Connect with us

kabupaten pohuwato

Gerak Cepat Saipul Mbuinga Tinjau Wilayah Yang Terdampak Banjir Bandang

Published

on

POHUWATO – Bupati Pohuwato, Saipul A. M buinga usai buka puasa menuju Kecamatan Popayato dan Popayato Barat untuk memantau kondisi warga yang berada di 5 desa yang terdampak banjir bandang. Orang nomor satu di Pohuwato itu melihat penyebab banjir dan juga bertemu langsung dengan warganya, (7/4/2023).

Pantauan di lapangan, kondisi saat ini memang sudah aman atau tidak terendam, air dengan cepat menuju ke dataran rendah atau ke arah laut. Meski begitu, barang-barang dalam rumah saat ini telah berada di teras atau di atas meja untuk menghindari banjir susulan.

Sementara di Masjid Besar At-Taqwa Popayato Barat air masuk ke masjid usai salat jum’at dan merendam seisi masjid termasuk alat pengeras suara terendam air.

Disamping itu, Bupati Saipul juga meninjau tempat-tempat yang terparah berupa drainase, sungai butungale, jembatan-jembatan serta rumah-rumah yang berada di pinggiran jalan bersama Anggota DPRD Pohuwato, Rizal Pasuma, BPBD Pohuwato, Tagana dan pemerintah kecamatan.

Salah satu Sekolah Dasar Negeri 06 Popayato Barat pagar depan ambruk akibat air dari gunung, sementara kerugian lain berupa kelapa kopra milik warga terendam air dan sebagian terbawa air sungai butungale.

Kepada masyarakat, Bupati Saipul mengimbau untuk tetap waspada karena cuaca yang tidak bersahabat. Karena air sungai bertemu air pegunungan menjadikan banjir. Bagi warga yang berada di tempat-tempat yang rawan banjir diminta hal ini menjadi perhatian bersama dan tetap melihat kondisi cuaca saat ini.

“Artinya, ketika hujan lebat seperti ini maka segeralah bersiap diri agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

“Pemda Pohuwato jelas bupati tetap memperhatikan kondisi ini dan akan disampaikan kepada pemerintah provinsi terutama titik-titik yang rawan banjir dan penyebab banjir itu sendiri seperti luapan air sungai yang sesekali menjadi ancaman bagi warga sekitar,” tandasnya.

kabupaten pohuwato

Gara-Gara Ular Naik Isolator: Gardu Induk Paguat Meledak, Lima Kecamatan di Pohuwato Padam Total

Published

on

Marisa – Misteri penyebab padamnya aliran listrik secara mendadak yang sempat melumpuhkan sebagian wilayah Kabupaten Pohuwato pada Minggu (21/06/2026) malam akhirnya terkuak. Manajemen PLN Marisa mengonfirmasi bahwa insiden mati lampu massal tersebut dipicu oleh gangguan eksternal yang tak terduga dari faktor alam (satwa liar).

Sebelumnya, interupsi daya total yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah wilayah kecamatan—mulai dari Paguat, Marisa, Duhiadaa, Randangan, hingga Taluditi—sempat memicu kepanikan minor. Gelap gulita yang terjadi seketika di malam hari itu membuat masyarakat berspekulasi dan mempertanyakan keandalan sistem distribusi gardu induk.

Setelah melakukan penelusuran taktis dan penyisiran komprehensif, pihak PLN Marisa mengungkapkan bahwa pemadaman tersebut dipicu oleh seekor ular. Satwa tersebut dilaporkan merayap naik dan menyentuh bagian isolator listrik sensitif, hingga memicu hubungan arus pendek (korsleting) parah dan mengakibatkan dentuman ledakan di kawasan Gardu Induk (GI) Paguat.

Pasca-ledakan mekanis tersebut, personel teknis lapangan PLN langsung disiagakan di lokasi kejadian. Tim ahli terus melakukan lokalisasi komponen, pengamanan sistem kelistrikan, serta memastikan sterilisasi seluruh jaringan utama dari potensi gangguan lanjutan agar kondisi benar-benar pulih secara aman.

Berkat gerak cepat dan tanggap darurat dari para petugas di lapangan, pasokan daya listrik di sebagian besar wilayah terdampak kini berangsur normal kembali. Kendati demikian, hingga berita ini diterbitkan, proses pemulihan (recovery) bertahap masih terus dipacu pada beberapa klaster perumahan warga yang jaringannya sempat mengalami kendala teknis paling berat.

Sebelum adanya rilis kepastian ini, pihak otoritas PLN Marisa memang telah menginstruksikan tim bersiaga penuh dan menerjunkan personel pemburu gangguan langsung ke GI Paguat guna memeriksa seluruh rangkaian transmisi. Awak media masih terus bersiaga memantau kondisi lapangan serta menunggu keterangan resmi lanjutan terkait penyelesaian total proses normalisasi listrik di Bumi Panua.

Continue Reading

Gorontalo

Diguncang Dentuman Keras: Sebagian Wilayah Marisa Gelap Gulita Akibat Gangguan Listrik Mendadak

Published

on

Pohuwato – Suara dentuman keras yang disusul pemadaman listrik secara mendadak menggemparkan warga di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Minggu (21/06/2026) malam. Insiden tanpa pemberitahuan resmi dari otoritas penyedia daya ini langsung melumpuhkan aktivitas publik dan memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pemadaman total (blackout) terjadi secara simultan di sejumlah titik vital pusat ibu kota kabupaten. Kondisi gelap gulita yang terjadi seketika membuat kepanikan minor di kalangan warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah maupun pelaku usaha mikro.

Saat dikonfirmasi awak media, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Marisa Arida Hirawan membenarkan adanya gangguan struktural pada jaringan distribusi mereka. Ia menjelaskan bahwa indikasi awal interupsi daya ini dipicu oleh insiden ledakan teknis, meski titik koordinat pastinya masih diinvestigasi.

“Informasi sementara yang kami terima, memang ada indikasi ledakan pada sistem jaringan. Saat ini, personel teknis lapangan sudah diterjunkan dan sedang bergerak cepat menuju Gardu Induk (GI) untuk melakukan lokalisasi masalah serta pengecekan komprehensif,” terang Arida Hirawan via sambungan telepon.

Dampak dari gangguan sistemis tersebut, hampir sebagian besar wilayah pelayanan di Kecamatan Marisa dilaporkan lumpuh total dari pasokan listrik. Sektor jasa dan utilitas rumah tangga menjadi pihak yang paling terdampak atas insiden operasional pada malam hari ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Marisa belum merilis pernyataan resmi terkait penyebab utama pemicu ledakan maupun estimasi waktu normalisasi aliran listrik (recovery time). Awak media masih terus bersiaga di lokasi dan menghimpun data terbaru guna menyajikan perkembangan informasi lanjutan kepada publik.

Continue Reading

Advertorial

Dibuka Wapres Gibran Rakabuming: Bupati dan Wabup Pohuwato Kawal Pembukaan PENAS XVII

Published

on

Pohuwato – Isu strategis kedaulatan pangan nasional menjadi episentrum pembahasan pada pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Agenda akbar tersebut dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Gedung Olahraga (GOR) David–Tonny, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/06/2026).

Hajatan skala nasional ini dihadiri langsung oleh pimpinan puncak Pemerintah Kabupaten Pohuwato, yakni Bupati Saipul A. Mbuinga bersama Wakil Bupati Iwan S. Adam. Kedatangan mereka didampingi oleh Ketua TP PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa serta Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Risnawati Adam Ali.

Acara pembukaan ini turut dikawal oleh Menteri Pertanian, jajaran pejabat pemerintah pusat, Anggota DPR RI Dapil Gorontalo Rachmad Gobel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, jajaran Forkopimda Provinsi Gorontalo, serta para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia.

Dalam orasi politik anggarannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan program prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar dalam arsitektur pemerintahan Presiden Republik Indonesia saat ini. Menurut Wapres, volatilitas kondisi global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, perang dagang, hingga eskalasi perang tarif antarnegara maju, menjadi alarm keras bagi Indonesia untuk segera memutus ketergantungan impor.

“Indonesia tidak boleh lagi menggantungkan nasib isi piring rakyatnya pada kebijakan negara lain. Struktur ketahanan pangan nasional harus dibangun mandiri dan kokoh dari fondasi kekuatan sektor pertanian serta perikanan dalam negeri,” tegas Wapres Gibran.

Merespons instruksi pusat tersebut, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyatakan kesiapan dan dukungan penuh jajaran daerah untuk menyukseskan peta jalan swasembada pangan tersebut. Baginya, PENAS XVII merupakan momentum krusial bagi para petani dan nelayan lokal untuk meng-upgrade wawasan, memperluas penetrasi pasar, serta mengadopsi instrumen teknologi agronomi modern.

“Pemkab Pohuwato menyambut optimis arah kebijakan Wapres. PENAS XVII ini menjadi wadah taktis untuk mengelevasi kapasitas intelektual petani dan nelayan kita, sekaligus menyelaraskan frekuensi daerah dengan program prioritas nasional,” cetus Saipul di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Saipul memaparkan bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan kemaritiman merupakan tulang punggung utama (backbone) PDRB Kabupaten Pohuwato. Oleh sebab itu, akselerasi produktivitas hilir akan terus dipacu melalui penguatan kelembagaan kelompok tani, modernisasi sarana prasarana (saprotan), serta investasi berkelanjutan pada aspek SDM.

“Pesan dari Wapres Gibran menjadi bahan bakar motivasi bagi kami di Bumi Panua. Pohuwato memiliki bentang potensi agraria dan maritim yang luar biasa besar. Kami berkomitmen mengelolanya secara optimal agar mampu menjadi lumbung penyokong pangan, baik untuk skala regional Gorontalo maupun kontribusi nasional,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Bupati Saipul menginstruksikan kepada seluruh kontingen utusan Kabupaten Pohuwato agar memanfaatkan durasi PENAS XVII ini sebagai ajang transfer teknologi. Lulusan delegasi diharapkan membawa pulang inovasi aplikatif yang mampu mendongkrak grafik kesejahteraan petani dan nelayan di daerah perbatasan tersebut.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler