Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Susah Susah Gampang, Peserta UTBK UNG Berharap Bisa Lulus

Published

on

UNG-Maksimalnya pelayanan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendapat apresiasi para peserta ujian. Para calon mahasiswa kampus merah maron itu mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan panitia pelaksana saat UTBK berlangsung.

Wulan, salah satu peserta mengungkapkan, dirinya berharap bisa lulus dalam ujian dan bisa menjadi bagian dari Universitas Negeri Gorontalo, sebab hal tersebut telah ia idam idamkan sejak masih di bangku SMA.

Menurutnya soal ujian yang di berikan untuk seleksi masuk keperguruan tinggi susah susah gampang. Mengingat ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa ia jawab. “Insya Allah bisa lulus ujiannya, dan bisa kuliah di kampus UNG. Saya merasa puas juga dengan pelayanan yang diberikan kepada kami selama mengikuti ujian tadi,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Firman Botutihe peserta ujian dirinya menurturkan bahwa pertanyaan yang agak sulit di jawab yakni pada bahasa Inggris dan perhitungan.

“Meskipun soalnya susah tapi sebagian soal bisa dijawab dengan mudah. Karena, soalnya juga ada mengenai pengetahuan alam yang pernah Ia pelajari waktu duduk di bangku Sekolah Menengah Atas” Jelas Firman.

Tahun ini, sebanyak 4.127 peserta calon mahasiswa akan melaksanakan UTBK di UNG, dari tanggal 5-13 Juli 2020.

Advertorial

Buka Semester Ganjil 2026: Siasat FSB UNG Dorong Insan Sastra dan Budaya Bangun Growth Mindset

Published

on

UNG – Mengawali semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kuliah umum bertajuk “Growth Mindset untuk Insan Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya” di Ruangan Loolade Lantai 1 Kampus FSB UNG, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran dekanat, guru besar, pimpinan jurusan, tim penjaminan mutu, dosen, hingga mahasiswa ini menghadirkan Guru Besar FSB sekaligus Tenaga Ahli Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNG, Prof. Karmila Machmud, S.Pd., M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama.

Saat membuka acara secara resmi, Dekan FSB UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menekankan pentingnya membangun pola pikir yang adaptif dan terbuka terhadap perubahan di lingkungan akademik. Menurutnya, keberhasilan insan akademik tidak hanya ditentukan oleh bakat alami sejak awal, melainkan oleh kemauan kuat untuk terus belajar dan bertumbuh.

“Kita harus menanamkan keyakinan bahwa kapasitas diri dapat terus ditingkatkan. Jangan biarkan keterbatasan hari ini menjadi penghalang bagi pencapaian di masa depan. Tantangan, kendala, bahkan kegagalan harus dijadikan batu pijakan untuk menjadi lebih baik,” tegas Prof. Nonny.

Ia menambahkan, insan bahasa, sastra, seni, dan budaya dituntut memiliki daya cipta serta fleksibilitas tinggi agar tetap relevan di tengah laju perkembangan zaman yang serba cepat.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan I Bidang Akademik FSB UNG, Dr. Salam, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa growth mindset bukan sekadar motivasi personal, melainkan sebuah kerangka epistemologis yang mampu mengubah cara pandang sivitas akademika dalam memaknai proses, potensi, dan kegagalan.

“Bagi insan di bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, growth mindset memiliki relevansi yang sangat krusial karena disiplin ilmu ini menuntut kreativitas, ketekunan, refleksi kritis, serta keberanian untuk bereksperimen. Integrasi pola pikir ini ke dalam pengajaran, riset, dan administrasi akan memperkuat ekosistem pembelajaran yang resilien dan inovatif,” jelas Dr. Salam.

Lewat agenda ini, FSB UNG menegaskan komitmennya untuk mentransformasi budaya akademik agar tidak sekadar berorientasi pada hasil akhir atau capaian angka semata, melainkan juga menghargai setiap dinamika proses pembelajaran. Dengan pola pikir bertumbuh, frasa “belum mampu” tidak lagi dimaknai sebagai “tidak mampu”, melainkan ruang terbuka untuk mencoba kembali lewat strategi baru hingga mencapai keberhasilan.

Continue Reading

Advertorial

Tembus 82 Penghargaan Internasional: Siasat Mahasiswa UNG Borong Prestasi Prestisius di Tahun 2025

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa berprestasi yang sukses mengharumkan nama almamater melalui gelaran Malam Anugerah Prestasi Mahasiswa 2025. Ajang penghargaan tahunan ini menjadi momentum krusial untuk merayakan dedikasi serta kerja keras mahasiswa yang telah membawa UNG bersaing unggul di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Sepanjang tahun 2025, civitas akademika muda UNG berhasil mencatatkan rekor impresif dengan mengoleksi 950 prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Capaian mentereng tersebut secara rincian mencakup 82 prestasi tingkat internasional, 521 prestasi tingkat nasional, dan 99 prestasi di tingkat regional atau provinsi.

Tidak hanya unggul dalam ajang kompetitif, mahasiswa UNG juga menunjukkan produktivitas tinggi dalam menghasilkan karya intelektual dan luaran akademik. Terdata sebanyak 102 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berhasil didaftarkan, 74 karya buku serta artikel jurnal ilmiah diterbitkan, dan 72 mahasiswa tampil sebagai pemakalah (presenter) dalam berbagai forum ilmiah.

Deretan capaian ini membuktikan bahwa kiprah mahasiswa UNG tidak hanya terbatas pada panggung kejuaraan, tetapi juga berdampak nyata melalui inovasi, publikasi, dan kontribusi pemikiran akademik yang berkelanjutan.

Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas rekor capaian yang diraih para mahasiswa sepanjang 2025. Menurutnya, torehan ini merupakan buah manis dari komitmen tiada henti untuk memberikan yang terbaik bagi kampus.

“Jangan pernah lelah mencintai UNG dengan terus menorehkan prestasi di berbagai bidang. Prestasi mahasiswa bukan sebatas kebanggaan pribadi, melainkan fondasi utama reputasi institusi dalam melahirkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Prof. Eduart.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menyampaikan bahwa pencapaian 950 prestasi ini lahir dari kombinasi antara semangat juang mahasiswa dan ekosistem pendampingan yang solid di universitas.

“UNG secara konsisten menyediakan ruang, fasilitas, dan program pembinaan berkala guna melejitkan bakat, minat, serta kreativitas mahasiswa. Pendampingan terstruktur ini menjadi kunci utama dalam menyiapkan mahasiswa agar siap memenangi kompetisi sekaligus melahirkan karya yang bernilai guna bagi masyarakat,” pungkas Amir.

Continue Reading

Advertorial

Kawal Studi Sejak Awal hingga Lulus: Langkah Taktis Dr. Irawati Abdul Dorong Temu Dosen PA FEB UNG

Published

on

UNG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kualitas layanan serta pendampingan mahasiswa secara berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan program Temu Dosen Pembimbing Akademik (PA) yang dirancang untuk mengawal perjalanan studi mahasiswa sejak semester pertama hingga kelulusan.

Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNG, Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pendampingan akademik tidak boleh bersifat pasif atau sekadar hadir saat mahasiswa mengalami kendala. Sebaliknya, pembimbingan harus dilakukan secara berkala pada dua fase krusial setiap semester, yakni di awal dan akhir periode perkuliahan.

“Temu Dosen PA ini merupakan instrumen penting untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengawasan dan bimbingan yang terstruktur. Pertemuan di awal semester difokuskan pada penyusunan rencana studi dan pemetaan mata kuliah, sementara pertemuan di akhir semester menjadi sarana evaluasi capaian indeks prestasi serta mitigasi kendala belajar,” ujar Dr. Irawati.

Ia menjelaskan, komunikasi antara mahasiswa dan Dosen PA tidak hanya terbatas pada urusan administrasi KRS (Kartu Rencana Studi), tetapi juga mencakup bimbingan strategi akademik, pengembangan potensi diri, hingga perencanaan karier.

Melalui skema pembimbingan yang proaktif ini, FEB UNG berkomitmen membangun ekosistem akademik yang komunikatif dan responsif. Pendampingan secara terencana ini diharapkan mampu menekan angka kelambatan studi serta membantu mahasiswa menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dengan predikat memuaskan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler