GORONTALO – Tahun 2020 ini Elnino Center (ELCE) menginisiasi program digitalisasi masjid di Gorontalo. Program yang dilengkapi dengan perangkat Digi Mosque ini, kabarnya dalam waktu dekat akan segera diluncurkan.
Staf Ahli Elnino Mohi di Komisi XI DPR RI Tomy Ishak mengatakan, program ini didukung penuh Bank Indonesia melalui program PSBI. Dan untuk pilot project, tahun ini Elnino Center telah merencanakan mendigitalisasi 130 masjid yang tersebar di semua kecamatan se Provinsi Gorontalo.
Koordinator Elce, Nurul Syamsu Panna mengatakan, Digi Mosqu merupakan program digitalisasi yang memiliki fungsi lengkap untuk mempermudah manajemen masjid.
Salah satu kelebihan dari perangkat digital ini antara lain dapat menampilkan jadwal shalat lima waktu sesuai lokasi koordinat masjid dengan standar jadwal dari Kementerian Agama RI. Digi Mosque juga akan berfungsi menyalakan perangkat sound system, kipas angin/AC, dan lampu beberapa menit sebelum tiba waktu sholat secara otomatis, serta mematikannya secara otomatis beberapa menit setelah waktu shalat.
Selain itu, alat Digi Mosque akan memutar perangkat audio; pengajian/sholawat tarhim/sholawat adzan melalui sound system masjid beberapa menit sebelum waktu adzan. Menampilkan hitung mundur 60 detik sebelum waktu adzan dan menampilkan hitung mundur jeda waktu iqamah, sehingga jamaah yang tiba mendekati waktu iqamah tidak akan shalat sunnah lagi.
“Bahkan Digi Masque, menampilkan jadwal imam, khatib, muadzin, penceramah. Dan bisa juga menampilkan pengumuman-pengumuman lainnya yang diinput oleh pengurus masjid,” kata Nurul Syamsu Panna.
Dilanjutkan Syamsu, Digi Mosque juga dilengkapi perangkat perekam video sehingga dapat menampilkan video khatib saat waktu khutbah salat Jumat.
“Juga dapat mematikan wifi masjid saat masuk waktu shalat, dan menyalakannya setelah usai waktu shalat berjamaah,” ungkap Syamsu.
Selain mendigitalisasi perangkat-perangkat masjid, Elnino Center juga akan membantu masjid untuk mendigitalisasi penyaluran sedekah/infaq jamaah. Program ini akan dijalankan melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Indonesia (BI) dan diterbitkan oleh merchant atau bank tempat rekening masjid dibuka. Jamaah dapat menyalurkan sedekah atau infaq dengan menggunakan moda pembayaran online seperti GoPay, OVO, Dana, LinkAja.
“Jamaah akan menscan stiker QRIS yang ditempel di kotak amal atau pintu masjid lalu memasukkan nominal yg akan diinfaqkan, dana tersebut langsung masuk ke rekening masjid,” ujar Nurul Syamsu.
Elnino Center sendiri menargetkan proses digitalisasi masjid untuk 130 masjid pertama selesai tahun ini.
Gorontalo – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Gorontalo dalam agenda peresmian Kampung Nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Program Kampung Nelayan tersebut dinilai menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Gorontalo dalam menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir dan nelayan.
Sekretaris Gerindra Kota Gorontalo, Zulfikar M Tahuru, mengatakan Program Kampung Nelayan Leato Selatan menunjukkan sinergi yang baik antara Presiden Prabowo dan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
“Kampung Nelayan Leato Selatan merupakan hasil kolaborasi Presiden Prabowo dan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pesisir dan nelayan,” ujar Zulfikar M Tahuru.
Menurutnya, program pemerintah pusat tersebut berjalan dengan baik di daerah karena adanya dukungan dan fasilitasi dari pemerintah daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program Kampung Nelayan di Leato Selatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan kawasan pesisir, mendukung aktivitas ekonomi nelayan, serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kehadiran Presiden Prabowo meresmikan langsung program tersebut juga dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah dan masyarakat nelayan di Kota Gorontalo.
Gorontalo – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Gorontalo dalam rangka meresmikan Program Kampung Nelayan di Kota Gorontalo berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Momentum tersebut turut mendapat perhatian dari Gerindra Gorontalo yang menyampaikan apresiasi kepada Adhan Dambea atas perannya dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah pusat tersebut di daerah.
Sekretaris Gerindra Gorontalo, Moh Nasir Majid, mengatakan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya warga pesisir dan nelayan.
“Kami mengapresiasi dukungan dan peran Pak Adhan Dambea dalam memfasilitasi serta mendukung Program Kampung Nelayan di Kota Gorontalo. Kehadiran Presiden Prabowo meresmikan langsung program ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gorontalo,” ujar Moh Nasir Majid.
Gorontalo – Masyarakat Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, menyambut antusias kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam agenda peresmian Program Kampung Nelayan di wilayah tersebut.
Program pemerintah pusat itu dinilai menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang selama ini membutuhkan penataan kawasan dan dukungan peningkatan kesejahteraan.
Ketua KDMP Kelurahan Leato Selatan, Abdurrahman Lamusu, menyampaikan apresiasi kepada Adhan Dambea yang dinilai aktif mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program tersebut di Kota Gorontalo.
“Kami masyarakat Leato Selatan menyampaikan terima kasih kepada Pak Adhan Dambea yang terus memberi dukungan terhadap pelaksanaan Program Kampung Nelayan ini. Kehadiran Presiden Prabowo meresmikan langsung program ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat kami,” ujar Abdurrahman Lamusu.
Menurutnya, Program Kampung Nelayan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir, baik dari sisi penataan lingkungan, aktivitas ekonomi nelayan, maupun kualitas hidup warga sekitar.
Peresmian langsung oleh Presiden juga dinilai menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat nelayan di daerah, khususnya di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo.