Connect with us

Advertorial

Mahasiswa KKN UNG Lakukan Program Siaga Covid di Pohuwato

Published

on

UNG-Mahasiswa peserta KKN Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Desa Maleo, Kabupaten Pohuwato melaksanakan program pemberdayaan siaga Covid – 19 di tengah pandemik. Program ini dalam rangka menstimulus Gerakan Masyarakat Sadar Stunting (Gemasting) untuk mengedukasi masyarakat tentang kesadaran dan penanggulangan bahaya stunting.

Para peserta KKN melakukan pendataan dan pengukuran status gizi ke ibu-ibu hamil, menyusui, serta pada bayi dan balita. kemudian di lanjutkan dengan beberapa agenda berupa pemberian informasi tentang stunting dan Covid 19 yang di barengi dengan pelatihan pembuatan makanan pendamping ASI kepada ibu ibu Desa Maleo.

Dosen Pembimbing Lapangan Lia Amalia, S.KM., M.Kes. dannYasir Mokodompis, S.KM., M.Kes. mengungkapkan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan serta memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang kesadaran penanggulangan Stunting di masa pandemic covid 19 dan juga meningkatkan kreativitas masyarakat dalam upaya pencegahan stunting melalui pengolahan bahan pangan bergizi berbasis sumber daya pangan lokal.

”mahasiswa KKN yang berjumlah 29 orang juga melakukan beberapa program tambahan antara lain edukasi tentang penggunaan antibiotik pada masyarakat”,

“sosialiasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada masyarakat dan siswa sekolah dasar dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan dan pembuatan sofa ecobricks” Jelas Lia Amalia.

Antusias masyarakat beserta beberapa stakeholder yang hadir turut serta dan berpartisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut hingga selesai.

Turut juga diserahkan buku panduan tentang Gemasting kepada pihak kecamatan, desa dan masyarakat setempat sebagai bentuk edukasi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

KKN ini dilaksanakan selama 45 hari terhitung sejak tanggal 3 September – 18 Oktober 2020.

Advertorial

I Komang Wastra; Mahasiswa Seni Rupa UNG Peraih Prestasi Kancah Nasional

Published

on

Foto Istimewa

UNG-Salah satu Mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyabet dua prestasi di ajang Nasional. Mahasiswa bernama I Komang Wastra unggul dalam EduArt Award Nasional tahun 2020 dan seleksi dewan kurator pameran Mega Rupa Bali 2020.

Menurut Warih Wisatsana, salah satu panitia Mega Rupa mengungkapkan bahwa, l Komang Wastra direkomendasi karena selain karyanya bagus sebagaimana ditunjukkan dengan progresnya sejak menjadi perupa muda dalam pameran Utusan Sosial Kementerian Pendidikan 2019 kemarin.

“Selaras kegigihannya berkarya meskipun tinggal di daerah pedalaman Sulawesi Tengah. Hal itu merupakan cermin menjaga kreatif dan optimisme di masa pandemi”, tegas perwakilan panitia mega rupa tersebut.

Sementara itu pihak jurusan seni rupa dan desain menyambut dengan bangga atas capaian dan torehan prestasi yang di berikan oleh saudara Komang.

“kami senantiasa terus mendorong agar mahasiswa dapat menyalurkan bakat seninya melalui apresiasi pameran dan bisa memberikan kontribusi untuk akreditasi jurusan maupun universitas kedepannya” Ujar I Wayan Sudan Ketu Jurusan seni rupa san desain.

Selain itu, Tajudin Abdilah Wakil Dekan lll Fakultas Teknik menegaskan segenap pimpinan Fakultas dan Universitas selalu mendukung mahasiswa agar dapat meraih prestasi di bidangnya sehingga selaras dengan visi UNG melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing hingga ke tingkat internasional.

Continue Reading

Advertorial

Toreh Prestasi di Kancah Nasional, Mahasiswa Fatek UNG Peroleh Penghargaan Dekan

Published

on

UNG-Untuk pertama kalinya pihak Fakultas Teknik UNG memberi penghargaan kepada mahasiswanya yang berhasil mengharumkan nama baik fakultas dengan torehan prestasi di kancah nasional. Penghargaan berupa uang tunai dan piagam itu diserahkan langsung Dekan Fakultas Teknik Sardi Salim, Selasa (27/10/2020).

Saat diwawancarai Sardi menyebut dirinya menginginkan mahasiswa untuk terus berkarya membawa nama baik fakultas dan almamater UNG. Saat ini juga, pihak fakultas menurutnya terus mensupport berbagai kegiatan kemahasiswaaan yang akan memberi dampak terhadap peningkatan akreditas program studi.

“bonus dan piagam penghargaan adalah bentuk apresiasi kami terhadap mahasiswa yang telah mengharumkan nama baik Fakultas” Kata Sardi.

Lanjutnya lagi Kedepannya pihak Fakultas akan meningkatkan bonus dan hadiah-hadiah menarik bagi mahasiswa yang telah membawa nama baik Fakultas.

Dalam kesempatan itu, dekan menyerahkan penghargaan kepada “The Best Inspiring Team” yang diperoleh mahasiswa Informatika dalam ajang Gemastik (Gemastik akronim dari Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang merupakan program Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Indonesia, sehingga mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dalam memajukan TIK dan pemanfaatannya, baik ketika masih dalam masa studi maupun kelak sesudah lulus studi). Diantaranya Nama -nama mahasiswa yang ikut Gemastik Azwar Ramadhan Botutihe, Wahyu Setiawan Usman, lchaq Rahim Zees” Jelas Sardi

Sementara itu dilanjutkan pemberian penghargaan kepada tiga mahasiswa yang mengikuti Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Nusantara 2020 (GEMBIRA 2020) event tahunan terbesar mahasiswa Bidikmisi se-Indonesia.

“finalis dan mendapat peringkat 3 untusan Jurusan Teknik Informatika FT UNG adalah Abid Muhaimin Harun, Adi Junaidi R. Daud, Amirrudin Paneo”

Berikutnya penghasilan dan penyerahan bonus kepada I Komang Wastra, adalah juara 3 nasional dalam kegiatan Education Art yang diikuti oleh 62 peserta dari berbagai perguruan tinggi di indonesia.

“Saat ini dia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Pameran seni rupa modern dan kontemporer Bali Megarupa digelar kembali dalam suasana pandemi Covid-19, 28 Oktober-10 November 2020” Tandasnya.

Continue Reading

Advertorial

Indra Yasin : Perlu Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Pendidikan di Masa Pandemi

Published

on

Foto HUMAS

GORUT-Bupati Gorontalo Utara Indra berharap tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini dapat diketahui pemerintah daerah. Hal ini sangat dibutuhkan sebagai tolok ukur penyelenggaraan pendidikan di Gorut.

“Saya perlu tau, bagaimana kepuasaan masyarakat pada pendidikan seperti sekarang ini. Bagaimana menurut mereka, karena selama ini tatap muka, tapi sekarang melalui komunikasi online atau daring” ujar Indra Yasin, saat menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pemaparan laporan akhir survei yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara pada Selasa (27/10/2020) di Mawar Saron Kota Gorontalo.

Pemkab Gorut lanjut Indra Yasin telah bekerja sama dengan perguruan tinggi guna mencari tahu apa saja hambatan atau ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan selama masa pandemi.

“Nah itu saya ingin mendapatkan masukkan dari perguruan tinggi. Apakah itu dari kesiapan gurunya, kesiapan kepala sekolahnya untuk mengontrol, kesiapan fasilitas apa sudah cukup, jangan sampai kita lihat seperti di TV, ada satu android 3 sampai 4 orang. Apakah Kita tidak cukup seperti begituYang berikutnya apakah mereka memperhatikan protokol kesehatan, nah ini juga yang harus kita lihat” ungkap Indra Yasin.

Faktor keterlibatan orang tua di dalam pendidikan dari rumah sangat perlu untuk diperhatikan. Misalnya kata Indra adanya pelajaran-pelajaran yang memiliki tugas, apakah orang tua bisa membantu anaknya untuk mengerjakan ini atau tidak.

“Kan ini repot. Apalagi orang tuanya juga masih ada yang tidak sampai selesai sekolah, tentu ditanya oleh anaknya akan kerepotann dia. Paling-paling sudah belajar sajalah kau.

Nah pasti ada timbul ketidakpuasan anak-anak itu sendiri. Karena dia akan beda, karena selama ini dia dengan teman-teman nya dan dengan gurunya berhadapan langsung, tapi sekarang tidak. Sekarang hanya dengan orang tua maka timbul kejenuhan. Saya khawatir itu akan dia gunakan untuk dia jalan-jalan” imbuhnya lagi.

Oleh karena itu, penelitian sangat penting untuk dilakukan untuk mengetahui bagaiman model pembelajaran yang harus dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini, Sehingga pendidikan tidak tertinggal jauh dibanding dengan saat tatap muka

“Inilah yang sementara kita minta masukkan-masukkan dari perguruan tinggi” tukasnya.

Continue Reading

Terpopuler