Connect with us

News

Menteri Risma Marah-marah, A.D. Khaly: Gorontalo mempunyai prinsip hidup “Adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah (Al Qur’an),”

Published

on

Foto Istimewa ll Drs. A.D Khaly

GORONTALO – Baru-baru ini masyarakat Gorontalo dihebohkan dengan pernyataan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang merasa tersinggung dengan perlakuan Menteri Sosial Tri Rismaharini ke salah satu warga Gorontalo, menuai respon yang beragam dari masyarakat Gorontalo.

Salah satunya ketua Lembaga Adat Kabupaten Gorontalo Drs. A.D. Khaly, dimana ia sependapat dengan Gubernur Rusli Habibie. Pasalnya sebagai pejabat negara harusnya Risma tak memperlihatkan arogansinya terlebih hal itu dilakukan di depan pejabat daerah.

“Sebagai ketua lembaga adat saya mendukung dengan sikap Gubernur Gorontalo Bapak Rusli Habibie,” Ungkap A.D Khaly.

Menurutnya, tindakan Mensos tersebut tak sesuai dengan perilaku nilai kesopanan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Gorontalo. Sehingga hal ini akan menimbulkan polemik di kalangan masyarakat apabila nilai tersebut dilanggar.

“Di Daerah Adat Gorontalo mempunyai prinsip hidup masyarakat, “Adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah (Al Qur’an),’ Jelas mantan Anggota DPD RI saat di konfirmasi wartawan barakati.id melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, beredar video di kalangan masyarakat Gorontalo dimana Menteri Sosial Tri Rismaharini meluapkan emosinya ke salah satu warga Gorontalo yang diketahui merupakan petugas program keluarga harapan.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang mengetahui hal itu merasa tersinggung dengan sikap Menteri Sosial Tri Rismaharini yang dinilai tidak seharusnya melakukan hal demikian.

Gubernur Rusli menilai sikap Mensos Risma tidak patut dilakukan. Selain seorang ibu, Risma berpangkat menteri telah memberi contoh buruk bagaimana seorang pejabat negara bersikap.

“Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri, sosial lagi, memperlakukan seperti itu. Contoh yang tidak baik,” buka Rusli saat diwawancarai wartawan usai menghadiri acara Survei Indeks Kepuasan Masyarat Terhadap Kinerja Pemerintah bertempat di Hotel Maqna, Jumat (1/10/2021).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

Kecaman Terhadap Tragedi Longsor PETI: LSM Desak Tindakan Hukum Terhadap Pelaku Usaha

Published

on

GORONTALO – Tragedi longsor yang terjadi di lokasi pertambangan tanpa izin (PETI) yang dimiliki oleh salah satu pelaku usaha dengan inisial M, atau lebih dikenal sebagai Midun, menimbulkan kecaman keras dari LSM Pohuwato Watch dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI).

Aktivis LSM Pohuwato Watch, Ruslan Pakaya, SH, menegaskan perlunya Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil tindakan dengan memanggil pemilik lokasi untuk diproses hukum atas perusakan lingkungan yang berakibat fatal terhadap nyawa manusia serta menghilangkan habitat hewan dan tumbuhan di sekitar lokasi tersebut.

“Kita tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, namun APH tentunya lebih memahami proses hukum dan sanksi yang berlaku bagi pelaku perusakan lingkungan tanpa izin,” tegas Ruslan dengan nada datar.

Ruslan juga menyoroti sikap para pelaku usaha yang tampak mengabaikan betapa mahalnya proses restorasi lingkungan yang telah dirusak dalam waktu singkat.

“Dana besar telah dialokasikan oleh negara untuk mengembalikan hutan yang telah gundul, namun segelintir orang dengan mudah merusaknya tanpa rasa takut akan konsekuensi hukum,” ungkapnya dengan kesal.

Ruslan berharap agar APH memberikan perhatian yang serius terhadap insiden yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia tersebut.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh aktivis LAI, Harson Ali, yang menekankan perlunya APH untuk mengambil langkah tegas dengan memanggil pemilik lokasi dan memproses hukum kegiatan ilegal tersebut.

“Agar ada efek jera, APH harus bertindak dan memproses hukum kegiatan ilegal yang dilakukan oleh pemilik lokasi,” tegas Harson.

Continue Reading

Gorontalo

Korban Longsor PETI Di Desa Popaya Dimakamkan, LSM dan LAI Desak Tindakan Hukum

Published

on

GORONTALO – Keluarga korban longsoran material PETI di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato akhirnya mengantarkan jenazah korban ke peristirahatan terakhir di Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

Korban yang telah diidentifikasi bernama Suprianto Mohamad, berusia 22 tahun, warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

Pada Jumat (12/04/24), proses pemakaman sementara dilaksanakan di rumah duka. Dijadwalkan pukul 10.30, proses pemakaman almarhum akan dilaksanakan dengan khidmat.

Meskipun dalam suasana yang sedih, keluarga korban melepas dengan tenang saudara mereka yang telah berjuang keras untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Hingga saat ini, belum ada informasi yang diperoleh dari pihak keluarga mengenai langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. Namun, sebelumnya LSM Pohuwato Watch dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) telah menekankan pentingnya agar pihak yang bertanggung jawab, termasuk pemilik lokasi dan pelaku usaha, dipanggil untuk mempertanggungjawabkan aktivitas ilegalnya di hadapan APH.

Continue Reading

Gorontalo

Kemeriahan Sholat Idul Fitri di Masjid Nurul Bahri, Desa Pohuwato Timur

Published

on

GORONTALO – Pada momen yang penuh makna, umat Muslim Desa Pohuwato Timur berkumpul di Masjid Nurul Bahri, yang sering disebut sebagai mesjid sujud, untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Terletak di kawasan wisata Pohon Cinta, Desa Pohuwato Timur, Provinsi Gorontalo, masjid ini menjadi tempat ibadah yang megah dan kokoh, serta menjadi simbol kebersamaan dan persatuan umat Muslim dalam merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Pada pagi hari Selasa, (10/04/2024), suasana di sekitar masjid sudah mulai ramai. Puluhan jamaah datang dengan semangat, mengenakan pakaian terbaik mereka, siap untuk melaksanakan ibadah.

Ada tiga pemuda yang memegang peran penting dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri di Mesjid Nurul Bahri. Hardiansyah Monoarfa bertugas sebagai imam yang memimpin jalannya sholat Idul Fitri, sementara Nazaruddin Ismail berperan sebagai khotib, dan Ranto Marjin sebagai bilal.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri dimulai tepat pukul 07:00 WITA. Puluhan jamaah berbaris rapi, mengikuti gerakan imam dengan khidmat. Suara takbir menggema di dalam masjid, menciptakan suasana yang sakral dan khidmat.

Setelah selesai sholat, suasana masjid dipenuhi dengan keceriaan dan kebahagiaan. Jamaah saling berpelukan dan bertukar ucapan maaf, memperkuat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa kebersamaan di antara mereka.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler