Connect with us

News

Rapat Strategis Divisi Keimigrasian: Optimalisasi Pengawasan Orang Asing di Gorontalo

Published

on

POHUWATO – Untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap orang asing di Provinsi Gorontalo, Divisi Keimigrasian Gorontalo mengadakan rapat di Kabupaten Pohuwato.

Rapat Pengawasan Orang Asing ini diadakan di Hotel MBR Marisa pada Kamis (22/02/24). Friece Sumolang, S.H., M.H., Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Gorontalo, menjelaskan kepada wartawan bahwa setelah rapat tersebut, pihaknya bersama tim gabungan akan melakukan operasi pengawasan orang asing.

“Kita akan segera turunkan tim gabungan untuk melaksanakan operasi tersebut,” ungkap Sumolang kepada sejumlah wartawan.

Ketika ditanya mengapa kegiatan tersebut dilakukan di Kabupaten Pohuwato, Sumolang menjelaskan bahwa ada isu strategis yang sedang didalami, dan kegiatan ini juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi Pohuwato.

“Kami memindahkan kegiatan yang biasanya dilakukan di Kota Gorontalo ke Kabupaten Pohuwato,” jelasnya.

Sumolang menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki efek multipel, dan merupakan bagian dari kontribusi kegiatan keimigrasian terhadap perekonomian.

“Imigrasi juga berperan sebagai fasilitator dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat. Itu salah satu bagian dari tugas keimigrasian,” ungkapnya.

Terkait keberadaan empat WNA yang melakukan kegiatan di Kabupaten Pohuwato, Sumolang mengakui bahwa mereka sedang melakukan pencarian potensi emas dan investasi di sana.

“Kami perlu mendalami hal ini lebih lanjut,” tambahnya.

Dalam hal dokumen keempat WNA tersebut, Sumolang menjelaskan bahwa izin tinggal mereka tidak bermasalah, dan mereka memiliki izin tinggal kunjungan yang berlaku sampai Maret 2024.

“Mereka akan diambil keterangan dan didalami di kantor imigrasi di Gorontalo,” jelasnya.

Sumolang menambahkan bahwa jika terdapat pelanggaran keimigrasian atau aturan lainnya, tindakan administratif keimigrasian akan diambil.

“Mereka memiliki izin tinggal kunjungan yang kemudian diperpanjang, dan kami menemukan mereka di lokasi tambang rakyat berdasarkan laporan masyarakat,” jelas Sumolang, sambil berharap adanya pertukaran informasi yang lebih baik di masa mendatang.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Aborsi Paksa di Kabupaten Pohuwato

Published

on

Foto Ilustrasi stikeshamzar.ac.id

POHUWATO – Nasib malang menimpa seorang gadis berinisial R (20 tahun) di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Ia diduga mengalami kekerasan seksual dan dijebak untuk melakukan aborsi oleh pacarnya, berinisial FH (28 tahun).

Menurut pengakuan keluarga korban, Arif Gani Djafar, peristiwa tersebut terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya pada bulan Juni 2024 lalu. Arif menjelaskan bahwa awalnya korban dihubungi oleh pelaku untuk bertemu di salah satu penginapan di Kecamatan Marisa. Korban mengira pelaku ingin berhubungan badan, namun kenyataannya berbeda.

“Pelaku justru memasukkan obat-obatan ke dalam kemaluan korban agar korban mengalami keguguran. Kejadiannya satu minggu sebelum bulan puasa kemarin,” kata Arif kepada awak media pada Senin (22/07/2024).

Beberapa hari setelah kejadian itu, korban mengalami kondisi kurang sehat hingga mengalami pendarahan. Tidak hanya itu, pelaku kembali menghubungi korban dan meminta bertemu di penginapan lain. Di sana, korban mendengar pelaku menghubungi seorang oknum perawat yang akan memeriksa kondisinya.

“Saat tiba di penginapan, oknum perawat itu meminta korban untuk berbaring dan langsung memasukkan alat ke dalam kemaluan korban. Saat itu, korban sangat kesakitan dan enggan melanjutkan pemeriksaan itu,” jelas Arif.

Upaya Keluarga dan Laporan ke Polisi

Setelah mendengar pengakuan korban, pihak keluarga berusaha melakukan musyawarah dengan keluarga pelaku, namun tidak menemukan solusi. Akhirnya, keluarga korban memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke Polres Pohuwato pada tanggal 12 Juni, dan korban diambil keterangan (BAP) pada tanggal 14 Juni.

Namun, hingga saat ini, keluarga korban belum mengetahui perkembangan laporan mereka di Polres Pohuwato. Arif menyatakan, “Satu bulan lebih ini laporan, sudah jalan dua bulan, gerakannya belum ada. Kami sudah tanya, tapi jawabannya sementara diproses. Kami hanya minta laporan kami segera diselesaikan.”

Tanggapan Polres Pohuwato

Kasie Humas Polres Pohuwato, AKP Hany I. F. Dayoh, menyatakan bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi terkait. “Pelakunya belum ditahan,” singkatnya melalui pesan WhatsApp pada Selasa (23/07/2024).

Keluarga korban berharap kasus ini dapat segera diselesaikan agar keadilan bagi R dapat ditegakkan.

Continue Reading

Gorontalo

Dugaan Korupsi Proyek ADD di Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato

Published

on

POHUWATO – Sejumlah proyek yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, tengah menjadi sorotan. Proyek-proyek tersebut, termasuk pembangunan jalan tani, taman buah, dan gerbang masuk desa, diduga menjadi sarana tindak pidana korupsi karena tidak dilengkapi dengan plang atau papan informasi publik yang menjelaskan jenis pekerjaan, spesifikasi, hingga sumber anggaran yang digunakan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proyek-proyek ini telah berjalan sejak pertengahan bulan puasa dan berasal dari anggaran dana desa. “Saya juga heran kenapa tidak ada papan informasinya. Setahu saya ada di UU dan peraturan itu wajib untuk dipasang papan informasinya. Mungkin lebih jelasnya coba tanyakan saja sama Kepala Desa Tahele,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Tahele, Ramly Pakeu, mengakui bahwa proyek pembangunan jalan tani, gerbang, dan taman desa tersebut memang bersumber dari anggaran dana desa. “Ya, dari dana desa. Untuk proyek gerbang dan taman desa (taman buah) itu total anggarannya Rp. 275 juta,” tandasnya.

Ramly menjelaskan bahwa proyek tersebut dimulai setelah lebaran dengan jangka waktu pengerjaan satu tahun, dan tim pelaksananya adalah Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang terdiri dari aparat desa. Terkait proyek pembangunan jalan tani, Ramly menyatakan bahwa proyek tersebut telah memasuki tahap kedua pengerjaan dengan total anggaran sekitar Rp. 65 juta. “Proyek pembangunan jalan tani di desa kami itu akan diaudit oleh instansi terkait,” tambahnya.

Ramly juga menyebutkan bahwa proyek pembangunan jalan tani seharusnya sudah selesai. “Saya sudah koordinasikan sama Pak Camat (Popayato Timur) dan Sekcam. Mereka bilang ‘cuma sudah mau pemeriksaan juga ini ayah’. Kalau memang belum selesai ya, nanti akan diperiksa oleh Kapolsek,” ujarnya.

Periode pengerjaan proyek pembangunan jalan tani sama dengan proyek pembangunan gerbang dan taman buah, dimulai di waktu yang sama dan berlangsung selama satu tahun. Ramly menambahkan bahwa bahan material yang digunakan untuk proyek ini diambil dari lokasi galian C milik PT. IGL.

Upaya konfirmasi kepada Camat Popayato Timur melalui telepon WhatsApp tidak mendapatkan tanggapan.

Untuk diketahui, sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 serta Nomor 70 Tahun 2012, setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

Continue Reading

Gorontalo

Satuan Lalu-lintas Polresta Lakukan Olah TKP Kecelakaan Tunggal di Jalan Sultan Botutihe

Published

on

POHUWATO – Satuan Lalu-lintas Polresta Gorontalo Kota melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) atas insiden kecelakaan lalu lintas tunggal yang menyebabkan dua orang meninggal dunia pada Minggu, 21 Juli 2024. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Sultan Botutihe, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur.

Insiden tersebut mengakibatkan Lk. IL (49), pengendara motor Yamaha Fino dengan nomor polisi DM 3365 JL, dan Lk. DA (47), penumpang sepeda motor, meninggal dunia di tempat kejadian.

Kapolresta Gorontalo Kota Kombespol Dr. Ade Permana, S.I.K., MH, melalui Kasat Lantas AKP Supomo, SH, menerangkan bahwa berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi, peristiwa laka lantas terjadi pada pukul 04.02 WIB. Pengemudi sepeda motor Yamaha Fino bergerak dari arah Timur ke Barat dengan kecepatan tinggi.

“Ketika berada di jalan menikung di Jalan Sultan Botutihe, pengendara sepeda motor DM 3365 JL hilang kendali dan menabrak pembatas beton saluran air hingga jatuh ke dalam selokan. Akibat tabrakan tersebut, pengendara dan penumpang sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit,” ujar AKP Supomo.

Kasat Lantas AKP Supomo juga mengimbau kepada masyarakat yang berkendara di jalan raya untuk memperhatikan kecepatan, jarak, serta situasi lalu lintas pada saat berkendara. Penting juga untuk tidak mengendarai sepeda motor dalam keadaan mengantuk atau di bawah pengaruh alkohol.

“Imbauan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib. Masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya ini dengan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas demi keselamatan bersama,” tutup AKP Supomo.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler