis. Dengan demikian, proses pengembangan usaha tidak terhenti di meja produksi, melainkan terus berlanjut hingga produk mampu terserap pasar secara berkelanjutan dan mendatangkan nilai tambah ekonomi bagi keluarga.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II UNG Desa Huangobotu, Sitty Ainsyah Habibie, S.Pi., M.Sc., menegaskan bahwa kelimpahan hasil laut wilayah pesisir harus diimbangi dengan kapasitas masyarakat dalam mengolah serta memasarkannya.
“Peningkatan daya saing tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk, tetapi juga perlu memperhatikan branding, kemasan, dan strategi pemasaran agar produk lebih mudah dikenali dan memiliki nilai jual,” jelas Sitty.
Melalui program pemberdayaan ini, masyarakat Desa Huangobotu diharapkan kian jeli melihat peluang pengelolaan hasil laut dari sektor hulu hingga hilir, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi keluarga pesisir.
Advertorial
Terbaik Nasional! Pemkot Gorontalo Boyong Penghargaan Layanan Kesehatan Kemendagri
Published
2 weeks agoon
21/09/2026
Kota Gorontalo – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo berhasil meraih penghargaan terbaik dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II yang berlangsung di Makassar.
Capaian ini menjadi catatan penting bagi Pemkot Gorontalo dalam upayanya memperkuat pelayanan dasar, khususnya di sektor kesehatan masyarakat.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, melalui Juru Bicara Wali Kota, Jeffry Rumampuk, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya dipandang sebagai deretan pencapaian di atas kertas, melainkan dorongan nyata bagi pemerintah daerah untuk terus memastikan pelayanan kesehatan dirasakan secara merata oleh warga.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Gorontalo, tetapi yang paling penting adalah bagaimana capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Jeffry saat menyampaikan pesan Wali Kota Adhan Dambea, Senin (21/09/2026).
Jeffry menjelaskan, penilaian Kemendagri mencakup aspek-aspek vital yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat harian. Aspek tersebut meliputi kemudahan akses fasilitas kesehatan (faskes), kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sanitasi, kesiapan faskes, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga keberadaan inovasi pelayanan.
Dalam dokumen penilaian Kemendagri, akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Kota Gorontalo tergolong relatif mudah. Sebanyak 10 Puskesmas dan rumah sakit di seluruh wilayah kota dapat dijangkau warga dengan waktu tempuh rata-rata kurang dari 20 menit dari pemukiman.
Pelayanan di tingkat Puskesmas juga terus diarahkan melalui pendekatan klaster agar terintegrasi dan komprehensif. Pendekatan ini mencakup layanan kesehatan ibu dan anak, usia produktif dan lansia, penanganan penyakit menular, kesehatan lingkungan, hingga pelayanan lintas klaster seperti Unit Gawat Darurat (UGD), poli gigi, laboratorium, dan farmasi.
Dari segi jaminan kesehatan, Kota Gorontalo tercatat telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) hingga 98 persen. Pemkot Gorontalo juga mengambil langkah aktif memberikan jaminan kesehatan bagi kelompok masyarakat rentan, seperti penyandang disabilitas, warga lanjut usia, dan masyarakat terlantar.
“Prinsipnya, pelayanan kesehatan harus bisa diakses masyarakat. Pemerintah hadir memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan tidak tertinggal dalam mendapatkan pelayanan,” tegas Jeffry.
Selain jaminan kesehatan, indikator sanitasi lingkungan turut menopang penilaian ini. Dari 50 kelurahan di Kota Gorontalo, rata-rata capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menyentuh angka 98,7 persen. Selain itu, sebanyak 97,41 persen dari total 39.532 rumah terdata telah memenuhi standar rumah sehat.
Di sektor fasilitas penunjang, seluruh Puskesmas dan RSUD milik Pemkot Gorontalo kini telah terakreditasi Paripurna. Pemenuhan pelayanan dasar kesehatan juga mencatatkan angka sempurna 100 persen untuk 12 jenis pelayanan dasar. Sementara itu, capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Gorontalo tercatat berada di atas 50 persen.
Kendati memborong deretan capaian positif, Jeffry menegaskan bahwa pekerjaan Pemkot Gorontalo di bidang kesehatan belum usai. Salah satu evaluasi yang terus diperkuat adalah pemenuhan ketersediaan alat kesehatan di tingkat Puskesmas.
Dokumen penilaian mencatat target pemenuhan alat kesehatan sebesar 40 persen belum seluruhnya terpenuhi akibat adanya penambahan standar peralatan kesehatan nasional. Sebagian kebutuhan tersebut kini telah diusulkan melalui program Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) yang saat ini tengah menjalani proses distribusi bertahap.
“Penghargaan ini tentu bukan garis akhir, melainkan pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus kami tuntaskan. Pemkot Gorontalo akan terus mengevaluasi kekurangannya dan memperbaikinya secara bertahap,” imbau Jeffry.
Keberhasilan Pemkot Gorontalo meraih penghargaan ini tidak lepas dari rentetan inovasi pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas, antara lain:
-
Puskesmas Hulonthalangi: Inovasi VIMORA TB.
-
Puskesmas Kota Barat: Inovasi Ruko Sudirman dan Pelita TB.
-
Puskesmas Dumbo Raya: Inovasi Dian Cerdasss.
-
Puskesmas Kota Tengah: Inovasi GEMA SENJA.
-
Puskesmas Pilolodaa: Inovasi SIDITA LANGSING.
-
Puskesmas Dungingi: Inovasi RUCIKA dan Nakes Menyapa di RUTE LAMA.
“Pak Wali Kota berharap penghargaan ini tidak berhenti pada seremoni belaka. Ukurannya tetap terletak pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Kualitas pelayanan, kemudahan akses, dan keberlanjutan program kesehatan harus terus dijaga,” ungkap Jeffry.
Mengenai peruntukan serta skema pemanfaatan insentif dari nilai penghargaan tersebut, Jeffry menambahkan bahwa pihak juru bicara dan dinas terkait masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari Wali Kota Gorontalo.
Dugaan Setoran Atensi! Aktivitas PETI Ekskavator di Taluditi Pohuwato Disorot
Melanggar Tenggat Waktu! Pemkot Sebut SK Cagar Budaya Eks Rumah Jawatan Batal Demi Hukum
Kunci Pemenangan 2029: Ratusan Laskar Gerindra Gorontalo Digembeleng Jadi Barisan Akar Rumput
Marak Pengaplingan Lahan! Kawasan Hutan Taluditi Gorontalo Diduga Dirambah Warga Paleleh
Tolak Kriminalisasi! Warga Gorontalo Bentangkan Spanduk 50 Meter Dukung Adhan Dambea
Respon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
Muda, Disiplin, dan Militan! Gemblengan Kaderisasi khas Hambalang Hadir di Diklat Laskar Gerindra Gorontalo
Resmi Dilantik! Erna Giasi Siap Nakhodai GOW Kabupaten Pohuwato Periode 2026–2031
Terkesan Kebal Hukum! Puluhan Ekskavator PETI Masih Bebas Beroperasi di Taluditi
Cetak Sejarah Baru! UNG Resmi Lahirkan 36 Apoteker Profesional Perdana
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo1 month agoTampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
-
Gorontalo3 months agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo1 month agoSalurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
-
Gorontalo1 month agoSalurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
-
kabupaten boalemo1 month agoPolemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
-
Gorontalo1 month agoBerani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
-
Gorontalo2 months agoKurang dari 1×24 Jam: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pembobol Konter HP
-
Gorontalo1 month agoLintasi Pegunungan telaga Hingga Telaga Biru: Yayasan Niswadi Ilmu Gemilang Salurkan 100 Bantuan SD di Kabupaten Gorontalo
