Connect with us

News

Pengurus AMSI Gorontalo 2022-2025 Resmi Dilantik

Published

on

Foto IStimewa

GORONTALO – Pengurus Asosiasi Media Ssiber Indonesia (AMSI) nasional resmi melantik pengurus AMSI Gorontalo Periode 2022-2025, Sabtu (11/3/2023).

Pelantikan dilakukan Koordinator Wilayah AMSI Indonesia Timur, Upi Asmaradhana.

Pelantikan disaksikan oleh Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer, di lokasi pembangunan Sekretariat AMSI Gorontalo, Kelurahan Wongkaditi Barat, Kota Utara, Kota Madya Gorontalo.

Sekretaris Jendral AMSI Nasional Wahyu Dhyatmika, menjelaskan peran dan pentingnya kontribusi AMSI di tengah distribusi digital yang dihadapi saat ini.

“Tentunya terlihat jelas tantangan yang dihadapi media,” ujarnya.

Menurut Wahyu yang penting digarisbawahi salah satunya yang menyebabkan menurunnya kepercayaan publik terhadap media, yakni kebanyakan media digital masih belum menemukan bisnis model yang tepat yang sejalan dengan produksi konten-konten berkualitas.

Wahyu yang hadir secara online, mengatakan, esensi pendirian AMSI pada 2017 dengan semangat mengembangkan bisnis media siber yang sehat agar konten-konten yang diproduksi juga berkualitas.

Wahyu juga menjelaskan peluang-peluang serta kesempatan untuk berkolaborasi dengan pemangku kepentingan di daerah.

Pertama, pentingnya keterbukaan informasi melalui teknologi digital.

“Membuat data publik semakin terbuka dan di situ AMSI punya kompetensi, yang sudah dibekali dengan training, workshop, dan dukungan lainjya,” ujarnya.

Selanjutnya, digitalisasi layanan publik. Wahyu berharap agar AMSI dapat menjadi bagian ekosistem digital yang dibangun di setiap provinsi bersama pemangku kepentingan yang lain.

“Dengan digitalisasi pelayanan publik bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat, informasi yang kredibel dan saya yakin AMSI mampu, karena ada jaringan tersebut,” kata Wahyu.

Wahyu mengatakan, AMSI dalam beberapa tahun ini tengah mengedepankan Cek Fakta, untuk memproduksi artikel-artikel cek fakta untuk membantu publik dalam mendapatkan sumber-sumber rujukan informasi yang berkualitas dan bisa dipercaya.

“Jadi di tengah proyeksi-proyeksi suram tentang dampak negatif digitalisasi, sebenarnya ada peluang-peluang dan AMSI ada bersama untuk mencoba digitalisasi ini membawa manfaat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer, mengharapkan pengurus AMSI yang baru dilantik dapat berkerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk membangun jejaring dan memperkuat hubungan antara media siber dengan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.

“Saya juga berharap para pengurus akan terus memperjuangkan kebebasan pers dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas sebagai pengurus Asosiasi Media Saiber Indonesia,” kata Hamka.

Ia juga menyampaikan beberapa pesan kepada pengurus baru yakni mengenai peran media siber dalam menghadapi tantangan zaman.

Apalagi hidup di zaman yang serba digital, di mana media siber telah menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, Asosiasi Media Siber Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa informasi yang disebarkan oleh media siber tidak hanya akurat, tetapi juga dapat diandalkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kedua, pentingnya kerja sama dalam pengembangan media siber. Gubernur berharap pelantikan pengurus AMSI dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara semua pemangku kepentingan dalam pengembangan media siber di Indonesia.

“Saya percaya bahwa dengan bekerja sama, kita dapat mengembangkan media siber yang lebih berkualitas, lebih terpercaya, dan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Hamka.

Ketiga, tantangan dan peluang bagi media siber di masa depan. Seperti yang di ketahui, media siber menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, seperti disinformasi, hoaks, dan ujaran kebencian.

“Saya mengharapkan bahwa Asosiasi Media Saiber Indonesia dapat menjadi garda terdepan dalam memerangi berbagai tantangan tersebut dan memastikan bahwa media siber dapat berkontribusi secara positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Adapun pengurus AMSI Wilayah Gorontalo yang dilantik: Verrianto Madjowa (Darilaut.id) dan Helmi Rasid (Prosesnews.id) Sebagai Ketua dan Sekretaris. Melki Gani (Dulohupa.id), Dr. Salahudin Pakaya, Muchlis S. Huntua, S.Ag., M.Si, Ardi Wiranata Arsyad, SH., MH, Awaludin (Rgol.id) sebagai Majelis Etik. Hadi Sutrisno (Mimoza.tv), Kristina M. Udoki (Hargo.co.id dan Gorontalopost.id), dan Irfan Lussa (Kronologi.id) sebagai Badan Pertimbangan dan Pengawas Organisasi (BPPO) AMSI Wilayah Gorontalo Periode 2022-2025.

Bidang Organisasi dan Keanggotaan Husain Tontowa (Barometernewsgo.com) dengan Anggota Burhan Bakari (Banthayo.com) dan Ronald Bidjuni (Barakati.id), Dana dan Usaha Kadek Sugiarta (Dulohupa.id) beranggotakan Vera Ahmad (Prosesnews.id), Hukum dan Advokasi Jitro Paputungan (Gorontalopost.id) dan anggota Ali Mobiliu (Barometernewsgo.com), Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Anang Sutanto (Coolturnesia.com) serta anggota Lukman Polimengo (Mimoza.tv) dan Ahmad Dani Baderan (Kronologi.id), dan Kemitraan, Arlank Pakaya serta anggota Rendi Wardani Fathan (Hargo.co.id).

Gorontalo

Tingkatkan Kualitas Layanan, 44 Nakes Gorontalo Ikuti Pelatihan Perawatan Luka Modern One Emergency

Published

on

Gorontalo – Lembaga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, One Emergency, kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) medis yang unggul dan profesional. Bekerja sama dengan LPK Bestari Nusantara, One Emergency sukses menyelenggarakan Pelatihan Certified Basic Wound Care Nurse Angkatan I.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi keahlian ini diikuti oleh 44 peserta yang merupakan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan medis di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.

Sinergi antara One Emergency dan LPK Bestari Nusantara ini dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan akan peningkatan profesionalisme perawat, khususnya dalam bidang manajemen perawatan luka (wound care).

Selama agenda berlangsung, puluhan peserta tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tidak hanya dibekali dengan landasan teori komprehensif, tetapi juga diwajibkan mengikuti praktik langsung terkait tata laksana perawatan luka modern. Standar operasional yang diajarkan merujuk pada protokol medis terkini, mencakup penanganan berbagai klasifikasi luka, mulai dari luka akut hingga luka kronis.

Direktur One Emergency, Ns. Jamal Bahua, M.Kep., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini bukanlah sekadar ajang seremonial pencetak sertifikat. Lebih dari itu, program ini merupakan wujud nyata komitmen berkelanjutan institusi dalam melahirkan tenaga kesehatan yang benar-benar kompeten dan siap pakai di lapangan.

“One Emergency memiliki moto ‘Membimbing Sampai Bisa’. Artinya, kami tidak hanya sekadar menyelenggarakan pelatihan, tetapi memastikan setiap peserta benar-benar memahami dan mahir mengaplikasikan ilmunya saat bertugas. Tentu saja, kami sangat ketat dalam menjaga standar dan kualitas pelatihan agar selalu memberikan output terbaik,” tegas Ns. Jamal Bahua.

Lebih lanjut, Jamal menaruh harapan besar agar para lulusan pelatihan ini dapat menjelma menjadi agen perubahan (agent of change) di unit kerja masing-masing. Mereka diharapkan mampu memelopori peningkatan mutu pelayanan keperawatan luka agar masyarakat bisa mendapatkan standar layanan kesehatan yang optimal.

Menyusul kesuksesan pelaksanaan angkatan pertama ini, One Emergency bersama LPK Bestari Nusantara tengah merencanakan ekspansi program serupa. Langkah ini diambil guna menjangkau lebih banyak tenaga kesehatan, sekaligus memperkuat pilar kualitas layanan medis di berbagai daerah, khususnya di Gorontalo.

Continue Reading

Gorontalo

Kabar Duka dari Sipatana! Satu dari Dua Bocah yang Terseret Arus Sungai Bone Ditemukan Meninggal

Published

on

Gorontalo – Nasib nahas menimpa dua bocah berusia 10 tahun yang dilaporkan terseret arus deras Sungai Bone, tepatnya di kawasan Jembatan AMPI, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, pada Jumat (17/04/2026). Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian intensif pada malam hari berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih berstatus dalam pencarian.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, insiden memilukan ini menimpa Aliandra Elmira Ramadhani (10) dan Muh. Nazril Pakaya (10). Peristiwa tersebut bermula saat kedua korban tengah asyik mandi di pinggiran sungai sekitar pukul 13.20 WITA. Tanpa disangka, debit air sungai mendadak meningkat drastis hingga menciptakan arus deras yang langsung menggulung dan menyeret kedua tubuh bocah malang itu.

Kejadian ini pertama kali dilaporkan secara resmi oleh perwakilan pihak keluarga korban, Ibu Intan, kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo pada pukul 19.25 WITA, setelah upaya pencarian mandiri oleh keluarga tak kunjung membuahkan hasil.

Merespons laporan darurat tersebut, Tim SAR Gabungan tiba di lokasi pada pukul 20.10 WITA. Petugas langsung berkoordinasi dengan keluarga korban dan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, difokuskan dari titik Jembatan AMPI hingga ke area aliran Sungai Bulango.

“Sekitar pukul 20.58 WITA, satu korban berhasil ditemukan di sekitar bawah jembatan, tidak jauh dari titik awal korban mandi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, kemudian segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 21.10 WITA,” jelas keterangan resmi tim penyelamat.

Usai mengevakuasi korban pertama, tim gabungan sempat melanjutkan pencarian terhadap satu korban lainnya hingga pukul 22.15 WITA. Namun, operasi penyisiran terpaksa dihentikan sementara waktu. Kondisi malam hari yang sangat gelap dinilai terlalu berisiko dan menyulitkan proses pencarian di lapangan. Operasi SAR dijadwalkan akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (18/4/2026) mulai pukul 06.30 WITA.

Dalam operasi penyelamatan ini, KPP Gorontalo telah mengerahkan sebanyak 10 personel. Tim juga dibekali dengan dukungan berbagai peralatan taktis, antara lain kendaraan rescue car, truk personel, perahu karet (rubber boat), pesawat nirawak (drone), alat komunikasi, serta peralatan medis dan keselamatan air.

Pihak KPP Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan upaya pencarian hingga korban kedua berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Continue Reading

News

KPK Ungkap Dana Korupsi Kerap Mengalir ke Wanita Simpanan. Biasanya yang Bening-Bening

Published

on

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membeberkan fakta mengejutkan terkait ke mana bermuaranya uang haram hasil korupsi. Bukan melulu soal investasi aset mewah atau properti, dana miliaran rupiah dari praktik culas ini ternyata kerap mengalir deras ke kantong wanita simpanan.
​Fakta mencengangkan ini dibongkar dalam acara Sosialisasi Penguatan Integritas dan Praktik Anti Korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (16/4/2026).

Hakim Yustisial KPK, Ibnu Basuki Widodo, menjelaskan bahwa kejahatan kerah putih ini selalu berkaitan erat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
​”Kalau ada korupsi muncul, maka akan muncul TPPU, biasanya seperti itu,” kata Ibnu.
​Menurut Ibnu, manuver para koruptor dalam menyembunyikan hartanya sering kali berujung pada penyamaran aset yang melibatkan pihak ketiga.

Terkait proses hukumnya, pengusutan kasus korupsi dan pencucian uang bisa berjalan beriringan maupun terpisah, bergantung pada kelengkapan bukti yang dikantongi penyidik.
​”Bisa bersama-sama, bisa sesudahnya. Kalau bersama-sama komplit buktinya, kalau sendiri-sendiri biasanya menyelesaikan tindak pidana pokoknya dulu, setelah itu TPPU muncul,” ujar Ibnu.

​Proses penyamaran aset inilah yang kemudian kerap membuka tabir gelap kehidupan pribadi para pejabat nakal. Uang hasil merampok hak rakyat sering digunakan untuk memanjakan pasangan gelap mereka. Fakta di lapangan menunjukkan tingginya dominasi pria dalam kasus rasuah yang juga beririsan dengan motif asmara terlarang.
​”Pelaku korupsi 81 persennya laki-laki, biasanya cari yang bening-bening, tapi betul itu adanya, ratusan juta rupiah dikucurkan ke cewek itu.” terang Ibnu.

Ia juga menambahkan bahwa sang wanita, secara hukum, berstatus sebagai pihak yang turut melanggengkan pencucian uang secara pasif.
​”Itu salah satu TPPU pertama yang koruptor lakukan sebagai pelaku pasif, menerima, menyimpan terhadap suatu hasil tindak pidana korupsi,” ucap Ibnu.

​Lebih jauh, Ibnu membedah bagaimana korupsi dan perselingkuhan layaknya lingkaran setan yang saling memicu. Tuntutan gaya hidup untuk membiayai pasangan gelap dapat mendorong seseorang menggarong uang negara, begitu pun sebaliknya. Kekayaan instan hasil korupsi kerap menjadi pembuka jalan menuju perselingkuhan.
​”Perselingkuhan itu muncul karena korupsi, itu salah satunya.” tegas Ibnu. Ia memaparkan lebih lanjut, “Bisa korupsi dahulu kemudian terjadi perselingkuhan, bisa selingkuh menjadi korupsi,” ungkap Ibnu.

​Pada acara yang sama, Ibnu juga memberikan peringatan keras soal dampak makro dari praktik kotor ini. Selain menimbulkan kerugian keuangan negara secara langsung, korupsi yang dibiarkan akan menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan. Pada gilirannya, hal ini memicu ketidakstabilan sosial dan menjadi ancaman terbesar bagi agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler