Connect with us

Politik

Wakili Gorontalo, Elnino Raih Inspiring Journey di Parlemen Awards 2020

Published

on

JAKARTA-Gorontalo sepertinya harus berbangga. Memiliki seorang Elnino M. Husein Mohi, sebagai perwakilan mereka di Parlemen Senayan RI.

Bagaimana tidak, Elnino masuk sebagai salah satu di antara belasan anggota DPR dan DPD RI yang dianugerahi penghargaan dalam Parlemen Awards 2020 oleh Teropong Senayan, pada Senin (16/3/2020) kemarin malam.

Ia dianugerahi penghargaan dalam kategori “Inspiring Journey” dan berdiri di antara sederet tokoh parlemen hebat lainnya. Sebut saja nama mereka Jimly Ashshidiqie, Bambang Soesatyo, Mardani Ali Sera, Ahmad Basarah, serta Dede Yusuf.

“Inspiring Journey” yang diterima Elnino sebagai reward atas capaiannya dalam berdemokrasi sebagai calon Anggota DPR RI yang penuh integritas. Elnino terbukti tiga kali terpilih ke Senayan (2009, 2014, 2019) tanpa melakukan money politik, ongkos kampanye yang teramat kecil, bahkan tanpa mencetak banyak baliho kampanye. Bahkan pada Pemilu terakhir, Elnino nyaris tak berkampanye sama sekali.

Dikutip teropongsenayan.com, ketika pertama kali melenggang ke Senayan, Elnino masuk sebagai calon DPD RI dengan hanya sekali berkampanye pada tanggal 31 Maret 2009. Itu pun, kampanye Elnino dibiayai oleh para sahabat-shabatnya. Kampanye tersebut berhasil menghadirkan lebih dari lima ribu masa. Dan uniknya, Elnino malah disawer dengan uang recehan dari masa yang hadir.

“Seingat saya waktu itu terkumpul sekitar Rp. 17 jutaan,” ujar Elnino, saat diwawancarai awak media.

Sebelum terjun ke dunia politik, Elnino berprofesi sebagai wartawan salah satu media cetak di Gorontalo. Meski terlahir bukan dari keluarga konglomerat atau “orang kaya”, Elnino seakan mendapat jalur bebas dalam karir politiknya. Kelebihannya merangkul sahabat menjadi modal utama dalam mendulang dukungan hingga ke desa-desa. Dan tak ayal, saat pemilihan berlangsung Elnino berhasil mengalahkan belasan tokoh elit di daerah pemilihannya dengan dukungan besar.

Bicara soal kesederhanaan, Elnino seakan tak ada bandingan. Selama menjadi anggota DPD RI, ia tidak tinggal di perumahan elit, melainkan di asrama mahasiswa Gorontalo yang ada di Jakarta, selama dua tahun sebelum akhirnya pindah ke kos-kosan sederhana di sekitar asrama.

Selama menjadi wakil rakyat Gorontalo di pusat, Elnino menjalankan tugasnya dengan penuh amanah. Mulai dari memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga tanggungjawab administratif sebagai Aleg. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kinerjanya bahkan diantar keseluruh konstituen. Istilahnya, “by name by address”.

“LPJ itu menjawab pertanyaan tentang apa yang sudah dilakukan, apa yang berhasil, juga mengakui kegagalan-kegagalan yang saya alami selama jadi senator,” tutur Elnino Mohi.

Di Pemilu 2014, Elnino bergabung dengan Partai GERINDRA dan kembali menyabet satu dari tiga kursi DPR RI yang tersedia dari Provinsi Gorontalo. Demikian pula Pemilu 2019, Elnino lagi-lagi mendapat kepercayaan mayoritas rakyat untuk duduk di Gedung DPR RI mewakili Gorontalo. Dan seperti dihelatan sebelumnya, tokoh sederhana ini sempat diragukan bahkan dipandang sebelah mata. Benar saja, suhu persaingan kali itu sangat berat. Para kontestan yang ke DPR RI terdiri dari tokoh nasional dan juga konglomerat nasional asal Gorontalo.

“Elnino akan habis kali ini,” prediksi para pengamat.

Dan rupanya, prediksi pengamat meleset. Elnino malah “menggila”. Masih dengan gayanya yang aneh, tanpa baliho, tanpa hingar-bingar, tanpa kegiatan kampanye, tanpa bagi-bagi uang, bahkan tak punya saksi di ratusan TPS, jumlah pemilih Elnino justru bertambah hampir dua kali lipat dari Pemilu sebelumnya.

Ditanya apa rahasia yang dipakainya dalam perjalanan politik?

“Menyerah saja sama Allah SWT. Takdir-takdir sudah Allah tentukan jauh sebelum kita berusaha. Kita ikuti saja takdir-takdir itu, lalu melakukan usaha sebaik mungkin,” jawabnya.

Di Senayan, Elnino dikenal sebagai salah satu anggota yang vokal dalam rapat-rapat Komisi. Setelah lima tahun di Komisi I DPR, kini Elnino ditugaskan GERINDRA di Komisi 11 Bidang Keuangan dan Ekonomi Makro. Dia banyak melancarkan kritik terhadap menteri-menteri yang menjadi mitra kerja komisi. Gaya Elnino tidak meledak-ledak, tapi cara dia menyindir para menteri sangat halus, berbasis data, tajam dan mengiris, tanpa membuat orang yang dikritiknya tersinggung.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertorial

Gelar Pelantikan di Tengah Sawah: DPD Tani Merdeka Indonesia Pohuwato Resmi Dikukuhkan Periode 2026–2031

Published

on

Pohuwato – Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Pohuwato periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dan dilantik di kawasan persawahan Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Kamis (20/8/2026).

Pelantikan unik di tengah bentangan sawah tersebut menjadi momentum krusial bagi TMI Pohuwato untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyuarakan berbagai persoalan mendasar yang masih membayangi kehidupan masyarakat petani di daerah.

Prosesi pengukuhan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir, Ketua DPW TMI Provinsi Gorontalo Rian Uno, serta Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga. Turut hadir jajaran camat, pimpinan Bank SulutGo (BSG) Cabang Marisa, perwakilan PT Loka Indah Lestari (LIL), perwakilan Kodim 1313/Pohuwato, Danramil, hingga Komandan Pos TNI AL (Danposal) Pohuwato.

Pemilihan kawasan persawahan sebagai lokasi acara menyimbolkan komitmen TMI Pohuwato untuk senantiasa hadir dekat dengan realitas kehidupan serta pergumulan para petani di akar rumput.

Ketua DPD TMI Pohuwato yang baru dilantik, Abdul Hamid Sukoli, dalam orasi sambutannya membeberkan kompleksitas persoalan yang dihadapi sektor pertanian lokal, membentang dari wilayah Paguat hingga Popayato. Ia menyoroti kondisi memprihatinkan di kawasan Buntulia dan Duhiadaa, di mana para petani kerap mengalami kelumpuhan masa tanam hingga ancaman gagal panen yang berulang.

“Kompleksitas masalah petani kita membentang dari Paguat sampai Popayato. Apalagi di wilayah Buntulia dan Duhiadaa, petani kesulitan menanam bahkan dihadapkan pada ancaman gagal panen. Ini salah satu isu krusial yang membutuhkan perhatian serius,” tegas Abdul Hamid.

Ia menekankan pentingnya solusi konkret dan jangka panjang dari pemerintah daerah maupun pusat agar masa depan petani tidak terus terancam setiap musim tanam. Abdul Hamid berharap kehadiran TMI mampu menjadi jembatan aspirasi yang efektif antara petani dan pemangku kebijakan.

Secara khusus, ia menggarisbawahi urgensi penanganan sekitar 3.000 hektare lahan pertanian di Pohuwato yang membutuhkan penyelesaian komprehensif. Momen kehadiran Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir pun diharapkan membawa dampak positif bagi percepatan penanganan masalah tersebut.

“Kehadiran Ketua Umum di Pohuwato semoga membawa spirit dan jangkauan strategis Presiden untuk mengawal serta menyelesaikan masalah petani di Kabupaten Pohuwato,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW TMI Rian Uno menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengawal implementasi program-program pertanian agar kemanfaatannya benar-benar menyentuh masyarakat bawah. Rian menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai Pembina TMI, sehingga seluruh program kebijakan sektor pertanian difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan taraf hidup petani.

Sebagai wujud kerja nyata, rangkaian pelantikan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dengan disaksikan langsung oleh Ketum DPN TMI Don Muzakir.

Penyerahan alsintan tersebut diharapkan dapat mempermudah pengolahan lahan, mendongkrak produktivitas hasil panen, serta mendorong modernisasi pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato.

Continue Reading

Gorontalo

GERINDRA; Sudalopo Bicara Politik, Yang Penting adalah Ente Berguna ke Berapa Orang?

Published

on

Wahidin Ishak Juru Bicara Gerindra Gorontalo

Gorontalo – Juru Bicara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Gorontalo, Wahidin Ishak, akhirnya angkat bicara merespons gelombang pertanyaan dari para kuli tinta dalam beberapa waktu terakhir. Sikap responsif ini diambil guna menjawab rasa penasaran publik terkait kalkulasi politik dan target perolehan kursi partai besutan Prabowo Subianto tersebut pada kontestasi Pemilu mendatang.

Wahidin mengungkapkan bahwa internal Partai Gerindra Gorontalo saat ini justru cenderung pasif dan tidak menempatkan pembahasan target jumlah kursi legislatif sebagai prioritas utama pergerakan partai.

“Kami di internal Gerindra Gorontalo hampir tidak pernah memperdebatkan soal target kursi. Mengapa? Jujur, suasana kebatinan kami saat ini masih dalam suasana berefleksi, dan mood politik kami sedang enggan membahas hal-hal normatif seperti itu. Fokus kami sepenuhnya diarahkan pada kerja-kerja nyata yang berdampak langsung bagi ribuan rakyat di akar rumput,” ujar Wahidin Ishak dalam siaran pers resminya, Sabtu (18/07/2026).

Wahidin juga menanggapi santai ambisi-ambisi politik kekuasaan dengan selipan analogi lokal. Dirinya menilai perdebatan mengenai target perolehan kursi dan perebutan jabatan struktural di hilir pemerintahan dinilai terlalu dini dan belum esensial untuk dikonsumsi publik saat ini.

“Kalau cuma bicara target jumlah kursi, atau ingin menduduki jabatan ini dan itu, mohile maapu, sudalopo buwayi (mohon maaf, itu sudah kuno). Kami saat ini masih merenungi hakikat pengabdian dan kehidupan di dunia ini. Boleh kan ya kita fokus pada substansi dulu?” tukasnya retoris.

Lebih lanjut, pria yang dikenal vokal ini mengingatkan bahwa pelaksanaan Pemilu masih menyisakan waktu yang cukup panjang. Menurutnya, menentukan target kursi dalam peta perpolitikan tidak boleh dilakukan secara serampangan atau sekadar menebak angka demi pemenuhan kepuasan publik semata.

“Pemilu masih lama. Nanti saja ada waktunya kita bicara target secara definitif. Mau pasang target dua kursi, tiga, empat, atau bahkan mau menyapu bersih semua kursi di parlemen juga sah-sah saja. Namanya juga target. Namun, masalahnya di Gerindra itu tidak bisa asal cumu (asal sebut) begitu. Semua harus didasarkan pada draf analisis politik yang rigid dan ilmiah. Sementara saat ini, kader Gerindra Gorontalo belum menyusun analisis tersebut. Jadi bagaimana mungkin kami melempar angka target ke publik?” urai Wahidin.

Ia menegaskan, esensi doktrin politik Partai Gerindra yang ditekankan kepada seluruh kader di Gorontalo bukanlah tentang pencapaian angka elektoral personal, melainkan kebermanfaatan sosial bagi masyarakat luas.

“Pertanyaan pokok dan mendasar dari partai kepada seluruh kadernya adalah: kau sudah bermanfaat untuk berapa orang? Semakin banyak masyarakat yang merasakan langsung kegunaan dan kontribusi nyatamu, maka itu semakin baik. Hal itu jauh lebih mulia dan tidak ada kaitannya dengan target-target angka di Pemilu,” pungkas Wahidin menutup keterangannya.

Continue Reading

Gorontalo

Sebut Sudaryono Berkomitmen Penuh: Langkah Berani Sulyanto Pateda Dobrak Pintu Kementan

Published

on

Gorontalo – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Sulyanto Pateda bergerak taktis memperjuangkan nasib petani lokal di tingkat pusat. Sulyanto menyerahkan langsung bundel aspirasi makro masyarakat agraris Gorontalo kepada Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono dalam agenda silaturahmi formal yang dihadiri kader Partai Gerindra serta sejumlah organisasi induk pertanian, Selasa (23/06/2026).

Dalam pertemuan intensif tersebut, Sulyanto menguraikan bahwa dirinya telah membedah secara mendalam peta persoalan struktural, hambatan modal, hingga kebutuhan mendesak yang dihadapi para petani di Provinsi Gorontalo langsung di hadapan orang nomor dua di Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut.

“Saya sudah berbicara banyak dan berdiskusi secara komprehensif bersama Pak Wamen. Alhamdulillah, beliau merespons sangat positif dan berkomitmen penuh untuk segera menindaklanjuti poin-poin aspirasi dari para petani kita,” ujar Sulyanto Pateda pascapertemuan.

Menurut legislator ulet tersebut, intervensi dan perhatian responsif dari pemerintah pusat bertransformasi menjadi angin segar yang dinanti-nantikan oleh para petani daerah. Dukungan stimulus ini diharapkan mampu mendongkrak kurva produktivitas lahan sekaligus mengeskalasi derajat kesejahteraan ekonomi mereka di hulu.

Sulyanto menegaskan bahwa parlemen daerah akan terus mengawal dan melipatgandakan komunikasi politik ke Jakarta guna memastikan hak-hak konstitusional petani Gorontalo terakomodasi melalui regulasi pusat. Ia menilai, penguatan sektor agraria lokal merupakan variabel penentu yang strategis dalam menyokong pilar ketahanan pangan nasional.

“Kami di DPRD tidak akan tinggal diam dan siap pasang badan untuk terus memperjuangkan hak-hak petani Gorontalo agar mereka mendapatkan alokasi perhatian serta dukungan sarana prasarana yang maksimal dari pemerintah,” tegas politisi senior tersebut.

Lebih lanjut, Sulyanto menyatakan komitmen tegak lurusnya untuk berjalan beriringan bersama kelompok tani dalam mewujudkan visi besar ketahanan nasional. Target jangka panjang ini diselaraskan dengan cetak biru program pemerintah pusat di bawah komando Presiden Republik Indonesia untuk mentransformasi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

“Saya berkomitmen penuh berdiri bersama para petani dan bersinergi dengan program Bapak Presiden untuk terus membangun serta mengokohkan kedaulatan pangan demi mengantarkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” pungkasnya.

Konsolidasi ini menjadi momentum krusial dalam mempererat koordinasi vertikal antara lini pemerintah pusat, legislatif daerah, serta para aktor utama sektor agrobisnis. Sinergitas pentaheliks ini diproyeksikan menjadi motor penggerak baru dalam memacu produksi pangan nasional dari Bumi Serambi Madinah.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler