Gorontalo – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo menggelar Pekan Keilmuan Teknik Industri yang ke IV. kegiatan ini digelar di Gedung Indoor UNG, Kamis 5/12/19).
Kegiatan ini mengangkat tema bersinergi dalam revolusi Industri 4.0 dan tetap memfokuskan ekosistem tanpa melupakan kearifan lokal. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Dekan TII dan III serta civitas fakultas Teknik UNG.
Ada beberapa yang dilombakan dalam kegiatan ini, diantaranya Karya Tulis Ilmiah (KTI), Teknologi Cepat Guna (TTG) dan Welding Competition (WeC).
“kegiatan ini sebagai bentuk penerapan Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian” Ujar Mohamad Z Akbar, ketua panitia pelaksana kegiatan Pekan Keilmuan Teknik Industri 2019.
“Pendidikan dan Penelitian ini kita terapkan pada lomba karya tulis ilmiah , nah setelah itu untuk pengabdiannya sendiri kita aplikasikan dalam bentuk servis gratis.” Ujar Akbar.
Tak hanya diikuti peserta dari Universitas Negeri Gorontalo, kegiatan ini juga diikuti peserta dari berbagai universitas dari luar Gorontalo, seperti Universitas Muhammadiyah Luwuk, Universitas Muslim Indonesi, Universitas Islam Makassar, Politeknik Samarinda, Politeknik Gorontalo, Politeknik Sorowako dan Universitas Jendral Ahmad Yani, ungkap Akbar.
Sementara itu wakil dekan III Fakultas Teknik berharap, egiatan ormawa tahunan ini bisa menyesuaikan lagi dengan penilaian borang, “sebagai perwakilan fakultas, kami harap kegiatan ormawa tahun-tahun kedepan bisa mengurangi kegiatan seremonia, ganti dengan kegiatan-kegiatan yang bisa menyentuh aspek penilaian borang. Ujar Tajudin Abdillah.
Selain kegiatan diatas, sebelumnya Teknik Industri juga sudah menggelar beberapa rangkaian kegiatan seperti kuliah umum dengan menghadirkan pemateri dari Fakultas Teknik Industri UMI Makassar Dr. Ir. Zakir Sabara, MT. IPM, ASEAN, Engg yang membawakan materi Penguatan Karakter Dan Pola Fikir Mahasiswa Era Industri 4.0.
Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, ST, MT bersama Dekan Fakultas Teknik Industri UMI Makassar Dr. Ir. Zakir Sabara, MT. IPM, ASEAN. Engg
Pekan Keilmuan Teknik Industri ini juga menghasilkan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Universitas Negeri Gorontalo dengan Fakultas Teknik Industri UMI Makassar. MoU ini berisi beberapa hal terkait pengembangan kampus, seperti penyelenggaraan kerja sama program profesi insiyur, penyelenggaraan kerja sama riset, praktikum dan laboratorium bersama, kerja sama afirmasi pendirian dan pembinaan program studi.
Universitas Negeri Gorontalo dan UMI Makassar juga sepakat untuk berpartisipasi dalam konferensi dan jurnal internasional.
Gorontalo – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Gorontalo dalam agenda peresmian Kampung Nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Program Kampung Nelayan tersebut dinilai menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Gorontalo dalam menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir dan nelayan.
Sekretaris Gerindra Kota Gorontalo, Zulfikar M Tahuru, mengatakan Program Kampung Nelayan Leato Selatan menunjukkan sinergi yang baik antara Presiden Prabowo dan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
“Kampung Nelayan Leato Selatan merupakan hasil kolaborasi Presiden Prabowo dan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pesisir dan nelayan,” ujar Zulfikar M Tahuru.
Menurutnya, program pemerintah pusat tersebut berjalan dengan baik di daerah karena adanya dukungan dan fasilitasi dari pemerintah daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program Kampung Nelayan di Leato Selatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan kawasan pesisir, mendukung aktivitas ekonomi nelayan, serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kehadiran Presiden Prabowo meresmikan langsung program tersebut juga dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah dan masyarakat nelayan di Kota Gorontalo.
Gorontalo – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Gorontalo dalam rangka meresmikan Program Kampung Nelayan di Kota Gorontalo berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Momentum tersebut turut mendapat perhatian dari Gerindra Gorontalo yang menyampaikan apresiasi kepada Adhan Dambea atas perannya dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah pusat tersebut di daerah.
Sekretaris Gerindra Gorontalo, Moh Nasir Majid, mengatakan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya warga pesisir dan nelayan.
“Kami mengapresiasi dukungan dan peran Pak Adhan Dambea dalam memfasilitasi serta mendukung Program Kampung Nelayan di Kota Gorontalo. Kehadiran Presiden Prabowo meresmikan langsung program ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gorontalo,” ujar Moh Nasir Majid.
Gorontalo – Masyarakat Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, menyambut antusias kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam agenda peresmian Program Kampung Nelayan di wilayah tersebut.
Program pemerintah pusat itu dinilai menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang selama ini membutuhkan penataan kawasan dan dukungan peningkatan kesejahteraan.
Ketua KDMP Kelurahan Leato Selatan, Abdurrahman Lamusu, menyampaikan apresiasi kepada Adhan Dambea yang dinilai aktif mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program tersebut di Kota Gorontalo.
“Kami masyarakat Leato Selatan menyampaikan terima kasih kepada Pak Adhan Dambea yang terus memberi dukungan terhadap pelaksanaan Program Kampung Nelayan ini. Kehadiran Presiden Prabowo meresmikan langsung program ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat kami,” ujar Abdurrahman Lamusu.
Menurutnya, Program Kampung Nelayan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir, baik dari sisi penataan lingkungan, aktivitas ekonomi nelayan, maupun kualitas hidup warga sekitar.
Peresmian langsung oleh Presiden juga dinilai menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat nelayan di daerah, khususnya di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo.