Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Mahasiswa KKNT UNG Sukamakmur Utara Berhasil Selesaikan Seluruh Proker

Published

on

Foto Istimewa

UNG – Melakukan pengabdian selama 45 hari di desa Sukamakmur Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo berhasil melaksanakan seluruh program kerja, yang sedari awal sudah di rencanakan dari kampus.

Keberhasilan Mahasiswa KKN selain mendapat apresiasi dari pemerintah Desa, juga dari dosen pembimbing lapangan. Tentu saja untuk mencapai satu keberhasilan ini, tak lepas dari peran mahasiswa dan masyarakat Desa Suka Makmur.

Adapun pengabdian yang dilakukan para mahasiswa KKN tematik diantaranya, berpartisipasi pada penyelenggaraan pemerintahan desa, dimana mahasiswa terlibat dalam perbaikan batas desa dan ikut serta pada penyelenggaraan musyawarah penyegaran Karang Taruna.

Selanjutnya dalam pelaksanaan pembangunan desa, mahasiswa turut andil dalam pembuatan bak sampah, pemasangan patok penanda aparat desa Sukamakmur Utara dan penanaman tanaman sehat bersama Ibu-ibu PKK.

Program berikutnya yang berhasil dilaksanakan mahasiswa KKN yakni pembinaan kemasyarakatan. Setiap jumat dilakukan bakti sosial di masjid desa. Selain itu mahasiswa juga ikut menyosialisasikan pentingnya vaksinasi.

Sementara untuk pemberdayaan masyarakat, mahasiswa membantu team pengajar di sekolah dengan cara ikut serta mengajar di sekolah, selanjutnya mengadakan belajar diluar sekolah yang diadakan di posko KKN mahasiswa.

Dan terakhir mahasiswa berhasil mengadakan PESTA (pentas seni tari dan olahraga) ya desa di khususkan bagi masyarakat Desa Sukamakmur Utara.

Selaku Kepala Desa Samin Hamzah, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa atas program yang dijalankan. Ia juga mengapresiasi langkah mahasiswa yang turun langsung ke rumah-rumah warga dalam menyosialisasikan pentingnya vaksinasi.

“Sebelum mahasiswa datang di Desa Sukamakmur Utara ini, Desa ini menjadi urutan terakhir untuk vaksinasi. Tetapi setelah Mahasiswa melaksanakan program kerja tentang sosialisasi vaksinasi dan turun langsung ke rumah warga untuk mensosialisasikan pentingnya vaksinasi, Alhamdulillah Sumut menjadi urutan keenam, ” Ungkap Samin Hamzah

Advertorial

Hadirkan Dampak Nyata! UNG Terjunkan 1.108 Mahasiswa di Program UNG Mengajar Batch 10

Published

on

UNG – Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menerjunkan 1.108 mahasiswa dalam program UNG Mengajar Batch 10. Para peserta yang berasal dari 18 program studi kependidikan di lingkungan UNG tersebut bakal mengabdi di tiga wilayah di Provinsi Gorontalo.

Ketiga wilayah sasaran program meliputi Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango. Selama kurang lebih empat bulan, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan dan pembelajaran di sekolah mitra, sekaligus membawa semangat pengabdian demi menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan daerah.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan program UNG Mengajar terus mengalami transformasi seiring dinamisnya arah kebijakan pengembangan pendidikan tinggi.

Menurut Elya, program UNG Mengajar yang sebelumnya menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kini kian dipacu untuk mengusung semangat Kampus Berdampak.

“Artinya, kehadiran mahasiswa bukan hanya untuk belajar di lapangan, tetapi harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi sekolah dan masyarakat,” ujar Prof. Elya.

Melalui program ini, para mahasiswa kependidikan memperoleh ruang luas untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta kompetensi yang ditimba di bangku kuliah secara langsung. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat berbagai aspek pembelajaran, khususnya pengembangan literasi, numerasi, hingga pembentukan karakter peserta didik.

Lebih dari sekadar pengalaman mengajar, UNG Mengajar turut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami dinamika riil dunia pendidikan di lapangan. Mereka dituntut peka membaca kebutuhan sekolah, beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta melahirkan gagasan dan pendekatan pembelajaran yang relevan.

Mewakili Rektor UNG, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menegaskan bahwa keterlibatan ribuan mahasiswa ini merupakan wujud kontribusi konkret kampus kerakyatan tersebut terhadap peningkatan mutu pendidikan di Gorontalo.

Ia berpesan agar para mahasiswa tak sekadar menjalankan aktivitas rutin yang ada di sekolah, melainkan harus mampu memberi nilai tambah melalui gagasan dan inovasi segar.

“Kehadiran mahasiswa bukan hanya untuk menggantikan peran guru yang ada di sekolah. Mahasiswa harus hadir membawa inovasi, sistem, serta pendekatan baru yang dimiliki untuk memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran,” tegas Prof. Amir.

Pesan mendalam tersebut menjadi penekanan utama dalam pelaksanaan UNG Mengajar Batch 10. Sebagai calon pendidik masa depan, para mahasiswa diharapkan mampu menjadikan sekolah mitra sebagai ruang belajar sekaligus ladang pengabdian yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Continue Reading

Advertorial

Siap Harumkan Daerah! 27 Mahasiswa UNG Berlaga di Peksiminas XVIII 2026

Published

on

UNG – Sebanyak 27 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersiap menunjukkan kemampuan terbaik mereka pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026. Dalam helatan seni bergengsi tingkat nasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari perguruan tinggi se-Indonesia tersebut, kontingen UNG akan tampil berlaga di Universitas Jember, Jawa Timur.

Keikutsertaan ini menjadi momentum krusial bagi para mahasiswa UNG untuk mewakili nama Provinsi Gorontalo, sekaligus membuktikan kualitas serta daya cipta kreativitas generasi muda daerah di panggung nasional.

Kontingen UNG dijadwalkan bertanding pada 19 tangkai lomba dari beragam cabang seni. Bidang-bidang yang diikuti meliputi vokalia pop (putra dan putri), fotografi, tari, penulisan cerpen, baca puisi (putra dan putri), penulisan lakon, keroncong (putra dan putri), seriosa (putra dan putri), dangdut (putra dan putri), komik strip, desain poster, penulisan puisi, monolog, hingga seni lukis.

Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan para mahasiswa yang terpilih menjadi bagian dari Kontingen Provinsi Gorontalo tersebut.

Menurut Prof. Eduart, partisipasi dalam Peksiminas bukan sekadar ajang unjuk kebolehan berkompetisi, melainkan ruang berharga untuk mengasah potensi, mengekspresikan kreativitas, dan mencetak prestasi setinggi-tingginya.

“Keikutsertaan mahasiswa UNG dalam ajang nasional ini merupakan kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengukir prestasi. Kami tentu memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada seluruh mahasiswa yang telah terpilih,” ujar Prof. Eduart.

Ia berharap seluruh duta seni UNG dapat tampil penuh percaya diri dan konsisten memberikan performa maksimal sepanjang kompetisi. Lebih dari itu, para mahasiswa diharapkan mampu membawa pulang deretan piala yang membanggakan Provinsi Gorontalo dan harum di kancah nasional.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menjelaskan bahwa keikutsertaan kontingen telah dimatangkan melalui rangkaian pembinaan terstruktur dan bertahap.

Proses persiapan diawali dari tahap seleksi berjenjang mulai tingkat fakultas hingga universitas. Mahasiswa yang lolos seleksi kemudian menjalani program pembinaan intensif melalui karantina dengan pendampingan langsung dari dosen-dosen pakar di bidang seni, tari, maupun musik.

“Persiapan komprehensif ini dilakukan untuk mengasah kemampuan teknis dan kreativitas, sekaligus membangun ketahanan mental mahasiswa agar mampu tampil optimal saat berhadapan dengan lawan di tingkat nasional,” jelas Prof. Amir Arham.

Ia menambahkan, pembinaan ketat ini menjadi kunci untuk memastikan kontingen tidak hanya menguasai materi lomba, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi dalam bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Dengan seluruh persiapan matang yang telah dilalui, pihak rektorat optimistis kontingen UNG mampu menyuguhkan penampilan terbaik dan memboyong hasil manis dari 19 tangkai lomba yang diikuti.

Continue Reading

Advertorial

Bantu Ibu Hamil Rileks, KKN UNG Ciptakan Aromaterapi Jeruk Nipis di Desa Tolotio

Published

on

UNG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan jeruk nipis menjadi produk aromaterapi roll-on. Inovasi ini dikembangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk membantu menciptakan rasa rileks dan mengurangi tingkat kecemasan ibu hamil menjelang proses persalinan.

Program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, dengan mengusung tema “Pemberdayaan Ibu Hamil Melalui Pembuatan Aromaterapi Jeruk sebagai Terapi Nonfarmakologis untuk Mengurangi Kecemasan Menjelang Persalinan”.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK tidak hanya memberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan alam, tetapi juga mendampingi masyarakat secara langsung dalam mengolah kulit jeruk nipis menjadi minyak atsiri, yang kemudian diformulasikan sebagai produk aromaterapi roll-on.

Minyak atsiri dari kulit jeruk nipis diketahui memiliki kandungan senyawa aromatik, termasuk limonene, yang berpotensi memberikan efek relaksasi. Aroma segar yang dihasilkan diharapkan mampu menciptakan suasana nyaman bagi ibu hamil dalam menghadapi masa-masa menjelang persalinan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG, Dr. Mohamad Adam Mustapa, M.Sc., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata upaya mahasiswa dalam mentransformasikan pengetahuan akademis di kampus menjadi inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan produk tepat guna dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang tersedia di masyarakat,” ujar Dr. Mohamad Adam.

Ia menambahkan, pemanfaatan jeruk nipis sebagai bahan baku aromaterapi turut membuka peluang pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan baru. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, produk berbasis bahan lokal ini berpotensi untuk terus dikembangkan menjadi produk usaha mikro masyarakat setempat.

Pihak Pemerintah Desa Tolotio bersama pengurus PKK menyambut positif inovasi yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN-PK UNG tersebut. Selain memberikan alternatif pemanfaatan bahan alam, keterampilan yang diajarkan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif bagi warga.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan secara komprehensif, mulai dari proses persiapan bahan baku hingga pengemasan akhir. Kulit jeruk nipis segar terlebih dahulu dipilah, dicuci bersih, lalu dipotong kecil atau diparut tipis untuk mengoptimalkan pelepasan kandungan minyak atsiri.

Bahan yang telah siap kemudian diproses melalui metode distilasi uap. Uap air panas dialirkan melewati bahan untuk melepaskan molekul minyak atsiri. Campuran uap minyak dan air selanjutnya dialirkan menuju kondensor hingga mengalami proses pengembunan.

Hasil kondensasi tersebut ditampung dan dipisahkan untuk memperoleh minyak atsiri murni. Minyak yang didapatkan lalu diformulasikan menggunakan minyak pembawa (carrier oil) seperti virgin coconut oil (VCO) dengan memperhitungkan komposisi yang aman untuk penggunaan pada kulit.

Setelah proses formulasi rampung, produk dikemas ke dalam botol roll-on berukuran 10 mililiter sehingga lebih praktis, higienis, dan mudah digunakan oleh para ibu hamil.

Melalui program pengabdian ini, mahasiswa KKN-PK UNG berupaya menghadirkan model pemberdayaan yang memadukan ilmu pengetahuan, sektor kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan potensi lokal seperti jeruk nipis diharapkan tidak berhenti saat masa KKN berakhir, tetapi dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Tolotio.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler