Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Rektor UNG Eduart Wolok Memanfaatkan Hak Pilihnya dalam Pemilu 2024 untuk Menjaga Prinsip Demokrasi

Published

on

UNG – Rektor UNG, Eduart Wolok, telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024. Orang nomor satu di UNG itu mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 Dulomo Selatan, Kota Utara pada Rabu, (14/02/2024).

Setibanya di dalam TPS, Rektor UNG menunggu antrean dua pemilih lainnya. Setelah itu, dia dipanggil oleh ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Rektor UNG yang telah menjabat dua periode tersebut langsung menghampiri meja yang berisi surat suara, dan membuka surat suara untuk memeriksa keabsahannya sebelum mencoblos.

Di TPS tersebut, beliau mencoblos lima surat suara, termasuk surat suara calon presiden dan calon wakil presiden, DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota.

Dia menekankan bahwa melalui Pemilu, masyarakat dapat menjaga prinsip-prinsip demokrasi yang mendasari kehidupan berbangsa. Pihaknya pun mendukung penuh proses demokrasi sebagai bentuk komitmen terhadap pembentukan generasi penerus yang berintegritas dan berdedikasi pada nilai-nilai kebangsaan.

Setelah memberikan hak suaranya, Rektor UNG dijadwalkan akan meninjau Mahasiswa MBKM Pemilu yang sementara bertugas di beberapa TPS yang ada di Kota Gorontalo.

Advertorial

Gebrakan SIMPEDES: 11 Mahasiswa Lintas Ilmu UNG Berdayakan Masyarakat Bone Bolango

Published

on

Foto Bersama Mahasiswa KKN di Desa Tihu

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan daerah berbasis masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026. Kali ini, Desa Tihu di Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, dipilih sebagai salah satu lokasi pengabdian dengan mengusung program andalan bertajuk Strategi Inovatif Pendampingan Desa Pesisir (SIMPEDES).

Program strategis ini dirancang secara khusus untuk memfasilitasi dan mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di kawasan desa pesisir.

Sebelum diterjunkan ke lokasi, para mahasiswa telah menerima pembekalan intensif di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG. Pembekalan tersebut dipandu langsung oleh Prof. Ikhfan Haris, yang memberikan penguatan konsep terkait KKN Tematik berbasis pemecahan masalah (problem solving), pendekatan pemberdayaan masyarakat, serta pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dalam menjawab tantangan riil di desa.

Dalam arahannya, Prof. Ikhfan menegaskan bahwa KKN Tematik tidak lagi sekadar rutinitas pengabdian konvensional, melainkan ruang pembelajaran kontekstual yang menuntut mahasiswa untuk berpikir kritis, adaptif, dan solutif.

“Mahasiswa harus mampu membaca persoalan desa secara komprehensif, lalu merancang solusi yang berbasis data dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. KKN Tematik ini adalah miniatur nyata dari peran kaum intelektual di tengah masyarakat,” jelas Prof. Ikhfan.

Guna menghadirkan solusi yang menyeluruh, UNG menerjunkan 11 mahasiswa lintas disiplin ilmu yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Teknik (FT) ke Desa Tihu. Komposisi multidisiplin ini diharapkan mampu menghasilkan pendekatan analisis yang lebih tajam dalam mengurai kompleksitas persoalan di desa pesisir.

Selama di lapangan, belasan mahasiswa tersebut didampingi dan disupervisi secara aktif oleh tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terdiri dari Prof. Ikhfan Haris, Sukri Katili, Fachrudin Akadji, dan Darmawan Thalib.

Program SIMPEDES sendiri difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat, optimalisasi potensi sumber daya lokal, serta peningkatan kualitas hidup warga dalam kerangka pencapaian SDGs desa.

Inovasi dari “Kampus Kerakyatan” ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Tihu, Harun Tahidji, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan KKN Tematik UNG di wilayahnya. Ia menilai, kehadiran mahasiswa membawa energi baru dan perspektif ilmiah yang sangat dibutuhkan dalam mengawal pembangunan desa.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UNG di Desa Tihu. Program SIMPEDES yang dijalankan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir saat ini. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak sementara, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga kami,” ungkap Harun.

Lebih lanjut, Harun menambahkan bahwa kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan pemerintah desa merupakan langkah jitu untuk mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal, mengingat kawasan pesisir memiliki tantangan geografis dan ekonomi tersendiri.

Kehadiran mahasiswa KKN Tematik UNG di Desa Tihu diharapkan mampu menetaskan berbagai inovasi aplikatif di sektor sosial, ekonomi, maupun lingkungan hidup. Sinergi antara mahasiswa, dosen, dan pemerintah desa ini sukses mengubah KKN Tematik tidak sekadar menjadi wahana pengabdian, melainkan sebuah laboratorium sosial yang melahirkan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Provinsi Gorontalo.

Continue Reading

Advertorial

Bawa Misi Mulia! 292 Mahasiswa UNG Diterjunkan Bangun Kemandirian Desa di Gorontalo

Published

on

Students attending a community development event

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali membuktikan komitmennya sebagai “Kampus Kerakyatan” dengan menerjunkan 292 mahasiswa terbaiknya ke tengah masyarakat. Ratusan pejuang akademik ini akan melaksanakan pengabdian melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) guna mendorong kemandirian dan membawa perubahan nyata di berbagai pelosok desa di Provinsi Gorontalo.

Program pengabdian masyarakat ini akan berlangsung selama 49 hari, terhitung mulai tanggal 8 April hingga 23 Mei 2026. Mahasiswa peserta KKN akan disebar ke 26 desa yang mencakup wilayah Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.

Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., memaparkan bahwa KKN kali ini bukan sekadar rutinitas akademik tahunan. Pengabdian mahasiswa akan difokuskan pada tiga sektor krusial yang menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat desa, yakni kemandirian pangan, kesehatan, dan penguatan ekonomi.

Pelaksanaannya pun terbagi ke dalam dua skema besar, yaitu KKN Tematik dan KKN Berdampak.

“Skema KKN Tematik melibatkan 226 mahasiswa dengan fokus pada penanganan isu-isu spesifik desa. Sementara itu, KKN Berdampak melibatkan 66 mahasiswa yang program kerjanya berorientasi pada pencapaian hasil nyata dan berkelanjutan,” papar Dr. Rosbin.

Ia menambahkan, kehadiran ratusan mahasiswa ini diharapkan mampu memberikan solusi kreatif atas berbagai tantangan yang dihadapi warga setempat.

“Mahasiswa akan fokus mendukung program kemandirian di sektor pangan, kesehatan, dan ekonomi. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk memvalidasi sekaligus mengaplikasikan ilmu dari bangku kuliah dengan realitas di lapangan,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNG, Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, S.T., M.Kom., yang mewakili Rektor UNG, menegaskan bahwa KKN merupakan instrumen penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Ia meminta para mahasiswa untuk bersikap proaktif selama berada di lokasi pengabdian.

“Kehadiran mahasiswa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi aktiflah menyerap aspirasi. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengabdikan diri membantu masyarakat desa melalui keterampilan dan ilmu pengetahuan yang kalian miliki,” pesan Dr. Hidayat.

Continue Reading

Advertorial

Bangga! 3 Mahasiswi FEB UNG Sukses Tembus Final Kompetisi Bisnis Internasional di Vietnam

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali membuktikan eksistensinya di kancah global. Tiga mahasiswi berprestasi asal Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNG, resmi terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi International Business Competition (IBC) Season 4 Tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Ketiga mahasiswi kebanggaan “Kampus Kerakyatan” tersebut adalah Salsabila A. T. Jermias, Nazwa Ramadhani Latif, dan Safira Zatalia Putri Hikmah. Mereka sukses mencatatkan nama sebagai bagian dari daftar Top 30 Global Finalists. Pencapaian luar biasa ini diraih setelah ketiganya berhasil lolos dari proses kurasi ketat yang melibatkan peserta dari berbagai negara di dunia.

Keberhasilan menembus babak final ini tentu bukanlah keberuntungan semata. Di bawah asuhan dosen pendamping, Rezkiyawan Tantawi, S.E., M.M., tim FEB UNG ini harus berjibaku melewati serangkaian tahapan seleksi yang menguras kreativitas dan logika bisnis. Mereka sukses memukau dewan juri, mulai dari tahap pengajuan proposal ide bisnis yang inovatif hingga babak kompetisi video pitch berskala global.

Mengusung tema besar “From Ideas to Global Ventures”, kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Student Exchange Abroad (SEA) ini menantang para peserta untuk menciptakan solusi bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan komersial, tetapi juga berkelanjutan dan memiliki potensi besar untuk merambah pasar internasional.

Pada tahapan final di Vietnam nanti, ketiga srikandi UNG ini akan mengikuti rangkaian agenda yang padat, seperti presentasi bisnis, tantangan strategi, kunjungan industri, hingga pertukaran budaya internasional. Selain itu, mereka akan mendapatkan kesempatan emas untuk memperluas jejaring dengan berinteraksi langsung bersama para akademisi, praktisi bisnis, serta pelaku industri lintas negara.

Dekan FEB UNG, Raflin Hinelo, turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi membanggakan tersebut. Ia berharap pencapaian gemilang ini mampu menjadi “bahan bakar” motivasi bagi mahasiswa UNG lainnya agar berani bermimpi dan berkompetisi di level dunia.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Mohamad Amir Arham, menegaskan bahwa lolosnya tim FEB ke ajang IBC merupakan cerminan nyata atas kualitas pendidikan dan kapasitas yang dimiliki mahasiswa UNG.

“Keberhasilan menembus ajang IBC ini adalah bukti sahih kapasitas mahasiswa kita. UNG tidak hanya siap bersaing di tingkat nasional, tetapi juga telah membuktikan diri memiliki kualitas mumpuni untuk mengukir prestasi di panggung internasional,” tegas Amir.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler