Connect with us

Politik

Mengejutkan, Dalam 2 Hari, 200 Bakal Caleg Masuk Gerindra Gorontalo

Published

on

Ketua Panitia Pendaftaran Online Partai Gerindra Syamsu Panna || Foto Istimewa

GORONTALO – Lebih dari 200 orang masuk mendaftarkan diri masuk ke Partai Gerindra Gorontalo sejak 9 Juni 2021 pukul 23.30 sampai 11 Juni 2021 pukul 20.00 barusan.

Dari 200-an orang tersebut, 70 persennya adalah para pemuda dan pemudi di bawah 35 tahun. Semuanya mengisi formulir pendaftaran online yang diumumkan Partai Gerindra Gorontalo di tanggal 9 Juni 2021 tengah malam.

Ketua Panitia Pendaftaran Online Partai Gerindra, Syamsu Panna menjelaskan bahwa dirinya tidak menyangka banyaknya pendaftar dalam dua hari ini.

“Saya kaget juga, tapi bersyukur. Ini pertanda Gerindra sangat diminati oleh para pemimpin politik masa depan,” kata Syamsu.

Dia memaparkan, paling banyak pendaftar berasal dari Kabupaten Gorontalo (28,3%), lalu Kota Gorontalo (26,4%), Bone Bolango (18,9%), sisanya merata di Boalemo, Pohuwato dan Gorut.

Para peminat Gerindra ini lebih banyak didominasi oleh tingkat umur 18-40 tahun. “Itu termasuk belasan mahasiswa yang ada di berbagai kampus,” tutur Syamsu Panna.

News

Sah! Gubernur Jakarta Lantik Syafrin Liputo, Pria Berdarah Gorontalo Kini Walikota Jakarta Selatan

Published

on

Jakarta – Jauh dari gemuruh roda Bentor yang menjadi urat nadi transportasi di tanah kelahirannya, serta berbekal keteguhan layaknya fondasi kokoh Benteng Otanaha, sosok birokrat tulen Syafrin Liputo kini melangkah ke babak baru dalam karirnya. Putera asli Gorontalo yang kental dengan warisan nilai juang daerahnya ini resmi memegang kendali sebagai Wali Kota Jakarta Selatan.

​Penunjukan tokoh asal daerah yang identik dengan kemegahan Menara Limboto ini merupakan bagian dari perombakan besar-besaran yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Total ada 11 pejabat tinggi pratama eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang dilantik di Balai Kota pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini sengaja diambil guna menjamin stabilitas jalannya pemerintahan ibu kota secara permanen.

​Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa kebijakan perombakan ini dilakukan secara serentak untuk menutup ruang kosong di pucuk pimpinan.
​“Perlu kami sampaikan supaya tidak salah tafsir, dalam pelantikan ini ada 11 yang dilantik,” kata Pramono memberikan penjelasan resmi di Balai Kota.

​Khusus untuk posisi Syafrin Liputo, putera Gorontalo ini tidak mendapatkan jabatannya secara instan. Mengutip sumber pemerintahan lainnya, Syafrin yang sebelumnya malang melintang mengurusi kesemrawutan lalu lintas ibu kota sebagai Kepala Dinas Perhubungan ini telah melewati proses fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) yang ketat sesuai dengan surat rekomendasi dari Ketua DPRD DKI Jakarta, serta lolos penilaian manajemen talenta dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) tertanggal 10 April 2026.

​Lebih lanjut, Gubernur DKI Jakarta menegaskan keengganannya menggunakan sistem Pelaksana Tugas (Plt) yang kerap dinilai menghambat pengambilan keputusan strategis.
​“Supaya tidak ada Plt dan supaya tidak ada ruang yang memang waktunya pendek, lebih baik kita lakukan secara bersama-sama,” tegas Pramono.

​Meski dilantik di hari yang sama bersama 10 nama lain—termasuk Budi Awaluddin yang menggantikan posisinya di Dinas Perhubungan—waktu efektif masa jabatan Syafrin dan rekan-rekannya disesuaikan secara bertahap. Sebagian langsung bertugas di hari pelantikan, sementara yang lain akan efektif per tanggal 1 Juni dan 1 Agustus 2026 mengikuti masa purna tugas pejabat terdahulu.

​Melalui diskusi matang antara Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah, pelantikan ini memastikan bahwa formasi eselon II Pemprov DKI Jakarta telah utuh. Masyarakat, khususnya masyarakat perantauan Gorontalo, kini menanti sepak terjang dan inovasi terbaru dari Syafrin Liputo dalam mengorkestrasi wilayah strategis Jakarta Selatan.

Continue Reading

News

Viral Harga Pengadaan Kaos Kaki di BGN Disebut Rp100 Ribu, Kepala Badan Gizi Buka Suara

Published

on

JAKARTA – Riuh perbincangan terkait anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) kian santer bergulir di media sosial. Sorotan tajam netizen kali ini tertuju pada rincian anggaran pengadaan kaus kaki yang nominalnya dinilai terlampau mahal, yakni mencapai Rp100 ribu per pasang. Merespons kehebohan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan asumsi publik.

Dalam sesi wawancara eksklusif bersama CNN Indonesia di program Inside with Diana Valencia, Dadan membedah secara rinci peruntukan barang yang memicu polemik tersebut. Ia membantah keras jika pengadaan kaus kaki bernilai puluhan ribu rupiah itu dilakukan tanpa perhitungan yang jelas. Menurutnya, kelengkapan seragam tersebut ditujukan langsung bagi para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang wajib mengikuti pelatihan ala militer.

Terkait desas-desus ini, Dadan memberikan klarifikasi langsung dengan penjelasan sebagai berikut:

“jadi gini mereka itu kan dulu direkrut ee untuk ee ikut pendidikan Komcad oke jadi mereka diberi seragam Komcad sepatu yang mirip Komcad lah termasuk kaos kakinya”

Selain itu, Dadan memastikan bahwa wewenang eksekusi pembelian perlengkapan ini tidak diurus secara mandiri oleh instansinya. Dana tersebut memang bersumber dari kantong BGN, namun proses tender dan pencairan dikelola melalui kerja sama antarlembaga.

“dan setelah kami cek apakah betul di badan Gija ada pengadaan kos kaki oh rupanya itu adalah pengadaan kos kaki yang untuk seragam Komcad Unhan tersebut oke jadi tipenya swak kelola tipe du jadi anggarannya ada di Badan Giji Nasional tapi kita swak kelolakan ke Unhan”

Dadan lebih lanjut merinci bagaimana alur koordinasi pengadaan barang tersebut dijalankan agar tetap akuntabel dan transparan.

“unhan kemudian membentuk Satgas kemudian mengeksekusi anggaran itu bersama dengan e perwakilan dari Badan Gaji Nasional termasuk pengadaan peralatan seragam dan dia dalamnya ada kos kaki”

Senada dengan pernyataan di atas, laporan dari media terpercaya seperti Kompas.com dan Tribunnews juga turut menyoroti isu ini. Berdasarkan pemberitaan Tribunnews, pengadaan kaus kaki BGN ini menyasar alokasi sekitar 17.000 pasang. Publik di dunia maya sebelumnya bahkan sempat dihebohkan dengan desas-desus bahwa harga per pasangnya menembus Rp100.000, sebelum akhirnya angka aslinya dikoreksi di angka kisaran Rp54 ribu.

Sementara itu Dadan Hindayana menjamin setiap rupiah uang negara di lingkungan BGN terus diawasi melalui mekanisme undang-undang yang ketat. Pelibatan Universitas Pertahanan (Unhan) dalam sistem ‘swakelola tipe 2’ membuktikan bahwa kelengkapan peserta pelatihan SPPI, termasuk kaus kakinya, benar-benar dikerjakan oleh instansi terkait secara proporsional. BGN pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah termakan isu liar yang tak berdasar demi menjaga integritas jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.

Continue Reading

Politik

Alasan Kuat Mengapa Banyak Eks Tokoh Partai Pindah Haluan ke PSI. Terbanyak Dari NASDEM

Published

on

NEWS – Manuver perpolitikan tanah air kembali menghadirkan dinamika baru. Arus perpindahan sejumlah politikus kawakan dari partai lamanya menuju Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin deras. Menariknya, dari rentetan nama yang mengamankan kursi di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep tersebut, gerbong mantan kader Partai NasDem menjadi yang paling mendominasi.

Migrasi besar ini dimotori oleh tiga nama tenar eks NasDem, yakni Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse Mappasessu. Berdasarkan data historisnya, Ahmad Ali dan Bestari Barus telah lebih dulu meresmikan status mereka sebagai kader PSI pada 25 September 2025. Jejak mereka kemudian diikuti oleh Rusdi Masse yang berlabuh pada 29 Januari 2026.

Langkah Ahmad Ali di partai berlambang mawar—yang kini juga kerap mengusung identitas “Kandang Gajah”—ini terbilang sangat mulus. Sehari setelah resmi masuk, tepatnya pada Jumat (26/9/2025), ia langsung didapuk menduduki kursi Ketua Harian PSI. Menyikapi perpindahannya yang menyedot perhatian publik, Ahmad memberikan penjelasan dengan tegas.

“Ya bagi saya partai PSI ini partai masa depan,” kata Ahmad Ali usai pelantikan di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

Lebih jauh, ia menilai bahwa berganti haluan politik adalah sebuah keniscayaan yang wajar. Ikatan pertemanan yang sudah terjalin lama dengan para kader PSI rupanya menjadi katalisator kepindahannya.

“Biasa kan dalam berpolitik kita pasti berteman dengan seluruh partai. Dan ya kebetulan nyangkut di kami. Kita ini punya relasi batin yang cukup kuat. Jadi emang tiba-tiba nyatu aja,” ujar Ahmad Ali.

Gelombang kedatangan kader lintas latar belakang ternyata belum berhenti. Mantan kader PDI-P bernama Nina turut serta dalam barisan baru PSI. Sambutan hangat pun langsung diberikan oleh Ahmad Ali selaku Ketua Harian DPP PSI dalam sebuah acara pertemuan di Cipete, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026) malam.

“Ya, saya mengucapkan selamat datang, selamat bergabung di keluarga besar di Rumah Gajah, di Kandang Gajah,” kata Ahmad Ali.

Selain itu, gerbong perwakilan daerah pun semakin solid. Deretan nama yang masuk radar mencakup mantan anggota DPRD Sulsel 2019-2024 Fraksi Partai Nasdem Resky Mulfiati Lutfi, Anggota DPRD Pinrang 2014-2019 dan DPRD Sulsel 2019-2024 Fraksi PKS Vera Firdaus, hingga Anggota DPRD Sulsel 2014-2019 Fraksi Partai Demokrat Ikrar Kamaruddin. Ada pula tokoh pergerakan mahasiswa yakni Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) periode 2022-2025 Muhammad Asrul, dan seorang tokoh agama, Al Habib Syarif Husain.

Data Tambahan dari Media Terpercaya
Kabar menguatnya akar PSI melalui masuknya para tokoh nasional ini juga selaras dengan laporan dari sejumlah media arus utama lain. Berdasarkan data, momentum bergabungnya Rusdi Masse selaku Mantan Ketua DPW NasDem Sulsel disambut langsung dengan tangan terbuka oleh Kaesang Pangarep. Dalam pidatonya, Kaesang bahkan memberi sinyal kuat bahwa masih akan ada banyak tokoh nasional lain yang akan menyusul merapat ke PSI.

Sementara itu, melansir dari media Tribunnews, gelombang pengenalan kader anyar ini juga sempat menjadi puncak acara di momen Rakernas PSI. Pada perhelatan tersebut, Kaesang secara simbolis memakaikan jaket partai kepada tujuh kader baru. Dua di antaranya turut mengonfirmasi dominasi eks NasDem, yaitu Hendra Jon (Bupati Pesisir Selatan 2 periode sekaligus eks Ketua NasDem Sumatera Barat) serta Lutfi Halide (Mantan Wakil Bupati Soppeng dan mantan kader NasDem).

Continue Reading

Facebook

Terpopuler