Connect with us

Gorontalo

Yakin Meninggal bukan karena Corona, Warga Tolak Jenazah David Bobihoe Dimakamkan secara Protokol Kesehatan

Published

on

KABGOR-Proses pemakaman jenazah mantan Bupati Gorontalo David Bobihoe batal dilakukan berdasarkan protokol kesehatan. Hal ini lantaran adanya permintaan sejumlah masyarakat serta keluarga terdekat yang menginginkan agar jenazah tokoh Gorontalo itu dikuburkan seperti biasa dan bukan berdasarkan protokol pencegahan covid-19.

Pihak keluarga serta warga meyakini penyebab kematian almarhum bukan karena virus corona, melainkan penyakit lain. Awalnya proses penyelenggaraan jenazah oleh pihak rumah sakit telah ditentukan berdasarkan protap pencegahan wabah virus covid-19. Namun saat jenazah mantan Calon Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara itu tiba di rumah duka yang diantar menggunakan ambulans, warga yang telah ramai berkumpul pun langsung menjemput jenazah dan mengambil alih.

“Saya hanya masyarakat biasa bukan siapa-siapa pak David. Bagi kami almarhum seperti ayah sendiri. Kami tidak menerima dimakamkan pakai peti dan tidak bisa dilihat untuk terakhir kali. Beliau bukan penyakit corona. Cuma DBD lagian dilakukan tes baru tadi malam. Belum ada hasil corona atau tidak,” tutur Hamzah, salah warga Kabupaten Gorontalo saat mengikuti proses pengurusan jenazah David Bobihoe, di rumah duka Kecamatan Limboto, Kabgor, Kamis (16/7).

Sementara itu, salah satu keponakan almarhum, Yamin Moonti, mengaku bahwa sebelumnya ia juga telah menolak jenazah sang paman dimandikan hanya secara tayamum atau berdasarkan prosedur kesehatan.

“Kami sudah mandikan jenazah. Saya sendiri yang ikut memandikan. Awalnya hanya akan ditayamum tapi saya menolak. Prosedur pemakaman pun tidak sesuai dengan protab. Dari RS memang sudah di mandikan, di bungkus, dan dimasukan dalam peti. Namun kami menolak sehingga dimakamkan sebagaimana biasa”ucapnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

Kapolda Salurkan 500 Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Korem 133/NWB

Published

on

POLDA GORONTQLO-Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Dr.M. Adnas, M.Si menyalurkan bantuan sebanyak 500 paket pelindung berupa Masker dan Hand Sanitizer kepada Korem 133/NWB Gorontalo, Senin (3/8). Penyerahan bantuan dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran Covid 19 yang kian merebak di Gorontalo.

Bantuan diterima langsung Komandan Korem (Danrem) 133/NWB Brigjen C.zi Bagus Antonov Hardito.

Adapun 500 paket bantuan tersebut terdiri dari 300 buah Masker serta 200 Botol Hand Sanitizer hasil pabrikan Polda Gorontalo.

Dalam kesempatan itu, Kapolda mengharapkan agar Masker dan Hand Sanitizer tersebut dapat digunakan oleh seluruh anggota TNI dengan sebaik mungkin.

“Bantuan ini sebagai bentuk nyata perlawanan melawan Covid 19, dan diharapkan kita dapat Bersama sama saling mendukung dan bekerja sama pula dengan elemen masyarakat lainnya sehingga bisa saling bersinergi menekan penyebaran Virus Corona,” tutup Adnas. (D01751)

Continue Reading

Gorontalo

Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri

Published

on

GORONTALO-Diduga tak mampu menanggung beban hidup dan tekanan ekonomi, seorang bapak 44 tahun di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, bunuh diri. Pria dengan nama lengkap Muhtar Latawa itu, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya, pada Rabu (29/7). Kabarnya, korban mengalami depresi akibat penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. Korban juga menurut pengakuan sang istri MD, sempat alami stres karena sudah lama tidak lagi bekerja setelah diberhentikan dari pabrik karena sakit.

“Suami saya stres dengan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh dan tidak bisa bekerja. Dulu dia pernah bekerja di pabrik kelapa tapi karena sakit dia berhenti, dia juga pernah menderita struk,” kata Istri korban.

Jasad korban ditemukan pada 14.30 WITA. MD mengaku kaget melihat suaminya sudah menggantung diri di dapur rumah mereka. Dirinya kemudian langsung berteriak dan meminta tolong kepada warga.

Kapolsek Limboto Barat, Iptu Iwan Kapojos saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurtnya usai ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke Puskes Limboto Barat untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh jenazah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan hasil penelusuran informasi dari para warga sekitar, Kapolsek Limboto juga membenarkan bahwa korban memang mengalami depresi akibat kehilangan pekerjaan.
“Korban mengalami depresi, kita juga sudah cari info dan memang dari hasil penelusuran aktivitas korban beberapa hari sebelumnya, korban juga sempat melakukan percobaan bunuh diri di sungai,” ujar Kapolsek.

Continue Reading

Gorontalo

Kabur Pindah-pindah Tempat, Pelaku Pembunuhan Halte SMA Telaga, Diringkus Saat Petik Cengkeh di Tomohon

Published

on

Foto Ilustrasi manado.tribunnews.com

GORONTALO-Mungkin masih segar diingatan pembaca dengan kasus pembunuhan di Halte Bus depan SMA Telaga, Kabupaten Gorontalo pada bulan Agustus 2019 lalu. Sabtu (15/7) kemarin, salah satu tersangka yang telah dijadikan DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam kasus tersebut berhasil dibekuk Satreskrim Polres Gorontalo.

Tersangka berinisial JP alias Jopan. Ia merupakan satu dari sejumlah pelaku insiden penganiayaan yang mengakibatkan korban Raikel Hanafi, meninggal Dunia.

Menurut keterangan petugas, pencarian JP sempat mengalami kesulitan. Pasalnya, dalam pelariannya, ia berpindah-pindah tempat. Nanti pada Sabtu (25/7/2020) pagi lalu, tim Pandawa Reskrim Polres Gorontalo berhasil mengetahui tempat persembunyiannya di Kelurahan Tinoor, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Aipda Roy D. Passa, SH menjelaskan, kronologis penangkapan bermula saat Team mendapat informasi bahwa ada seorang yang diduga DPO bersembunyi di wilayah Tomohon tepatnya di Kelurahan Tinoor.

Mendapat informasi tersebut, petugas lalu melakukan koordinasi dengan Team Resmob Polres Tomohon, dan pada pukul 17.30 wita, mereka langsung bergerak ke wilayah Tomohon guna melakukan penyelidikan. Di kelurahan Tinoor, JP atau Yopan, menurut Roy bekerja sebagai pemetik cengkeh.

“Usai melakukan penyelidikan, team berhasil membekuk Lk. Yopan pada Sabtu 25 Juli, yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor Merk Supra Warna Biru Kombinasi Grey, dengan berusaha untuk melarikan diri, namun usahanya tersebut dapat dicegat oleh Team Pandawa dan akhirnya JP alias Yopan dapat diamankan,” jelas Roy.

Yang bersangkutan kini diamankan di Mapolres Gorontalo, untuk dilakukan proses hukum lanjutan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler