GORONTALO – YMP (Yakop Mahmud & Partners Law Firm) sebagai kuasa hukum mendatangi perhatian publik setelah menggelar konferensi pers di RM. Domestik pada Sabtu, (22/7/2023). Konferensi pers ini terkait dengan dugaan kasus penganiayaan yang dilaporkan oleh Saudari Nurhalisa Abdullah (Korban) ke Mapolda Gorontalo pada Jumat, 21 Juli 2023.
Dalam konferensi pers tersebut, ketua tim kuasa hukum, Yakop Mahmud, menyampaikan rincian terkait laporan polisi Nomor: LP/B/187/VII/2023/SPKT/POLDA GORONTALO. Laporan tersebut menyinggung dugaan penganiayaan yang menyebabkan luka-luka dan cedera pada korban, sebagaimana hasil pemeriksaan Visum Et Repertum yang dilakukan di Balai Kesehatan Polda Gorontalo.
Yakop Mahmud menjelaskan bahwa kliennya, Nurhalisa Abdullah, merupakan korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum perempuan pada tanggal 21 Juli 2023. Saat itu, korban berada di rumah pribadinya di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Korban sedang beraktivitas seperti biasa saat mendapat informasi bahwa terlapor melakukan siaran langsung di Facebook dan mencemarkan nama baik korban.
”Korban kemudian melakukan siaran langsung di laman Facebook miliknya untuk mengklarifikasi apa yang disampaikan terlapor. Namun, beberapa menit setelah klarifikasi tersebut, terlapor mendatangi korban dengan suara keras dan langsung melakukan penganiayaan yang keji. Aksi penganiayaan itu meliputi menarik rambut, menendang perut, mencakar wajah, menggigit tangan, dan mendorong hingga korban terjatuh,” terangnya.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian, beberapa orang mencoba melerai, namun terlapor terus melanjutkan aksinya. Setelah kejadian tersebut, korban segera melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor ke Mapolda Gorontalo.
Saudari Nurhalisa Abdullah, korban penganiayaan, hadir dalam konferensi pers tersebut dan dengan berani menceritakan apa yang dialaminya. Meski seharusnya sudah dirawat di rumah sakit pada malam itu, korban tetap hadir untuk memberikan keterangannya.
Dalam tanggapannya, tim kuasa hukum YMP menegaskan akan terus melakukan pendampingan dan perlindungan hukum terhadap klien mereka. Mereka juga mengecam dan menolak segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan penganiayaan. Tim hukum menyatakan bahwa tindakan terlapor merupakan perbuatan melawan hukum dan dapat terancam dengan pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
YMP menegaskan bahwa mereka akan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, proporsional, objektif, dan transparan dalam mengusut dugaan penganiayaan terhadap kliennya. Mereka berharap agar pihak Mapolda Gorontalo memberikan perhatian serius terhadap dugaan tindak pidana ini.
Dengan adanya konferensi pers ini, kasus dugaan penganiayaan ini semakin mendapat sorotan publik, dan diharapkan pihak berwenang akan menindaklanjuti dengan sungguh-sungguh demi keadilan bagi korban.
Gorontalo – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melontarkan kritik tajam terhadap kelompok elite di Jakarta saat meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05/2026). Di hadapan ratusan nelayan dan warga pesisir, Prabowo menilai perhatian terhadap nasib pahlawan pangan nasional masih jauh dari kata cukup.
“Orang-orang pintar di Jakarta banyak yang tidak peduli terhadap nasib nelayan dan petani kita,” tegas Prabowo dalam sambutannya yang disambut riuh warga.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memaparkan arah kebijakan strategis pemerintah di sektor kelautan dan ketahanan pangan. Menurut Prabowo, pemerintah pusat kini tengah melakukan pergeseran besar dalam fokus pembangunan, yakni dengan memberikan afirmasi lebih luas kepada masyarakat di daerah, khususnya mereka yang berada di garis depan sektor perikanan dan pertanian.
Prabowo menjelaskan bahwa kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk mendongkrak taraf hidup masyarakat pesisir. Selain infrastruktur pemukiman, pemerintah juga tengah memacu program swasembada pangan nasional sebagai pilar utama kedaulatan negara.
“Sekarang arahnya berubah. Pemerintah pusat akan memberikan perhatian serius dan nyata kepada para nelayan dan petani,” imbuhnya.
Lebih lanjut, mantan Menteri Pertahanan ini menekankan bahwa nelayan dan petani adalah kelompok strategis yang menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional. Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai serta program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Gorontalo – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memastikan pemerintah akan mempercepat distribusi Papan Interaktif Digital (PID) ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru tanah air. Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi program digitalisasi pendidikan nasional guna menciptakan ekosistem belajar yang lebih modern.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam agenda peresmian Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05/2026).
Presiden Prabowo menekankan bahwa perluasan penggunaan teknologi pembelajaran adalah prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.
“Pokoknya tahun ini, tiap sekolah akan menerima tambahan tiga unit (Papan Interaktif Digital),” ujar Presiden Prabowo di hadapan masyarakat dan tamu undangan yang hadir.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan visinya agar seluruh lembaga pendidikan di Indonesia segera memiliki ruang belajar berbasis digital yang dilengkapi layar pintar (smart screen). Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar agar lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Saya berharap di akhir tahun ini, setiap sekolah setidaknya sudah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar,” tegasnya.
Sebagai informasi, program digitalisasi pendidikan ini telah dimulai sejak tahun 2025. Pada tahap awal, pemerintah tercatat telah menyalurkan sekitar 50 ribu unit papan interaktif digital yang tersebar di sekolah-sekolah pada 38 provinsi di Indonesia.
Program ini menjadi pilar utama pemerintah dalam memerangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah. Melalui pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih dinamis antara siswa dan guru, sekaligus memperkuat literasi digital generasi muda Indonesia.
Gorontalo – Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disambut antusiasme luar biasa oleh ribuan masyarakat di Kota Gorontalo pada Sabtu (09/05/2026) siang. Warga tampak memadati sejumlah ruas jalan utama demi menyaksikan secara langsung kunjungan perdana orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Berdasarkan agenda, Presiden Prabowo mendarat di Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo sekitar pukul 13.00 WITA. Usai prosesi penyambutan di bandara, Presiden melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Stadion Merdeka, sebelum bertolak ke kawasan Leato Selatan untuk meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga telah berkumpul di sepanjang rute yang akan dilalui rombongan presiden sejak pagi hari. Banyak dari mereka datang bersama keluarga sembari menyiapkan telepon genggam untuk mengabadikan momen langka kedatangan kepala negara.
“Saya sudah di sini dari jam tujuh pagi. Ingin melihat langsung Pak Presiden Prabowo dari dekat,” ungkap salah seorang warga yang setia menunggu di kawasan Leato Selatan.
Kepadatan massa terlihat jelas di area sekitar lokasi kunjungan. Guna memastikan situasi tetap kondusif, aparat keamanan gabungan tampak bersiaga penuh di berbagai titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas dan menjamin seluruh agenda kepresidenan berjalan lancar.
Peresmian Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu agenda prioritas dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo di Provinsi Gorontalo. Program ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan para nelayan di wilayah pesisir.