Daerah
Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pileg DPRD Provinsi Gorontalo: Seruan Partisipasi Masyarakat
Published
1 year agoon
POHUWATO – Menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) untuk Pemilihan Legislatif DPRD Provinsi Gorontalo di Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo 6 (Pohuwato-Boalemo), sejumlah tokoh organisasi mengeluarkan seruan penting kepada masyarakat. PSU ini dijadwalkan akan berlangsung pada 13 Juli 2024. Seruan tersebut bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan memastikan keberhasilan proses demokrasi yang adil dan transparan.
Prof. Aziz Hudodo, Ketua PW IPNU Provinsi Gorontalo, mengajak seluruh masyarakat di Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato dan Boalemo, untuk menggunakan hak suara mereka dengan penuh tanggung jawab.
“Ini adalah momen bagi kita semua untuk menunjukkan komitmen kita terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan. Setiap suara sangat berharga untuk menentukan masa depan daerah Pohuwato dan Boalemo,” ujar Aziz Hudodo saat diwawancarai.
Prof. Aziz juga memberikan apresiasi kepada Polda Gorontalo dan kesatuan Intel Polda yang telah mengawal dan menjaga agar PSU dapat berlangsung dengan aman dan kondusif. “Kami juga memberikan apresiasi kepada TNI/Polri, dan Polda Gorontalo yang tetap konsisten dalam menjaga kedamaian dan kondusifitas untuk PSU di dapil 6 (Pohuwato-Boalemo),” tambahnya.
Abdul Karim Pakaya, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pohuwato, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam PSU untuk memastikan bahwa pemilihan berlangsung secara adil dan transparan.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga memahami calon-calon yang akan dipilih dan dampak baiknya bagi masa depan daerah,” ujar Abdul Karim Pakaya.
Abdul Karim juga menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa pemungutan suara ulang dilaksanakan dengan transparansi dan mengedepankan prinsip keadilan.
“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang baik antara masyarakat, penyelenggara pemilu, dan pihak keamanan seperti TNI/Polri, pemungutan suara ulang ini akan berlangsung dengan lancar dan hasilnya akan mencerminkan kehendak rakyat,” tutup Abdul Karim Pakaya.
Para tokoh masyarakat ini menekankan bahwa partisipasi aktif dari seluruh warga dalam PSU adalah kunci untuk menjamin proses demokrasi yang adil dan transparan. Mereka juga mengapresiasi upaya pihak keamanan yang menjaga kondusifitas selama proses pemungutan suara ulang, sehingga diharapkan hasilnya dapat mencerminkan aspirasi rakyat.
You may like
-
PSU Pilkada Gorontalo Utara Digelar Besok, Anggaran Capai Rp9,2 Miliar
-
SIAPA YANG BERPELUANG MEMENANGKAN PSU GORUT?
-
Bupati Pohuwato dan Istri Menyalurkan Hak Suara dalam PSU DPRD Provinsi Gorontalo
-
LSM Laskar Macan Asia Pohuwato dan Tokoh Agama Serukan PSU yang Damai dan Kondusif
-
Pemungutan Suara Ulang (PSU) Empat TPS di Kabupaten Bone Bolango
Advertorial
Bukan Hanya Perayaan, Pohuwato Rayakan Tahun Baru dengan Zikir Bersama
Published
2 hours agoon
01/01/2026
Pohuwato – Menyambut pergantian malam Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Pohuwato menggelar “Malam Zikir dan Doa untuk Negeri” di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Rabu (31/12/2025) malam. Kegiatan religius tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ketua organisasi perempuan, antara lain TP PKK Pohuwato, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Dharma Karini, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pohuwato.
Hadir pula Sekretaris Daerah Pohuwato, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, ASN, PPPK, pemangku adat, unsur Polri, dan masyarakat yang memadati masjid kebanggaan daerah tersebut.
Malam zikir dan doa dipimpin Ketua Yayasan Haamilul Qur’an Kecamatan Paguat, Umar Abdul Azis, S.Sos, yang juga menyampaikan ceramah agama. Ia didampingi oleh Tuan Hakimu Pohuwato, Ust. Wisno Pakaya, M.Pd, dan Tuan Hakimu Buntulia, Ust. Abdul Hakim Saleh, S.Ag. Lantunan zikir dan doa bersama mengiringi suasana malam yang penuh haru dan keikhlasan.
Dalam sambutannya, Bupati Saipul A. Mbuinga menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, khususnya Kapolres Pohuwato AKBP Busroni beserta jajaran, atas prakarsa menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurut Bupati, malam zikir dan doa bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bentuk nyata rasa syukur atas limpahan rahmat dan nikmat yang telah diberikan Allah SWT sepanjang tahun 2025, sekaligus harapan agar tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik dan penuh keberkahan.
Ia juga menegaskan pentingnya memperbanyak zikir dan doa, terutama di momentum pergantian tahun, sebagai sarana muhasabah diri untuk memperbaiki langkah ke depan.
“Kami memperoleh laporan bahwa seluruh pemerintah kecamatan di Kabupaten Pohuwato juga melaksanakan kegiatan serupa, baik malam ini maupun beberapa hari menjelang pergantian tahun,” ujar Saipul.
Bupati menambahkan, pergantian tahun hendaknya dimaknai sebagai pengingat bahwa waktu terus berjalan dan setiap insan diberi kesempatan untuk meningkatkan amal kebaikan.
“Menyambut Tahun Baru dengan zikir dan doa adalah langkah tepat untuk memulai tahun dengan hati yang bersih, niat yang tulus, serta penuh harapan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati Saipul mengajak seluruh masyarakat Pohuwato menjadikan momentum malam zikir dan doa sebagai sarana mempererat persaudaraan serta memperkuat ukhuwah demi terciptanya Pohuwato yang aman, damai, dan harmonis.
“Tahun 2025 akan segera kita tinggalkan dengan berbagai cerita, tantangan, dan dinamika. Ada keberhasilan yang patut disyukuri, ada pula kekurangan yang harus dijadikan pelajaran berharga untuk kemajuan Pohuwato ke depan,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga aparat pemerintah untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun daerah tercinta.
“Mari kita sambut Tahun Baru 2026 dengan optimisme dan semangat baru. Perkuat silaturahmi, tingkatkan semangat berkarya, dan bersama kita wujudkan Pohuwato yang lebih maju, sejahtera, religius, dan berkeadilan,” pungkasnya.
Gorontalo
Video Pesta di Tengah Duka Banjir Hulawa, Publik Pohuwato Geram
Published
3 hours agoon
01/01/2026
Pohuwato – Suasana duka masih menyelimuti Kabupaten Pohuwato usai banjir menerjang Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Warga masih berjibaku dengan lumpur, kerugian, dan trauma akibat bencana tersebut. Namun, di tengah kepedihan itu, beredar sebuah video yang memantik kemarahan publik.
Video yang tersebar di berbagai grup percakapan itu memperlihatkan aktivitas hiburan yang diduga berlangsung di lingkungan perusahaan tambang emas Pani Gold Mine (PGM). Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang berjoget dan berpesta — pemandangan yang dinilai kontras dengan kondisi masyarakat Desa Hulawa yang sedang berduka.
Desa tersebut diketahui berada di sekitar kawasan aktivitas pertambangan perusahaan. Ironisnya, peristiwa itu terjadi di saat pemerintah daerah dan aparat keamanan giat mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pesta atau keramaian menjelang pergantian tahun. Bahkan, Pemkab Pohuwato sendiri memilih melaksanakan zikir dan doa bersama sebagai wujud empati bagi korban banjir.
Bagi banyak warga, video tersebut dianggap menyakiti hati masyarakat dan menunjukkan kurangnya kepekaan sosial dari pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak bencana.
“Ini bukan hanya soal pesta, tetapi soal rasa empati dan tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat lingkungannya,” ungkap salah satu warga yang menyayangkan kejadian itu.
Polemik tersebut segera memicu reaksi luas hingga akhirnya pihak Pani Gold Mine (PGM) memberikan klarifikasi resmi.
Melalui Humas perusahaan, Kurniawan Siswoko, PGM menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan atas kejadian tersebut.
“Terima kasih atas informasinya. Ini menjadi pembelajaran bagi kami, khususnya bagi panitia agar dalam menyelenggarakan acara memiliki konsep yang baik dan terarah. Di awal, acara menyambut tahun baru di PGM diisi dengan doa bersama dan kegiatan spontan donasi untuk warga terdampak banjir sebagai bentuk empati dan kepedulian karyawan. Namun, acara ini tercederai dengan kejadian tersebut, dan kami akan melakukan evaluasi,” ujar Kurniawan.
Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Kemarahan publik terhadap peristiwa ini menunjukkan bahwa masyarakat berharap lebih terhadap tanggung jawab sosial dan moral perusahaan tambang. Banyak warga meminta agar PGM dapat menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial, khususnya di saat masyarakat masih dalam masa pemulihan pasca-bencana.
Polemik ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri agar lebih berhati-hati dalam bertindak di tengah situasi krisis kemanusiaan dan bencana alam yang melibatkan masyarakat di sekitar wilayah operasional mereka.
Gorontalo
Jangan Diam! Tani Merdeka Minta Pemda Pohuwato Jelaskan Penyebab Banjir
Published
2 days agoon
30/12/2025
Pohuwato – Polemik banjir yang melanda Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, terus memanas. Desakan keras kini datang dari Rian Uno, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, yang juga dikenal sebagai anak muda Pohuwato sekaligus bagian dari masyarakat lingkar tambang.
Rian meminta Pemerintah Daerah Pohuwato untuk tidak bersikap pasif dan segera menjelaskan secara transparan penyebab utama banjir yang merusak permukiman warga tersebut.
“Pemerintah daerah harus jujur dan terbuka. Sampaikan ke masyarakat, apa sebenarnya penyebab banjir di Desa Hulawa. Jangan dibiarkan kabur seperti sekarang,” tegas Rian, Selasa (31/12/2025).
Menurutnya, sikap diam pemerintah justru memperkeruh situasi dan memicu potensi konflik sosial di tengah masyarakat, terutama antara warga lingkar tambang dan masyarakat umum.
“Kalau penyebabnya karena perusahaan, sampaikan. Kalau karena tambang ilegal, ungkap juga. Jangan masyarakat dibiarkan saling menyalahkan sementara pemerintah memilih diam,” ujarnya.
Kondisi yang Dinilai Kian Berbahaya
Rian menilai ketidakjelasan informasi telah menimbulkan berbagai spekulasi liar di masyarakat. Akibatnya, muncul saling curiga dan saling tuding antarkelompok, bahkan membuka potensi konflik terbuka.
“Sekarang masyarakat lingkar tambang disalahkan, besok bisa saja perusahaan yang diserang. Semua bisa jadi korban karena pemerintah tidak memberikan kejelasan,” katanya.
Ia menegaskan, kejujuran dan keterbukaan pemerintah merupakan kunci utama meredam konflik. Tanpa itu, persoalan banjir di Hulawa bukan hanya menjadi bencana alam, tetapi bisa berkembang menjadi bencana sosial.
Tuntutan Audit dan Investigasi Terbuka
Lebih lanjut, Rian mendesak Pemda Pohuwato segera melakukan audit lingkungan dan investigasi terbuka yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, serta aparat penegak hukum.
“Kami tidak mau kesimpulan sepihak. Harus ada audit lingkungan, kajian ilmiah, dan penyampaian hasilnya secara terbuka kepada publik,” ujar Rian menegaskan.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban moral, melainkan juga kewajiban hukum pemerintah terhadap warganya sebagaimana diatur dalam prinsip transparansi dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Di akhir pernyataannya, Rian menyebut pihaknya akan mengirim surat resmi kepada Ketua Dewan Penasihat DPN Tani Merdeka Indonesia di Jakarta, yang dalam hal ini adalah Presiden Prabowo Subianto, untuk melaporkan kondisi tersebut.
“Karena kami, Tani Merdeka Indonesia, adalah mata dan telinganya Presiden Prabowo Subianto, maka kami akan menyampaikan langsung persoalan banjir Hulawa agar mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Rian juga memperingatkan bahwa jika pemerintah daerah terus bersikap pasif, kepercayaan publik akan runtuh dan penanganan banjir di masa depan akan semakin sulit.
“Pemerintah jangan menunggu masalah ini meledak menjadi konflik besar. Buka sekarang, jelaskan sekarang, selamatkan masyarakat sekarang,” pungkasnya.
Bukan Hanya Perayaan, Pohuwato Rayakan Tahun Baru dengan Zikir Bersama
Video Pesta di Tengah Duka Banjir Hulawa, Publik Pohuwato Geram
Menjelang Tahun Baru, Kondom Ludes di Minimarket Gorontalo
Jangan Diam! Tani Merdeka Minta Pemda Pohuwato Jelaskan Penyebab Banjir
Tak Sekadar Tambang, Merdeka Gold Dorong Konservasi di Gorontalo
JIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025
Berawal dari Arahan Wali Kota, Kelurahan Biawao Raih Juara Pemungutan PBB-P2
Bukan Sekadar Imbauan! Wali Kota Gorontalo Tegas Larang Petasan di Malam Tahun Baru
Potret Ironi Wisata Gorontalo, Akses ke Molowahu Rusak Parah
Laporan Mengejutkan Pansus DPRD Provinsi Gorontalo: Konflik, Alih Fungsi Lahan, hingga Dugaan Pelanggaran AMDAL
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo1 month agoMenolak Lupa: Tragedi 2 Januari 2025, Ketika Keadilan untuk Julia Belum Datang
-
News3 months agoMenggugat Kaum Terpelajar di Tengah Demokrasi yang Dikuasai Kapital
-
Gorontalo1 month agoBukan Rapat Biasa, Instruksi Gerindra Tegaskan Kader Harus Kompak dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat
-
Gorontalo2 weeks agoJIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025
-
Gorontalo2 months agoWarga Kota Gorontalo ini Tawarkan Konsep Dual-Fungsi Pasar Sentral: Solusi untuk Ekonomi dan Kreativitas Gorontalo
-
Gorontalo2 months agoMenakar Fungsi Kontrol di DPRD Kota Gorontalo
-
Advertorial2 months agoPanasnya Konflik Sawit! DPRD Provinsi Gorontalo dan KPK Turun Tangan
-
Kesehatan3 months agoDukung Palestina, Bandar Besar Ganja Maroko Boikot Pengedar Narkoba Israel
